Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pemeriksaan Teknis dan Nautis Kapal Perikanan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Jakarta Aprilia Syah Putri; Mestiria Harbani Sitepu; Fauzi Syahputra; Denta Tirtana; selly Ananda
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4526

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam aktivitas perikanan tangkap nasional. Dalam rangka menjamin keselamatan pelayaran dan operasional kapal perikanan yang sesuai standar, dilakukan pemeriksaan teknis dan nautis terhadap setiap kapal sebelum keberangkatan. Pemeriksaan ini menjadi syarat penting untuk memperoleh persetujuan berlayar (SPB) dari pihak Syahbandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan dan prosedur pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta, kesesuaian pemeriksaan kapal perikanan dengan standar yang telah ditetapkan, serta kendala atau hambatan yang dihadapi dalam proses pemeriksaan tersebut. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dan kuesioner dengan 30 responden yaitu petugas Syahbandar dan pihak kapal (nahkoda/ABK/pengurus kapal). Data sekunder diperoleh dari dokumen SOP, sedangkan data primer dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap pemeriksaan kapal serta dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prosedur dan tahapan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan di PPS Nizam Zachman Jakarta meliputi Persiapan Pemeriksaan, Pemeriksaan Teknis Dan Nautis Kapal, pemeriksaan Pengawakan, Pemeriksaan alat Penangkapan Ikan, Penetapan Hasil Dan Pelaporan serta pemeriksaan Formulir Pendukung. Dari 30 kapal yang diperiksa, Tingkat kepatuhan kapal terhadap standar teknis dan nautis mencapai 93%, dengan mayoritas aspek sudah sesuai, sebagian besar telah memenuhi standar yang ditetapkan dengan tingkat kepatuhan tinggi pada aspek alat tangkap, alat keselamatan, alat navigasi, komunikasi, permesinan, palka, pengawakan, dan tanda pengenal kapal (100% sesuai). Namun, masih terdapat kekurangan pada dokumen administratif (10% tidak sesuai) dan peralatan pemadam kebakaran (20% tidak sesuai). Selain itu, ditemukan beberapa kendala dalam proses pemeriksaan, seperti keterbatasan jumlah petugas, antrean kapal yang padat setelah libur panjang, jarak kapal yang jauh dari dermaga, serta faktor cuaca yang tidak mendukung.
PEMBUATAN OLAHAN IKAN KAKI NAGA, IBU-IBU GABUNGAN KELOMPOK NELAYAN KELAUTAN PERIKANAN (GAPOKAN) LAMPUNG Dona Setya; Rama Agus Mulyadi; Denta Tirtana; Fauzi Syahputra; Mestiria Harbani Sitepu; Mulkan Nuzapril; Aprilia Syah Putri; Muliawati Handayani; Eulis Marlina
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 2 (2023): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.7368

Abstract

Kaki naga ikan merupakan produk pangan yang dapat dijadikan sebagai lauk pauk dan juga sebagai cemilan. Karakteristik khas kaki naga ikan adalah memiliki tekstur yang kering, renyah, dan pada lapisan luar berkerak namun lembut dan basah di bagian dalam produk, sebagaimana produk gorengan. Berbagai jenis ikan dapat dimanfaatkan untuk produk kaki naga, salah satunya adalah ikan cakalang. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan bagi ibu-ibu nelayan GAPOKAN tentang pembuatan olahan ikan kaki naga, memberikan edukasi/kesadaran kepada masyarakat nelayan tentang manfaat konsumsi makanan olahan ikan sebagai pangan yang kaya gizi dan digemari terutama oleh anak-anak. Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat pesisir kota Bandar Lampung. Masyarakat ibu-ibu nelayan pesisir yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pengolah dna pemnasar hasil perikanan merupakan masyarakat yang langung bersentuhan dengan laut. Produk-produk perikanan mengandung nilai gizi yang tinggi serta tergolong dalam pangan fungsional yang baik untuk kesehatan. para wanita istri nelayan harus mempunyai pengetahuan tentang bagaimana menangani dan mengolah ikan yang benar disaat hasil tangkapan melimpah, serta memahami pentingnya memberi makanan yang sehat bagi keluarga terutama anak-anak balita.  
Pemetaan Zona Potensi Penangkapan Ikan Teri Berbasis Citra Satelit dan Aktivitas Kapal Perikanan di Perairan Teluk Lampung Mulkan Nuzapril; Dona Setya; Mestiria Harbani Sitepu
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 7 No 1 (2026): MANFISH JOUNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v7i1.1168

Abstract

The captured fisheries resource in Lampung Province have significant potential, particularly for anchovies. Anchovy is a small pelagic fish species commonly caught by fishermen in Lampung and holds significant economic value. This study aims to identify the spatial pattern of potential anchovy fishing zones based on satellite imagery and to integrate the spatial modeling results with information on fishing activities conducted by local fishermen. The satellite data used in this study include sea surface temperature (SST) and chlorophyll—a concentration derived from MODIS-Aqua imagery to represent environmental parameters, while vessel detection data (VBD) are used to indicate fishing activities. Data processing was conducted through spatial analysis to determine potential fishing zones based on a multi-parameter weighting approach. Validation was carried out by overlaying the modeling results with actual fishing locations obtained from fishermen. The results show that chlorophyll-a distribution ranges from 0.25 to 3.8 mg/m³, with the highest concentrations found in the northern coastal area of the bay, while sea surface temperature ranges from 28.63 to 30.86 °C. Potential anchovy fishing zones were largely identified around Pahawang Island, Pasaran Island, Sebesi Island, and the Krakatau archipelago, supported by high primary productivity and suitable temperature conditions. Interview results also indicate that fishermen consistently catch fish in these areas, with anchovies being the dominant catch throughout the year. This study confirms that satellite image analysis can provide accurate spatial information to support anchovy fishing activities in an effective, efficient, and sustainable manner.
SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN ALAT TANGKAP PAYANG DI PERAIRAN TELUK SEMANGKA KOTA AGUNG Novian Purwantoro; Mestiria harbani Sitepu; Fauzi syahputra
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v2i1.3465

Abstract

Perairan Teluk Semangka termasuk ke dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 572 yang memiliki potensi besar dari sisi sumberdaya ikan yang secara letak geografis berada pada 104º 32’ - 105º 08’ Bujur Timur dan 5º 30’ - 5º 55’ Lintang Selatan. Alat tangkap payang termasuk kelompok seine net adalah alat tangkap yang mempunyai bagian badan, sayap dan tali penarik, perut dan kantong. Tujuan dari proyek mandiri ini adalah untuk mengetahui titik lokasi daerah penangkapan ikan alat tangkap payang di perairan Teluk Semangka Kota Agung. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dengan penggunaan (GPS) Global Positioning System dan aplikasi ArcGIS dan mendapatkan 34 titik-titik koordinat daerah penangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 daerah penangkapan ikan alat tangkap payang yang berpontensi di perairan Teluk Semangka yaitu di bagian utara di koordinat 5°30. 376’ - 5°30.934’S dan 104°35.567’ - 104°36.200’E, di bagian timur di koordinat 5°33.633’ - 5°33.783’S dan 104°43.799’ - 104°43.950’E serta di bagian barat 5°34.218’ - 5°34.383’S dan 104°33.620’ - 104°33.769’E. Hasil tangkapan pada alat tangkap payang seperti ikan layang (Decapterus spp), teri (Engraulidae), selar (Atule mate), alu-alu (Sphyraena), tenggiri (Scomberomorini), kembung (Rastrelliger), simba (Caranx lugubris), dan marlin (Istiophoridae). Total produksi ikan pada Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Agung sampai bulan Oktober tahun 2023 berjumlah 247.290 ton.
TEKNIK PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI PADA KM SINAR SAMUDERA TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SELAT KARIMATA Agus Heri Kuswoyo; Fatoni Fatoni; Ully Wulandari; Mestiria harbani Sitepu
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v2i1.3506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap bouke ami serta hasil tangkapan yang dioperasikan di perairan selat karimata. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan yaitu dari bulan Maret hingga bulan Mei 2023 di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta dengan mengikuti kapal yang beroperasi di perairan selat karimata dengan metode observasi langsung. Analisis data menggunakan deskriptif dan analisis komposisi hasil tangkapan. Hasil pengamatan pada pengoperasian alat tangkap bouke ami yaitu terdapat tahapan persiapan, setting dan hauling. Alat tangkap yang digunakan memiliki panjang 18 meter dan lebar atau diameter jaring 16 meter dengan mesh size yang berbeda. Pada kaki jaring memiliki mesh size 5 cm terbuat dari bahan PE, badan jaring dengan mesh size 2 cm dan kantong jaring 1,5 cm. Hasil tangkapan didominasi cumi-cumi (loligo sp) sebanyak 255 kg, semampar (Pharaoh cuttle fish) sebanyak 25 kg dan blakutak (Squid sepiela) sebanyak 12 kg dengan nilai komposisi jenis terbesar pada jenis Loligo sp Sebesar 80% kemudian Pharaoh cuttle fish Sebesar 8 % diikuti Squid Sepiela sebesar 4 % dengan by-catch sebesar 8%.
PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BUBU DI KM. SRI ASIH PADA PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING Yan Zakri; Irvan Tiner; Mestiria Harbani Sitepu; Dona Setya
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v2i1.3561

Abstract

Potensi sumberdaya ikan di Provinsi Lampung cukup besar mengingat luasnya wilayah perairan yang ada di Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya ikan dilakukan dengan berbagai jenis alat penangkapan ikan di PPP Lempasing. Salah satu jenis alat penangkapan ikan yang umumnya digunakan adalah bubu (trap). Alat tangkap bubu dapat terbuat dari kayu, bambu, plastik, jaring, ataupun kawat. Pengoperasiannya dilakukan secara pasif, yaitu menunggu ikan masuk kedalam bubu dan terperangkap hingga tidak dapat keluar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap bubu dan hasil tangkapan bubu di KM. Sri Asih Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing. Pengambilan data di lakukan pada bulan Oktober sampai dengan bulan November 2022 di KM. Sri Asih Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing, Bandar Lampung. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pengoperasian alat tangkap bubu di KM. Sri Asih meliputi 5 tahapan pengoperasian yaitu, tahap persiapan, pencarian daerah penangkapan ikan, pemasangan bubu (setting), perendaman bubu (soaking), serta pengangkatan bubu (hauling). Pada alat tangkap bubu hasil tangkapan utama adalah rajungan dan kepiting. Sedangkan hasil tangkapan sampingan adalah keong siput, ikan kurisi, serta ikan kerapu.
PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN SET NET DENGAN ALAT BANTU LAMPU DI MUARA PANTAI HARAPAN TELUK SEMAKA KABUPATEN TANGGAMUS PROPINIS LAMPUNG Yusep Sugianto; syahrudin; Made Ariana; Agus Heri Kuswoyo; Mestiria harbani Sitepu; Fajar Hermawan
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i1.4076

Abstract

Kabupaten Tanggamus merupakan wilayah pesisir yang banyak penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan. Para nelayan ini tidak hanya menangkap ikan di laut, namun juga menangkap ikan di muara. Salah satunya muara Pantai Harapan yang terletak di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus. Nelayan yang menangkap ikan di muara ini menggunakan alat tangkap set net. Penggunaan lampu yang dipasang pada set net di muara Pantai Harapan umumnya menggunakan lampu berwarna putih. Nelayan setempat mengatakan alasan penggunaan lampu berwarna putih adalah karena warna ini lebih terang dibandingkan warna lainnya. Peneliti menyebutkan bahwa warna biru merupakan warna yang lebih efektif untuk menarik perhatian ikan dibandingkan warna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ikan yang ditangkap dengan alat tangkap set net dengan penarik cahaya berbagai warna, serta mengetahui spesies ikan apa saja yang tertangkap dengan alat set net. Penelitian ini bersifat eksperimental, yaitu suatu desain yang diujicobakan untuk memperoleh informasi mengenai masalah yang diteliti. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 unit jaring set, dan 3 unit lampu LED kedap air 36 watt bertenaga baterai kering dengan warna terang biru, hijau, dan putih. Hasil tangkapan dipisahkan berdasarkan spesies, dan berdasarkan unit jaring yang ditetapkan, kemudian dihitung jumlah ikan untuk setiap spesies. Data hasil tangkapan yang diperoleh selain persentase hasil tangkapan, juga mencakup data setiap spesies ikan yang tertangkap jarring set net. Sebanyak 175 ekor ikan dan udang berhasil ditangkap menggunakan set net dengan atraktor cahaya biru atau 41,97% dari total hasil tangkapan. set net dengan lampu hijau menangkap 123 ikan dan udang (29,50%), sedangkan set net dengan lampu putih menangkap 119 ikan dan udang atau 28,54% dari total tangkapan. Spesies udang (Macrobrachium equidens) merupakan spesies yang paling banyak ditangkap menggunakan set net, yaitu sebesar 35,97% dari total tangkapan set net. Ikan nila (Oreochromis niloticus) menyumbang 19,42%, ikan serideng (Ambassis nalua) 18,71%, ikan belanak (Moolgarda seheli) 17,75%, dan ikan buntal (Arothron hispidus) menyumbang 8,15% dari total tangkapan.