Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA ANAK AUTIS DI KOTA PONTIANAK ., Nurmanila; Fitriangga, Agus; Fahdi, Faisal Kholid
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v4i1.42040

Abstract

Latar Belakang : Autisme merupakan gangguan perkembangan berat yang muncul pada masa kanak-kanak dimulai dalam tiga tahun pertama kehidupannya dan berlanjut selama hidupnya bila tidak ditangani. WHO tahun 2018 melaporkan bahwa 1 dari 160 anak-anak memiliki gangguan spektrum autisme. Tahun 2019, sebanyak 91 anak terdiagnosis mengalami gangguan spektrum autis di kota Pontianak. Data ini diperoleh berdasarkan laporan 5 tempat penanganan anak dengan gangguan spektrum autis di kota Pontianak, Kalimantan Barat. Gangguan spektrum autisme dimulai dari masa kanak-kanak hingga bertahan hingga remaja dan dewasa. Pola asuh adalah salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap pembentukkan karakter anak. Tujuan : Mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh dengan interaksi sosial pada anak autis di kota Pontianak. Metode : Penelitian kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional dengan hipotesis Korelatif dengan responden 74 orang tua (ibu). Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Form dan kuesioner Checklist Evaluasi Terapi Autisme Uji yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Koefisien Contingency dengan pengambilan keputusan menggunakan nilai V Cramer’s. Hasil : Hasil penelitian ini didapatkan pola asuh demokratis (41,9%) yang menghasilkan interaksi sosial baik (24,3%). Nilai p 0,000 dan nilai or ik 95% 3,260 (1,246-8,533). Kesimpulan : Ada hubungan antara Pola asuh orang tua dengan interaksi sosial pada anak autisme di Kota Pontianak di karenakan berbagai faktor. Kata Kunci : Pola Asuh, Autisme, Interaksi Sosial. Referensi : 49 (2009-2019).
Edukasi dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Kom Yos Sudarso Pontianak Seprian, Dwin; Rahman, Ainun Najib Febrya; Septiani, Haryati; Fahdi, Faisal Kholid; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.17985

Abstract

ABSTRAK Lansia berada pada tahap akhir dari proses penuaan yang dimana memiliki resiko tinggi dalam masalah kesehatan. Pertambahan umur akan diikuti dengan penurunan fungsi tubuh, adanya penyakit, resiko jatuh, gangguan keseimbangan tubuh serta sistem kekebalan akan semakin berkurang. Hal ini menimbulkan masalah pada kualitas hidup. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup. Hasil pengabdian kepada masyarakat didapatkan data tingkat pengetahuan tentang kualitas hidup sebelum diberikan edukasi yaitu kategori tinggi sebesar 13,3%, kategori sedang sebesar 23,3% dan kategori rendah sebesar 63,4%. Sedangkan setelah diberikan edukasi tentang diperoleh pengetahuan pada kategori tinggi yaitu 80% dan kategori sedang yaitu 20%. Edukasi mampu meningkatkan pengetahuan lansia tentang cara meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Edukasi, Kualitas Hidup, Lansia  ABSTRACT The elderly are at the final stage of the aging process and are at high risk of health problems. Increasing age will be followed by a decrease in body function, the presence of disease, the risk of falls, disturbances in body balance, and the immune system will decrease. This causes problems with quality of life. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about improving their quality of life. The results of community service obtained data on the level of knowledge about the quality of life before being given education, namely the high category at 13.3%, the medium category at 23.3%, and the low category at 63.4%. Meanwhile, after being given education about knowledge, knowledge was obtained in the high category, namely 80%, and in the medium category, namely 20%. Education can increase elderly people's knowledge about how to improve their quality of life Keywords: Education, Quality of Life, Elderly
PENGARUH EDUKASI CUCI TANGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN SERUMPUN CAHAYA Dewi Amalia; Fradianto , Ikbal; Murtilita, Murtilita; Fahdi, Faisal Kholid
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 6 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v6i2.2196

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan merupakan salah satu dari beberapa unsur yang dapat mempengaruhi cuci tangan. Sangat penting bahwa setiap orang di masyarakat, terutama siswa dan siswi belajar dan memahami perlunya mencuci tangan sejak dini. Menggunakan media audio visual untuk mendidik masyarakat tentang hidup sehat, cuci tangan, dan topik lainnya adalah salah satu pendekatan untuk menyebarkan informasi. Tujan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre eksperimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini secara Non probability sampling dengan teknik Total sampling yang berjumlah 43 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed rangk test. Hasil: Sebelum diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan 33 responden atau 76,7% memiliki pengetahuan yang baik, 9 responden atau 20,9% memiliki pengetahuan cukup, dan 1 responden atau 2,3% memiliki pengetahuan kurang. Sesudah diberikan edukasi cuci tangan pada tingkat pengetahuan memiliki pengetahuan baik setelah mendapatkan edukasi cuci tangan 40 orang atau (93,0%), sedangkan pengetahuan cukup hanya 3 orang atau (7,0%). Hasil uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank tes dengan nilai p 0.000 atau p-value 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi cuci tangan menggunakan media audio visual terhadap tingkat pengetahuan santri di pondok pesantren serumpun cahaya.
GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA YANG MENGALAMI JERAWAT DI SMA NEGERI 8 PONTIANAK Alfiya, Siti; Maulana, M. Ali; Rahmawati, Nadia; Fahdi, Faisal Kholid; Mita, Mita
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol 7, No 1 (2025): May
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v7i1.94703

Abstract

Background: The problem with physical changes commonly experienced by teenagers is acne. Teenagers who experience acne often feel embarrassed and close themselves off from their environment, which affects their self-concept. Objective: To determine the description of self-concept in adolescents who experience acne at Senior High School 8 Pontianak. Method: The research method uses quantitative research with purposive sampling techniques. By carrying out total sampling in accordance with the inclusion criteria, a sample size of 110 respondents from classes X and XI was obtained. Results: The results were that teenage girls experienced the most acne at 71.8% and experienced low self-concept. 74.5% of teenagers are experiencing acne. Conclusion: It can be concluded that the teenagers who experience the most acne in adolescence are female teenagers with low self-concept.
Peningkatan Kompetensi Perawat Dalam Merespon Kebutuhan Pasien Difabel Di Kota Pontianak Hanafi, Hanafi; Pramana, Yoga; Fahdi, Faisal Kholid; Maulana, M Ali
Jurnal Pengabdi Vol 8, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v8i1.92189

Abstract

Abstract:  This community service activity involves nurses who are members of the Indonesian National Nurses Association in the Pontianak city area. This activity involves collaboration and cooperation with several partners, including the Pontianak City PPNI Regional Representative Council (DPD), students who are members of the Nursing Science Student Association (HIMIKAWA), as well as resource persons from the Pontianak City Regional Indonesian Sign Language Center (PUSBISINDO). The activity will be carried out in September 2024. This activity will be carried out by providing socialization on the introduction of sign language to nurses. This community service activity was carried out on September 21 2024 with a total of 30 participants attending. The activity method was carried out by measuring the participants' skills before being given sign language assistance provided by WBDC and evaluating the skills again after the assistance was carried out. The material and introduction to sign language were delivered directly by professional presenters, namely from the West Boneo Deaf Community (WBDC), starting from training participants on how to demonstrate the alphabet, letters A to Z and numbers as well as training participants on how to carry out simple conversations, how to carry out initial assessments using sign language starting from name, age, complaints when in health services.Keywords: Pusbisindu, Danger Signals, Skills
Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Luka Kaki Berulang di Klinik PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak Kharisma, Firman; Budiharto, Ichsan; Fahdi, Faisal Kholid
The Indonesian Journal of Health Science Vol. 15 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tijhs.v15i1.429

Abstract

Diabetes Mellitus is a non-communicable disease that causes death. People living with DM are at risk for life-threatening complications, causing an increased need for medical care, decreased quality of life, and stress on the family. Diabetes mellitus can cause very dangerous complications for the body, namely peripheral neuropathy which can lead to the appearance of diabetic foot ulcers. Patients with diabetes who have long been diagnosed, glucose levels in the blood are no longer under control which causes atherosclerosis so that the leg muscles are disturbed. This condition is suspected of causing diabetic foot ulcers in diabetic patients. The aim of the study was to analyze the relationship between the duration of suffering from DM and the incidence of recurrent leg injuries at the Clinic PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak. This research method uses quantitative research with a correlational design with the quota sampling method. The population of this study were diabetic leg wound patients with a total of 86 respondents. The results of the study with a total of 71 respondents had a significant relationship between the length of time they had diabetes and the incidence of recurrent leg injuries. The conclusion of this study is that 88% of patients with long-suffering >10 years experience frequent foot wounds and have a significant relationship between the length of time they suffer from diabetes mellitus and the incidence of recurrent foot injuries at the Clinic PKU Muhammadiyah Kitamura Pontianak.
EFEKTIVITAS AIR REBUSAN JAHE DAN AIR REBUSAN KAYU MANIS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA ANGGOTA KELUARGA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II Alam, Dihan Purnama; Dermawan, Agus Citra; Fahdi, Faisal Kholid
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.479

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Pengobatan komplementer menggunakan tanaman herbal seperti jahe (Zingiber officinale) dan kayu manis (Cinnamomum burmanni) berpotensi sebagai terapi pendukung untuk mengontrol kadar gula darah. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas pemberian air rebusan jahe dan air rebusan kayu manis terhadap penurunan kadar gula darah pada dua anggota keluarga dengan DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Koja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif . Subjek studi terdiri dari dua keluarga dengan anggota yang menderita DM Tipe II, dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Keluarga pertama (Tn. M, 65 tahun) menerima intervensi air rebusan jahe, dan keluarga kedua (Ny. R, 71 tahun) menerima air rebusan kayu manis. Intervensi diberikan setiap hari selama 4-5 hari, disertai edukasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pengukuran kadar gula darah sewaktu (GDS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Pada Tn. M, pemberian air rebusan jahe secara konsisten menunjukkan penurunan GDS setiap hari, dengan rata-rata penurunan 35.5 mg/dL selama empat hari. Pada Ny. R, pemberian air rebusan kayu manis juga menunjukkan tren penurunan GDS, dengan rata-rata penurunan 13.75 mg/dL Kesimpulan: Air rebusan jahe dan kayu manis berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM Tipe II. Intervensi ini, jika dikombinasikan dengan edukasi yang terstruktur, dapat menjadi terapi komplementer yang bermanfaat.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Klien Halusinasi Karitas, Mirdayata Diana; Fahdi, Faisal Kholid; Yulanda, Nita Arisanti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i11.11879

Abstract

ABSTRACT Mental health problems are currently experiencing an increasing trend. Long treatment makes some hallucinatory clients have low medication adherence. Analyze the relationship between family support and medication adherence in hallucinatory clients at the Poli Psikiatri Technical Implementation Unit Klinik Utama Sungai Bangkong. This study was a type of quantitative research with correlational design and cross sectional study approach. The number of research respondents was 30 outpatient clients at the Poli Psikiatri Technical Implementation Unit Klinik Utama Sungai Bangkong living with hallucination. The sampling technique used was consecutive sampling. Research instruments were employed to measure family support, namely Perceived Social Support-Family and to measure medication adherence, namely Morisky Medication Adherence Scale-8. The statistical test used in the research was the Spearman Rank correlation test with a p-value of 0.025 (p <0.05). This, indicates that there is a relationship between family support and medication adherence in hallucinatory clients. It can be concluded that, there is a relation between family support and medication adherence in people with hallucinaton at the Poli Psikiatri Technical Implementation Unit Klinik Utama Sungai Bangkong. Keywords: Family Support, Hallucinations, Medication Adherence  ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa saat ini terus mengalami tren peningkatan. Pengobatan yang panjang membuat beberapa klien halusinasi memiliki kepatuhan minum obat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada klien halusinasi di Poli Psikiatri UPT. Klinik Utama Sungai Bangkong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional study. Responden penelitian berjumlah 30 orang klien rawat jalan di Poli Psikiatri UPT. Klinik Utama Sungai Bangkong dengan riwayat halusinasi. Teknik pengambilan sampel digunakan consecutive sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur dukungan keluarga dengan Perceived Social Support-Family dan mengukur kepatuhan minum obat digunakan Morisky Medication Adherence Scale-8. Uji statistik yang digunakan pada penelitian adalah uji korelasi Spearman Rank dengan nilai p-value 0,025 (p<0,05) yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada klien halusinasi. Adapun dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada klien halusinasi di Poli Psikiatri UPT. Klinik Utama Sungai Bangkong.  Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Halusinasi, Kepatuhan Minum Obat
Pengaruh Gambar Peringatan Kesehatan pada Kemasan Rokok Terhadap Rasa Takut dan Intensitas Berhenti Merokok Andriani, Putri; Fahdi, Faisal Kholid; Ligita, Titan; Fujiana, Fitri; Fauzan, Suhaimi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.032 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10035

Abstract

ABSTRACT Cigarettes are a problem experienced by the entire Indonesian population, which includes young people, teenagers, adults and the old. The government began to pay attention to the cigarette problem, start by warning the dangers of smoking through health warning images. The existence of this health warning image is expected to increase the fear and intensity of smoking cessation for the community, especially the students of Tanjungputa University, Pontianak. This study aims to determine the effect of health warning images on fear and smoking intensity for active students at Tanjungpura University, Pontianak. Cross sectional design with correlational research type. Sampling in this study using non-probabiity sampling technique with a sample of 107 respondents and data collection using a questionnaire. This study uses univariate and bivariate analysis methods with Spearman Rank analysis for statistical tests. The results of the correlation test showed that the significance value and correlation coefficient were different between variables. The image variable of health warning against fear is Sig. 0.000, the correlation coefficient is 0.698. The fear of the intensity of quitting smoking is Sig. 000, the correlation coefficient is 0.730, and the image of a health warning on the intensity of smoking cessation is Sig. 0.000, and the correlation coefficient value is 0.569. There is a correlation between the variables of health warning images, fear and intensity of smoking cessation with the strength of a strong relationship. Keywords: Pictorial Health Warning, Evoked Fear, Qoutting Smoking Intensity  ABSTRAK Rokok merupakan masalah yang dialami oleh seluruh pendudukan Indonesia, yang mencakup kalangan muda, remaja, dewasa dan tua. Masalah rokok kemudian mulai diperhatikan oleh pemerintah yaitu dengan cara memperingatkan bahaya merokok melalui gambar peringatan kesehatan. Adanya gambar peringatan kesehatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa takut hingga intensitas berhenti merokok bagi masyarakat, khususnya mahasiswa Universitas Tanjungputa Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gambar peringatan kesehatan terhadap rasa takut dan intensitas merokok bagi mahasiswa aktif di Universitas Tanjungpura Pontianak. Desain cross sectional dengan jenis penelitian korelasional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non-probabiity sampling dengan sampel sebanyak 107 responden dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis univariat dan bivariat dengan analisis Spearman Rank untuk uji statistik. Hasil uji korelasi menunjukan nilai signifikansi dan koofisien korelasi yang berbeda antar variabel. Variabel gambar peringatan kesehatan terhadap rasa takut yaitu Sig. 0.000, koofisien korelasinya 0.698. Rasa takut terhadap intensitas berhenti merokok yaitu Sig. 000, koofisien korelasinya 0.730, dan gambar peringatan kesehatan terhadap intensitas berhenti merokok yaitu Sig. 0.000, dan nilai koofisien korelasinya 0.569. Terdapat korelasi antara variabel gambar peringatan kesehatan, rasa takut dan intensitas berhenti merokok dengan kekuatan hubungan kuat. Kata Kunci: Gambar Peringatan Kesehatan, Rasa Takut, Intensitas Berhenti Merokok
Hubungan Sikap Penderita dengan Tingkat Kepatuhan Pengobatan di Poli TB-MDR Sari, Serly Novita; Yulanda, Nita Arisanti; Murtilita, Murtilita; Fahdi, Faisal Kholid; Mita, Mita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.10795

Abstract

ABSTRACT MDR-TB is a condition of patients who are resistant to drugs with the types of rifampin and isoniazid. According to the WHO Global Tuberculosis Report in 2020, new confirmed cases of MDR-TB are 58%, only 19% of MDR-TB patients are taking treatment due to non-adherence to treatment. The attitude of the patient which is feeling bored with MDR-TB treatment, and also small motivation and support from the family causing non-adherence in treatment. To analyze the relationship between patient attitudes and family support with the level of treatment adherence in the MDR-TB Polyclinic RSUD Dr. Soedarso. This research is a quantitative analytic with a cross sectional approach. Accidental sampling was used. Questionnaires were used to collect the data for the attitude, family support and medication adherence. The medical records were used for the observation of medication adherence. The statistical test in this study used the Spearman Rho test. Statistical tests showed that there was a relationship between family support and medication adherence, as seen from the p-value = 0.015 <0.05, unidirectional correlation, while there was no relationship between the attitude of the patient and the medication adherence because the p-value = 0.827 > 0.05, the correlation was not unidirectional. Good family support can make the level of treatment adherence of MDR-TB patients high, while the attitude of patients who are very good does not necessarily mean that the level of adherence to treatment is high. Keywords: MDR-TB, Medication Compliance, Family Support, Attitude  ABSTRAK TB-MDR merupakan kondisi penderita resistan terhadap obat dengan jenis rifampisin dan isoniazid. Menurut WHO Global Tuberculosis Report pada tahun 2020 kasus baru terkonfirmasi TB-MDR yaitu 58%, hanya 19% penderita TB-MDR yang melakukan pengobatan dikarenakan tidak patuh pengobatan.  Sikap penderita yaitu merasa jenuh dengan pengobatan TB-MDR dan dukungan keluarga kurang memotivasi serta mendukung dengan baik menyebabkan ketidakpatuhan dalam pengobatan. Menganalisis hubungan antara sikap penderita dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan pengobatan di Poli TB-MDR RSUD dr. SoedarsoPenelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling. Pengumpulan data dari kuesioner sikap, dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan, serta menggunakan rekam medis untuk observasi kepatuhan pengobatan. Adapun uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji Spearman Rho. Uji statistik didapatkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan dilihat dari nilai p-value = 0,015 < 0,05 sedangkan tidak ada hubungan antara sikap penderita dengan kepatuhan pengobatan karena nilai p-value = 0,827 > 0,05. Dukungan keluarga yang baik dapat membuat tingkat kepatuhan pengobatan penderita TB-MDR tinggi sedangkan sikap penderita yang sangat baik belum tentu tingkat kepatuhan pengobatannya tinggi. Kata Kunci : TB-MDR, Kepatuhan Pengobatan, Sikap Penderita