Claim Missing Document
Check
Articles

GROWTH ACTIVITY TEST OF WHITE RAT HAIR COMBINATION OF CELERY (Apium Graveolens) LEAF EXTRACT AND GREEN GEDI (Abelmoschus Manihot) LEAF Kawatu, Chelsea; Lebang, Julianri Sari; Jayanti, Meilani
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v5i3.11058

Abstract

Celery and Green Gedi leaves have been long considered traditional topical supplements to support hair growth. They contain flavanoids that are efficacious to induce keratinocyte proliferation. However, the research about whether the combination of celery and green gedi leaves can still provide an effect is limited. This current study aims to determine the effect of the combination of ethanol extracts of celery leaves and green gedi leaves on white rat hair growth. This is laboratory experimental research to compare the hair growth in three different groups with normal and positive control. Animals were randomly grouped (n=3 for each group) and then given a combination of leaf extracts and carbopol with a concentration of 17.5%:10%; 27.5%:15%;37.5%:20%. A normal control group was left untreated, while another group was treated with 2% minoxidil as positive control. The results of measuring fur weight on day 21 showed that the treatment group given the combination of extracts did affect the growth of rat hair. Statistical tests using one-way ANOVA showed a p-value of <0.001 which means there is a significant difference in the average hair weight of rats treated. LSD post hoc test showed that treatment with a 17.5%:10% concentration ratio was significantly different from the other treatments. It can be concluded that the combination of celery leaf extract and gedi leaf positively affects rat hair growth.
GROWTH ACTIVITY TEST OF WHITE RAT HAIR COMBINATION OF CELERY (Apium Graveolens) LEAF EXTRACT AND GREEN GEDI (Abelmoschus Manihot) LEAF Kawatu, Chelsea; Lebang, Julianri Sari; Jayanti, Meilani
Indonesian Biodiversity Journal Vol. 5 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ibj.v5i3.11058

Abstract

Celery and Green Gedi leaves have been long considered traditional topical supplements to support hair growth. They contain flavanoids that are efficacious to induce keratinocyte proliferation. However, the research about whether the combination of celery and green gedi leaves can still provide an effect is limited. This current study aims to determine the effect of the combination of ethanol extracts of celery leaves and green gedi leaves on white rat hair growth. This is laboratory experimental research to compare the hair growth in three different groups with normal and positive control. Animals were randomly grouped (n=3 for each group) and then given a combination of leaf extracts and carbopol with a concentration of 17.5%:10%; 27.5%:15%;37.5%:20%. A normal control group was left untreated, while another group was treated with 2% minoxidil as positive control. The results of measuring fur weight on day 21 showed that the treatment group given the combination of extracts did affect the growth of rat hair. Statistical tests using one-way ANOVA showed a p-value of <0.001 which means there is a significant difference in the average hair weight of rats treated. LSD post hoc test showed that treatment with a 17.5%:10% concentration ratio was significantly different from the other treatments. It can be concluded that the combination of celery leaf extract and gedi leaf positively affects rat hair growth.
Gambaran Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sumber Literasi Kesehatan Digital pada Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Asep Rahman; Andi Buanasari; Meilani Jayanti; Ihsan S. Tome; Andy A.N Hiola; Eldy Sengkey
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/bxv9x544

Abstract

Literasi Kesehatan Digital menjadi salah satu strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penggunaan media digital seperti media sosial menjadi lebih efektif dan efisien. Pada penelitian ini hendak mengkaji gambaran pemanfaatan media digital sebagai sarana informasi akan pandemi Covid-19. Selain itu, penelitian ini hendak mengindentifikasi pemanfatan media sosial dalam aktivitas promosi kesehatan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan FMIPA Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan degan stratified random sampling. Informasi dari responden digali melalui kusisioner yang terdiri dari tiga bagian yakni identitas informan, sumber informasi terkait Covid-19, dan Covid-19 literacy level.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan The Celup Herbal di Desa Kema III Kabupaten Minahasa Utara Irma Antasionasti; Surya Sumantri Abdullah; Imam Jayanto; Meilani Jayanti
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/f0ge0z49

Abstract

Desa Kema III terletak di pinggir pantai dengan intensitas cahaya matahari yang sangat kuat sehingga dapat menghasilkan suatu senyawa radikal bebas yang disebut reactive oxygen species (ROS) yang dapat menginisiasi terjadinya penyakit degeneratif. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan teh herbal yang kaya antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Kegiatan dilakukan melalui 4 tahapan yang terdiri dari tahap persiapan, tahap penyuluhan, tahap pelatihan, dan tahap pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan, mitra dapat memahami kandungan senyawa dari tanaman herbal pala, secang, jahe, kayu manis, dan cengkeh sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan dalam menangkal radikal bebas. Selain itu, mitra juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan tanaman herbal menjadi sediaan teh herbal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Ekstraksi Minyak Ikan sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Kardiovaskular Meilani Jayanti; Yuanita A. Hariyanto; Sri Sudewi; Irma Antasionasti
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/s4whea82

Abstract

Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai mayoritas berprofesi sebagai nelayan, memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular akibat konsumsi ikan asin dan hewan laut tinggi kolesterol. Kondisi ekonomi yang rendah dan akses terbatas terhadap edukasi kesehatan dan makanan berkualitas makin memperparah situasi tersebut. Pelatihan ekstraksi minyak ikan hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah kesehatan dan ekonomi ini. Minyak ikan kaya akan omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan baru dalam ekstraksi minyak ikan, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat kesehatan dan peluang ekonomi yang terkait. Kegiatan PKM ini akan menggunakan metode pendekatan terpadu dan demonstrasi.  Dengan demikian, peserta dapat memahami, mempraktikan dan selanjutnya dapat mengembangkan keterampilan tersebut agar dapat terus dimanfaatkan, baik sebagai upaya menjaga kesehatan, juga dapat meningkatkan perekonomian mitra sasaran.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Lansia yang Menerima Polifarmasi di Puskesmas Sonder Waworuntu, Injilia Sharon Queen; Wiyono, Weny Indayany; Jayanti, Meilani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4v62v633

Abstract

Kualitas hidup lansia merupakan penilaian subjektif seorang lansia terhadap tingkat kepuasan atau kesejahteraan yang dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan yang mencakup kondisi fisik, mental, sosial serta emosional dan dinilai berdasarkan referensi pribadi lansia tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif observasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien polifarmasi minor berjumlah 49 dengan kualitas hidup baik sebanyak 4 orang (5%), kualitas hidup sedang sebanyak 39 orang (52%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 6 orang (8%). Untuk pasien polifarmasi mayor berjumlah 26 responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 8 orang (11%), kualitas hidup sedang sebanyak 16 orang (21%) dan kualitas hidup buruk sebanyak 2 orang (3%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pasien lansia yang menerima polifarmasi di Puskesmas Sonder memiliki kualitas hidup sedang.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Pangi (Pangium edule Reinw) Terhadap Penyembuhan Luka pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Kojongian, Syallommita; Jayanti, Meilani; Mpila, Deby Afriani
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/59wyhj73

Abstract

Daun pangi (Pangium edule Reinw) secara empiris telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk membantu penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas penyembuhan luka sayat ekstrak etanol daun pangi serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling optimal pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan post test-only control group. Ekstrak daun pangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sebanyak 15 ekor tikus putih dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan ekstrak dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Luka sayat dibuat menggunakan biopsy punch berdiameter 10 mm dan diameter luka diamati selama 14 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, ANOVA satu arah, dan uji lanjut Post Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p<0,05), dengan penurunan rata-rata diameter luka dari hari ke-0 sebesar 12,20 mm menjadi 1,33 mm pada hari ke-14. Konsentrasi ekstrak 5% dan 10% menunjukkan efektivitas penyembuhan luka yang paling optimal dan sebanding dengan kontrol positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pangi efektif dalam mempercepat penyembuhan luka sayat.
Pengenalan Teknik Pengolahan Tanaman Obat yang Berorientasi pada Kesehatan dan Peluang Usaha Lokal Jayanti, Meilani; Rahman, Asep; Asaloei, Sandra Inggrid
Jurnal Lentera Farma Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Lentera Farma
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/ssy6kf32

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat di Desa Minaesa, Kabupaten Minahasa Utara, masih dilakukan secara tradisional tanpa mempertimbangkan prinsip perlindungan zat aktif selama proses pengolahan. Teknik pengeringan, perajangan, dan pemanasan yang kurang tepat berpotensi menurunkan stabilitas senyawa bioaktif serta mengurangi manfaat kesehatan dan nilai tambah ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan teknik pengolahan tanaman obat yang berorientasi pada perlindungan zat aktif dan peluang usaha lokal. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan diskusi awal, penyuluhan interaktif mengenai prinsip stabilitas senyawa aktif, serta demonstrasi praktik sederhana pengolahan bahan herbal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan yang lebih rasional, serta munculnya kesadaran bahwa kualitas proses menjadi fondasi manfaat kesehatan dan potensi ekonomi. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas teknis masyarakat pesisir dalam mengolah tanaman obat secara lebih rasional dan berorientasi mutu.
Community-Based Education for Family Health: Leveraging Local Medicinal Plants through Empowerment Rahman, Asep; Jayanti, Meilani; Asaloei, Sandra Inggrid; Adam, Hilman
Journal of Literacy and Education Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Literacy and Education
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/4ax5tb12

Abstract

The utilization of local medicinal plants remains a common practice within households in coastal areas, including Minaesa Village in North Minahasa Regency. However, such practices are generally based on intergenerational experience rather than an adequate understanding of appropriate indications, limitations, and potential risks. This community service initiative aimed to empower the community through a community-based educational approach to enhance family health literacy in the rational and safe use of local medicinal plants. The implementation methods included initial observation and needs assessment, development of evidence-based educational materials tailored to the local context, and delivery of interactive counseling sessions combined with guided discussions. Evaluation was conducted qualitatively through participants’ active engagement and reflective responses. The findings indicated improved participants’ understanding of fundamental principles for the proper use of medicinal plants, enhanced ability to identify minor conditions that may be managed at the household level, and increased awareness of warning signs requiring medical referral. This approach effectively integrated traditional knowledge with modern health literacy principles, thereby strengthening family capacity to make safer and more responsible health decisions.