Claim Missing Document
Check
Articles

Efforts to Reduce Maternal, Infant, and Under-Five Mortality in Semarang Regency Endang Nur Widiyaningsih; Siti Zulaekah; Dhian Sukma Aprilliani; Syafiqa Rifda Seftyarini
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2019, the poverty rate in Semarang Regency declined to 7.04%, down from 7.29% in 2018. Nevertheless, the number of maternal, infant, and under-five deaths in the region increased in 2020 compared to the previous year. Despite numerous interventions that have been implemented, mortality rates among mothers, infants, and young children remain considerably high. This condition is primarily attributed to the inadequate number of healthcare professionals in proportion to the population that must be served across an extensive geographical area. In light of this analysis, the present community engagement initiative seeks to contribute constructively through the development of nutrition education media aimed at promoting nutritional awareness and preventing early maternal, infant, and child mortality. The educational media will be designed to be engaging and culturally appropriate, aligning with the characteristics of the local population in Semarang Regency. Furthermore, this initiative also aims to develop a variety of supplementary feeding (PMT) menus to serve as a reference for improving the nutritional intake of pregnant women and those experiencing Chronic Energy Deficiency (CED).
Screening Depresi, Stres, dan Kecemasan pada Peserta Pelatihan Kader ‘Aisyiyah PCA Kartasura Okti Sri Purwanti; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Wisnu Sri Hertinjung; Isnaini Herawati; Endang Nur Widiyaningsih; Ulfa Munawaroh Diniyah; Fathya Rahma Kamilatunnuha; Prima Afifah; Ihza Risqi Praditya; Fazaumi Nuriya Sayekti
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2638

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam menjalankan peran sebagai kader kesehatan masyarakat. Kegiatan screening ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi, stres, dan kecemasan pada kader ‘Aisyiyah PCA Kartasura melalui instrumen DASS-21. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juni 2025 dengan 47 kader sebagai responden. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, dan pengisian skala DASS-21. Hasil menunjukkan sebagian besar kader, baik dewasa maupun lansia, berada pada kategori normal dalam ketiga aspek yang diukur. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh dukungan sosial, religiusitas, penerimaan diri, dan strategi coping yang adaptif. Hasil ini diharapkan menjadi dasar dalam pelaksanaan program promotif dan preventif kesehatan mental pada masyarakat di wilayah Kartasura. Diperlukan pelatihan rutin lanjutan guna meningkatkan keterampilan kader dalam menangani isu kesehatan mental di masyarakat
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER AISYIYAH TENTANG PENYAKIT KRONIS SERTA KESEHATAN MENTAL Okti Sri Purwanti; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Wisnu Sri Hertinjung; Isnaini Herawati; Endang Nur Widiyaningsih; Fathya Rahma Kamilatunnuha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33795

Abstract

Abstrak: Gangguan mental sering kali menyertai penyakit kronis, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Kader ‘Aisyiyah sebagai ujung tombak promosi kesehatan memiliki peran strategis, tetapi pemahaman mereka tentang kesehatan mental dan penyakit kronis masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ‘Aisyiyah dalam skrining dan manajemen kesehatan mental pada penyakit kronis melalui pelatihan intensif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (koordinasi dengan Puskesmas Kartasura dan penyusunan materi), pelaksanaan (edukasi, pelatihan DASS-21, teknik relaksasi, dan brain gym), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Peserta terdiri dari 47 kader ‘Aisyiyah dengan variasi usia dan latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 55,3% (kategori baik) pada pre-test menjadi 61,7% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan efektif meningkatkan pemahaman kader tentang kesehatan mental dan penyakit kronis. Untuk keberlanjutan, diperlukan pelatihan berkala serta pendampingan lebih intensif. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperbaiki manajemen waktu untuk meningkatkan efektivitas intervensi.Abstract: Mental health disorders often accompany chronic diseases, increasing the risk of morbidity and mortality. Aisyiyah cadres, as the spearheads of health promotion, play a strategic role, but their understanding of mental health and chronic diseases still needs to be improved. The objective of this community service is to improve the knowledge and skills of Aisyiyah cadres in mental health screening and management for chronic diseases through intensive training. The implementation method includes three stages: preparation (coordination with the Kartasura Community Health Center and preparation of materials), implementation (education, DASS-21 training, relaxation techniques, and brain gym), and evaluation (pre-test and post-test). Participants consisted of 47 Aisyiyah cadres with varying ages and educational backgrounds. The results showed an increase in knowledge from 55.3% (good category) in the pre-test to 61.7% in the post-test. The conclusion of this activity is that the training is effective in increasing cadres' understanding of mental health and chronic diseases. For sustainability, regular training and more intensive mentoring are needed. Suggestions for future research include improving time management to increase the intervention's effectiveness.
Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik berbasis Daun Kelor, Labu Kuning, dan Buah Naga Frida Nur Fitriani Hasanah; Endang Nur Widiyaningsih; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi metabolik kronis yang ditandai oleh kadar gula darah tinggi dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang komplikasi. Makanan berindeks glikemik rendah dan tinggi serat dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah setelah makan. Formula enteral untuk DM sering kali mahal, sehingga bahan pangan lokal bisa menjadi alternatif pengganti makanan enteral komersil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan sifat organoleptik dari formula enteral rendah indeks glikemik berbasis buah naga, daun kelor, dan ubi ungu. Penelitian ini juga membandingkan biaya formula ini dengan formula komersial untuk memastikan keterjangkauan bagi masyarakat. Metode: Desain eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan F1 (100 gram labu kuning, 80 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga), dan F2 (100 gram labu kuning, 105 gram ubi jalar ungu, 150 gram daun kelor dan 100 gram buah naga). Hasil: Densitas energi formula enteral F1 dan F2 didapatkan densitas energi sebesar 1 kkal/cc dan beban indeks glikemik F1:F2 yaitu 6.8 gram : 7 gram. Hasil viskositas formula enteral pada F1 di suhu 24.3°C berkisar 383.1 cP dan pada F2 berkisar 307.05 cP. Uji osmolalitas formula enteral F1:F2 didapatkan hasil osmolalitas 402 mOsm/kg : 378 mOsm/Kg. Hasil uji endapan F1 dan F2 selama 6 jam didapatkan tidak ada endapan. Hasil keseluruhan uji daya terima pada enteral rendah indeks glikemik pada F1 dan F2 panelis menyatakan netral sedangkan pada FEK panelis menyatakan suka. Simpulan: Formula enteral terbaik yang direkomendasikan yaitu formula enteral F1 karena memiliki daya terima yang lebih tinggi.
Pengembangan Pangan Lokal "NILETELA" (Nugget Ikan Lele, Tempe Kedelai, dan Labu Kuning) sebagai PMT bagi Ibu Hamil KEK Hanifatun Mufidah; Sulis Widiawati; Fitriana Mustikaningrum; Endang Nur Widiyaningsih
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pangan lokal termasuk labu, tempe kedelai, dan ikan lele dapat digunakan sebagai PMT untuk mengatasi masalah gizi pada ibu hamil dengan KEK. Makanan lokal sesuai dengan budaya dan pola konsumsi masyarakat setempat, memiliki kandungan gizi tinggi, mudah didapat, dan harganya terjangkau. Metode: penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (CRD) dengan dua (dua) perlakuan dan lima belas panelis semiterlatih untuk menganalisis kadar air, warna, penyerapan minyak, dan penerimaan formula diet khusus sebagai alternatif dalam upaya menemukan nutrisi bagi ibu hamil. Uji T Independen digunakan dalam pengujian statistik. Hasil: dengan skor rata-rata 4,13, yang termasuk dalam kategori suka, formula yang mengandung 80 gram ikan lele, 50 gram tempe kedelai, dan 50 gram labu menerima nilai penerimaan tertinggi dari aspek keseluruhan, yang meliputi parameter warna, aroma, tekstur, dan rasa. Simpulan: oleh karena itu, formula 2 nugget lebih disarankan berdasarkan semua faktor tersebut.
Hubungan Riwayat ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita di Puskesmas Purwantoro I. Jesian Viviandita; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Endang Nur Widiyaningsih; Luluk Ria Rakhma
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 1 No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v1i2.8

Abstract

Stunting is a malnutrition for a long time. Malnutrition will cause growth retardation disorders. The percentage of stunting under five nutritional status in Indonesia in 2021 is 24.4%. The factors that cause stunting is infants not getting exclusive breastfeeding. The aim of the study to determine the relationship between history of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of Purwantoro I Health Center, Wonogiri Regency. This type of research is Cross Sectional. The sample for this study was toddlers aged 24-59 months who had met the inclusion criteria. The research subjects were 59 people spread across the work area of the Purwantoro I Health Center. The sampling technique was proportional cluster random sampling. History of exclusive breastfeeding was obtained from secondary data from the Purwantoro I Health Center. Data on stunting events were measured based on the nutritional status of children under five obtained from measurements using a microtoise. The data obtained were tested using the Chi Square test. History of toddlers receiving exclusive breastfeeding (0-6 months) was 67.8% and children who did not receive exclusive breastfeeding (0-6 months) were 32.2%. The relationship between history of exclusive breastfeeding and stunting in infants aged 24-59 months was p=0.005. There is a relationship between history of exclusive breastfeeding on the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of Purwantoro I Health Center
Protein, Magnesium and Phosphorous Intake at Stunted and Non-Stunted Children in Panularan Surakarta Endang Nur Widiyaningsih; Aulia Putri Wahyuningtyas
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2017: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2316

Abstract

The first five years of children's life are a very important period of growth and development because it will determine the success of children's growth and development in the future. One of the nutritional problems occurs in children under five is stunting. We aimed to determine the mechanism of the inadequacy of protein, magnesium and phosphorus intake to stunting in children under five. This study involved 35 stunted children and 35 non stunted children aged 12 to 60 months. The subjects were selected by simple random sampling technique. The data of protein, magnesium and phosphorus intake was obtained through 24-hour dietary recall in four times on nonconsecutive days. Most stunted and non-stunted children under five have a higher intake of protein, magnesium and phosphorus than the Recommended Daily Allowance. Average intake of protein, magnesium and phosphorus in non-stunted children are, respectively, 78.69 points, 124.57 points, and 117.04 points, which are higher than stunted children under five. There are differences in the adequacy of protein, magnesium and phosphorus intake in the stunted and non-stunted groups (p = 0.007, p = 0.011, and p = 0.003).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Sofyan Affifah Mulya Aida Nur Faizah Anggun Oktavia Widiastuti Aprilia Qoulan Syakila Ariyani, Devi Windy Aulia Putri Wahyuningtyas Auna Najwa Salsabilla Azhari, Salma Widya Clarissa Amalia Nanda Della Meliana Devi Windy Ariyani Dhian Sukma Aprilliani Diva Anggraeni Yulia Maharani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Pratiwi Anggraeni Eni Purwani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah Azzahroini Rajati Fazaumi Nuriya Sayekti Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Frida Nur Fitriani Hasanah Hanan Aliya Putri Hanifatun Mufidah Hapsari, Zulaiha Anggi Hasna Azzahra Heriaskalma, Irma Jauza Hirda, Dinda Aulia Hisyam Arhabillah Ibriza, Rosyaqotul Ihza Risqi Praditya Ilma Fauzia Muhaimin Isnaini Herawati Jesian Viviandita Khaqiqi, Zahrotun Kinanti Putri Anyelir Kinzki, Hyraianda Essyana Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Marantika Tri Utami Mardhani, Sheila Dwi Meisya Putri Marsyanda Mellyana Purnama Sari Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nabila, Syahira Yuma Nasva Fadila Eltari Putri Nita Hasri Wulandari Nur Lathifah Mardiyati Okti Sri Purwanti Pradita, Laila Suci Pramudya Kurnia Prima Afifah Puspitasari, Dyah Intan Rima Munawaroh Rosyaqotul Ibriza Rusdin Rauf Setyaningrum Rahmawaty Setyaningrum, Risma Ayu Sheena Ramadhia Dhani Sheila Dwi Mardhani Silvia Firsa Permata Siti Zulaekah Siti Zulaikah Siti Zulaikah Sudrajah Warajati Kisnawaty Sulis Widiawati Suprapto Syafaah, Hannisa Syafiqa Rifda Seftyarini Syakila, Aprilia Qoulan Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Fajra Niza Triswaty, Tiar Ulfa Munawaroh Diniyah Widiastuti, Anggun Oktavia Wisnu Sri Hertinjung Wulandari, Nita Hasri Yuli Kusumawati