p-Index From 2021 - 2026
6.002
P-Index
This Author published in this journals
All Journal WALISONGO INFERENSI Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Jurnal Dinamika Hukum KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) Jurnal Ilmiah Peuradeun ARISTO Journal of Islamic World and Politics Jurnal SOLMA community: Pengawas Dinamika Sosial Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton PINISI Discretion Review Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Masyarakat Maritim GUYUB: Journal of Community Engagement Progress in Social Development Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Social Science Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Journal Publicuho Balale' : Jurnal Antropologi International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Radisi Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum International Journal of Education, Vocational and Social Science Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
Claim Missing Document
Check
Articles

FIGURING BIDAI CRAFTSWOMEN’S FUTURE IN THE UPCOMING ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC): CASE STUDY IN THE BORDERLAND OF JAGOIBABANG Syarifah Ema Rahmaniah; Pabali Musa; Annisa Rizqa Alamri; Ira Patriani; Elyta Elyta; Muhammad Adam Abd Azis
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.65 KB) | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5781

Abstract

Poverty on the country became a classic phenomenon that has not been resolved properly. The poverty of woman in the country veranda district Jagoibabang Bengkayang. Plantation in women and the double burden of women, the issue of trafficking in women and the exploitation of women can not be separated from women’s lives on the porch country. this research uses qualitative method, using indepth interview and data collecting technique to some splint artisans in Jagoi Village. This research describes the socio-economics dynamic of artisans in Jagoi Babang spilnt as mean to preserve the local culture that exists. There are two interesting things from this splint handicraft. First, this craft is does by ethnic Dayak and Malay. Second, most of these artisans are women. That is, solints have the opportunity as a medium of bonding relations between etnics group and at the same time as an effort to strengthen the capacity of women to preserve local wisdom and improve their family welfare. Interestingly, more dayak and Malay woman are move from spar production sector than men who are more involved in the trade sector of splint at regional, national to foreign levels. Third, this study also to explain the prepared, provlems and challenges of women handicraftsmen in facing the MEA. Therefore, this research is a descriptive framework to contribute the policy of business incubator program for female artisans toget gender equity to be strived in improving family welfare marked by increasing knowledge and awareness of the importance of business incubator in face of MEA.
Pembangunan Pariwisata Perbatasan (Border Tourism) Berbasis Pengarusutamaan Gender Siti Arieta; Nikodemus Niko; Syarifah Ema Rahmaniah; Rupita Rupita; Teguh Setiandika Igiasi
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 3 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.162 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i3.2151

Abstract

Pembangunan wilayah perbatasan merupakan pusat perhatian pemerintah baik daerah maupun pusat. Upaya terencana ini bertujuan untuk mengubah wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial, ekonomi dan keterbatasan fisik, terutama dalam pemberdayaan perempuan perbatasan. Keterbatasan sumber daya maupun akses wilayah yang dihadapi perempuan menjadikan mereka rentan terhadap kemiskinan, eksploitasi hingga kekerasan dalam rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan eksplorasi data primer dan sekunder berbasis repositori daring. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka tidak terstruktur. Penelusuran daring terhadap data BPS dan menggunakan data kabupten/kecamatan di perbatasan. Berdasarkan pembahasan, temuan studi awal penelitian ini yaitu belum adanya inisiatif pengarusutamaan gender (PUG) pada sektor pembangunan wisata perbatasan di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau. Sehingga keterbatasan perempuan terhadap akses kepariwisataan ditandai dengan rendahnya partisipasi mereka dalam pembangunan. Artinya bahwa pengarusutamaan gender dalam pembangunan masih perlu di evaluasi dalam pembangunan berkelanjutan daerah.
Kolaborasi Yayasan Palung dan Pelajar SMPN 03 Segedong Dalam Edukasi dan Kreativitas Pengelolaan Sampah Plastik Desita Sari; Syarifah Ema Rahmaniah; Agus Yuliono; Sonia Utami; Vindy Andraeni; Riska Wati; Anggi Jessica
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.967

Abstract

Permasalahan sampah yang semakin meningkat menjadi isu bersama yang harus dihadapi dan perlu solusi bersama. Di wilayah Segedong, Kabupaten Mempawah ternyata masyarakat kurang memperhatikan permasalahan sampah termasuk pengelolaannya. Permasalahan sampah berdampak pada bencana alam dan penyakit. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada siswa SMPN 03 Segedong adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa mengenai sampah, dampak sampah pada lingkungan, mampu membedakan sampah organik dan non organik dan cara kreativitas mengolah sampah menjadi barang yang bernilai guna. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi, edukasi dan workshop pengelolaan sampah. Sasaran kegiatan ini adalah para pelajar karena agar pelajar mengerti sangat pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan, serta membuat pelajar untuk dapat menanamkan kebiasaan mengelola sampah dengan baik. Hasil kegiatan berdasarkan hasil post-test adalah peningkatan pengetahuan siswa dalam menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah plastik. Secara praktik para siswa berhasil membuat lima tempat sampah sesuai dengan pembagian lima kelompok dan tempat sampah ini digunakan untuk tempat pembuangan sampah di SMPN 03 Segedong. Collaboration between the Palung Foundation and SMPN 03 Segedong Students in Plastic Waste Management Education and Creativity  The increasing waste problem is a common issue that must be faced and needs a joint solution.  In the Segedong area, Mempawah Regency, it turns out that the community pays little attention to waste problems, including its management.  The waste problem has an impact on natural disasters and diseases.  The purpose of implementing community service for SMPN 03 Segedong students is to provide knowledge and understanding to students regarding waste, the impact of waste on the environment, being able to distinguish between organic and non-organic waste and how to be creative in processing waste into valuable goods.  The method used is by providing outreach, education and waste management workshops.  The target of this activity is students because students understand the importance of waste management in the environment, and make students able to instill the habit of managing waste properly. The results of the activities based on the post test are an increase in students' knowledge in protecting the environment and managing plastic waste. Practically the students succeeded in making five trash bins according to the distribution of the five groups and the trash bins were used for garbage disposal at SMPN 03 Segedong.
STRATEGI PENGUATAN LITERASI DIGITAL BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENGAWASAN PILKADA DI KALIMANTAN BARAT Syarifah Ema Rahmaniah; Jumadi Jumadi; Annisa Rizqa Alamri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 1 (2022): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.57 KB)

Abstract

Prevention of violations can be used by increasing coordination and institutional cooperation by seeking synergies and also collaborative roles among stakeholders. This study aims to conduct a critical study of the conventional communication sovereignty model and attempt to reconstruct the importance of the community based communication sovereignty model, related to the importance of the community media with effort to build communication sovereignty in participatory election. This research uses descriptive qualitative. Data were obtained through indepth interviews, observation and literature study. Then the data analized with rationally based on certain logical. The result of this research found, 1) Monitoring Participatory election means public awareness and participation by monitoring the implementation of the election. 2) Conducting a study on election issues will help to prevent the violations. 3) Submitting information on alleged election violations and support the compliance of election participants & organizers to the provisionof laws and regulations
PERAN KOMISI PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN ANAK DAERAH (KPPAD) PROVINSI KALBAR DALAM MENANGANI PROSTITUSI ANAK REMAJA DI KOTA PONTIANAK Nurul Amira Fitriani; Arkanudin; Syarifah Ema Rahmaniah; Annisa Rizqa Alamri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.726 KB) | DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5602

Abstract

Kasus prostitusi yang terjadi saat ini sudah merambat di kalangan anak remaja, pemerintah membentuk sebuah lembaga khusus menangani kasus anak salah satunya adalah Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat sebagai wadah untuk menekan angka prostitusi anak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam kasus prostitusi remaja yang sedang meningkat. Penelitian ini menggunakan kualikatif deskriptif ditujukan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak informasi didapat dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa, 1) KPPAD Provinsi Kalimantan Barat melakukan upaya pencegahan yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat, serta bentuk penanganan yang dilakukan dengan memberikan advokasi perlindungan hukum serta mediasi terhadap anak remaja yang terlibat kasus prostitusi, 2) Efektivitas peran yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak.
Kerentanan Buruh Perempuan dalam Menjalankan Fungsi Keluarga Natalia A.I. Barage; Rupita Rupita; Syarifah Ema Rahmaniah; Diaz Restu Darmawan
Jurnal Community Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v9i1.5963

Abstract

This paper examines the social vulnerability that occurs to female workers at PT. Sintang Argo Mandiri in Sintang district. Through descriptive qualitative methods, this paper is able to describe how the forms of social vulnerability that occur in women workers and find out the causes of social vulnerability based on the results of interviews with women workers in oil palm companies. One of the key informants in this paper is the village head of Lengkenat. The results of the study found several forms of vulnerability that occurred in women workers such as marginalization. The form of vulnerability is in the form of lack of health insurance for female workers, double workload, and illegal levies between fellow employees. In addition, it was also found that the factors causing social vulnerability include internal factors such as age, low education level, and individual willingness to work. While external factors are women who experience economic difficulties, large number of family dependents, low husband's income, and wages from the company sector concerned.
PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI TIKALA DESA PASTI JAYA KECAMATA SAMALANTAN KABUPATEN BENGKAYANG Marini; Oktaulani Ayu Lestari; Herlan; Hasanah; Pabali Musa; Syarifah Ema Rahmaniah
KOMUNITAS Vol. 14 No. 1 (2023): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v14i1.7169

Abstract

BUMDes di Indonesia sudah dilaksanakan sejak tahun 2011, namun dalam praktiknya masih belum optimal, BUMDes dibentuk untuk membantu kesejahteraan Desa, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran BUMDes dalam pemberdayaan Masyarakat, serta menganalisis faktor pendorong dan Faktor penghambat peran BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat Tikala . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif yang bertujuan, informan pada penelitian ini sebanyak 5 orang dan lokasinya di Tikala Desa Pasti Jaya kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua program BUMDES yang telah berperan dalam pemberdayaan masyarakat yaitu Program Penunjang Pertanian dan Program Usaha Simpan Pinjam Kredit Makro, dan yang menjadi faktor pendorong BUMDes adanya kolaborasi dalam menjalankan peran BUMDes serta faktor penghambat adalah Anggaran yang terbatas dan SDM BUMDes yang tidak kompeten. Kesimpulan dari penelitian ini BUMDes memiliki peran dalam pemberdayaan masyarakat Tikala Desa Pasti Jaya Kata Kunci: BUMDes, Masyarakat, Pemberdayaan, Peran
Perubahan Sosial Masyarakat Setelah Dibentuknya Desa Wisata Kampung Caping Kecamatan Bansir Laut Kristin Apriliani Puspita Putri; Annisa Rizqa Alamri; Indah Listyaningrum; Rivella Irene; Riska Nawila; Agnes Nova Triyanasrani; Syf. Ema Rahmaniah Almutahar
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Biyan Edisi Khusus
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Tourism villages encourage social change in society that can help them develop their potential and social functioning. So that the existence of a tourist village can fully provide continuous benefits for local communities. Therefore this study aims to understand the stages of how Kampung Caping becomes a tourist spot. In this study, the tool used to analyze is Talcott Parson's AGIL theory, namely (1) adaptation, (2) goal attainment, (3) integration, and (4) latency, where this theory can see how society adapts to changes that are in the development of a tourist village. The research method used in this research is descriqualitative research, which directly reflects the atmosphere in the field directly in greater depth. In collecting data techniques are by observing, in-depth interviews, literature review, and also documentation. The results of this study confirm that there have been social changes that have occurred since 2018 now in local communities, which were originally slum areas have turned into clean, orderly, and tidy tourist areas. The community has also become more productive because there is a creative tourism community that accommodates the interests and talents of the Caping Village community, and there are culinary SMEs to support the development of the Caping Tourism Village. Abstrak Desa wisata mendorong adanya perubahan sosial pada masyarakat yang dapat membantu mereka untuk dapat mengembangkan potensi serta keberfungsian sosialnya. Sehingga keberadaan desa wisata dapat sepenuhnya memberikan kebermanfaatan secara kontinyu bagi masyarakat lokal. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk memahami tahapan mengenai bagaimana Kampung Caping menjadi tempat wisata. Dalam penelitian ini alat yang digunakan untuk menganalisis adalah teori AGIL Talcott Parson, yaitu (1) adaptasi, (2) pencapaian tujuan, (3) integrasi dan (4) pemeliharaan pola-pola, dimana teori ini dapat melihat bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan yang ada dalam pengembangan desa wisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mencerminkan suasana di lapangan secara langsung dengan lebih mendalam. Dalam pengumpulan data teknik yang digunakan ialah dengan melakukan observasi, wawancara mendalam, kajian literatur dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini meyakinkan bahwa terdapat perubahan sosial yang terjadi sejak Tahun 2018- hingga saat ini pada masyarakat lokal, yang awalnya merupakan kawasan kumuh telah berubah menjadi kawasan wisata yang bersih, tertata dan rapi. Masyarakat juga menjadi lebih produktif karena adanya komunitas wisata kreatif yang mewadahi minat dan bakat masyarakat Kampung Caping, serta terdapat UKM kuliner untuk menunjang perkembangan Desa Wisata Caping.
Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Kreasi Kue Tradisional Di Masa Pandemi Covid 19 Di Desa Punggur Kecil Kecamatan Sungai Kakap Fatmawati; Syarmiati; Syarifah Ema Rahmaniah; Rizki Ratna Paramita; Basuni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 2 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v2i2.158

Abstract

Essentially, the involvement of housewives in processing food ingredients into food has become a habit. Housewives’ skills to process food ingredients into food have added value to the food itself. However, all this depends on their determination to avoid food vulnerability. The target of the community service activities of the Student Creativity Program of the Faculty of Social and Political Sciences (PKM Fisip) of the Tanjungpura University, is the joint activities of the Women’s Family Welfare Program (PKK) and the Women’s Qur’anic Study Congregation (Majelis Taklim). This can be seen in the activities of the housewives in Punggur Kecil Village of Sungai Kakap Sub-District. Various types of food that can be processed into traditional cakes come from their own farms such as crop plants that can be processed into foods that have a high nutritional value, delicious taste and assured cleanliness. The housewives’ ability to process food to sell can increase family income.
FIGURING BIDAI CRAFTSWOMEN’S FUTURE IN THE UPCOMING ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC): CASE STUDY IN THE BORDERLAND OF JAGOIBABANG Syarifah Ema Rahmaniah; Pabali Musa; Annisa Rizqa Alamri; Ira Patriani; Elyta Elyta; Muhammad Adam Abd Azis
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5781

Abstract

Poverty on the country became a classic phenomenon that has not been resolved properly. The poverty of woman in the country veranda district Jagoibabang Bengkayang. Plantation in women and the double burden of women, the issue of trafficking in women and the exploitation of women can not be separated from women’s lives on the porch country. this research uses qualitative method, using indepth interview and data collecting technique to some splint artisans in Jagoi Village. This research describes the socio-economics dynamic of artisans in Jagoi Babang spilnt as mean to preserve the local culture that exists. There are two interesting things from this splint handicraft. First, this craft is does by ethnic Dayak and Malay. Second, most of these artisans are women. That is, solints have the opportunity as a medium of bonding relations between etnics group and at the same time as an effort to strengthen the capacity of women to preserve local wisdom and improve their family welfare. Interestingly, more dayak and Malay woman are move from spar production sector than men who are more involved in the trade sector of splint at regional, national to foreign levels. Third, this study also to explain the prepared, provlems and challenges of women handicraftsmen in facing the MEA. Therefore, this research is a descriptive framework to contribute the policy of business incubator program for female artisans toget gender equity to be strived in improving family welfare marked by increasing knowledge and awareness of the importance of business incubator in face of MEA.
Co-Authors Abas, Abas Agnes Nova Triyanasrani Alamri, Annisa Risqa Alamri, Annisa Rizqa Alfian, Andi Andi Alfian Andraeni, Vindy Anggi Jessica Anny Riwayati Antonia Sasap Abao Arkanudin Arkanudin Astira Basuni Bibi Suprianto Chainar, Chainar Dahniar Th. Musa Dede Oktavianus Desita Sari Desita Sari Desita Sari Diaz Restu Darmawan, Diaz Restu Elyta Elyta Elyta Elyta Endang Indri Listiani Enika Herawati Erwando, Erwando Fathmawati Fatmawati Fitriani, Nurul Amira Ghozali, Ahmad Gunawan Wibisono Halida Halida Hasan Amutahar Hasanah Hasni, Ali Almurthadho Hendra Ramdani Herlan Herlan Herlan Herlan Herlan Herlan Herlan Herlan, Herlan Hikmat, Ismunandy Miftahul Holik, Mat Indah Budiastutik Indah Listyaningrum Jumadi Jumadi Juminta, Juminta Kristin Apriliani Puspita Putri Listyaningrum, Indah Lubis, Ali Akhbar Abaib Mas Rabbani Lubis, Sopian Lusiandro Julian Petrix Marini . Marini Marini Meisya Dwi Lianti Metha Mirandimahyana Muhammad Adam Abd Azis Muhammad Iqbal Muhammad Musa Hasni Mukhlis Mukhlis Mutia Betania Natalia A.I. Barage Nikodemus Niko, Nikodemus Nurul Amira Fitriani Nurul Fadilah, Nurul Nurwijayanti Oktaulani Ayu Lestari Pabali Musa Pabali Musa Paramita, Rizqi Ratna Paramitha, Rizqi Ratna Patriani, Ira Petrix, Lusiandro Julian Praptantya, Donatianus BSE Purnawan, Endar Ramdani, Hendra Reiki Nauli Harahap Resdianti Resdianti Riska Nawila Riska Wati Rivella Irene Rizki Ratna Paramita Rizki, Abang Dede Predi Rupita Rupita, Rupita Rupita, Rupita Sari, Desita Septiaji Eko Nugroho Sikwan, Agus Siti Arieta Siti Izatul Zahra Sonia Utami Sopian Lubis Sri Martini Sri Nanto Sri Winarsih Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Syarmiati Syarmiati Syarmiati Syarmiati, Syarmiati Teguh Setiandika Igiasi Th Musa, Dahniar utami, sonia Vindy Andraeni Viza Juliansyah Wati, Riska Yulianti Yulianti Yulianti Yulianti Yuliono, Agus Zakiah Hasan Gaffar Zakiah Hassan Gaffar