Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Produksi Minuman Serbuk Jahe, Kunyit, Temulawak Majelis Ta’lim Irsyaadul Ibaad dan PKK Bailang Upaya Peningkatan Produktivitas Ekonomi dan Imunitas Abdullah, Surya Sumantri; Jayanti, Meilani; Jayanto, Imam; Antasionasti, Irma
VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol 3, No 3 (2021): VIVABIO:Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v3i3.36640

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), virus corona varian Delta telah ditemukan di Sulawesi Utara. Balitbangkes menyatakan Hasil terhadap delapan spesimen adalah positif SARS-CoV-2 Varians of Concern Delta (B.1.617.2). Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara mencatat sebanyak 287.640 orang di Sulawesi Utara terdampak akibat pandemi Covid-19 atau sekitar 14,80% dari jumlah total penduduk. Sementara itu, jumlah korban pengangguran akibat covid-19 terdampak sebanyak 24.920 orang. Majelis Ta’lim dan PKK Bailang Lingkungan 5 merupakan pranata sosial yang aktif melaksanakan kegiatan sosial dan keagamaan. Pandemi covid-19 belum berakhir sehingga perlu untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat dengan memanfaatkan rimpang jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) telah terbukti mengandung antioksidan yang akan meningkatkan imunitas tubuh dalam mengatasi varian baru mutasi covid-19. Selain itu juga dilakukan upaya untuk peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat dengan pelatihan produksi minuman serbuk dari jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) tanpa ampas. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan imunitas Majelis Ta’lim Irsyaadul Ibaad dan PKK Rayon bailing Lingkungan 5 dan mendorong minat mitra untuk memproduksi minuman serbuk jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza)  tanpa ampas sebagai upaya peningkatan produktivitas ekonominya. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mitra memiliki pengetahuan tentang manfaat jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan cara pembuatan minuman serbuk instan sehingga meningkatkan wawasan kewirausahaan pada kedua mitra tersebut.
Pemberdayaan Anak-Anak Panti Asuhan melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Antiseptik Jayanti, Meilani; Sumantri, Surya; Jayanto, Imam; Siampa, Jainer Pasca
JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia Vol 3, No 1 (2021): JPAI: Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/jpai.3.1.2021.36725

Abstract

Panti asuhan yang merupakan lembaga sosial nirlaba, secara tidak langsung ikut mengalami dampak yang diakibatkan oleh adanya pandemi COVID-19. Banyak donatur yang mulai membatasi sumbangan yang diberikan ke panti-panti asuhan. Sedangkan, panti asuhan masih membutuhkan banyak biaya untuk keberlangsungan operasionalnya. Oleh karena itu, untuk membantu panti asuhan menjadi lebih mandiri dalam perekonomiannya, maka tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi melaksanakan edukasi dan pelatihan pembuatan sabun cair antiseptik yang juga menjadi upaya pencegahan penularan COVID-19. Kegiatan ini dimulai dari tahap koordinasi, persiapan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan, pelatihan pembuatan sabun cair antiseptik, serta evaluasi. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anak-anak di panti asuhan mengenai sabun cair antiseptik dengan pemberian edukasi tentang sabun, pelatihan pembuatan sabun cair, pengemasan hingga pemasaran, serta praktek cara cuci tangan yang benar. Pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat terus diimplementasikan oleh panti asuhan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas ekonomi panti asuhan. Selain itu, produk sabun yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dalam lingkungan panti asuhan sebagai upaya pencegahan penularan  COVID-19.
Hypoglicemia Risk Factors on Hospitalized Type 2 Diabetes Mellitus Patients Meilani Jayanti; Keri Lestari; Rizky Abdulah
Pharmacology and Clinical Pharmacy Research Vol 3, No 2
Publisher : Universitas Padjadjaran, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.595 KB) | DOI: 10.15416/pcpr.v3i2.16453

Abstract

Hypoglycemia is one of the most important complications of diabetes treatment and it becomes an obstacle in hypoglycemia medication. Besides, hypoglycemia can cause nerve damage and impaired cognitive function so that it influences the patients mortality, morbidity, and quality of life. Recognition of hypoglycemia risk factors, blood glucose monitoring, selection of appropriate regimens and educational programs for healthcare professionals and patients with diabetes are the major issues to maintain good glycemic control, minimize the risk of hypoglycemia, and prevent long-term complications. This research employs retrospective method and the design of the research is case control.  The sample of this research is 72 patients with type 2 diabetes which is divided into two groups.  The first group is case and It consists of 23 patients (31,9%) getting hypoglycemia. Then, the second group is control and it consists of 49 patients (68,1%). In the second group the 49 patients do not get hypoglycemia and they do not receive any hypoglycemia medication in the hospital. The Results of multivariate logistic regression analysis shows that there is a significant different between the variables reduction in food intake (p 0,011) and lower laboratory result of HbA1C (p 0,003) on the incidence of hypoglycemic, where the variable reduction in food intake has the strong relationship with most major hypoglycemic (OR 9,329). On the other hand, other variables such as the use of antidiabetic drugs, diabetes duration, age, comorbidities and polypharmacy showed no significant association with hypoglycemic events. Thus, the hypoglycemic risk factors in patients with type 2 diabetes receiving antidiabetic therapy due to reduction in food intake and lower laboratory results of HbA1C. Patients with reduction in food intake at risk of hypoglycemic events nine times greater than patients with normal food intake. Keywords: type 2 diabetes mellitus, hypoglycemia, food intake, HbA1C
UJI TOKSISITAS AKUT KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Sharon Colin Tangkere; Herny Simbala; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) dan pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Namun belum diketahui efek toksik penggunaan kombinasi ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian oral kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki terhadap organ ginjal tikus putih melalui pengujian toksisitas akut. Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 18 ekor, dibagi dalam dua kelompok perlakuan ekstrak bawang dayak dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, dua kelompok perlakuan ekstrak pinang yaki dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, satu kelompok perlakuan kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki dosis 21,6 mg, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 14 hari dengan pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan makroskopis organ ginjal, pengamatan berat badan dan berat organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, konsistensi, dan permukaan organ pada semua perlakuan terlihat normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara makroskopik, kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki tidak menunjukkan kerusakan organ ginjal.
ANALISIS FITOKIMIA DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAN FRAKSI PELARUT DARI SEDIAAN KRIM DAUN LEILEM (Clerodendrum minahassae) Elly J. Suoth; Olvi Datu; Meilani Jayanti; Frenly Wehantouw
CHEMISTRY PROGRESS Vol. 15 No. 2 (2022)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/cp.15.2.2022.44485

Abstract

Daun leilem merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Utara yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai sayuran. Berdasarkan pencarian yang dilakukan secara digital, penelitian mengenai daun leilem masih sangat sedikit. Pada penelitian ini penulis tertarik dalam menganalisis secara kualitatif untuk mengetahui kandungan fitokimia dari daun leilem dalam bentuk ekstrak kasar dan fraksi polar, semi polar dan non polar kemudian diformulasikan dalam sediaan krim untuk mengetahui aktivitasnya sebagai antioksidan dengan analisis kuantitatif menggunakan metode DPPH. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa pada daun leilem terkandung metabolit sekunder seperti flavonoid, steroid dan alkaloid. Hasil yang diperoleh ekstrak dan fraksi daun leilem memiliki aktivitas antioksidan dengan IC50 yang berbeda-beda dimana ekstrak kasar memiliki IC50 yang paling baik yaitu pada konsentrasi 179,5 ppm dan setelah di formulasikan dalam sediaan krim ekstrak dan fraksi daun leilem masih tetap memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan fraksi etil asetat memiliki persen inhibisi yang terbaik yaitu 75,05%.
HUBUNGAN TINGKAT KONTROL ASMA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN ASMA BRONKIAL DI KLINIK INTERNA RSUD KOTAMOBAGU Citra Fatima Marsidi; Weny Indayany Wiyono; Meilani Jayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14547

Abstract

Penatalaksanaan asma yang efektif bertujuan untuk mencapai kontrol asma yang baik sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan optimal serta meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien asma bronkial di Klinik Interna RSUD Kotamobagu. Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan 32 pasien sebagai responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data pasien dikumpulkan dari Januari sampai Februari 2023 menggunakan Asthma Control Test (ACT) untuk mengukur tingkat kontrol asma dan MiniAsthma Quality of Life Questionnaire (Mini-AQLQ) untuk mengukur kualitas hidup. Analisis hubungan antara tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh 20 responden (62.5%) yang mempunyai asma terkontrol, 12 responden (37.5%) mempunyai asma tidak terkontrol dan jumlah responden yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 18 orang (56.3%), responden dengan kualitas hidup buruk yaitu 14 orang (43.8%) serta tabulasi silang mayoritas berbanding lurus dimana pasien dengan tingkat kontrol asma yang tidak terkontrol memiliki kualitas hidup buruk sebesar (31.3%) sedangkan pasien dengan tingkat kontrol asma yang tidak terkontrol yang memiliki kualitas hidup baik sebesar (6.3%). Kemudian mayoritas pasien dengan asma yang  terkontrol memiliki kualitas hidup baik sebesar (50%) sedangkan pasien dengan asma yang terkontrol yang memiliki kualitas hidup buruk sebesar (12.5%).  nilai p = 0.00 (< 0.05) pada uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien asma bronkial di Klinik Interna RSUD Kotamobagu. Semakin baik tingkat kontrol asma maka semakin baik juga kualitas hidup.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS AERTEMBAGA KOTA BITUNG Shabrina Wahyudi; Weny Indayany Wiyono; Meilani Jayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14549

Abstract

DM tipe 2 merupakan kondisi kurangnya insulin relatif, yang diakibatkan penurunan fungsi sel ? pankreas, dan resistensi insulin. Faktor risiko penyebab DM tipe 2 terdiri dari faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Diagnosa DM tipe 2 dapat ditandai dengan peningkatan glukosa plasma puasa dan glukosa plasma 2 jam setelah TTGO 75 g. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko dengan kejadian DM tipe 2 di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung. Jenis penelitian ini merupakan obeservasional dengan rancangan studi case control. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sampling jenuh, di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Jumlah sampel keseluruhan 60 orang, terdiri dari 30 kelompok kasus, dan 30 kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan indikator usia, jenis kelamin, hipertensi, riwayat keluarga DM, aktivitas fisik, IMT, dan lingkar perut. Diagnosa DM dan hipertensi dilihat dari riwayat catatan medik pasien. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko DM tipe 2 adalah usia (nilai p value = 0.00; OR = 18) dan aktivitas fisik (nilai p value = 0.004; OR = 16.789). Sedangkan jenis kelamin, hipertensi, riwayat keluarga DM, IMT, dan lingkar perut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko DM tipe 2 di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung adalah usia dan aktivitas fisik.
HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN END-STAGE RENAL DISEASE DI RSUP PROF. R. D. KANDOU Ayu Wati Ningsih; Weny I. Wiyono; Meilani Jayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15515

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu kondisi kronis serius yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah meningkat, karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin atau hormon insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan secara efektif . Pasien diabetes melitus yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dapat mempercepat proses terjadinya penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) sampai tahap akhir. Hal ini merupakan penyebab terjadinya gagal ginjal tahap akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pasien menderita diabetes melitus tipe 2 dengan kejadian ESRD di RSUP Prof. R. D. Kandou. Jenis penelitian ini merupakan analitik obeservasional dengan rancangan studi cross sectional. Jumlah sampel yang masuk dalam kriteria inklusi sebanyak 62 orang, pengambilan data melalui rekam medik pasien dengan melihat variabel lama menderita DM tipe 2 dan nilai eGFR. Analisis data yang digunakan adalah uji Pearson. Hasil pada penelitian di peroleh nilai p = 0,039 (<0,05). Penelitian ini  menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama menderita DM tipe 2 dengan kejadian ESRD di RSUP Prof. R. D. Kandou.
ANALISIS HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK MASYARAKAT DESA SUKMA KECAMATAN BOTUPINGGE KABUPATEN BONE BOLANGO Fadila Al-A’izzah; Weny Indayany Wiyono; Meilani Jayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.15926

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku masyarakat dalam menggunakan antibiotik. Penelitiian dilakukan di Desa Sukma Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango yang meliputi 3 dusun dengan total jumlah populasi sebanyak 341 jiwa. Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan secara cross-sectional dengan 200 responden yang memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari bulan Januari sampai Februari 2023 menggunakan alat ukur kuisioner. Analisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku dalam penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 32 responden (16%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 116 responden (58%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 52 responden (26%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa data tingkat pengetahuan mengenai antibiotik pada masyarakat mayoritas masuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 116 responden (58%).  Kemudian perilaku penggunaan diperoleh sebanyak 81 responden (40.5%) memiliki perilaku baik, 80 responden (40%) memiliki perilaku cukup, dan 39 responden (19.5%) memiliki perilaku kurang baik. Perilaku penggunaan antibiotik mayoritas masuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 81 responden (40,5%). Hasil analisis hubungan didapatkan nilai sig. 0,000 (p < 0,05), nilai koefien korelasi sebesar 0,706, dan arah hubungan positif (+). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat di Desa Sukma Kecamatan Botupingge Kabupaten Bone Bolango.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SEBAGAI ANALGETIK PADA TIKUS PUTIH Meilani Jayanti; Febrianika Ayu Kusumaningtyas; Fatrini Djaber
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v1i1.167

Abstract

Ekstrak daun binahong memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang menjadikan tanaman ini dapat berkhasiat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun binahong sebagai analgetik pada tikus putih dengan menggunakan metode geliat. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus sebanyak 15 ekor. Tikus tersebut dibagi menjadi 5 kelompok uji, dimana masing-masing kelompok uji terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok uji terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, dosis ekstrak 250 mg/kg, 500 mg/kg dan 1000 mg/kg BB tikus. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati frekuensi geliat tikus, sehingga diperoleh rata-rata jumlah geliat dari setiap kelompok uji, % proteksi dan % efektivitas. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata jumlah geliat dengan nilai p=0.000 (p<0.05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun binahong pada dosis 500 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB sudah efektif mengurangi nyeri akibat rangsangan yang diinduksi asam asetat, dengan persentase efektivitas analgetik masing-masing dosis ekstra sebesar 37% dan 63.7%.