Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kajian Pemahaman Inkar Sunnah dalam Ajaran Islam Fitra, Nurainun; Tanggareng, Tasmin; Farhah, Ummi
Vifada Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/hnxstv96

Abstract

Selayaknya kaum muslimin, Sunnah dimaknai sebagai penjabaran terhadap al-Qur’an yang global. Namun, dalam menetapkan sunnah juga sebagai sumber penetapan suatu hukum menjadi pemicu pemahaman lain terhadap sunnah. Fenomena Inkar Sunnah misalnya, menolak keberadaan sunnah terhadap al-Qur’an. Berdampak signifikan dalam menjaga kemurnian ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sumber ajaran Islam dengan menyoroti pentingnya sunnah dalam membangun hukum dan praktik keagamaan, sekaligus menganalisis argumen kelompok inkar sunnah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur (kepustakaan), penelitian ini menemukan bahwa al-Qur’an secara tegas mengakui otoritas Nabi Saw dalam menguraikan wahyu juga menegaskan pentingnya sunnah sebagai penjelas al-Qur’an. Argumen kelompok Inkar sunnah, seperti keraguan terhadap otentisitas dan kehujjahan hadis/Sunnah serta pernyataan bahwa al-Qur’an cukup memuat segala perintah Allah. Diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat pemahaman yang benar tentang peran sunnah dalam ajaran Islam.
Kreativitas dalam Tata Ruang: Membangun Perpustakaan Sekolah yang Berbasis Rekreasi di Perpustakaan Lontara Rumbia SMK Negeri 2 Jeneponto Tangngareng , Tasmin; Mathar, M. Quraisy; Salmia
Literatify: Trends in Library Developments Vol 6 No 1 (2025): MARCH
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/literatify.v6i1.49350

Abstract

This study aims to explore the creativity in spatial design as an effort by librarians to create a recreation-based library space at the Lontara Rumbia Library, UPT SMKN 2 Jeneponto. The research utilizes a qualitative descriptive method, with data collected through direct observations and in-depth interviews with librarians, vice-principals, and the school principal. Data analysis involves the collection, reduction, evaluation, and critical interpretation of data to reach conclusions. The results show that the recreation-based spatial arrangement at the Lontara Rumbia Library, UPT SMKN 2 Jeneponto, has developed through the initiative and support from various stakeholders. Strong support from the school, including the principal and vice-principal, has enabled the realization of a comfortable and enjoyable room design. The layout and interior of the room emphasize both physical and psychological aspects. The space is designed to meet needs such as lighting, temperature, and pleasing decoration. Complete recreational facilities, such as a reference reading room, multimedia room, and photo studio, enhance the library's appeal. Librarian innovations, such as 3D wall paintings, have transformed the perception of the library from a boring place to an attractive recreational facility.
Studi Hadis di Kalangan Orientalis (Studi atas Pandangan Ignaz Goldziher dan Joseph Schacht): Hadith Studies among Orientalists (A Study of the Views of Ignaz Goldziher and Joseph Schacht) Siti Humairah; Tanggareng, Tasmin; Farhah, Ummi
SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/setyaki.v3i1.1538

Abstract

The purpose of this study is to analyze the views of orientalists in the study of Hadith, especially according to Goldziher and Schacht, and present a rebuttal to these opinions in order to create a balance in understanding the reading. Orientalism is often defined as Westerners studying the Eastern world. The orientalists in conducting Islamic studies, especially in studying the Hadith, are not all the same. In this paper, a literature review derived from several books related to the views of Hadith studies among Orientalists is used. As for the results of this paper on the views of Hadith studies among Orientalists according to Goldziher and Schacht, Orientalists are not all the same in viewing Islam. There are different opinions about Islam in the Hadith. This view is inseparable from how they judge the Prophet Muhammad because the Hadith is inseparable from everything related to the Prophet. In this paper, the author also adds a little rebuttal to the opinion in order to create a balance in reading comprehension.
LITERASI SEBAGAI DASAR KEMELEKAN INFORMASI Tangngareng, Tasmin; Tasbih, Tasbih; Danial, Mirawati
Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan dan Informasi Vol. 3 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jp.v3i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi sebagai dasar kemelekan informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Research), yang berkenaan dengan pembahasan dengan teknik mengumpulkan literatur atau bahan Pustaka yang berkaitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa Berbagai penelitian dan pemahaman telah menegaskan bahwa literasi informasi adalah landasan penting bagi kemajuan individu dan masyarakat dalam era informasi digital. Dalam konteks ini, literasi informasi bukan hanya tentang kemampuan teknis untuk mengakses dan menggunakan teknologi informasi, tetapi juga tentang kemampuan kritis untuk mengevaluasi, menyaring, dan memanfaatkan informasi dengan bijak. Dengan literasi informasi, individu dapat secara efektif mengelola dan memanfaatkan sumber daya informasi yang tersedia untuk mencapai tujuan pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan mereka. Kemampuan untuk menavigasi melalui beragam sumber informasi, memahami keberagaman media, dan mengidentifikasi informasi yang relevan dan dapat dipercaya sangat penting dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, literasi informasi juga berkontribusi pada inklusi digital, dengan memberdayakan individu dari berbagai lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam masyarakat berbasis pengetahuan dan ekonomi digital. Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan literasi informasi, termasuk literasi komputer dan media, menjadi semakin penting untuk menciptakan masyarakat yang terampil dan berdaya saing di era digital.
SUNNAH TASYRI’IYYAH DAN GAIRU TASYRI’IYYAH TERHADAP PEMAHAMAN SYALAFI Yuzhril; Tasmin Tangngareng; Ummi Farhah
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i2.54726

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan sunnah tasyri’iyah dan non-tasyri’iyah dalam pandangan Salafi. 1) Untuk mendeskripsikan sunnah dan syari’at 2) Untuk mendeskripsikan sunnah tasyri’iyah dan non-tasyri’iyah berdasarkan hadis-hadis. 3) Untuk mendeskripsikan pemahaman salafi sunnah tasyri’iyah dan non-tasyri’iyah dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian yang diperoleh ialah, 1) sunnah merupakan kebiasan-kebiasan Nabi Muhammad saw, adapun syariat merupakan penjelasan hukum. 2) sunnah tasyri’iyah merupakan peran Nabi Muhammad saw sebagai seorang Rasul Allah swt,  sedangkan sunnah gairu tasyri’iyah peran Nabi Muhammad saw sebagai orang Arab. 3) Adapun pemahaman salafi terhadap sunnah tasyri’iyah menjadi suatu kewajiban karena dianggap sebagai pengugur atau pelengkap dari suatu ibadah-ibadah yang  dilaksanakan sesuai praktik sehari-hari.
Urgensi Pendidikan Spiritual dalam Hadist (Kajian Hadist Tematik) Karumiadri, Muh.; Tangareng, Tasmin; Tasbih; Al Farabi, Fahmi Akhyar
JOURNAL OF QUR'AN AND HADITH STUDIES Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/quhas.v14i1.44462

Abstract

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat modern menghadapi krisis moral yang semakin kompleks, seperti individualisme, materialisme, dan degradasi spiritual. Pendidikan spiritual Islam menjadi solusi untuk mengatasi tantangan ini melalui pengembangan hati dan karakter berbasis nilai-nilai Qur’ani dan hadis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk menganalisis peran pendidikan spiritual Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia dan tangguh menghadapi tekanan zaman modern. Dua hadis utama dianalisis: pertama, pentingnya memahami ilmu agama sebagai tanda kebaikan, dan kedua, menjaga hati sebagai pusat amal. Hadis-hadis ini relevan untuk menjawab masalah sosial masa kini, seperti meningkatnya tingkat stres, rendahnya empati, dan ketidakpedulian sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan spiritual dapat menjadi landasan pembentukan karakter, memberikan keseimbangan emosional, dan menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan mengintegrasikan ajaran agama dalam pendidikan modern, Indonesia dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
PERIWAYATAN HADIS: ANALISIS TEKNIK, SYARAT, DAN METODE Fahman, Azzah Fadiyah Nurfadhilah; Muhammad Ali Ngampo; Tasmin Tangngareng
As-Sulthan Journal of Education Vol. 1 No. 3 (2025): February
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the techniques and methods used in the transmission of Hadith, as well as the conditions that must be fulfilled in the process of transmission. The research employs a library research method, examining various literature and reliable sources related to the transmission of Hadith. The primary focus of this study is to understand the different techniques of Hadith transmission, whether it involves transmission through exact wording (oral transmission) or through meaning (translation or interpretation), as well as to identify the conditions required for a Hadith to be accepted as a valid narration. In the transmission of Hadith, several methods are used, including As-Sima' (direct hearing), Al-Qiroah (reading), Al-Ijazah (permission to transmit), Al-Munawalah (providing written works or books), Al-Mukatabah (written communication), Al-I'lam (notification without permission), Al-Washiyah (written will), and Al-Wijdan (finding narrations in books). The results of this study show that each transmission method has its own characteristics and role in maintaining the authenticity and authority of Hadith. Additionally, conditions such as the integrity of the narrators, the consistency of the chain of narrators (sanad), and the alignment of the Hadith text (matan) with historical facts are crucial in ensuring the validity of accepted narrations. In conclusion, a deep understanding of the techniques, methods, and conditions for Hadith transmission is essential to preserving the authenticity of Islamic teachings and passing down the legitimate knowledge to future generations.
TAFSIR AQIDAH TENTANG NERAKA (TAFSIRAN TERHADAP QS. AL-NISA/4: 14) Tasmin Tangngareng; I Gusti Bagus Agung Perdana Rayyn; Al-Fiana Mahar
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 25 No 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v25i1.34871

Abstract

This article discusses the aqidah interpretation of QS. al-Nisa/4:14 which explains about hell. In this article there are several important topics that will be the focus of the discussion, namely, first is the study of verses in vocabulary terms, their relation to other arguments and the interpretation of scholars, second is the description of the content of the creed in QS. al-Nisa/4:14. Therefore, it is necessary to explain these things so as not to cause misunderstanding in understanding the verse. The study of this problem was carried out by conducting a literature review with a linguistic approach and an interpretive science approach. So the conclusion is that there are differences of opinion among scholars in understanding and explaining the verse, there are scholars who are more inclined to disobedience, both forms of torture and forms of immorality, there are scholars who interpret that the verse speaks of disbelief in the Shari'a, and there are scholars who tend to interpret that the verse contains an order not to change the decree of Allah swt.
Haid Perspektif Al-Qur’an; Analisis Terhadap Ayat Kesehatan Reproduksi Wanita QS. Al-Baqarah/2: 222-223 Tangngareng, Tasmin; Rayyn, I Gusti Bagus Agung Perdana; Mahar, Al-Fiana
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 25 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v25i2.39305

Abstract

This article describes menstruation that occurs in women as a monthly cycle and also as a form of self-purification and purification of the female reproductive organs. In this article, there are several important topics that will be discussed, namely, an overview of QS. al-Baqarah, a study of verses on menstruation or reproductive health in women, as well as commentators' views on the verses of menstruation or reproductive health in women. Therefore, it is important to discuss the discussion so as not to cause misunderstandings and add insight about menstruation and maintaining reproductive health in women. This discussion is reviewed by conducting library research using an interpretive approach and health sciences. The conclusion is that menstruation is a natural cycle that occurs in every woman as a form of self-purification and cleaning of dirt in the reproductive organs.
Kitabat Al-Hadis, Tadwin dan Tasnif: Suatu Tinjauan Historis Tangngareng, Tasmin; Rayyn, I Gusti Bagus Agung Perdana; Mahar, Al-Fiana
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i1.42849

Abstract

Artikel ini membahas tentang sejarah penulisan, kodifikasi dan klasifikasi kitab-kitab hadis. Dalam artikel ini terdapat beberapa topik penting yang akan menjadi fokus bahasan yaitu, peristilahan terkait dengan penulisan, kodifikasi dan klasifikasi hadis, perbedaan pandangan yang terjadi dikalangan ulama dan juga tinjauan historis terkait dengan kitab-kitab hadis. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam memahami sejarah perkembangan kitab-kitab hadis. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan kebahasaan dan pendekataan sosio-historis yang bertujuan untuk mengetahui peristilahan terkait dengan sejarah kitab-kitab hadis, perbedaan pandangan dikalangan ulama hadis dan tinjauan historisnya. Maka kesimpulannya bahwa proses lahirnya kitab-kitab hadis melalui tiga proses, yaitu; kitabat al-hadis, tadwin dan tasnif. Walaupun dalam proses tersebut terjadi perbedaan dikalangan ulama hadis. Adapun terkait dengan tinjauan historis kitab-kitab hadis, berkembang dari masa ke masa yang dapat ditinjau dari berbagai aspek sejarah penghimpunan hadis, kondisi perawi hadis, kriteria hadis yang dihimpun, sistematika penyusunan kitab dan berdasar pada segi kuantitas hadis.