Claim Missing Document
Check
Articles

Jenis-Jenis Pendidikan (Formal, Nonformal Dan Informal) Dalam Perspektif Islam Titi Mildawati; Tasmin Tangngareng
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/w33a8b87

Abstract

Penelitian mengangkat sebuah judul yaitu jenis-jenis pendidikan dalam perspektif hadis. Berangkat dari berbagai realita dalam kehidupan ini bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting diperoleh oleh setiap insan dalam mengendalikan dan menjadikan hidup lebih bermanfaat, bukan hanya pendidikan yang diperoleh di sekolah atau lembaga pendidikan secara formal, namun pendidikan yang paling utama diterapkan dan ditanamkan sejak diri adalah dalam keluarga, selain itu kita juga membutuhkan kehidupan sosial di masyarakat sehingga pendidikan nonformal juga menjadi salah satu pendukung kualitas kehidupan manusia. Oleh karena itu, ketiga jenis pendidikan ini formal, informal dan nonformal harus selalu bersinergi untuk mewujudkan kehidupan yang bermutu. Selanjutnya peneliti menyelesaikan persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana jenis-jenis pendidikan mampu merubah kehidupan manusia untuk lebih berkualitas dalam pandangan Islam? Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data dengan mengkaji literatur lewat buku, jurnal, intenet dan artikel lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sehingga memperoleh sebuah hasil penelitian bahwa Pendidikan formal dapat memberikan ilmu pengetahuan secara terstruktur, akurat berdasarkan teori dalam pendidikan dengan mengikuti kurikulum pendidikan yang berlaku. Menciptakan kedisiplinan waktu, pemahaman yang sistematik serta memiliki landasan dan sumber yang valid. Pendidikan nonformal dapat memberikan keterampilan atau skill diluar dari pembelajaran formal, melatih manusia untuk bersosialisasi secara di masyarakat, melatih komunikasi dan interaksi serta melatih dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks. Pendidikan informal, pengetahuan pertama yang diperoleh secara alami dalam lingkungan keluarga, tanpa batas waktu dan dapat berlangsung hingga akhir hayat
Interpretation of the Hadith Regarding the Command to Wipe the Khuf: Study of AGH. Lanre Said’ Work in the Islamic Law Perspective Tangngareng, Tasmin; Wangsa, Fadhlina Arief; Rayyn, I Gusti Bagus Agung Perdana
Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam Vol 8, No 2 (2024): Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/sjhk.v8i2.20401

Abstract

One aspect that is very important to pay attention to is related to purification in the realm of worship, including the command to wipe the khuf. Wiping the khuf is the ability to wipe one's shoes as a form of relief and as a substitute for wiping one's feet when performing ablution. However, this is still very rarely known by Muslims. This article aims to elaborate on the hadith regarding the command to wipe the khuf contained in the book al-Żikrā by AGH. Lanre Said. This is a descriptive qualitative research using the ma'ānī al-ḥadīṣ science approach, which is a contextual interpretation technique in analyzing the Islamic law contained in the hadith. The data is then analyzed and elaborated using contextual interpretation techniques. The results of the research show that contextually khuf is anything that is used to cover the feet made of thick cloth or leather. According to the science of ma‘ānī al-ḥadīṣ, considering asbāb al-wurud and paying attention to social situations and realities, this hadith must be understood contextually. Interpretation and understanding of the hadith contained in his work uses contextual understanding, in accordance with current developments. As for the Islamic law, the order to wipe the khuf only applies temporally or conditionally, even in the current context the order to wipe the khuf is only optional. The command to wipe the khuf according to Islamic law is basically permissible. Understanding this hadith will have implications for the elastic and flexible application of the Islamic law in the society.
A PROPHETIC STUDY ON EARTHQUAKE Tangngareng, Tasmin; Hasbullah, Hasbullah
Jurnal Adabiyah Vol 19 No 2 (2019): December (Islamic Studies)
Publisher : Faculty of Adab and Humanities - Alauddin State Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jad.v17i119i2a6

Abstract

The phenomenon of earthquakes has become part of human’s dark story within the history of the past people, in the current millennial era and it will still apply even to the end of the world. This article will discuss a study of earthquakes contained in the hadith of the Prophet (peace be upon him). In the history of prophethood, this phenomenon has occurred in Medina and even repeatedly experienced by the Prophet p.b.u.h. together with his faithful companions. The complex discourse will come to vision with the implementation of two contrasting technical dialogues on the subject, namely those of the theological and the scientific views. The complexity of the convergence of the two lies in the detail that each had a circumstance in the prophetic era and is mentioned in the words of the Prophet p.b.u.h. The theological view believes that an earthquake is a punishment from the Creator owing to the decadence of morality in a society, whereas in a scientific perspective, an earthquake occurs because of the shift of the earth’s plate which results in vibrations. Additionally, in the theological perspective, earthquakes are seen as parts of eschatology since there is a sign of their occurrence in the future mentioned in the hadith of the Prophet p.b.u.h. As for the theory of science, it is supported by the message of the Prophet p.b.u.h. that there is a geographical area with a high potential of earthquake strikes. Thus the discourse of the earthquake which has become a part of people’s lives, as is also mentioned in the Prophet’s hadith, will certainly come to pass for two main reasons, firstly it is related to the normative theological perspective and secondly, it is in accordance with the scientific studies. ملخصأصبحت ظاهرة الزلزال جزءًا من الجانب المظلم من حياة الناس، في تاريخ الشعوب السابقة حتى عصر الألفية الحالي وحتى يوم القيامة. سوف يناقش هذا المقال دراسة الزلازل الواردة في حديث النبي الكريم، وقد حدثت هذه الظاهرة في التاريخ النبوي في المدينة المنورة بل مرارًا وتكرارًا من قِبل النبي الكريم. مع الاصدقاء. سوف يولد خطاب معقد مع التناقض بين اثنين من الحوارات العلمية، وهما الرؤية اللاهوتية والنهج العلمي. تعقيد تقارب كل منهم له مصدر حدث في العصر النبوي أو مذكور في كلمات الرسول. وجهة النظر اللاهوتية تعتقد أن الزلزال كعقوبة من الخالق كان سببه الضرر المعنوي للمجتمع. بينما في منظور علمي، تحدث الزلازل بسبب تحول لوحات الأرض التي تسبب الاهتزاز. لا يزال في نظر اللاهوت، أصبح الزلزال جزءا من الاعتقاد في الغيب لأنه كان هناك علامة في الحديث النبوي. أن الزلزال سيحدث في المستقبل، في حين أن وجهة النظر العلمية تدعمها رسالة النبي. أن هناك منطقة جغرافية معرضة للزلازل. وهكذا يمكن أن يحدث خطاب الزلزال الذي تندمج مع الحياة المجتمعية في خطاب الحديث بالتأكيد لسببين رئيسيين، يتعلقان باللاهوت المعياري ولا يمكن فصلهما عن الدراسات العلمية.الكلمات المفتاحية: الحديث ، الزلزال ، الآراء اللاهوتية والعلمية Fenomena gempa bumi telah menjadi bagian dari sisi kelam kehidupan masyarakat, baik dalam sejarah umat-umat terdahulu sampai era milenial sekarang dan bahkan hingga menjelan hari kiamat. Artikel ini akan membahas sebuah studi gempa bumi yang terdapat dalam hadis Nabi saw., dalam sejarah kenabian fenomena ini pernah terjadi di Madinah bahkan berkali-kali dialami oleh Nabi saw. bersama dengan para sahabat. Jenis penelitian ini tergolong kualitatif dengan menggunakan pendekatan ilmu hadis, teologi, sosio-historis dan saintifik. Diskursus yang rumit pun akan lahir dengan pertentangan antara dua dialog keilmuan, yaitu pandangan teologi dengan pendekatan ilmiah (saintifik). Kerumitan konvergensi keduanya masing-masing mempunyai embrio yang pernah terjadi di era kenabian maupun disebut dalam sabda Sang Rasul. Pandangan teologi meyakini bahwa gempa sebagai azab dari Sang Pencipta disebabkan karena dekadansi moralitas dalam sebuah masyarakat. Sedangkan dalam perspektif saintis, gempa terjadi karena pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan sebuah getaran. Masih dalam pandangan teologi, gempa bumi menjadi bagian dari eskatologi karena terdapat sebuah isyarat dalam hadis Nabi saw. bahwa gempa akan terjadi di masa yang akan datang, sementara pandangan sains yang didukung oleh pesan Nabi saw. bahwa terdapat sebuah daerah geografis yang rawan terjadi gempa bumi. Dengan demikian wacana gempa bumi yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat dalam diskursus hadis dapat dipastikan terjadi karena dua sebab pokok, berkaitan dengan teologi-normatif dan tidak terlepas dengan kajian ilmu pengetahuan (saitifik).Kata Kunci: Hadis, gempa bumi, pandangan teologi dan saintifik
Tunjangan Fungsional dan Motivasi Kerja Pustakawan Universitas Hasanuddin Tangngareng, Tasmin; Nasrullah; Mansur, Mujahidah; Tawakkal
Literatify: Trends in Library Developments Vol 5 No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v5i2.50669

Abstract

This study investigates whether an increase in functional allowances can enhance the work motivation of librarians at the University of Hasanuddin Makassar Library. The primary research question is whether the increase in functional allowances leads to improved motivation among librarians. The objective of the study is to determine if raising functional allowances can boost librarians' work motivation at this library. Employing a descriptive research design with a qualitative approach, data collection techniques included observation, document analysis, and interviews with five librarians from the University of Hasanuddin Makassar Library. The findings indicate that increasing functional allowances positively affects librarians' work motivation, leading to greater enthusiasm and discipline in their work.
Implementasi Hadis Sunan Ibnu Majah Nomor 221 dalam Pelaksanaan Tugas Pustakawan Tangngareng, Tasmin; Tasbih, Muh.; Suprianto, Dedi
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 4 No 1 (2024): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai tenaga perpustakaan selain menjadi profesional, pustakawan juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai aturan pelaksanaan keprofesiannya, seperti misalnya undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah tentang perpustakaan dan peraturan lain yang terkait. Selain aturan tersebut, landasan keagamaan jelas tidak boleh dikesampingkan. Landasan keagamaan yang dimaksud dalam hal ini ini adalah sumber-sumber hukum Islam yang dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan, khususnya bagi umat Islam. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian tersebut dipergunakan dengan maksud untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari fokus yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang yang berlokasi di jalan Harapan Baru Kompleks SKPD Blok B, Nomor 10 Kabupaten Sidenreng Rappang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Wawancara dilakukan terhadap 5 informan. Informan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pustakawan yang bertugas di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang. Sudah sepatutnya pustakawan meneladani perilaku Rasulullah baik dalam kehidupan sehari-hari maupun yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab dalam keprofesiannya khusunya dalam Hadis Sunan Ibnu Majah Nomor 211 yang menjadi pokok pembahasan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidenreng Rappang, memandang bahwa Hadis Sunan Ibnu Majah Nomor 211 terkait dengan anjuran menuntut ilmu maupun anjuran tolong-menolong seharusnya menjadi dasar atau acuan dan juga sebagai motivasi bagi pustakawan untuk terus mengembangkan kompetensinya dengan cara mencari atau mempelajari ilmu-ilmu kepustakawanan maupun ilmu-ilmu lainnya yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya sebagai pustakawan sehingga hal tersebut dapat berdampak baik bagi pelayanan perpustakaan terutama dalam membantu pemustaka menelusuri informasi atau untuk memenuhi kebutuhannya lainnya.
Kepemimpinan Perspektif Hadis Nabi saw. Tangngareng, Tasmin; Zulfahmi, Zulfahmi; al-Anshary, Fathul Mujahidin
Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Vol 1 No 1 (2021): LIVING SUNNAH (June)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.279 KB) | DOI: 10.24252/ihyaussunnah.v1i1.24586

Abstract

Politik dunia Islam dalam suksesi kepemimpinan telah memunculkan banyak agresi politik, mulai dari demokratis sampai kepada ketegangan yang mengundang pertumpahan darah. Di balik rentetan sejarah politik kepemimpinan dalam Islam, ternyata hadis Nabi saw. telah hadir dalam memberikan strategi politik damai. Suksesi kepemimpinan yang selalu dinamis berdialog dengan kehidupan masyarakat belahan bumi manapun. Sehingga seorang pemimpin yang terpilih diharapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Eksistensi hadis Nabi saw. menjadi solusi pengangkatan seorang pemimpin, misalnya larangan meminta jabatan bagi mereka yang dianggap lemah dan tuntunan hadis mengenai hak-hak seorang pemimpin serta sikap masyarakat dalam sebuah kepemimpinan
Sejarah Dan Kaidah Jarh Wa Al-Ta'dil Tangngngareng, Tasmin; S. Puyu, Darsul; Perdana Rayyn, I Gusti Bagus Agung
Ihyaussunnah : Journal of Ulumul Hadith and Living Sunnah Vol 1 No 2 (2021): ULUMUL HADITH (December)
Publisher : Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.555 KB) | DOI: 10.24252/ihyaussunnah.v1i2.29997

Abstract

This article discusses the history and rules or theoretical basis of al-jarh} wa al-ta'di>l as a branch of science that has an important role in the science of hadith. In this article, there are two important topics that will be the subject of discussion, namely, those related to the history of the science of al-jarh} wa al-ta``di>l and the rules of al-jarh} wa al-ta'di>l. Therefore, it is necessary to explain this so as not to cause a mistake in understanding it by conducting a historical study based on a literature review. So the conclusion is that al-jarh} wa al-ta'di>l started at the time of the Prophet. and continues to grow until the generation of tabi' al-ta>bi'i>n, even after. The rule of al-jarh} wa al-ta'di>l is a method or analytical knife used for problem solving in criticizing the sanad of hadith which is the object of research. Keywords: History, Rule, al-Jarh}, al-Ta‘di>l
Konsep Kritik Matan dalam Pelestarian Otentisitas Hadis Ilmi, Nur; Tangngareng, Tasmin; Farhah, Ummi
SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam Vol. 2 No. 3 (2024): AGUSTUS
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/setyaki.v2i3.1485

Abstract

This article focuses on the concept of hadith text criticism, which is essential to understand when evaluating hadiths. It covers the history, objectives, benefits, and steps involved in the process of text criticism. The method employed is library research using a deductive-inductive analytical approach to assess the quality of a hadith, ensuring its authenticity is undisputed when practiced. The research findings reveal that both sanad (chain of narration) and matan (text) criticism have been in practice since the time of the Prophet Muhammad (peace be upon him). This practice was carried out by his companions, the tabi’in, the tabi’-tabi’in, and hadith scholars up to the present day. Text criticism is particularly important to determine whether a hadith's matan is authentic or not. If the matan is found to be unauthentic, the hadith cannot be used as a basis for religious matters.
Pendidikan Kajian Pemahaman Inkar Sunnah dalam Ajaran Islam Fitra, Nurainun; Tanggareng, Tasmin; Farhah, Ummi
Vifada Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/hnxstv96

Abstract

Selayaknya kaum muslimin, Sunnah dimaknai sebagai penjabaran terhadap al-Qur’an yang global. Namun, dalam menetapkan sunnah juga sebagai sumber penetapan suatu hukum menjadi pemicu pemahaman lain terhadap sunnah. Fenomena Inkar Sunnah misalnya, menolak keberadaan sunnah terhadap al-Qur’an. Berdampak signifikan dalam menjaga kemurnian ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sumber ajaran Islam dengan menyoroti pentingnya sunnah dalam membangun hukum dan praktik keagamaan, sekaligus menganalisis argumen kelompok inkar sunnah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur (kepustakaan), penelitian ini menemukan bahwa al-Qur’an secara tegas mengakui otoritas Nabi Saw dalam menguraikan wahyu juga menegaskan pentingnya sunnah sebagai penjelas al-Qur’an. Argumen kelompok Inkar sunnah, seperti keraguan terhadap otentisitas dan kehujjahan hadis/Sunnah serta pernyataan bahwa al-Qur’an cukup memuat segala perintah Allah. Diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat pemahaman yang benar tentang peran sunnah dalam ajaran Islam.
Kreativitas dalam Tata Ruang: Membangun Perpustakaan Sekolah yang Berbasis Rekreasi di Perpustakaan Lontara Rumbia SMK Negeri 2 Jeneponto Tangngareng , Tasmin; Mathar, M. Quraisy; Salmia
Literatify: Trends in Library Developments Vol 6 No 1 (2025): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v6i1.49350

Abstract

This study aims to explore the creativity in spatial design as an effort by librarians to create a recreation-based library space at the Lontara Rumbia Library, UPT SMKN 2 Jeneponto. The research utilizes a qualitative descriptive method, with data collected through direct observations and in-depth interviews with librarians, vice-principals, and the school principal. Data analysis involves the collection, reduction, evaluation, and critical interpretation of data to reach conclusions. The results show that the recreation-based spatial arrangement at the Lontara Rumbia Library, UPT SMKN 2 Jeneponto, has developed through the initiative and support from various stakeholders. Strong support from the school, including the principal and vice-principal, has enabled the realization of a comfortable and enjoyable room design. The layout and interior of the room emphasize both physical and psychological aspects. The space is designed to meet needs such as lighting, temperature, and pleasing decoration. Complete recreational facilities, such as a reference reading room, multimedia room, and photo studio, enhance the library's appeal. Librarian innovations, such as 3D wall paintings, have transformed the perception of the library from a boring place to an attractive recreational facility.