Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Ketika Pengalaman Bertemu Inovasi: Eksplorasi Perbedaan dan Kekuatan Gaya Mengajar Guru Senior dan Guru Muda di Era Pembelajaran Modern Maisyaroh; Ratna Puspita Sari; Selly Perisca Putri; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7808

Abstract

This study was motivated by the differences in teaching styles between senior teachers and young teachers in responding to the demands of modern learning in elementary schools. The rapid development of technology and changes in educational paradigms require teachers to implement effective, innovative, and student-centered learning practices. This study aimed to analyze the differences and strengths of the teaching styles of senior and young teachers in creating effective learning environments at SD Negeri 013 Kepenuhan. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observations, interviews, and documentation. The participants consisted of senior and young teachers who actively participated in the teaching and learning process. The findings revealed that senior teachers tend to emphasize classroom management, learning discipline, and the use of teaching experiences accumulated over many years. Meanwhile, young teachers are more likely to utilize digital technology, interactive learning media, and innovative teaching methods that encourage student engagement. Despite these differences, both groups demonstrated complementary strengths in supporting effective learning. Senior teachers contributed stability, pedagogical wisdom, and classroom experience, whereas young teachers brought creativity, technological adaptability, and innovation. Therefore, collaboration between senior and young teachers is essential to create a balanced learning environment that integrates experience and innovation to improve the quality of education in the modern era.
Pelatihan Lindungi Diri untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar Zakiah Ulya; Febby Indri Rezkyana; Rika Fitri Ramadhani; Rahmat Fahmi; Cici Oktaviani; Raudha Nur Hidayah Al Jannah
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3607

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan krisis kemanusiaan yang membutuhkan langkah preventif berbasis pendidikan di tingkat dasar. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program "Pelatihan Lindungi Diri" di SDN 030 Pulau Permai, sebuah sekolah dengan kerentanan geografis di wilayah perkebunan. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest terhadap 37 siswa. Intervensi dilakukan melalui empat modul pelatihan yang didukung oleh media e-comic "Aku dan Tubuhku". Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (Z = -4,828; p < 0,001). Secara kualitatif, hasil diskusi mengungkap adanya peningkatan kesadaran metakognitif siswa dalam mendeteksi upaya manipulasi (grooming) dan keberanian dekonstruksi konsep kepatuhan buta terhadap figur otoritas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan proteksi diri yang kontekstual dan menggunakan media ramah anak efektif dalam memitigasi risiko kekerasan seksual di lingkungan sekolah yang terisolasi.
Analisis Kesulitan Siswa Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Perbandingan dan Skala Naura Indah Meylani; Rizka Ananda Utami; Rizka Nabila; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas enam sekolah dasar dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan perbandingan dan skala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui hasil tes yang terdiri dari lima soal yang diberikan kepada siswa. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kesalahan yang paling umum dan tingkat pemahaman siswa terhadap materi perbandingan dan skala. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi nilai perbandingan, menerapkan rumus skala dengan benar, dan memahami makna perbandingan dalam konteks soal. Kesalahan yang paling umum terjadi pada tahap perhitungan dan dalam memahami hubungan antara angka-angka dalam skala. Beberapa penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar dan keterbatasanlatihan soal. Berdasarkan hasil yang diperoleh, disarankan agar guru menyediakan lebih banyak soal latihan yang berorientasi pada situasi kehidupan nyata dan memanfaatkan media pembelajaran visual untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap konsep perbandingan dan skala.
Analisis Kesulitan Siswa Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Operasi Hitung Pecahan di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru Riza Aulia; Yones Castri; Neza Safira Adelia; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1500

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas lima di Sekolah Dasar Negeri 164 Pekanbaru dalam menyelesaikan soal pecahan, dengan penekanan pada kesalahan akurasi dan kesulitan pemahaman dalam pembagian. Pecahan merupakan topik penting dalam pendidikan matematika, namun siswa sering mengalami kesulitan baik dalam aspek prosedural maupun konseptual, yang diperparah oleh faktor-faktor seperti kurangnya motivasi dan metode pengajaran yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesalahan akurasi umum dalam perhitungan pecahan dan menyelidiki hambatan konseptual spesifik dalam pembagian. Dengan menerapkan observasi partisipatif dan tes diagnostik yang melibatkan 10 soal pecahan, data diperoleh dari 34 siswa dan diverifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata 72,35, dengan 73,53% siswa mencapai skor tinggi (80), meskipun terdapat kesulitan signifikan dalam perkalian dan pembagian akibat kesalahan penyederhanaan dan kurangnya pemahaman tentang invers. Implikasi penelitian ini mencakup rekomendasi penggunaan alat bantu visual, latihan bertahap, dan integrasi teknologi untuk meningkatkan pengajaran pecahan di tingkat sekolah dasar.
Improving the Reading Ability of Student with Mild Intellectual Disability through Sight Word Intervention: A Single Case Zakiah Ulya; Cici Oktaviani; Beny Al Fajar; Asfi Yanti WE
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.9116

Abstract

Reading ability is crucial for academic success, yet students with mild intellectual disabilities often struggle with early reading components. This single-case study aimed to evaluate the effectiveness of a sight word intervention on the reading ability of an 11-year-old female student with Mild Intellectual Disability (MID). Employing a single-case experimental design, the intervention utilized structured direct instruction with a constant time delay technique and high-frequency flashcards for 2- and 3-syllable words across baseline, intervention, and post-intervention phases. Visual analysis of the data revealed significant improvements in the participant's ability to read both 2-syllable and 3-syllable words, characterized by substantial level increases, positive and consistent trends, low variability, and minimal overlap between phases. Notably, reading gains were retained post-intervention. These findings suggest that structured sight word intervention, focusing on repeated practice and word recognition automation, is an effective strategy for enhancing foundational reading skills in students with MID, offering valuable implications for inclusive education.
ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP LKPD ETNOMATEMATIKA BERBASIS KODING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR Edelweiss Milkana Diva; Jumitah; Anastasya Dewi Ambarwati; Jesi Alexander Alim; Cici Oktaviani
Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 6 (2025): Relevan : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/relevan.v5i6.1667

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa terhadap LKPD etnomatematika berbasis koding ditinjau dari gaya belajar visual dan auditori. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui angket persepsi dan gaya belajar, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa siswa visual memberikan persepsi sangat tinggi (90–100%) pada aspek tampilan, keterbacaan, kesesuaian isi, motivasi, dan nilai kontekstual. Mereka merasa terbantu oleh desain visual dan ilustrasi budaya Melayu. Siswa auditori juga memberikan respons positif (100% per indikator), tetapi dengan skor lebih rendah karena membutuhkan penjelasan lisan untuk memahami instruksi dan menyelesaikan LKPD secara mandiri. Secara umum, LKPD ini efektif meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa, serta layak digunakan dalam pembelajaran dengan dukungan pendampingan verbal bagi siswa auditori. ABSTRACT This study aims to analyze students’ perceptions of an ethnomathematics-based coding worksheet (LKPD) in relation to visual and auditory learning styles. The research employed a descriptive qualitative approach with third-grade students as the subjects. Data were collected through perception and learning style questionnaires, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings show that visual learners displayed very positive perceptions (90–100%) regarding the worksheet’s appearance, readability, content relevance, motivation, and contextual value. They were supported by the visual design and cultural illustrations related to Melayu traditions. Auditory learners also provided positive responses (100% for each indicator), although their scores were lower because they required verbal explanation to understand instructions and complete the worksheet independently. Overall, the LKPD proved effective in enhancing students’ motivation, understanding, and engagement, and is suitable for use in classroom learning with additional verbal support for auditory learners.
STUDI KOMPARATIF GAYA MENGAJAR GURU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SDN 111 PEKANBARU DAN SDN 010 SERESAM Anissa Miranda; Btari Maharani; Dinda Khoirunnisa Az-Zahra; Laila Alvi Syahrina; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14767

Abstract

This study aimed to determine and analyze the differences in teaching styles between male and female teachers at SDN 111 Pekanbaru and SDN 010 Seresam. The research employed a quantitative comparative approach. The participants consisted of 10 teachers selected through purposive sampling, including 5 male teachers and 5 female teachers. Data were collected using a questionnaire developed based on indicators of basic teaching skills, such as questioning skills, explaining, reinforcement, classroom management, and the use of learning variations. The collected data were analyzed using descriptive statistics and Independent Sample t-test with the assistance of SPSS software. The descriptive analysis showed that the average teaching style score of male teachers was 66.6, while female teachers obtained an average score of 66.0. The results of the homogeneity test indicated a significance value of 0.112 (> 0.05), demonstrating that the data variance was homogeneous. Furthermore, the Independent Sample t-test produced a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.870 (> 0.05), indicating that there was no significant difference in teaching styles between male and female teachers. The findings suggest that gender is not the primary factor influencing teaching styles in elementary schools. Instead, teaching competence, professional experience, and pedagogical skills play a more substantial role in determining the quality of classroom instruction. Therefore, efforts to improve educational quality should focus on enhancing teachers’ professional competencies regardless of gender.
ANALISIS PRAKTIK PEMBELAJARAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SERTA MEMAHAMI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DI ERA MODERN Dwi Febyoni Asmita; Elda Syuhada; Widya Maidisha Apriliana; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2599

Abstract

Pembelajaran di era modern menuntut guru untuk menerapkan praktik pedagogis yang adaptif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembelajaran guru dalam meningkatkan kemampuan siswa serta mengkaji pemahaman guru terhadap kebutuhan, minat, potensi, dan gaya belajar peserta didik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui variasi metode, komunikasi interaktif, serta pemberian umpan balik yang mendukung perkembangan belajar. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dilakukan melalui pengamatan perilaku, interaksi pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Kesimpulannya, praktik pembelajaran yang responsif terhadap karakteristik peserta didik mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kemampuan siswa secara lebih optimal.
ANALISIS TINGKAT KENDALA GURU DALAM MENGELOLA PERBEDAAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA KELAS RENDAH DAN TINGGI TERHADAP PROFESIONALITAS GURU SEKOLAH DASAR Irmawati Irmawati; Dhea Febriani; Wella Afriza Misfa; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Juni 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v2i1.2591

Abstract

Pengelolaan perbedaan kemampuan belajar siswa merupakan salah satu tantangan yang sering dihadapi guru sekolah dasar dalam proses pembelajaran. Perbedaan kemampuan akademik, kecepatan memahami materi, motivasi belajar, serta latar belakang siswa menuntut guru untuk memiliki kompetensi profesional yang baik agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kendala yang dialami guru dalam mengelola perbedaan kemampuan belajar siswa pada kelas rendah dan kelas tinggi serta pengaruhnya terhadap profesionalitas guru sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket dan wawancara kepada guru sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan dalam menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu siswa, keterbatasan waktu dalam memberikan perhatian yang merata, kurangnya media pembelajaran yang variatif, serta tingginya jumlah siswa dalam satu kelas. Kendala tersebut cenderung lebih dirasakan pada kelas rendah karena siswa masih berada pada tahap perkembangan dasar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Meskipun demikian, profesionalitas guru terlihat dari upaya yang dilakukan dalam mengembangkan strategi pembelajaran diferensiasi, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, serta melakukan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta memperkuat profesionalitas guru dalam menghadapi keragaman kemampuan belajar siswa di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI SUPERVISI DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Lusita Sari; Ilham Febryan Syah; Azzahra Rizqita Aprilia; Muhammad Fendrik; Cici Oktaviani
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Juni 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v2i1.2603

Abstract

Artikel ini mengkaji implementasi supervisi dan administrasi pendidikan sebagai instrumen strategis dalam peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Melalui pendekatan kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian terkini, artikel ini menelaah konsep, prinsip, teknik, dan model supervisi serta administrasi pendidikan yang relevan dengan konteks pendidikan Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik dan manajerial yang dilakukan secara konsisten dan terprogram terbukti meningkatkan kompetensi profesional guru, memperbaiki kualitas proses pembelajaran, serta mendorong terciptanya budaya mutu di lingkungan sekolah. Administrasi pendidikan yang efektif mencakup pengelolaan kurikulum, tenaga pendidik, sarana prasarana, dan keuangan yang terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal. Hambatan implementasi meliputi keterbatasan kompetensi supervisor, resistensi guru, dan kurangnya tindak lanjut pasca-supervisi. Rekomendasi diarahkan pada penguatan kapasitas kepala sekolah sebagai supervisor, peningkatan frekuensi supervisi klinis, serta integrasi sistem informasi manajemen dalam administrasi sekolah.