Claim Missing Document
Check
Articles

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PROSTITUSI MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE Gultom, Motlan; Simangunsong, Rini T
Legal Advice Jurnal Hukum Vol 2 No 2 (2025): Legal Advice jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penegakan hokum terhadap tindak pidana prostitusi menggunakan media online. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian yakni mengetahui faktor penyebab terjadinya tindak pidana prostitusi online menggunakan media online, untuk mengetahui hambatan dalam penanggulangan tindak pidana prostitusi online dengan menggunanak media online dan mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya tindak pidana prostitusi online dengan menggunanak media online. Hasil penelitian ini menunjukkan Faktor penyebab terjadinya tindak pidana prostitusi online menggunakan media online meliputi faktor moral, psikologis, biologis, ekonomi dan sosiologis. Hambatan dalam penanggulangan tindak pidana prostitusi online dengan menggunanak media online adalah hambatan hukum yang belum terperinci terhadap pelanggaran kesusilaan secara online, faktor penegak hukum yang kurang dan belum memahami teknologi informasi dengan baik, sarana dan fasilitas yang kurang efektif dan kesadaran masyarakat yang kurang untuk memberikan peran aktif penanggulangan ataupun pencegahan. Langkah represif yang dilakukan dalam penanggulangan prostitusi yaitu berupa razia operasi penyakit masyarakat sebagai penanggulangan prostitusi yang ada dan langkah preventif yaitu dengan mengadakan sosialisasi kepada tokoh-tokoh masyarakat tentang praktik prostitusi yang ada melalui bimbingan, pengarahan dan ajakan.Adapun saran dari penelitian ini adalah Sebaiknya sanksi untuk prostitusi online yang telah diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Pornografi tersebut, sebaiknya mencantumkan batas hukuman secara lebih tegas, yakni dengan ditentukan batas minimum penjara atau denda.
Tinjauan Yuridis Kedudukan Janda Tanpa Anak terhadap Harta Warisan dalam Hukum Adat Batak Toba Sigalingging, Oktavia P.; Gultom, Motlan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum janda tanpa anak dalam pembagian harta warisan menurut hukum adat Batak Toba. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan studi literatur dan analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum adat Batak Toba, janda memiliki hak tertentu atas harta peninggalan suami, meskipun hak-hak tersebut terbatas oleh sistem kekerabatan patrilineal. Janda berhak atas jaminan nafkah seumur hidup dan dapat menguasai harta peninggalan suami untuk keperluan nafkahnya dan anak-anaknya. Namun, hak janda terbatas pada penggunaan dan pengelolaan harta selama masa hidupnya, dengan syarat bahwa harta tersebut akan kembali kepada keluarga suami setelah janda meninggal atau menikah lagi. Penelitian ini merekomendasikan reposisi kedudukan janda melalui reformasi hukum adat dan pendidikan masyarakat tentang hak-hak janda dalam pembagian warisan. Implementasi sistem kewarisan bilateral dianggap sebagai solusi untuk menciptakan keadilan dalam pembagian warisan dan mengurangi ketimpangan gender dalam masyarakat Batak Toba.
The Effect of Project Based Learning Model Assisted by Electronic Student Worksheet on Global Warming Material to Improve Creative Thinking Skills of Class X Students at SMA Negeri 2 Medan Waruwu, Lilis Suryani; Motlan, Motlan
PILLAR OF PHYSICS EDUCATION Vol 18, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/17620171074

Abstract

The aim of this study was to determine whether there is an effect of using Project Based Learning model assisted by Electronic Student Worksheet (E-Worksheet) on students’ creative thinking skills in the global warning topic at Grade X of SMA Negeri 2 Medan. This research used a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The sample consisted of 68 students of Grade X Phase E in the even semester at SMA Negeri 2 Medan, with 34 students in the experimental class and 34 students in the control class. Data collection was conducted using a creative thinking skills test based on four indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration. Data analysis included normality test, homogeneity test, and hypothesis testing. A one-tailed t-test on the post-test results showed that the t-count value of 3.761 exceeded the t-table value of 1.998, indicating a statistically significant difference between the experimental class was 82.79, higher than the control class average of 74.41. These results demonstrate that the implementation of the PjBL model assistes by E-Wroksheet significantly improves students’ creative thinking skills in learning global warming material compared to conventional learning methods.
EFEK MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA SISWA Siagian, Rhodo Mauritz; Motlan, Motlan; Simanjuntak, Mariati P; Siagian, Candra Tandi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.21582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan menggunakan model problem based learning terhadap keterampilan berpikir kreatif fisika siswa. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA. Variabel pada penelitian ini adalah keterampilan berpikir kreatif dan model Problem-Based Learning. Instrument penelitian menggunakan test dalam bentuk essay dengan jumlah 7 soal yang telah dinyatakan valid. Hasil uji analisis covariate menunjukkan lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat perbedaan keterampilan berpikir kreatif yang diajarkan menggunakan model PBL. Model Problem-Based Learning meningkatkan keterampilan berpikir kreatif lebih baik dibandingkan pembelajaran konvensional. Penggunaan model PBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif kecuali pada indikator berpikir flexibility.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FISIKA BERBASIS GUIDED INQUIRY DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Giawa, Indah Mawati; Sirait, Motlan; Tampubolon, Togi
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v13i1.50728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, kepraktisan, keefektifan dan pengaruh pengembangan bahan ajar fisika berbasis guided inquiry dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester 2 jurusan MIPA di SMA Swasta Dwitunggal Tanjung Morawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D), yaitu metode penelitian yang menghasikan sebuah produk dalam bidang keahlian tertentu. Tahapan perancangan pembelajaran dengan menggunakan model Borg and Gall. Penelitian menggunakan pendekatan dengan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data ada tiga yaitu angket yang digunakan untuk validasi bahan ajar oleh tim ahli materi dan desain, penilaian guru fiiska dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis guided inquiry. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa uji kelayakan bahan ajar oleh validator memperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 91,07%, persentase uji kepraktisan bahan ajar oleh validator sebesar 90,75% dengan kategori sangat praktis, persentase uji keefektifan bahan ajar oleh guru dan siswa sebesar 88,75% dengan kategori sangat efektif dan pengembangan bahan ajar berbasis guided inquiry berpengaruh pada peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa.
Implementation of Inquiry Learning Based on Creativity and Science Process Skills Sinuraya, Jurubahasa; Motlan; Mihardi, Satria; S, Abd Hakim
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.8008

Abstract

After inquiry learning research is carried out, it is necessary to investigate problems and find problems based on clear concepts based on observations. Creativity is the ability to create something new. The proposed activities are based on physical phenomena through experiments. Prior knowledge of a problem may detract from an investigation, as it may prefer to retain known evidence rather than devise new alternatives. Creativity is the ability to think to come up with solutions, ideas, ways, products as solutions to existing problems. Innovative is the process of doing something in a new way. The process skills of discovering and developing concepts, theories, legal principles and facts are science process skills (KPS). Based on investigations and problem findings, creative inquiry learning with a process skills approach is used. The method in this research is analysis of indicators of inquiry learning syntax (problem formulation, hypothesis formulation, data collection, hypothesis testing and conclusions), creativity (KE experimental group and KK control group) and science process skills (KE and KK). The concepts developed mutually support inquiry, creativity and process skills. Students' ability to investigate and find problems can be realized.
Development of Three-Tier Diagnostic Test to Identify Physics Fluid Misconceptions in Class XI SMAN 2 Medan Kezia, Ribka; Motlan
Physics Education Research Journal Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Science and Education, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop a three-tier diagnostic test instrument to identify misconceptions in fluid physics among grade XI students at SMAN 2 Medan. Misconceptions are a persistent barrier in learning physics and require specific instruments for accurate identification. The developed instrument includes multiple-choice questions (first tier), reasoning options (second tier), and confidence levels (third tier) to assess students' conceptual understanding comprehensively. Using the 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) development model, the instrument underwent validation by experts, small-scale, and large-scale trials. The results indicated that the diagnostic test instrument is valid and reliable, effectively identifying students' misconceptions in fluid concepts such as hydrostatic pressure, Archimedes' principle, Pascal's law, and Bernoulli's principle. This instrument not only aids teachers in recognizing areas that need instructional emphasis but also contributes to improving learning strategies. The findings revealed a significant portion of students experienced misconceptions, highlighting the need for targeted pedagogical interventions. This study contributes to physics education by offering a practical diagnostic tool to improve conceptual learning and reduce misconceptions.