Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Atthanga Samanagata Uposatha Dalam Uposatha-Divasa Atau Hari Uposatha Try Purnomo , Danang; Yudhi, Yudhi
PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Vol. 3 No. 1 (2022): PATISAMBHIDA - Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/patisambhida.v3i1.865

Abstract

Penelitian ini mendiskusikan mengenai pelaksanaan uposatha. Uposatha merupakan hari khusus untuk melaksanakan peraturan latihan tertentu (Sikkhapada). hari uposatha biasanya di laksanakan pada tanggal tanggal 1,8,15, dan 23 malam menurut penanggalan lunar. Penelitian ini bertujan untuk untuk mengetahui dan menjelaskan tradisi uposatha atthasila dalam agama Buddha, menjelaskan implementasi atau hal-hal yang harus dilaksanakan pada saat melaksanakan uposatha sila, menjelaskan manfaat dari tradisi uposatha atthasila dalam agama Buddha. Jenis penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Data diperolah dari hasil wawancara secara mendalam dan kajian kepustakaan. Berdasarkan temuan dilapangan diperoleh bahwa setiap hari uposatha banyak umat buddha yang belum mengetahui pelaksanaan atha sila atau delapan sila dan manfat dalam pelaksanaan uposatha sila.
Pemodelan M-Adaptive Generalized Poisson Regression Spline Pada Kasus MDR-TB Di Kalimantan Barat Irvandi, Firzakalpa Syafiq; Debataraja, Naomi Nessyana; Yudhi, Yudhi
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Derivat (Agustus 2023)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jderivat.v10i2.4481

Abstract

Tuberculosis is a disease caused by the Mycobacterium tuberculosis. Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) is the term used to describe Mycobacterium tuberculosis that is resistant to one or more Anti-TB drugs. This study aims to determine the factors that affect the number of patients recovering from MDR-TB, by modeling the number of MDR-TB cured patients using Multivariate Adaptive Generalized Poisson Regression Spline (MAGPRS) method. The predictor variables are the average age (X1), percentage of patients who fail category 2 treatment (X2), percentage of patients who fail category 1 treatment (X3), percentage of patients relapsed (X4), percentage of patients neglecting treatment (X5), and percentage history of close contact with other patients (X6). A combination of BF (Basis function), MI (Maximum interaction), and MO (Minimum observation), the BF value is two to four times of predictor variables, MI has value of 1,2, and 3, and MO has value of0,1,2, and 3. From the result, the best model was obtained from the combination of BF=24, MI=3, and MO=1, with GCV values of 0,3504 and R2 of 88,3%, and there are 14 BF that affect the response variable . The most influential predictors variables in a row, are X6, X3, X5, and X2.  Keywords: Poisson, basis function, GCV
Modifikasi Metode Big-M dan Analisis Sensitivitasnya untuk Optimasi Produksi Usaha Kecil Menengah Fadhilah, Nurul; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi EULER: Volume 11 Issue 2 December 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v11i2.23007

Abstract

UKM (Small and Medium Enterprises) X is a business that produces various types of peanut brittle. Rempeyek is suitable as a snack and is popular with children and adults. The production process of UKM X is related to the quantity of demand and availability of raw materials. Therefore, optimal production planning is needed for UKM X to meet customer demand and obtain maximum profits. The problem of production is modeled into linear programming with the method used, namely, the method of Big M. The Big-M method is used because, on the function of the barrier on the production target, there is an equation , so artificial variables must be added to its solution. In this study, a modification of the Big-M method is made, and at the completion stage, it uses iteration with the determinant algorithm of the order of two matrices. The calculation results obtained the maximum profit of UKM X in a week of Rs5.455.775 by producing 56 kg of peanuts, 20 kg of seeds, 16 kg of spinach, 23 kg of tempe, and 60 kg of shrimp to meet customer requirements and utilize the availability of raw materials. Subsequently, sensitivity analysis is performed on the target function coefficient and the right street constants of the barrier to determine how the change affects the optimal solution. The results show that the solution remains optimal when profits are in the interval obtained, but the maximum profit value changes with constant production. Based on the calculation results, raw material supplies remain optimal when the change value is within the interval obtained.
PENENTUAN ALIRAN MAKSIMUM PADA JARINGAN PENDISTRIBUSIAN GAS MENGGUNAKAN ALGORITMA EDMONDS KARP Tantri, Eliana; Helmi, Helmi; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i4.96036

Abstract

PT. Livina Aurora Cemerlang merupakan perusahaan gas elpiji yang mendistribusikan gas non-subsidi ke beberapa pangkalan. Perusahaan melakukan pendistribusian gas dengan jumlah permintaan pengiriman yang berbeda-beda untuk setiap pangkalan, keterbatasan kapasitas kendaraan dan lokasi pangkalan yang tersebar dengan jarak lumayan jauh dari satu pangkalan ke pangkalan lain. Sehingga perusahaan memerlukan strategi agar pendistribusian dapat dilakukan secara efisien dengan mengetahui nilai aliran maksimum. Permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini yaitu masalah jaringan pendistribusian gas yang direpresentasikan dengan graf berarah, dengan setiap busurnya mempunyai bobot. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini menentukan aliran maksimum pada jaringan pendistribusian gas elpiji dengan mempertimbangkan kendala kapasitas setiap busur, kendala aliran di simpul sumber dan simpul tujuan menggunakan Algoritma Edmonds Karp pada jaringan pendistribusian gas elpiji dimana pencarian lintasan penambahnya menggunakan Algoritma Breadth First Search (BFS). Tahap-tahap dalam pencarian aliran maksimum yaitu membuat jaringan pendistribusian ke bentuk graf berarah, tahap kedua memulai dengan menetapkan nilai aliran awal menjadi 0 di semua busur. Tahap ketiga mengidentifikasi lintasan penambah yaitu jalur berarah yang menghubungkan simpul awal dan simpul tujuan menggunakan Algoritma BFS, tahap keempat menentukan kapasitas sisa minimum busur pada lintasan penambah yang diperoleh, kapasitas sisa minimum digunakan untuk mengoptimalkan aliran pada lintasan penambah. Proses ini dilakukan hingga tidak ditemukan lagi lintasan penambah dan diperoleh nilai aliran maksimum pada jaringan pendistribusian gas. Hasil pencarian aliran maksimum menggunakan Algoritma Edmonds Karp pada jaringan pendistribusian gas elpiji 5,5 Kg diperoleh 61 tabung gas sedangkan pada jaringan pendistribusian gas elpiji 12 Kg diperoleh 53 tabung gas dengan 5 lintasan penambah.
PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA TAK LINEAR ORDE DUA MENGGUNAKAN METODE DEKOMPOSISI NATURAL Nisa, Khairun; Kiftiah, Mariatul; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 4 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i4.70481

Abstract

Metode Dekomposisi Natural (MDN) merupakan suatu metode untuk menyelesaikan persamaan diferensial. MDN adalah kombinasi dari teori Transformasi Natural dan Dekomposisi Adomian. Pada penelitian ini dikaji penyelesaian Persamaan Diferensial Biasa (PDB) tak linear orde dua homogen koefisien konstan menggunakan MDN. Langkah-langkah penyelesaian PDB tak linear orde dua homogen koefisien konstan menggunakan MDN diawali dengan menentukan sifat-sifat Transformasi Natural. Kemudian PDB ditransformasi dengan Transformasi Natural. Selanjutnya, langkah dilanjutkan dengan menggantikan nilai awal yang telah diberikan. Kemudian, dilakukan invers Transformasi Natural pada kedua ruas persamaan untuk mendapatkan solusi bagian linear. Langkah berikutnya yaitu menentukan nilai awal iterasi yang diperoleh dari solusi bagian linear dan mengaplikasikan Metode Dekomposisi Adomian untuk mendapatkan solusi bagian tak linear. Pada tahap akhir, solusi yang dihasilkan diformulasikan dalam bentuk deret. Hasil pembahasan menunjukkan PDB tak linear orde dua homogen kofisien konstan menggunakan MDN dapat menghasilkan solusi eksak maupun solusi hampiran.  Kata Kunci : Transformasi Natural, Dekomposisi Adomian, Sifat-sifat Transformasi Natural.
MENENTUKAN INVERS MOORE-PENROSE DENGAN METODE DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DEKOMPOSISI QR Ratih, Ratih; Noviani, Evi; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 6 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i6.71428

Abstract

Invers Moore-Penrose, yang disimbolkan sebagai , adalah invers matriks dari  yang memenuhi empat persamaan Penrose. Invers Moore-Penrose ada untuk setiap jenis matriks, termasuk matriks persegi yang singular dan matriks yang non-persegi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami metode Dekomposisi Nilai Singular dan Dekomposisi QR dalam menentukan invers Moore-Penrose. Pada metode SVD membagi matriks awal menjadi tiga matriks yaitu matriks ortogonal , matriks diagonal , dan matriks ortogonal . Proses dekomposisi SVD melibatkan perhitungan nilai-nilai singular dan vektor-vektor singular dari matriks awal. Sedangkan pada metode Dekomposisi QR membagi matriks awal menjadi dua matriks yaitu matriks ortogonal  dan matriks segitiga atas . Proses dekomposisi QR melibatkan perhitungan matriks orthogonal  dan matriks segitiga atas  melaluli langkah-langkah proses Gram-Schmidt. Menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode SVD dengan rumus  dan menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode Dekomposisi QR dengan   rumus .  Kata Kunci: Matriks Ortogonal, Nilai Singular, Proses Gram-Schmidt.
METODE MODIFIKASI ASM DAN IMPROVED ZERO POINT PADA MASALAH TRANSPORTASI TIDAK SEIMBANG Anggelina, Florensi Silva; Helmi, Helmi; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 1 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i1.74057

Abstract

Masalah transportasi adalah Masalah optimasi yang melibatkan alokasi komoditas dari beberapa sumber ke beberapa tempat tujuan pengiriman dengan biaya minimal. Pada umumnya penyelesaian permasalahan transportasi diselesaikan dalam dua langkah, pertama adalah menentukan solusi fisibel kemudian menentukan solusi optimal dengan Metode Stepping Stone atau MODI. Seiring berjalannya waktu, terdapat berbagai metode yang dengan lebih sederhana dapat menyelesaikan permasalahan transportasi. Metode-metode tersebut disebut metode langsung, diantaranya Metode Modifikasi ASM dan Improved Zero Point. Data distribusi produk PT. Anugerah Berkah Bersaudara pada tahun 2021 di bulan Agustus menunjukan jumlah persediaan lebih besar dari jumlah permintaan, sehingga kasus transportasi tersebut merupakan kasus tidak seimbang. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penerapan Metode Modifikasi ASM dan Improved Zero Point dalam mengoptimalkan pendistribusian barang. Penelitian ini diawali dengan membentuk tabel transportasi pada data yang diperoleh dengan baris (kolom) dummy, kemudian dilakukan reduksi sehingga terdapat nilai 0 di setiap baris dan kolom. Langkah selanjutnya pada Metode Modifikasi ASM adalah penentuan indeks e, sedangkan untuk Metode Improved Zero Point dilakukan pemilihan sel kunci yaitu biaya terbesar pada tabel transportasi sebelum melakukan pengalokasian barang. Metode Modifikasi ASM dan Metode Improved Zero Point  menghasilkan besar biaya yang sama yaitu sebesar Rp.24.724.750 yang artinya persentase perusahaan dapat menghemat biaya pendistribusian sebesar 7% dari pengeluaran perusahaan sebelumya yaitu sebesar Rp.26.785.050.  Kata Kunci : Solusi Optimal, Biaya Pendistribusian, Dummy
ANALISIS KINERJA SISTEM ANTRIAN DI SPBU JALAN JENDERAL AHMAD YANI KOTA PONTIANAK Angraini, Wanda; Yundari, Yundari; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 4 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i4.99126

Abstract

PT Pertamina menyediakan fasilitas layanan publik berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua. Salah satu permasalahan yang sering terjadi di SPBU adalah terjadinya antrian panjang yang mengakibatkan keterlambatan pelayanan dan menimbulkan waktu tunggu yang dapat mengganggu kenyamanan dan kepuasan pelanggan, serta menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi SPBU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja antrian pada SPBU yang berlokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani Kota Pontianak berdasarkan data aktual di lapangan. Data kedatangan pelanggan dan waktu pelayanan diuji distribusinya menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov untuk menentukan distribusi yang sesuai. Setelah model ditentukan, maka dilakukan perhitungan parameter kinerja antrian seperti tingkat kedatangan pelanggan (λ), tingkat pemanfaatan sistem (ρ), jumlah pelanggan pada antrian maupun sistem, serta lama waktu tunggu baik di antrian maupun di dalam sistem. Hasil uji menunjukkan bahwa kedatangan pelanggan mengikuti distribusi Poisson dan waktu pelayanan mengikuti distribusi General sehingga model antrian yang sesuai adalah model (M/G/1)∶(FIFO/∞/∞). Berdasarkan perhitungan kinerja, tingkat kedatangan pelanggan (λ) tertinggi mencapai sekitar 2 kendaraan per menit dan tingkat pemanfaatan sistem (ρ) tertinggi sebesar 0,969 terjadi pada hari Kamis. Dengan demikian, kinerja sistem antrian di SPBU tersebut masih berjalan dengan baik karena tingkat kedatangan pelanggan (λ) tidak melampaui kapasitas pelayanan. Penambahan server dapat menjadi rekomendasi bagi pihak SPBU dalam meningkatkan pelayanan, khususnya pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari.
SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN INTEGRAL VOLTERRA JENIS PERTAMA MENGGUNAKAN METODE SIMPSON 1/3 Sandi, Sabinus; Helmi, Helmi; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 5 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i5.70889

Abstract

Integral adalah bentuk operasi matematika yang menjadi kebalikan dari operasi turunan. Integral juga dapat didefinisikan sebagai limit dari jumlah atau suatu luas daerah tertentu. Jika integral dari suatu fungsi tidak selalu mudah diperoleh, maka pada persamaan integral juga memungkinkan sulit diperoleh fungsi yang tidak diketahui dalam persamaan tersebut. Persamaan integral adalah persamaan matematika yang melibatkan fungsi yang tidak diketahui dalam suatu integral. Persamaan integral Volterra didefinisikan sebagai persamaan integral dimana batas atas dari integralnya yaitu suatu variabel dan batas bawahnya berupa konstanta. Penelitian ini bertujuan menentukan solusi numerik persamaan integral Volterra jenis pertama menggunakan metode Simpson 1/3. Penelitian dalam artikel ini dimulai dengan menjabarkan persamaan integral Volterra jenis pertama menggunakan suatu sifat integral sehingga diperoleh sejumlah partisi integral dan pada integralnya dihampiri menggunakan metode Simpson 1/3.  Setelah diperoleh formula penyelesaian persamaan integral Volterra jenis pertama dengan metode Simpson 1/3, diberikan beberapa contoh pengaplikasian. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh formula untuk menentukan solusi numerik pada persamaan integral Volterra jenis pertama menggunakan metode Simpson 1/3, dan dapat disimpulkan juga bahwa semakin kecil panjang partisi yang digunakan, maka semakin baik akurasi yang dihasilkan.Kata kunci : luas daerah, partisi, polinomial berderajat dua.
PENYELESAIAN NUMERIK SISTEM PERSAMAAN DIFERENSIAL NON-LINEAR PADA MODEL LOTKA-VOLTERRA DENGAN METODE ADAMS-BASHFORTH-MOULTON Anggraeni, Rosiana; Prihandono, Bayu; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 3 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i3.95124

Abstract

Model Lotka-Volterra merupakan suatu sistem persamaan diferensial non-linear yang digunakan untuk memodelkan interaksi antara dua populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan model Lotka-Volterra dengan menerapkan pendekatan numerik melalui metode Adams-Bashforth-Moulton. Proses penyelesaian menggunakan metode ini terlebih dahulu mencari empat solusi awal yang dihitung melalui metode Runge-Kutta orde empat. Nilai-nilai dari solusi awal tersebut yang kemudian digunakan ke dalam persamaan prediktor dari metode Adams-Bashforth untuk memperoleh nilai prediksi. Selanjutnya, nilai prediksi tersebut dikoreksi menggunakan persamaan korektor dari metode Adams-Moulton. Hasil dari penyelesaian numerik pada model Lotka-Volterra menunjukkan bahwa dinamika pertumbuhan populasi antara mangsa dan pemangsa akan terus berulang, membentuk suatu pola osilasi antara kedua spesies tersebut. Berdasarkan contoh kasus pada suatu ekosistem di mana terdapat dua spesies yaitu kelinci sebagai mangsa dan rubah sebagai pemangsa, pada saat hari ke-100 diperoleh jumlah populasi kelinci 42 ekor dan jumlah populasi rubah 46 ekor menunjukkan bahwa jumlah populasi rubah menjadi lebih banyak dibandingkan jumlah populasi kelinci. Interaksi antara mangsa dan pemangsa yang terjadi sangat mempengaruhi jumlah populasi kedua spesies dan dapat berpotensi merusak populasi mangsa.
Co-Authors Aan Febriansyah Al Azizi, Fudhail Azzam Thoriqi Aljona, Sarah Amalia Wigati Aminuyati Ammar, Farid Ananda Sapitri, Anjelalica Andi Hairil Alimuddin Andri Royani Anggelina, Florensi Silva Anggraeni, Rosiana Angraini, Wanda Apriliandi Apriliandi Arin Yerliansyah Arya Pratama, Putra Handika Bayu Prihandono BENI, YAKOBUS Danang Try Purnomo Debataraja, Naomi Nessyana Dedek Noviyani Desi Ayu Wulandari Dessy Natalia Dhea Prameswari Egi Riansyah Eko Sulistyo Evi Novian Evi Noviani FAJRIN NURSETYA DESI Fansiskus Fran Fauzan, M Nur Febriyanto, Ferdy Feby Fitria Ramadhita Feriliani Maria Nani Firman Saputra Fitriani Fitriani Fran, Fransiskus Frananta Maha Fransiskus Fran Fransiskus Fran Hasanuddin Hasanuddin Helmi Helmi Helmi Helmi Helmi Hendra Perdana Huda, Nur’ainul Miftahul Humaira Ichlashi Amaliah Ilham, Muhamad Ilham Irfant Bayu Pratama Irvandi, Firzakalpa Syafiq Iskandar, Rais Khairun Nisa Khariyyah, Lina Laksono Trisnantoro Lili Oktaviana Limanto, Vincent Lita Novianti Lovi Dwi Purnamasari Luluk Hendriyana Mahmul Mahmul Maisurah Maisurah Mareta, Nadia Mariatul Kiftiah Martha, Shantika Maulydiana Septiani Mawarni, Selkia Meiliana Meiliana Meliana Pasaribu Mochammad Imron Awalludin Mudinillah, Adam Muhammad Adiyan Septianda Muhardi Naomi Nessyana Debataraja Neva Satyahadewi Nilamsari Kusumastuti Nopiani Nopiani Novitasari Novitasari Nurfitriana Nurfitriana Nurtaniyahya, Ilham Nurul Fadhilah NUR’AINUL MIFTAHUL HUDA Ocsirendi Okta Rina, Tiara Paranditus Paranditus Paranditus, Paranditus Pratama, Anjeryan Sapta Puteri Islamega Taufani Rabitah Al-Alawiyah ratih ratih Renisa Auditaputri Rian Prasetio Riki Afriansyah Risko, Risko Sahrial Sakti Simanjuntak, Junjungan Dwipa Sandi, Sabinus Saputra, Irpan Selah Siti Nur Amanah Suhardi Tantri, Eliana Tesah Aldi Parani Tri Desrehan, Sagit Tripina, Maria Try Purnomo , Danang Uray Agustian Wahyu Fahrizal Windarti, Ayu Yanitami, Alvi Yuli Rahayu Yuliardi Kurniawan Yundari, Yundari Yundari, Yundari Yuni Wulandari Yusnanda Yusnanda Zanu Saputra Zettira Septiani