Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus epidermidis Widya Diniawati; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.124

Abstract

Jerawat berasal dari peningkatan produksi minyak di kulit, peradangan, dan pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus epidermidis. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas antibakteri masker gel peel off daun pandan wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis serta mengetahui karakteristik dan sifat fisikokimia masker gel peel off ekstrak daun pandan wangi dengan berbagai konsentrasi ekstrak selama 4 minggu penyimpanan. Ekstraksi daun pandan wangi menggunakan metode maserasi dengan etanol-etil asetat (1:1 v/v). Sediaan diuji sifat fisik meliputi organoleptis (warna, bau, dan homogenitas), daya sebar, daya lekat, pH, dan kecepatan mengering. Ekstrak dan sediaan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yang diformulasikan menjadi masker gel peel off adalah 5% (F1), 10% (F2),15% (F3), dan 20% (F4).Pengaruh konsentrasi ektrak terhadap aktivitas antibakteri dan sifat fisikokimia dapat diketahui menggunakan one way ANOVA dan untuk mengetahui stabilitas masker gel peel off dilakukan uji T-berpasangan pada minggu ke-1 dan minggu ke-4. Hasil menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak daun pandan wangi menyebabkan peningkatan aktivitas antibakteri, daya lekat, kecepatan mengering, serta penurunan daya sebar dan pH.Masker gel peel off stabil selama 4 minggu penyimpanan.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) DAN SENG OKSIDA Rahma Prasdinar Anggraini; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.127

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi, kulit kusam dan kerusakan kulit lainnya. Sinar ultra violet A (320-400 nm) berperan dalam proses tanning, sinar ultraviolet B (280-320 nm) dapat menyebabkan sunburn . Upaya perlindungan kulit salah satunya dengan penggunaan tabir surya. Tanaman krokot mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai tabir surya dengan mekanisme kimia dan antioksidan. Seng oksida berperan sebagai tabir surya fisik. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk melihat sifat fisik, potensi tabir surya secara in-vitro (nilai SPF persentase eritema dan pigmentasi) serta sifat antioksidan pada krim ekstrak etanol herba krokot yang dikombinasi dengan seng oksida pada kelima formula. Sifat fisik yang dihasilkan semua formula rata-rata memenuhi persyaratan. Nilai SPF pada formula 1, 2, 3, 4, 5 secara berturut-turut adalah 11,38; 12,71; 16,92; 8,10; dan 8,53. Persentase eritema dan pigmentasi secara berurutan adalah 8,35 & 19,08; 6,99 & 13,43; 3,19 & 8,20; 20,94 & 40,37; dan 12,90 & 24,81. Aktivitas antioksidan (µg/mL) ekstrak, krim formula 1, 2, 3, dan 5 adalah 123,01; 249,97; 203,21; 172,70; dan 160,30.
STUDI LITERATUR: PENGARUH SODIUM TRIMETAPHOSPHATE (STMP) SEBAGAI AGEN TAUTAN SILANG TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA BEBERAPA PATI ALAMI Kurnia Eryani; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.129

Abstract

Pati alami cenderung memiliki keterbatasan dalam pengaplikasian dibidang farmasi sehingga perlunya modifikasi untuk meningkatkan karakteristik fisikokimia pati alami. Penggunaan STMP telah banyak digunakan untuk mendapatkan pati dengan stabilitas tinggi, kelarutan rendah, dan gelatinisasi yang stabil. Maka dalam studi literatur ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh STMP sebagai agen crosslink dan konsentrasi STMP terhadap karakter fisikokimia pati alami. Sodium trimetaphosphate memeiliki pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia pati alami yang dihasilkan. Crosslinking pati alami dengan konsentrasi sodium trimetaphosphate (STMP) tertentu berpengaruh terhadap derajat crosslinking pati, yang berpengaruh terhadap kandungan amilosa dan sifat kristal pati. Mayoritas pati alami hasil crosslink mengalami perubahan sifat kelarutan dan swelling power lebih rendah, serta gelatinisasi yang lebih stabil. Pengaruh yang nyata dengan hadirnya gugus fungsi baru (P-O, P=O, P-O-C) pada struktur pati alami.
OPTIMASI KOMPOSISI EMULGATOR TWEEN 80 DAN SPAN 80 TERHADAP STABILITAS FISIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EMULGEL MINYAK ATSIRI ROSEMARI (Rosmarinus officinalis) TERHADAP Staphylococcus aureus Tansa Salima; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.146

Abstract

Staphylococcus aureus sering diidentifikasi sebagai penyebab infeksi kulit, selain itu dapat menyebar ke berbagai organ yang dapat menyebabkan infeksi berat. Tanaman rosemari mengandung linool dan eugenol yang sudah teruji memiliki efek antibakteri pada berbagai bakteri termasuk Staphylococcus aureus, sehingga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit yang diakibatkan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi tween 80 dan span 80 sehingga didapatkan formula emulgel yang memiliki sifat fisik dan daya antibakteri yang optimum. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan daya hambat antibakteri yang diujikan pada 8 formula berbeda dengan perbandingan tween 80 dan span 80 yang bervariasi yaitu 5:1; 2:4; 1:5, 4:2 dan 3:3. Optimasi dilakukan dengan mengevaluasi sifat fisik dan daya hambat emulgel menggunakan aplikasi Design Expert versi 11.0 dengan metode Simplex Lattice Design. Setelah mendapatkan data pengujian, maka data dioptimasi sehingga didapatkan formula optimum. Selanjutnya data dianalisis dan diverifikasi menggunakan SPSS. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan one sample t-test yang memiliki taraf kepercayaan 95%. Dari hasil optimasi didapatkan perbandingan tween 80 dan span 80 adalah 4,967%:1,033%. Dari pengolahan data diperoleh nilai desirability yang diperoleh sebesar 0,309. Uji one sample t-test yang menunjukkan hasil signifikansi p > 0,05 artinya tidak berbeda signifikan antara nilai prediksi dan hasil verifikasi. Hasil uji antibakteri terrhadap Staphylococcus aureus menunjukkan perbedaan daya hambat sebelum dan sesudah minyak atsiri rosemari diformulasi. Minyak atsiri sebelum diformulasi memiliki daya hambat sebesar 1,85 sedangkan setelah diformulasi daya hambat berkurang menjadi 1,18 cm.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Diva Ratna Shabrina; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.154

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan dampak berbahaya pada kulit, sehingga penting menggunakan tabir surya yang efektif dan nyaman digunakan untuk memberikan proteksi pada kulit dari efek yang tidak diinginkan dari sinar matahari. Sediaan spray gel merupakan pemutakhiran dari sediaan spray dan gel yang praktis digunakan. Daun kersen berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan tabir surya dikarenakan memiliki kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray gel tabir surya dari ekstrak daun kersen dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap karakteristik fisik sediaan spray gel. Ekstrak etanol daun kersen diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak etanol daun kersen yang diperoleh ditetapkan kemampuannya dalam menyerap sinar UVB pada panjang gelombang 290-320 nm. Spray gel tabir surya ekstrak daun kersen dibuat 3 formula dengan variasi kosentrasi karbopol 940, yaitu formula 1 ( 0,25 g), formula 2 (0,5 g), dan formula 3 (1 g). Spray gel yang dihasilkan diuji homogenitas, organoleptik, viskositas, pH, SPF, pola dan bobot penyemprotan. Sediaan spray gel tabir surya ekstrak daun kersen yang dihasilkan memiliki wama kuning kecoklatan dan homogen. Perbedaan konsentrasi karbopol 940 tidak mempengaruhi kekuatan tabir surya, namun mempengaruhi viskositas. Viskositas spray meningkat dengan meningkatnya konsentrasi karbopol 940. pH spray menurun dengan kenaikan karbopol 940. Hasil menunjukkan Formula 2 memiliki karakteristik spray gel terbaik dan pola penyebaran yang menyebar. Aktivitas tabir surya spray gel memiliki nilai SPF 6 dalam kategori perlindungan ekstra.
Formulasi Krim Tabir Surya Kombinasi Ekstrak Etanol Temu Mangga (Curcuma mangga) dan Seng Oksida Nurwaini, Setyo; Mawarni, Virga
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 2 No 2 (2023): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v2i2.21054

Abstract

Paparan radiasi sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit. Temu mangga (Curcuma mangga) mengandung senyawa aktif kurkumin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan dan mengadsorbsi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan potensi tabir surya dari sedian krim kombinasi ekstrak etanol temu mangga dan seng oksida. Uji sifat fisik krim meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, dan daya sebar. Penentuan potensi tabir surya dengan mengukur nilai SPF, transmisi eritema, dan pigmentasi secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode penangkap radikal DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Krim terdiri dari lima formula dengan variasi ekstrak antara 1% hingga 4%. Krim yang memiliki sifat fisik paling baik berdasarkan nilai pH dan viskositas adalah formula yang mengandung kombinasi ekstrak 4% dan seng oksida. Nilai SPF kelima formula krim termasuk kategori maksimal (8-15). Nilai transmisi eritema dan transmisi pigmentasi krim dengan kandungan ekstrak 4% dan seng oksida berturut-turut termasuk dalam kategori extra protection (6-12%) dan kategori sunblock (3-40%). Hasil uji statistik one way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan potensi tabir surya antar formula. Aktivitas antioksidan pada krim yang mengandung ekstrak 4% tergolong dalam kategori sedang (100-150 μg/ml). Krim yang hanya mengandung seng oksida tidak memiliki aktivitas antioksidan. Hasil uji statistik menggunakan one way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan nilai IC50 antar formula.
Penyuluhan Penyakit Hipertensi pada Anggota Posyandu Lansia Mawar Merah di Desa Pabelan, Kartasura, Sukoharjo Nurwaini, Setyo; Azzahra, Annisa Alya; Alkautsar, Hamimatusalma; Azizah, Erfinna Nur; Pinasthika, Shinta; Palupi, Devita Niken
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.15684

Abstract

Tingginya angka prevalensi hipertensi dapat menjadi ancaman bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya lansia. Upaya edukasi dan sosialisasi yang ditargetkan pada masyarakat lansia dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang hipertensi, mempromosikan tindakan preventif, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan anggota posyandu lansia terhadap hipertensi dan bagaiman hidup sehat di Posyandu Lansia Mawar Merah untuk mengurangi risiko hipertensi di kalangan lansia. Kegiatan dilakukan melalui pemberian materi yang disesuaikan untuk pemahaman lansia, penyebaran pamflet, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian pretes dan postes tentang hipertensi pada kelompok lansia Mawar Merah. Data pretes dan postes dianalisis menggunakan uji t-Test: Paired Two Sample untuk mengetahui perbandingan antara sebelum dilakukan pemberian materi dan setelah kegiatan penyuluhan. Rerata nilai pretes adalah 33 dan rerata nilai postes adalah 88 (skala 100). Hasil uji nromalitas menunjukkan data terdistribusi normal dan hasil t-test antara pretes dan postes menunjukkan ρ=0,00 (ρ < 0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat Posyandu Lansia Mawar Merah sebelum dan sesudah dilakukannya penyuluhan mengenai penyakit hipertensi.
Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika pada Remaja Wahyuni, Arifah Sri; Wikantyasning, Erindyah Retno; Nurwaini, Setyo; Ramarohasina, Mika Notahiana; Da’i, Muhammad; Dyahariesti, Niken; Abdellah, Yousra Nait El Haj; Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana; Zahidah, Fairus; Yuniasti, Lainisah Purna
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.14393

Abstract

PkM merupakan kegiatan terjun ke masyarakat terkait permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.   Penyalahgunaan narkotika yang semakin merajarela sebanyak 90% adalah remaja. Remaja memiliki peran penting dalam masa depan suatu bangsa dan negara, sebagai generasi penerus yang akan mengambil alih kepemimpinan, meneruskan tradisi, dan menghadapi tantangan di masa depan. Usia remaja adalah usia yang masih labil dalam melakukan sesuatu yang baru dengan mencoba-coba. Kegiatan ini dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Denpasar yang diikuti oleh 240 siswa. Kegiatan diawali dengan pretest, edukasi tentang narkotika dan postest. Edukasi dilakukan dengan pemaparan materi dan video serta diskusi.  Dari hasil pretest  didapatkan sangat baik 0%, baik 0%, cukup 23%, dan kurang 77%; sedangkan hasil  postest didapatkan sangat baik   16%, baik 11%, cukup  49%, dan kurang 24%. Dapat dilihat adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika. Dari hasil evaluasi yang diberikan didapatkan tingkat pengetahuan siswa masih  kurang di aspek  macam-macam narkotika, hal-hal yang dapat menyebabkan ketergantungan narkotika, dan efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan  narkotika. Dengan adanya hasil ini maka perlu perhatian khusus dari berbagai pihak untuk secara berkala melakukan pendampingan kepada siswa tentang dampak dari penyalahgunaan narkotika. Tingkat pengetahuan siswa tentang narkotika yang tinggi dapat membantu pencegahan penyalahgunaan narkotika terutama di lingkungan terdekat mereka.
OPTIMASI KOMPOSISI CERA ALBA DAN VASELINUM ALBUM DALAM SEDIAAN KRIM KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) Nurwaini, Setyo; Ramadhani, Amalia
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1282

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) mengandung senyawa flavonoid, fenol dan betasianin sebagai senyawa aktif antioksidan. Penggunaan kulit buah naga merah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengembangan sediaan topikal seperti krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum cera alba dan vaselinum album basis pembawa ekstrak kulit buah naga merah. Optimasi menggunakan software Design Expert versi 13 dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Respon uji yang digunakan meliputi respon uji pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum krim dengan nilai desirability 0,176 dengan konsentrasi cera alba sebesar 2,47% dan vaselinum album sebesar 7,53%. Hasil respon uji berturut-turut untuk uji pH sebesar 5,71±0,0005; viskositas 26480±351,57 cps, uji daya sebar sebesar 4,42±0,21 cm2, dan uji daya lekat sebesar 73,80±12,19 detik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN UJI BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP BAKTERI Acinetobacter baumannii DAN Staphylococcus epidermidis Nurwaini, Setyo; Zahratunisa, Namira; Maryati, Maryati
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1283

Abstract

Daun seledri adalah tanaman yang dipercaya masyarakat mempunyai banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri untuk infeksi kulit. Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri penyebab infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun seledri (Apium graveolens L.) terhadap Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus epidermidis serta mengetahui senyawa yang bertanggungjawab sebagai antibakteri. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi cair. Nilai KHM pada penelitian ini belum diketahui, sementara nilai KBM keduanya ada pada konsentrasi 500 mg/mL. Uji KLT (Kromatografi Lapis Tipis) untuk menentukan senyawa yang terdapat pada ekstrak. Daun seledri positif mengandung fenol, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid. Hasil uji bioautografi menunjukkan bahwa senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antibakteri pada Staphylococuss epidermidis adalah flavonoid, sedangkan senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antibakteri pada Acinetobacter baumannii belum diketahui.
Co-Authors Abdellah, Yousra Nait El Haj Abid, Muhammad Maslakul Adilah Purbowati Alkautsar, Hamimatusalma Almira Permata Amanda Wahyu Kurniawan Amanda, Alifah Tasya Ambar Yunita Ambar Yunita Nugraheni Anggraini, Rahma Prasdinar Anggun Tri Wijayanti Anindya, Talitha Ahnaf Anita Sukmawati Anjati, Yasinta Widia Arifah Sri Wahyuni Asti Arum Sari Audi Tahta Aurellia Aurum, Mursalina Nanda Ayu Intan Savitri Azistyna, Delvi Yulia Azizah, Erfinna Nur Azzahra, Annisa Alya Baiti, Nurul Balqis, Moetia Rahman Brainandiva Ade Fitria Cahya Rahma Utami Cholisoh, Zakky Dedi Hanwar Devi Usdiana Rosyidah Diniawati, Widya Diva Ratna Shabrina Emi Erawati Endang Setyaningsih Erindyah Retno Wikantyasning Eryani, Kurnia Fachriani, Galuh Falakhuddin, Muhammad Farida, Rahayu Fatimah, Mutiara Nurul Firdaus, Farhand Ahmad Hani Afifah Harindasari, Amorita Azzah Heppy Purbasari Hidayah Karuniawati Hidayah, Mentari Serlya Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Isnaniyah, Dhevi Zahra Latifatul Khoirunnisa Khoirunnisa Krisna Wisnu Wardhana Kurnia Eryani Kurniawati, Yuwandira Larasati, Arindra Lestari, Nining Luluk Ria Rakhma Maryati Maryati Maulana, Fahmi Alief Mawarni, Virga Mentari Serlya Hidayah Mika Tri Kumala Swandari, Mika Tri Kumala Mubarok, Afrizal Muhammad Da&#039;i Muhammad Falakhuddin Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Muhammad Raihan Naufal Nasihah, Rosyidah Hafidzatun Naufal, Muhammad Raihan Niken Dyaharesti Nur Mahmudah Palupi, Devita Niken Permata, Almira Pinasthika, Shinta Purbowati, Adilah Rahma Prasdinar Anggraini Rahmana, Andrea Yovva Rajali, Ahmad Ramadhani, Amalia Ramarohasina, Mika Notahiana Ramdani, Tasya Eka Rasma Panji Setiawan Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana Refsya Azanti Putri Rima Munawaroh Rita Wijayanti Rosi Hayyu Anjani Rosyidah Hafidzatun Nasihah Salima, Tansa Sania Nayasari Khoirunnisa Savitri, Ayu Intan Septiani, Adiva Metri Setiawan, Panji Rasma Shabrina, Diva Ratna Sulistyani Sulistyani Tansa Salima Tanti Azizah Sujono Tri Agustina, Tri Triyatno, Sabrina Azizah Wahyu Utami, Wahyu Wardhana, Krisna Wisnu Wibowo, Farrel Maulana Widya Diniawati Wijayanti, Anggun Tri Wikantyasning, Erindyah R. Yuka Aulia Rahma Yuniasti, Lainisah Purna Zahidah, Fairus Zahratunisa, Namira