Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MODEL KOLABORASI GURU BIMBINGAN KONSELING DENGAN GURU MATA PELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA CERDAS ISTIMEWA Hastiani, Hastiani
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 1 (2014): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Edukasi: Jurnal Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.254 KB)

Abstract

Diperlukan kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal tanpa mengabaikan pelayanan akademik siswa Cerdas Istimewa, agar siswa Cerdas Istimewa mampu berkomunikasi. Masalah penelitian ini “Bagaimana model kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru Mata Pelajaran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak?. Subjek penelitian ini berjumlah 10 orang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling serta guru Mata Pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Simpulan hasil penelitian, kolaborasi guru Bimbingan dan Konseling dengan guru mata pelajaran untuk siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak pada kegiatanakademik melalui layanan pendidikan khusus akselerasi dan enrichment. Modelkolaborasi guru BK dengan guru mata pelajaran untuk keterampilan komunikasiinterpersonal siswa Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak, meliputi : (a) rasional, (b) Visi dan Misi, (c) Pengertian, (d) Tujuan, (e) Asumsi, (f) Prinsip kolaborasi, (g) Mekanisme kolaborasi, (h) Target Pengembangan, (i) Materi Kolaborasi, (j) Kegiatan kolaborasi. Saran meliputi, Bimbingan dan Konseling harus menjadi bagian dari layanan terhadap siswa Cerdas Istimewa, model ini dapat menjadi salah satu sumber acuan dalam mengembangkan ilmu Bimbingan dan Konseling berdasarkan keperluan siswa Cerdas Istimewa dan kolaborasi sekolah pelaksana layanan kelas khusus Cerdas Istimewa pada umumnya.Kata Kunci: Kolaborasi, Cerdas Istimewa, Keterampilan Komunikasi Interpersonal.
KERJASAMA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN GURU MATEMATIKA DALAM PENGEMBANGANBAKAT AKADEMIK KHUSUS MATEMATIKASISWA KELAS CERDAS ISTIMEWA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 PONTIANAK -, Hastiani; -, Rustam
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i1.435

Abstract

Masalah umum adalah Bagaimanakah kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan guru matematika dalam pengembangan bakat akademik khusus matematika siswa kelas cerdas istimewa SMA Negeri 3 Pontianak ? Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang Kerjasama Guru Bimbingan dan Konseling Dengan Guru Matematika Dalam Pengembangan Bakat Akademik Khusus Matematika Siswa Kelas Cerdas Istimewa SMA Negeri 3 Pontianak. Variabel penelitian ini adalah kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan guru matematika dalam pengembangan bakat akademik khusus matematika siswa kelas cerdas istimewa. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bentuk studi survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung dan teknik komunikasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan wawancara menggunakan panduan wawancara. Analisis data dengan teknik perhitungan persentase, secara umum disimpulkan kerjasama guru bimbingan dan konseling dengan guru matematika dalam pengembangan bakat akademik khusus matematika siswa kelas cerdas istimewa SMA Negeri 3 Pontianak terlaksana sangat baik. Saran yang diberikan bagi: (1) Siswa, meningkatkan keaktifan untuk mencari literatur materi matematika, mengikuti les di luar sekolah. (2) Guru bimbingan dan konseling, aktif memberikan layanan informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bakat akademik khusus matematika.(3) Guru matematika mengikuti pembinaan kompetensi melalui pelatihan, memahami perbedaan kepribadian siswa sehingga dapat melayani sesuai kebutuhan siswa kelas cerdas istimewa. (4) Kepala Sekolah, mengalokasikan dana sebagai upaya melengkapi sarana dan prasarana untuk pengembangan bakat akademik khusus matematika siswa kelas cerdas istimewa di sekolah.
Bibliocounseling Berbasis Nilai Kearifan Lokal Robo-Robo Etnis Melayu Sebagai Penegasan Identitas Diri Remaja Pontianak Hastiani, Hastiani; Rustam, Rustam; Heriyani, Eka
SOLUTION, Journal of Counseling and Personal Development Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.607 KB)

Abstract

Fenomena krisis identitas diri remaja Pontianak yang tidak sesuai dengan pengharapan ideal orang tua dan pesan para leluhur dalam falsafah etnis Melayu. Tujuan dari pembahasan topik ini ialah untuk mendeskripsikan fenomena perilaku social remaja saat ini yang sangat bertentangan dengan pesan adat, petuah orang tua dalam falsafah hidup etnis Melayu Pontianak. Memaparkan perubahan gaya hidup remaja yang mengikuti trend western, dari cara berkomunikasi, lunturnya kepedulian dan kesopanan hingga bergaya hidup mewah atau hedon yang tidak sesuai dengan kemampuan diri.  Diperlukan adanya penanaman dan pemahaman kembali atau rekonstruksi terhadap nilai-nilai yang terdapat dalam pesan adat sebagai ciri dan identitas diri etnis Melayu. Pesan adat etnis melayu merupakan kearifan lokal yang diimani oleh masyarakat Melayu sebagai pedoman hidup manusia dan makluk Tuhan YME. Nilai-nilai pesan adat ini tertuang dalam kearifan lokal yang disebut Robo-Robo. Masyarakat Melayu meyakini bahwa nilai adat Robo robo merupakan pesan untuk menjadi pribadi yang beradat sesuai falsafah hidup etnis Melayu. Nilai-nilai adat dalam Robo-Robo merupakan representative dari nilai Islam, karena agama Islam merupakan Identitas religi orang Melayu. Upaya menanamkan kembali nilai-nilai dalam adat Robo-Robo kepada remaja di Pontianak, diperlukan media yang digunakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling. Media yang dipilih dan dapat digunakan sebagai alat bantu diri yakni media Bibliocounseling. Bibliocounseling mempunyai manfaat sebagai nurturent effect yakni diperolehnya pengetahuan tentang materi bacaan, timbul sikap kritis, dan menambah wawasan remaja melalui penumbuhan kesadaran khususnya moral. Melalui Bibliocounseling dapat sepenuhnya memasuki peran baru, dapat membawa individu seolah olah merasa dan terbawa dalam situasi peran dalam kehidupan.
Bimbingan Kelompok melalui Pendekatan Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa SMP Negeri 2 Pontianak Amelia Atika; Hastiani Hastiani; Rustam Rustam
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v14i1.281

Abstract

Penelitian dilakukan pada siswa SMP Negeri 2 Pontianak Tahun Ajaran 2015/2016, bertujuan untuk Mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok melalui pendekatan tutor sebaya untuk meningkatkan kemandirian belajar pada siswa SMP Negeri 2 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan bimbingan dan konseling. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung dan teknik komunikasi tidak langsung dengan alat pengumpul data panduan wawancara, dan angket pedoman observasi. Subjek penelitian adalah 10 siswa dan 1 guru Bimbingan dan Konseling. Hasil dari penelitian, bahwa layanan bimbingan konseling kelompok melalui pendekatan tutor sebaya dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Identification of saprahan values as formers of gifted students empathy in high school students in pontianak Hastiani Hastiani; Rezki Hariko
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 3, No 1 (2019): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.202 KB) | DOI: 10.24036/0058za0002

Abstract

Gifted students tend to have too perfectionistic social skills, want others to be in accordance with the desired logic, comfortable interacting with students with homogeneous characteristics. This tendency can be modified by school counselors through the integration of the values of Saprahan local wisdom into guidance and counseling services. The values contained in Saprahan are used as the formation of students' empathy skills. Thus, gifted students have concern for other colleagues, can interact well with students of various characters, accept the shortcomings of other friends, embrace and help other friends, be polite in communicating, and not demean other friends.
Student Empathy Resilience Design Model in Group Counselling Learning Indri Astuti; Hastiani Hasti
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 1 (2022): March 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.543 KB) | DOI: 10.30596/bibliocouns.v5i1.6602

Abstract

The purpose of this study was to describe a resilience design model in increasing student empathy through group counselling. The research data were collected by survey using inventory and interview instruments. The data were analysed by percentage for the results of the inventory and interview with qualitative descriptions. There were 68 respondents for guidance and counselling students. The results showed that the resilience of students empathy were generally high, meaning that the resilience of students empathy were theoretically high. Furthermore, in order, the highest empathy resilience aspects are optimism, causal analysis, empathy, self-efficacy, reaching out, emotion regulation, impulse control. These findings suggested that students have a strong belief that problems could be solved by the toughness ability to optimize empathy in solving group member problems. Therefore, it was necessary to design a collaboration model between PEDATI and group counselling to increase student empathy through group counselling practice. The design step of the collaborative model of PEDATI and group counselling was systematic and systemic, so that it could serve as a guideline for lecturers and guidance and counselling teachers in carrying out group counselling learning.
Percaya diri dalam belajar Sekolah Menengah Pertama Anita; Martin; Hastiani
JURNAL SPIRITS Vol 11 No 2 (2021): Konsep Ki Hajar Dewantara dalam Pendidikan
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap individu memiliki tingkat percaya diri yang berbeda dengan adanya percaya diri yang optimal maupun belum optimal. Hal tersebut membuat individu dengan percaya diri yang belum optimal dapat membuat ia tidak berkembang dalam segala hal. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami percaya diri siswa dalam belajar pada kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bengkayang pada aspek rasional, tanggung jawab, objektif, rasional dengan fokus penelitian pada aspek rasional. penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan skala percaya diri, observasi, wawancara dan dokumentasi, analisis data yang digunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian dengan tingkat percaya diri siswa kelas VII masuk dalam kategori belum optimal dalam belajar pada aspek rasional dan realistis dengan indikasi siswa merasa gugup jika ditanya oleh Bapak/Ibu Guru.
Peranan Filsafat Ilmu Bimbingan dan Konseling dalam Kompetensi Konselor Multikultural di Indonesia Hastiani Hastiani; Nurul Rahmi
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2021
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v7i1.8425

Abstract

Philosophy of science is the founfation of implementation for guidance and counseling services, leading the councelor to the concept about substances and human roles in counseling process. Philosophy of science as the Mother of Science becomes a frame work for councelor in providing assistence process to individual. The important role of philosophy of science as an insight which used by the councelor in his insight  for doing  therapheutics, using critical thinking skill to know about the human condition. Viewing the very diverse of Indonesian society such as ethnicities, religions, values, and perspectives. The condition of diversity becomes a challenge for current guidance and counseling and future expectations in multicultural counseling. The competence of councelor in muliticultural counseling can not be separated in the study of philosophy of guidance and counseling, because that is the foundation for the implementation of multicultural guidance and counseling services in Indonesia
Pelatihan Pengembangan Konsep Diri Anak Binaan di LPKA Kota Pontianak Novi Andriati; Hastiani Hastiani; Hendra Sulistiawan; Kamaruzzaman Kamaruzzaman; Riki Maulana; Galuh Hartinah; Ema Sukmawati; Hendrik Hendrik; Amelia Atika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.549 KB) | DOI: 10.55338/jpkmn.v3i1.339

Abstract

Para pelanggar hukum saat ini tidak hanya dari kalangan orang dewasa saja, namun juga melibatkan anak anak. Anak yang berpekara hukum dibatasi dengan rentang usia antara 8 sampai dengan 18 tahun sesuai dengan (UU RI no. 23 tahun 2007). Secara psikologis pada usia tersebut, anak masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya untuk meningkatkan konsep dirinya. Namun karena terlibat proses hukum maka mereka harus memikul tanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dengan masuk dalam lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). Program pembinaan yang dilakukan di LPKA akan berjalan efektif dengan adanya bimbingan kelompok ataupun individual yang melihat sudut pandang dari anak, dan juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dengan memperhatikan faktor efektivitas pembinaan yang dijalankan dan ketercapaian bagi anak binaan.
User rating on the eligibility of the KIPAS model counseling steps Andi Mappiare-AT; Lutfi Fauzan; Hasti Hastiani
Konselor Vol 9, No 3 (2020): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.454 KB) | DOI: 10.24036/0202093109915-0-00

Abstract

This research examines the Konseling Intensif dan Progresif yang Adaptif terhadap Struktur counseling model (KIPAS) based on Indonesia's archipelago. In English, this means Intensive and Progressive Counseling Adaptive to Structure. The model constitutes good news (Kabar gembira), data integration and Internalization (Integrasi dan internalisasi data), action planning (Perencanaan tindakan), plan actualization (Aktualisasi rencana), and celebration or certification (Selebrasi/Sertifikasi). Together, these steps form an acronym of KIPAS, a counseling model whose steps should be tested empirically to describe the users’ expectations or ratings. Data were collected using a satisfaction scale and analyzed in a descriptive percentage. The results show that the KIPAS steps are applicable, with user ratings ranging from very feasible to quite feasible.