Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Produksi Jamu Instan KWT Sri Rejeki Melalui Penggunaan Mesin Peras Empon-Empon Nurwaini, Setyo; Wijayanti, Rita; Nugraheni, Ambar Yunita; Abid, Muhammad Maslakul; Wibowo, Farrel Maulana; Kurniawati, Yuwandira; Fachriani, Galuh; Maulana, Fahmi Alief; Mubarok, Afrizal; Baiti, Nurul; Aurum, Mursalina Nanda
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13193

Abstract

Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, Bendosari, Cabeyan, Sukoharjo telah membuat produk jamu (jahe, temulawak, dan kunyit asam) instan dan telah melakukan kegiatan penjualan produk. Penjualan produk dilakukan pada kegiatan-kegiatan insidental yang ada di kabupaten Sukoharjo. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas produksi jamu instan yang diproduksi oleh ibu-ibu KWT. Metode yang digunakan adalah pelatihan pembuatan jamu instan dengan menggunakan alat peras empon-empon dalam salah satu prosesnya. Penggunaan mesin peras mengurangi waktu yang diperlukan untuk memeras empon-empon yang, sehingga dalam satu siklus pembuatan, jumlah produksi jamu instan meningkat. Pemasaran melalui akun media sosial juga dilakukan untuk produk jamu instan yang dibuat.
POTENSI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DALAM SEDIAAN TOPIKAL : TINJAUAN LITERATUR Fatza Ayu Oktavia; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v5i2.721

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional semakin diminati, seiring meningkatnya kesadaran akan efek samping obat kimia. Daun kemangi (Ocimum basilicum L.) kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, memiliki beragam potensi farmakologi. Studi ini merupakan literature review yang merangkum dan menganalisis informasi terkait formulasi ekstrak daun kemangi dalam sediaan topikal melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar menggunakan kata kunci (“sediaan topikal” OR “topical formulation”) AND (“kemangi” OR “Ocimum basilicum L.”). Artikel merupakan artikel tahun 2019-2024, free full text berbahasa Indonesia ataupun Inggris, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 10 artikel terpilih, terdapat 4 bentuk sediaan topikal ekstrak daun kemangi yaitu salep, gel, spray, dan krim. Beberapa formula menunjukkan sifat fisik yang belum memenuhi persyaratan sediaan farmasi yang baik. Ekstrak daun kemangi terbukti memiliki aktivitas penyembuh luka, antibakteri, antioksidan, dan sebagai tabir surya yang terkait dengan kandungan senyawa aktif dalam daun kemangi.
Optimasi Kombinasi Ekstrak Biji Kakao (Theobroma cacao L.) dan Kulit Delima (Punica granatum L.) dalam sediaan Krim Wulida Nuril Fajriyah; Setyo Nurwaini
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i3.689

Abstract

Sinar ultra violet dapat menimbulkan masalah kulit seperti sunburn, fotosensitivitas eritema hingga kanker kulit.Dampak negatif paparan ultra violet dapat dicegah dengan penggunaan tabir surya. Optimasi kombinasi ekstrak bijikakao dan kulit delima dalam sediaan krim diharapkan menghasilkan formula yang optimum dengan evaluasi fisikoptimal serta evaluasi efektivitas tabir surya dengan nilai Sun Protection Factor. Penetapan formula optimum ditentukanoleh sifat fisik krim dan efektivitas tabir surya dengan nilai Sun Protection Factor menggunakan metode Simplex LatticeDesign software Design Expert 11. Hasil verifikasi dianalisis menggunakan uji one sample t-test atau wilcoxon test untukmengetahui perbedaan nilai antara formula prediksi dan formula verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaformula optimum yaitu pada formula 1 dan 7 dengan komposisi bahan yang sama. Proporsi ekstrak biji kakao dan kulitdelima yang menghasilkan formula optimum masing-masing sebesar 10% dan 5,5% dengan sifat fisika kimia yang baik,selain pada respon daya sebar dan daya lekat. Evaluasi daya lekat, daya sebar, pH, viskositas dan nilai Sun ProtectionFactor tidak ada perbedaan signifikan antara formula prediksi Simplex Lattice Design dengan hasil verifikasi. Pengujianefektivitas formula optimum tabir surya secara in vitro krim kombinasi ekstrak biji kakao dan kulit delima menghasilkannilai Sun Protection Factor sebesar 4,93±0,14 memiliki proteksi sedang.
Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap Penggunaan Obat Mandiri Hidayah Karuniawati; Erindyah R. Wikantyasning; Anita Sukmawati; Zakky Cholisoh; Setyo Nurwaini; Mika Tri Kumala Swandari; Rahayu Farida; Ahmad Rajali
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penggunaan obat mandiri di masyarakat cukup tinggi. Penggunaan obat secara mandiri yang tidak rasional dapat menyebabkan tujuan terapi tidak tercapai, bahkan dapat membahayakan pasien. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku warga negara Indonesia di Seoul Korea Selatan terhadap penggunaan obat secara mandiri. Kegiatan dilakukan di masjid Ansan Seoul Korea Selatan. Kegiatan inti berupa penyuluhan kepada warga Indonesia yang berada di Seoul terkait dengan penggunaan obat mandiri yang rasional yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat yang tidak dipakai. Meskipun 37 peserta hadir pada kegiatan ini, tetapi 14 peserta mengisi kuesioner. Mayoritas peserta (71,4%) adalah laki-laki, 64,3% umur 25-30 tahun, dan 50% pendidikan terakhir Sekolah Menengah Atas (SMA). Rata-rata pengetahuan responden terkait dengan pengobatan mandiri adalah 63,6% sedangkan sikap 72,9%. Pengetahuan, sikap, dan perilaku yang belum sesuai adalah cara mendapatkan obat (logo obat), cara minum obat, cara penyimpanan, dan cara membuang obat. Perlu edukasi farmasis untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam menggunakan obat mandiri secara rasional.
Psikoedukasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas pada Warga Negara Indonesia di Seoul Korea Selatan Rahayu Farida; Hidayah Karuniawati; Erindyah R. Wikantyasning; Anita Sukmawati; Zakky Cholisoh; Setyo Nurwaini; Mika Tri Kumala Swandari
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.18567

Abstract

Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri Indoneisa warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan baik sebagai pekerja, pelajar dan mahasiswa, pendamping keluarga, serta menikah dengan warga negara Korea Selatan tercatat sebanyak lebih dari 42.000 pada tahun 2019. Jumlah ini semakin bertambah dari tahun ke tahun berkenaan dengan meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi atau pengetahuan terkait materi kesehatan mental. Pengabdian masyarakat internasional ini diberikan dengan metode seminar dengan tema kesehatan mental. Materi ini penting untuk diberikan sebagai bekal menghadapi tekanan psikologis yang dialami oleh para warga negara indonesia di Korea Selatan sebagai akibat dari adanya kejutan budaya. Harapannya dengan seminar ini maka para WNI yang tinggal di Korea Selatan dapat melakukan penanganan mandiri pada kasus gangguan kesehatan mental oleh masalah sehari-hari. Setelah mengikuti seminar diharapkan peserta dapat lebih bijak dalam menggunakan obat, serta dapat mengelola stress dengan baik sehingga dapat menjaga kesehatan mental agar tetap produktif di tengah berbagai tekanan psikologis yang dihadapi sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di negara lain dan jauh dari keluarga. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 37 peserta yang merupakan jamaah Masjid Sirotol Mustaqim Ansan, Seoul Korea Selatan.
Sediaan Antiketombe Emulsi Encer Ekstrak Bunga Kenanga (Cananga odorata): Pengaruh Peningkatan Konsentrasi Ekstrak Terhadap Sifat Fisikokimia dan Efektivitasnya Terhadap Malassezia furfur Rizki Aulia Ramadhan; Setyo Nurwaini
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1330

Abstract

Background: Dandruff is a common scalp disorder affecting approximately 50% of the global population. Dandruff treatment generally relies on chemical-based shampoos, which may cause adverse effects with long-term use. Therefore, natural-based alternatives are needed. Ylang-ylang flower (Cananga odorata) extract contains flavonoids and saponins with potential antifungal activity. To develop an effective, stable, safe, and user-friendly natural anti-dandruff product, evaluation of its physicochemical properties and antifungal efficacy is required. Objective: This study aimed to investigate the effect of increasing concentrations of ylang-ylang flower extract on the physicochemical properties of an anti-dandruff dilute emulsion and its inhibitory activity against Malassezia furfur. Methods: ylang-ylang flowers were extracted by maceration using ethanol as a solvent at a 1:5 ratio. The extract was formulated into four formulations with concentrations of F1 (10%), F2 (15%), F3 (20%), and F4 (25%), along with a formulation without extract (F0) as a control. Physicochemical evaluations included organoleptic properties, homogeneity, and pH value, while antifungal activity was assessed using the microdilution method. The pH value data were analyzed using one-way ANOVA while the freeze-thaw data were analyzed using two-way ANOVA. Results: Statistical analysis showed that the addition of ylang-ylang flower extract significantly improved the pH stability of the formulation compared to the control (F0) (p < 0.05). The irritation test indicated that all formulations did not cause irritation in volunteers. The microdilution assay revealed that the MIC of the extract was 390.625 µg/mL, while the MIC values of the formulations containing the extract at different concentrations were 312.5 µg/mL (F1), 468.75 µg/mL (F2), 312.5 µg/mL (F3), and 390.625 µg/mL (F4). These values were higher than that of ketoconazole, which exhibited an MIC of 0.058 µg/mL. Conclusion: Increasing concentrations of ylang-ylang flower extract significantly affected the physicochemical properties of the formulation by improving pH stability and demonstrated good antifungal activity against Malassezia furfur.
Co-Authors Abdellah, Yousra Nait El Haj Abid, Muhammad Maslakul Adilah Purbowati Ahmad Rajali Alkautsar, Hamimatusalma Almira Permata Amanda Wahyu Kurniawan Amanda, Alifah Tasya Ambar Yunita Nugraheni Anggraini, Rahma Prasdinar Anggun Tri Wijayanti Anindya, Talitha Ahnaf Anita Sukmawati Anjati, Yasinta Widia Arifah Sri Wahyuni Asti Arum Sari Audi Tahta Aurellia Aurum, Mursalina Nanda Ayu Intan Savitri Azistyna, Delvi Yulia Azizah, Erfinna Nur Azzahra, Annisa Alya Baiti, Nurul Balqis, Moetia Rahman Brainandiva Ade Fitria Cahya Rahma Utami Dedi Hanwar Devi Usdiana Rosyidah Diniawati, Widya Diva Ratna Shabrina Emi Erawati Endang Setyaningsih Erindyah R. Wikantyasning Erindyah Retno Wikantyasning Eryani, Kurnia Fachriani, Galuh Falakhuddin, Muhammad Farida Rahayu Fatimah, Mutiara Nurul Fatza Ayu Oktavia Firdaus, Farhand Ahmad Hani Afifah Harindasari, Amorita Azzah Heppy Purbasari Hidayah Karuniawati Hidayah, Mentari Serlya Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Isnaniyah, Dhevi Zahra Latifatul Khoirunnisa Khoirunnisa Krisna Wisnu Wardhana Kurnia Eryani Kurniawati, Yuwandira Larasati, Arindra Luluk Ria Rakhma Maryati Maryati Maulana, Fahmi Alief Mawarni, Virga Mentari Serlya Hidayah Mika Tri Kumala Swandari Mika Tri Kumala Swandari Mubarok, Afrizal Muhammad Da&#039;i Muhammad Falakhuddin Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Muhammad Raihan Naufal Nasihah, Rosyidah Hafidzatun Naufal, Muhammad Raihan Niken Dyaharesti Nining Lestari Nur Mahmudah Nur ‘Azah Palupi, Devita Niken Permata, Almira Pinasthika, Shinta Purbowati, Adilah Rahma Prasdinar Anggraini Rahmana, Andrea Yovva Ramadhani, Amalia Ramarohasina, Mika Notahiana Ramdani, Tasya Eka Rasma Panji Setiawan Ratsimandresy, Neciah Fahombiazana Refsya Azanti Putri Rima Munawaroh Rita Wijayanti Rizki Aulia Ramadhan Rosyidah Hafidzatun Nasihah Salima, Tansa Sania Nayasari Khoirunnisa Savitri, Ayu Intan Septiani, Adiva Metri Setiawan, Panji Rasma Shabrina, Diva Ratna Sulistyani Sulistyani Tansa Salima Tanti Azizah Sujono Tri Agustina, Tri Triyatno, Sabrina Azizah Wahyu Utami Wardhana, Krisna Wisnu Wibowo, Farrel Maulana Widya Diniawati Wijayanti, Anggun Tri Wulida Nuril Fajriyah Yuka Aulia Rahma Yuniasti, Lainisah Purna Zahidah, Fairus Zahratunisa, Namira Zakky Cholisoh