Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Dakwah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Wakaf Buku Sesylia, Susan Sania; Abidin, Yusuf Zaenal; Aziz, Rohmanur
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v8i2.24422

Abstract

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Program for International Student Assesment (PISA) pada 2019 bahwasan nya Indonesia menempati ranking ke 62 dari 70 negara yang artinya memiliki tingkat literasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan, potensi dan juga tingkat kemandirian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program wakaf buku adalah sebagai berikut : 1) Pengembangan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara menerima hibah dan wakaf buku dari semua kalangan khususnya ASN Jawa Barat dan menyalurkan nya kepada Lembaga yang membutuhkan, 2) Melalui program wakaf buku yang diselenggarakan ini memiliki manfaat salah satu nya untuk memperkuat potensi yang dimiliki oleh tiap individu, 3) Tingkat Kemandirian Masyarakat hingga saat ini mayoritas masyarakat yang memanfaatkan buku dari hasil program ini hanya sampai pada taraf untuk menambah koleksi perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat.
Peran BUMDes Wibawa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Di Desa Tangkil sopiullah, muhamad ega; Sarbini, Ahmad; Aziz, Rohmanur
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v9i2.24872

Abstract

Setiap desa memiliki Badan Usaha Milik Desa masing-masing. BUMDes tentunya mempunyai peran penting, yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat maupun Desa. Salah satu BUMDes yang ada di Indonesia adalah BUMDes Wibawa yang berada di Desa Tangkil Kecamatan Cidahu Sukabumi. Tujuan dari peneltian ini yaitu untuk mengetahui latar belakang berdirinya BUMDes Wibawa Desa Tangkil, dan untuk mengetahui peran BUMDes Wibawa dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa latar belakang BUMDes Wibawa hadir di Desa Tangkil dikarenakan mengikuti anjuran dari pemerintah pusat bahwa setiap desa mendirikan BUMDes untuk meningkatkan pendapatan ekonomi desa dan masyarakat. Peran BUMDes Wibawa dalam mensejahterakan masyarakat, BUMDes Wibawa melakukan pemberdayaan masyarakat, seperti pemberdayaan pemuda, pemberdayaan petani, pemberdayaan usaha mikro masyarakat, serta BUMDes Wibawa memiliki unit-unit usaha untuk meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat seperti unit usaha penyewaan alat acara hajatan dan penyewaan alat pembangunan.
Islamic Apologetics in the Perspective of Religion and Development in the Digital Era Mukhroman, Iman; Abidin, Yusuf Zainal; Kusnawan, Aep; Aziz, Rohmanur
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i2.52320

Abstract

Digital Islamic apologetics has become a new phenomenon in the relationship between religion and socio-cultural development. Digital space, especially YouTube, has become not only an arena for the dissemination of religious teachings, but also a platform for the formation of new religious authorities that influence solidarity and polarization in society. This study uses qualitative methods to analyze the structure of religious messages presented in two Bang Zuma videos uploaded on YouTube based on Robert Entman's (1993) framing analysis. Insights from Craig's (2008) apologetic epistemology consisting of five models: classical, evidential, Reformed epistemology, Presuppositional and Cumulative Case, as well as Berger & Luckmann's social constructionism model will be used to understand the emergence and development of digital faith reality. The findings show that Bang Zuma's apologetics integrates Craig's four main models: evidential (analysis of biblical texts and history), presuppositional (the Qur'an as the standard of absolute truth), classical (philosophical arguments against the Trinity), and reformed epistemology (tawhid as human nature), which emphasizes the rational and moral defense of Islam. This message study affirms Islam as a rational and ethical religion, but also fosters an oppositional logic of "us versus them," reinforcing exclusive identities. Digital Islamic apologetics has a dual function: strengthening spiritual literacy and community solidarity (bonding social capital), but also potentially causing sociocultural polarization and narrowing the space for interfaith dialogue (bridging social capital). This research emphasizes the importance of a cumulative and moderate approach that integrates rationality, morality, and social empathy to make digital Islamic apologetics a moral and intellectual force in the development of an inclusive society.
Manajemen Pelayanan Satu Atap di Gedung Penerimaan Asrama Haji Embarkasi Bekasi Tahun 2024 Nuralifah, Wafa; Aziz, Rohmanur; Diesy Fitriani, Putri
Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra Vol. 5 No. 1 (2026): Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/mjhu.v5i1.50149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecepatan, ketepatan, keramahan, dan kejujuran pelayanan satu atap yang diterapkan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi tahun 2024. Teori yang digunakan adalah manajemen pelayanan publik dari Moenir yang mencakup empat indikator: kecepatan, ketepatan, keramahan, kejujuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan telah berjalan baik, ditunjukkan pada (1) kecepatan pelayanan yang sistematis dan efisien; (2) ketepatan pelayanan seusai dengan prosedur dan standar; (3) keramahan pelayanan dari sikap sopan dan empatik petugas terhadap jemaah; (4) kejujuran pelayanan tampak pada keterbukaan informasi dan distribusi perlengkapan. Kata Kunci: Manajemen Pelayanan Publik; Pelayanan Satu Atap
Synergizing Customary Law and Religious Moderation in the Societal Life of Tigawasa Village, Buleleng, Bali Risdayah, Enok; Paryati; Junaedi, Jujun; Kohar, Wakidul; Iwan Setiawan, Asep; Aziz, Rohmanur; Faizin, Barzan
Khazanah Hukum Vol. 8 No. 1 (2026): Khazanah Hukum
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kh.v8i1.49673

Abstract

This article discusses the process of integration between customary law as a system of local norms and religious moderation as a national policy in Tigawasa Village, Bali. The study is grounded in Talcott Parsons’ structural functionalism theory, particularly the four AGIL functions (adaptation, goal attainment, integration, and latency), to analyze the ongoing social dynamics. Customary law in Tigawasa not only plays a role in preserving tradition but also demonstrates the ability to adapt to national values such as tolerance, non-violence, and openness to diversity. Meanwhile, religious moderation is not imposed as a coercive policy but is embraced as a value transmitted through local cultural channels. The study finds that the function of adaptation is reflected in the capacity of customary law to respond to new values; goal attainment is evident in the shared commitment to maintaining harmony; integration is realized through the role of local actors in fostering social cohesion; and latency is sustained through intergenerational socialization. These findings suggest that the integration between customary law and religious moderation can proceed harmoniously when both are functionally appreciated within the social system. Therefore, Tigawasa Village can serve as a model for strengthening community-based religious moderation.  
Co-Authors A.Bachrun Rifa'i Abidin, Yusuf Zaenal Abidin, Yusuf Zainal Acep Aripudin, Acep Aep Kusnawan Ahmad Sarbini, Ahmad Ali Aziz Ali Hasan Zein Amalia, Via Amin, Dang Eif Saiful Anwar Muttaqin Anwar, Syuhudul Asep Iwan Setiawan, Asep Iwan Atang Abd. Hakim Auli Muhtarudin Ayu Pratiwi, Ayu Aziz, Ali Barzan Faizin Dang Eif Saiful Amin Desthyani, Adhinda Diesy Fitriani, Putri Dindin Solahudin, Dindin Dwiputri, Aurra Amalia Farid Muhammad Ihsan Faza, Mifta Maulana Faza Feriyanto Feriyanto Firgina Amelia Nurhusni Fitriani, Putri Diesy Fitriyani, Yeyen Fridayanti Fridayanti Geryana Suantara, I Putu Ryan Gina Giftia Azmiana Delilah Hani, Nur Izzati Hasibuan, Kobul Baringin Hidayah, Silviani Iman Mukhroman Imanda, Mutiara Hanifa Imron Rosyidi, Imron Irma Nuraeni Isna Siti Nuraeni Iwan Setiawan, Asep Jujun Junaedi Kuswana, Dadang lia kamelia Martina, Annisa Muhammad Erial Sidiq Muhtarom, Mumuh Mukhlis Aliyudin, Mukhlis Mutaqin, Hiban Neng Chery Sukma Ayu Nina Herlina Noer Arsi Fatimah Nur Sai’dah, Sinta Nur, Alfiyah Intan Nuralifah, Wafa Nurliza, Tiara Panida, I Kadek Dwi Jendra Paryati Purwadi, Reza Putra, Vedu Pamungkas Qolby, N. Rizky Samrotul Rahmayanti, Al Fini Aisyafar Ramdani Wahyu Sururie Ramdhani Wahyu Sururie Ratna Dewi Riri Indriantini Risdayah, Enok Saeful Anwar Saputra, M Dirga Sesylia, Susan Sania Sintia Ari, Ni Made Reniska Sintiya, Alvina Martha Siti Ropiah sopiullah, muhamad ega Syamsuddin RS Syifa Fauziah Tety Sudiarti Uu Nurul Huda, Uu Nurul Wakidul Kohar Wisnu Uriawan, Wisnu Yadi Mardiansyah Zakaria Bin Latif Zulqiah Zulqiah