p-Index From 2021 - 2026
4.383
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Suhuf

KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Noor Athief, Fauzul Hanif
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ?urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ?urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ?urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.
KONSEP ‘URF SEBAGAI VARIABEL PRODUK HUKUM Fauzul Hanif Noor Athief
Suhuf Vol 31, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan dunia terus berkembang mengikuti pergerakan zaman. Hal ini mengakibatkan banyak aktivitas yang merupakan kultur budaya serta kebiasaan yang ada pada suatu era menjadi tidak lagi relevan di era lain. Kultur dan budaya ini tentu menghasilkan produk non-abstrak berupa model-model akad transaksi, institusi pendidikan, model perawatan kesehatan, cara orang berpindah dan bergerak, bahkan hingga perbedaan produk hukum. Ketidaksamaan latar belakang situasi antara kejadian di era dulu dan sekarang membuat kedua fenomena tidak bisa dikomparasikan dengan persis. Ada variabel berbeda yang harus diikutsertakan dalam memahami kedua kejadian tersebut. Silih ganti era yang merupakan sunnatullah ini tentu menjadi salah satu perhatian Islam sebagai agama terakhir yang datang menjadi penyempurna dan pentutup bagi agama-agama sebelumnya. Islam datang bukan sebagai agama yang rijid dan jumud, tetapi juga sebagai agama yang terus bisa diterapkan sepanjang zaman. Islam memastikan bahwa agama ini mempunyai sisi fleksibilitas yang mampu menjawab tantangan zaman di samping berbagai ketentuan-ketentuan baku lain yang sudah ditetapkan sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW. Fleksibilitas ini diejawantahkan dalam salah satu sumber hukum fikih yang disebut dengan ‘urf. Meskipun sudah dinyatakan bahwa ‘urf menjadi salah satu landasan fikih, tentunya perlu dikaji lebih jauh terkait ranah pemakaian dan batasan dari konsep ini agar tidak kemudian dipakai di luar konteks yang tepat. Tulisan ini mencoba untuk menganalisa konsep ‘urf sebagai variabel produk hukum agar diketahui batasan-batasan pemakaian serta konteks pemakaian yang tepat.
Co-Authors Adityo Wiwit Kurniawan Afief El Ashfahany Agus Miswanto Agustina, Ricka Akhtiar, Muhammad Najid Al Afif, Rafiq Azzam Angga Aprilio Prabowo Annisa ul Lathifah Arum Brawijaya Putri Azhar Alam Bela Septiana Wahyu Priyadika Boby Habibi Dewi Nur Utari Dewi Permata Sari Dewi Permata Sari Dewi Puspitaningrum Dhidhin Noer Ady Rahmanto Dzaky Adam Thamrin Erland Sakti Anindito Putra Fahmi Ali Hudaefi Faizah, Annisa Nur Faqiatul Mariya Waharini Filka Catur Windiastuti Furqoni, Aminullah Habibi, Boby Hafizah Abdul Rahim Hakim, Lukmanul. Hassan, Fauziah Hendri Tanjung Ilham Rosyadi, Jundi Faaiq Imron Rosyadi Isman Iva Faizah Izzah, Luthfiyyah Nurul Jadidah, Wanti Nur Khaira Gina Yuda Jakti Laallam, Abdelkader Linda Isma Cahyaningrum Lukman Hakim Lukmanul Hakim Luthfiyyah Nurul Izzah Maulidyah Indira Hasmarini Mega Atika Mohammad Aulia Rachman Mohd Noh, Mohd Shahid Bin Mohd Shahid Bin Mohd Noh Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Abdul Aziz Muhammad Amir Anshori Muhammad Iqbal Fasa Muhammad Zakiy Muslimah, Ashri Ainin Bashiri Nafis, Zulhaznizam Nihayatul Masthuroh Nur Faizah, Annisa Nurcholis, Muhammad Nurul Latifatul Inayati Pratwindya, Arum Purwantini, Anissa Hakim Putri, Arum Brawijaya Putri, Salwa Shafiyya Rachman, Mohammad Aulia Ramadhan, Dwi Swasana Resti Hedi Juwanti Ricka Agustina Sausan Liski Aulia Suharto Suharto Supriyanto , Trisiladi Susanti, Neng Fitri Hedi Thamrin, Dzaky Adam Ulin Nuha Veronika Candra Dewi Waharini, Faqiatul Mariya Windiastuti, Filka Catur Y Yayuli Yayuli Yayuli Yayuli Zakiy, Faris Shalahuddin