Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN PACAR AIR DAN LIDAH BUAYA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT Gabriela Tasya Paat; Iriani Setyawati; Meity Neltje Tanor; Helen Joan Lawalata; Anita Constanci Christine Tengker; Nonny Manampiring
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina, L.) dan lidah buaya (Aloe vera) dalam proses penyembuhan luka sayatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) jantan dewasa yang dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kontrol positif (F0, bioplacenton); kontrol negatif (F1, tanpa perlakuan); perlakuan formula sediaan gel dari ekstrak daun pacar air 2,5% dan lidah buaya 2,5% (F2); pacar air 5% dan lidah buaya 5% (F3); pacar air 10% dan lidah buaya 10% (F4). Bagian paha belakang kanan mencit yang sebelumnya telah dicukur dan diolesi alkohol 70% dibuat luka sayat dengan silet sepanjang 10 mm dan kedalaman 2 mm. Pemberian sediaan gel dilakukan setiap hari pada jam 10.00 WITA selama 12 hari. Hasil penyembuhan luka sayat yang paling tinggi ditunjukkan oleh kelompok F4 dan F3, di mana pada hari ke-8 luka sudah menutup sempurna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sediaan gel ekstrak daun tumbuhan pacar air 5% dan lidah buaya 5% lebih efektif dalam penyembuhan luka sayat daripada Bioplacenton.
Inhibitory Test of Water Hyacinth Leaf Extract (Eichhornia Crassipes) on the Growth of Escherichia Coli and Propionibacterium Acnes Bacteria Rumyaan, Yuliana; Helen J. Lawalata; Dany Ch. Posumah; Emma M. Moko; Fernando A. Watung; Nonny Manampiring
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v5i2.9447

Abstract

Antimicrobial resistance has accelerated the search for alternative antibacterial agents derived from natural products. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is an invasive aquatic weed that is abundant in Indonesian waters, yet rich in secondary metabolites such as flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins with antibacterial potential. This study aimed to evaluate the inhibitory activity of the ethanol extract of water hyacinth leaves against Escherichia coli (Gram-negative) and Propionibacterium acnes (Gram-positive). A descriptive-exploratory laboratory design was used. Leaf samples collected from Lake Tondano were extracted by maceration in 96% ethanol and concentrated using a rotary evaporator. Antibacterial activity was assessed by the well-diffusion method at 100% extract concentration, with 30% amoxicillin as the comparator, incubated at 37°C for 24 hours. The extract produced mean inhibition zones of 7.0 mm against E. coli and 5.7 mm against P. acnes, both classified as moderate according to the Davis & Stout scheme, whereas amoxicillin produced zones of 8 mm and 7 mm. The ability of the extract to inhibit both Gram-positive and Gram-negative bacteria indicates a broad spectrum of activity. These findings confirm that water hyacinth leaves are a promising source of natural antibacterials while adding value to aquatic weed management.