Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Mencegah Perdarahan dengan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan terhadap Tanda Bahaya Perdarahan Ibu Hamil Dewi Parwati; Rosita, Rosita; Sormin, Roslin E. M; Mildaratu, Mildaratu; Lubis, Halimatussakdiyah; Wijayati, Lumastari Ajeng
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46149

Abstract

Perdarahan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil di Indonesia. Deteksi dini melalui pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil terhadap tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.Mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil terhadap pencegahan perdarahan melalui pengenalan tanda bahaya.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas X, diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,005), dan keterampilan (p=0,001) terhadap pencegahan perdarahan.Pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu hamil sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengenali dan mencegah perdarahan kehamilan.
Hubungan Pernikahan Dini dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Hajrah, Fifit; Parwati, Dewi; Rismaida, Martalina; Fadhilah, Iin; Nur, Armiyati
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i1.224

Abstract

Anemia in pregnant women is a health problem that can increase the risk of pregnancy and childbirth complications. This study aims to analyze the relationship between early marriage and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Binanga Health Center. The study used a cross-sectional design with a sample of 58 pregnant women selected by purposive sampling. Data were collected through interviews, measuring the upper arm circumference (MUAC), and examining hemoglobin levels, then analyzed using the Chi-square test and logistic regression. The results of this study show that early marriage and the nutritional status of pregnant women are significantly related to the incidence of anemia. Women who marry at a young age and have poor nutritional status are at a higher risk of experiencing anemia. Therefore, it is necessary to improve education about early marriage and ensure optimal nutrition before and during pregnancy. Intervention programs focusing on nutritional screening and anemia in adolescent girls and prospective brides are crucial to reduce the incidence of anemia in pregnant women and improve the health of both mothers and babies.
Pentingnya Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi Di Desa Boda-Boda Kabupaten Mamuju Dewi Parwati; Kiki Uniarti Thalib
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): Juli : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.663 KB) | DOI: 10.56910/safari.v2i3.205

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu cairan yang terbentuk dari campuran dua zat yaitu lemak dan air yang terdapat dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang dihasilkan oleh kelenjar payudara ibu dan bermanfaat sebagai makanan bayi (Maryunani, 2013). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja, tanpa memberikan makanan atau minuman lain kepada bayi sampai bayi berusia enam bulan, kecuali vitamin, mineral, obat-obatan, dan garam rehidrasi oral. Suatu kenyataan bahwa mortalitas (angka kematian) dan morbiditas (angka terkena penyakit) pada bayi ASI eksklusif jauh lebih rendah dibanding dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI. Anak yang sehat tentu akan lebih berkembang 10 kepandaiannya dibanding anak yang sering sakit terutama bila sakitnya berat. Ide pokok yang mendasari rencana Pengabdian Masyarakat ini adalah dalam rangka memenuhi Tri Dharma Pengabdian Masyarakat Bidan Pendidikan Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah ingin melaksanakan program penyuluhan di Desa Boda-Boda yang bertujuan untuk mengajarkan Ibu Nifas bagaimana cara pemberian ASI Ekslusif pada bayi dengan benar. Berhubungan dengan hal tersebut, maka kami mengajukan proposal kepada ketua yayasan agar kami diberi bantuan untuk melaksanakan baksos.
Peran Dukungan Sosial Terhadap Keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Era Digital Adisty Dwi Treasa; Dewi Parwati; Herlina; Risma Putri Utama; Halimatussakdiyah Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2632

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan langkah awal yang krusial dalam menjamin keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan meningkatkan kelangsungan hidup bayi. Meskipun IMD direkomendasikan oleh WHO dan Kementerian Kesehatan RI, tingkat keberhasilannya di berbagai wilayah Indonesia masih bervariasi. Salah satu faktor yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan IMD adalah dukungan sosial, baik dari keluarga, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Di era digital, bentuk dukungan sosial turut berkembang melalui media digital seperti grup WhatsApp, forum ibu menyusui, dan aplikasi edukasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial—baik konvensional maupun digital—dengan keberhasilan pelaksanaan IMD pada ibu postpartum. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 120 ibu postpartum diambil secara purposive dari empat rumah sakit di Jawa Barat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dan keberhasilan IMD (p < 0,05). Ibu yang menerima dukungan tinggi dari suami, tenaga kesehatan, serta memiliki akses informasi melalui media digital memiliki peluang keberhasilan IMD yang lebih tinggi. Dukungan tenaga kesehatan merupakan prediktor dominan dalam model regresi (OR = 3,9; CI 95% = 1,8–8,3). Dukungan sosial berperan penting dalam menunjang keberhasilan IMD. Optimalisasi peran keluarga, tenaga kesehatan, dan media digital sebagai sumber informasi dan motivasi perlu diperkuat dalam program promosi kesehatan ibu dan anak di era digital.
Strategi Peningkatan Kompetensi Digital Bidan dalam Era Kesehatan 5.0 Dewi Parwati; Delimayani; Warda M; Ria Gustiani; Adisty Dwi Treasa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2893

Abstract

Transformasi digital dalam dunia kesehatan menuntut peningkatan kompetensi digital tenaga kesehatan, termasuk bidan. Era Kesehatan 5.0 menekankan pendekatan human-centered yang didukung oleh teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan big data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi digital bidan guna menunjang pelayanan kebidanan yang adaptif dan berkualitas di era digital. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka dan wawancara mendalam pada 12 bidan di Puskesmas dan rumah sakit di wilayah Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital bidan masih terbatas pada penggunaan teknologi dasar seperti aplikasi e-Kohort dan sistem informasi kesehatan ibu dan anak (SIKIA). Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan berkelanjutan, penguatan kurikulum digital di pendidikan kebidanan, dan penyediaan platform pembelajaran digital. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi digital bidan memerlukan kolaborasi lintas sektor serta integrasi teknologi dalam sistem pelayanan kebidanan.
PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI ANAK DI DESA TANGKIL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SENTUL Saputri, Nurul Aini Suria; Parwati, Dewi; Firdaus, Yulfira; Hasibuan, Evis Ritawani; Fitri, Lidia; Pannyiwi, Rahmat
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49479

Abstract

Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun, dikenal sebagai fase emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan kualitas hidup seseorang di masa depan. Kekurangan gizi pada periode ini dapat mengakibatkan dampak jangka panjang seperti stunting, hambatan perkembangan otak, hingga menurunnya produktivitas di usia dewasa. Desa Tangkil, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sentul, merupakan salah satu daerah yang menghadapi masalah gizi anak dan prevalensi stunting yang memerlukan intervensi promotif-preventif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1000 HPK melalui kegiatan promosi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah edukatif, diskusi interaktif, dan demonstrasi pembuatan MP-ASI dengan bahan pangan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai nutrisi ibu hamil, ASI eksklusif, dan MP-ASI tepat waktu dari 40% menjadi 85%. Peserta juga menyatakan komitmen untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa promosi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran pentingnya 1000 HPK, yang diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dan meningkatkan status gizi anak di Desa Tangkil.
Breast Care for Pregnant Women to Increase Mother's Milk Production in the Working Area of the Lotang Salo Health Center Parwati, Dewi; Hasibuan, Evis Ritawani; Ambarawati, Eny Retna; Reffita, Lea Ingne; Mansur, Tri Novianty; Ula, Zumrotul
International Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v1i4.195

Abstract

Breast care for pregnant women that has been carried out so far is still oriented towards providing counseling or in other words, the emphasis is more on increasing knowledge and not specifically on implementation, nor has an evaluation been carried out on the results of post-counseling knowledge absorption so it is difficult to measure and assess how much application of their knowledge of breast care. This study aims to determine the effect of breast care on increasing breast milk production in Post Partum mothers at the Lotang Salo Sidrap Health Center. The results of the study show that 95% of 20 pregnant women performed breast care in the form of Breast Exercise/Breast Massage, pregnant women who underwent breast care. Her breast milk comes out smoothly at 95%. Results Daily breast milk production on the first day was 10-30 cc/day in 8 people (40%) and 20-40 cc/day was also in 8 people (40%), on the second day breast milk production was 40-60 cc/day in 10 people (50%), while on the third day breast milk production increased to 60-80 cc/day in 15 people (75%). The results of the study also showed that 15 pregnant women who did not take care of their breasts had poor milk production (75%) and 5 people (25%) did not produce breast milk. From the results of this research, it was concluded that pregnant women prefer breast care with breast massage; Breast Care with Breast Exercises/Breast Massage produces smoother milk production; Pregnant women who perform breast care have a significant effect on increasing breast milk production.
Mengembangkan literasi matematis melalui pembelajaran interaktif: Perspektif guru matematika Maqsadah, Rayyan; Parwati, Dewi; Fitriani, Elza; Rahmah, Hayyinur; Ela, Ela; Atsnan, Muh Fajaruddin
Teacher in Educational Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ter.v7i2.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru dalam peningkatan kemampuan literasi matematis siswa. Studi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara terstruktur kepada guru matematika di SMAN 1 Sungai Loban, dilengkapi pencatatan reflektif praktik pembelajaran. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi strategi, hambatan, dan prasyarat pendukung. Hasil menunjukkan peran guru berpusat pada: (1) penguatan kompetensi profesional melalui pelatihan—termasuk modul PMM—dan adaptasi kurikulum; (2) rekayasa iklim kelas yang menumbuhkan mindset positif terhadap matematika; (3) desain pembelajaran interaktif berbasis konteks yang mengintegrasikan pemecahan masalah, diskusi terarah, dan representasi multiple; serta (4) dukungan motivasional melalui umpan balik formatif dan penetapan tujuan belajar yang jelas. Hambatan yang menonjol meliputi minat belajar yang rendah, kebiasaan belajar pasif, kesulitan menerapkan penalaran dalam soal nonrutin, dan keterbatasan paparan terhadap soal menantang. Solusi yang disarankan mencakup penataan rutinitas problem solving bertahap, scaffolding strategi berpikir, tugas autentik kontekstual, serta kolaborasi guru untuk kurasi bank soal literasi. Temuan menegaskan bahwa peran guru yang konsisten pada aspek perencanaan, orkestrasi diskusi, dan asesmen formatif berkontribusi pada penguatan literasi matematis. Studi ini menyarankan pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan sumber belajar untuk memperluas dampak praktik.   Developing mathematical literacy through interactive instruction: Mathematics teachers’ perspectives   Abstract: This study describes teachers’ roles in improving students’ mathematical literacy. A qualitative descriptive approach was employed using structured interviews with mathematics teachers at SMAN 1 Sungai Loban, complemented by reflective notes on classroom practices. Data were thematically analyzed to identify strategies, obstacles, and enabling conditions. Findings indicate four focal roles: (1) strengthening professional competence through training—including PMM modules—and curriculum adaptation; (2) cultivating a classroom climate that promotes positive mindsets toward mathematics; (3) designing interactive, context-rich lessons that integrate problem solving, guided discussion, and multiple representations; and (4) providing motivational support via formative feedback and clear learning goals. Prominent challenges include low student interest, passive study habits, difficulties applying reasoning to non-routine items, and limited exposure to demanding tasks. Suggested solutions involve staged problem-solving routines, scaffolding of thinking strategies, contextual authentic tasks, and teacher collaboration to curate literacy-oriented item banks. Overall, consistent attention to lesson planning, discussion orchestration, and formative assessment supports the development of mathematical literacy. The study recommends ongoing professional development and improved access to learning resources to broaden the impact of these practices.
Intimate Organ (Vaginal) Hygiene on Knowledge and Behavior During Menstruation in Girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi Dewi Parwati; Susanti; Zumrotul Ula; Samila; Lumastari Ajeng Wijayanti; Hartaty
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7: JULY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5624

Abstract

Background: Background: Cleanliness of the genital area, especially during menstruation, is often ignored by women. During menstruation, blood and sweat come out and stick to the vulva, which can cause the genital area to become damp. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 Kec. Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi. Method: This research uses a correlation research design with a cross sectional approach. Data collection uses questionnaires. Data analysis uses univariate and bivariate data analysis. Results: The results of the study showed that almost half had good knowledge (39.75%), half had sufficient knowledge (50%), and a small number of respondents had poor knowledge (11.25%). The majority behaved well (85%) and a small proportion of respondents behaved badly (15%). Conclusion: it was found that there was a relationship between knowledge and vulva hygiene behavior during menstruation in girls at SMP Negeri 12 with a p value of 0.000.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Pada Siswa SMPN 4 Mamuju Nur, Akbar; D, Yuliana; Ibrahim, Ikhsan; Suaib, Suaib; Parwati, Dewi; Thalib, Kiki Uniatri; Purnomo, Edi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2044

Abstract

Keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat diajarkan kepada masyarakat umum dan tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan saja namun juga kepada masyarakat umum dengan memberikan edukasi dan pelatihan BHD awam. Saat ini diharapkan kepada setiap orang harus memiliki kemampuan dalam memberikan pertolongan bantuan hidup dasar dimana kemampuan ini sangat dibutuhkan karena didalamnya telah diajarkan keterampilan dan teknik dasar dalam melakukan pertolongan kepada korban dari berbagai kecelakaan maupun kejadian yang tidak diharapkan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan BHD kepada siswa SMPN 4 Mamuju. Pengetahuan, pandangan, sikap dan keputusan pada siswa sangat berpengaruh dalam pengambilan Keputusan Tindakan BHD. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini, dilakaukan dengan tiga sesi yaitu; pada sesi satu telah diberikan edukasi BHD, kemudian pada sesi ke dua melakukan simulasi atau demonstrasi terkait pemberian BHD. Pada sesi ketiaga kegiatan pengabdian masyarakat ini telah dilakukan perlombaan ketangkasan dalam melakukan BHD kepada masing-masing perwakilan sebanyak 2 orang dari 5 kelompok. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan siswa SMPN 4 Mamuju yang telah mengikuti edukasi dan Pelatihan BHD dapat memahami materi penyuluhan dan pelatihan BHD, pengabdaian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BHD serta mampu mempratekkan dan mengimplementasikan dalam melakukan BHD dengan baik dan benar jika mendapatkan korban yang membutuhkan pertolongan pertama.