Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Penanganan Cedera Sprain & Strain pada Siswa/I di Sekolah Menengah Pertama Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 2 Fadilah, Rizki; Fradianto, Ikbal; Fauzan, Suhaimi; Mita, Mita; Fahdi, Faisal Kholid
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.07 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10122

Abstract

ABSTRACT The highest prevalence of injury occurs in school-age children. Injuries can be an emergency problem and can lead to very serious injuries if it is not treated properly. Furthermore, the readiness of knowledge and skills for early emergency response are very important points in order to avoid worsening the patient's condition. The purpose of this study is that to determine the overview of injury treatment knowledge of students at Islamic Junior Highscool Hidayatul Muslimin 2 Islamic Boarding School. The approach in this study used descriptive quantitative with a population of students of Islamic Junior Highscool Hidayatul Muslimin students with a research sample of 97 respondents. Meanwhile, data collection used primary data which the researcher obtained from the results of filling out the questionnaire. The result of this study shows that the level of knowledge of students at Islamic Junior Highscool Hidayatul Muslimin 2 still has a low level of knowledge that is 4.1% of the population. It is divided into three categories, good 67%, very good 16.5%, and fairly 12.4%. The conclusion of this study is that the level of knowledge of Islamic Junior Highscool Hidayatul Muslimin 2 students towards the treatment of sprain injuries and strain is still lacking in knowledge Keywords: Sprain, Strain, Injury, Knowledge Level, School Nurses.  ABSTRAK Prevalensi peristiwa cedera paling tinggi terjadi pada anak dengan usia sekolah. Cedera bisa jadi permasalahan kegawatdaruratan serta memunculkan cedera yanng sangat serius bila tidak diatasi dengan cara yang benar. Kesiapan pengetahuan serta ketrampilan kegawatdaruratan awal sebagai poin yang sagat berarti guna menghindari memburuknya keadaan penderita. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Gambaran pengetahuan penaganganan cidera oleh para siswa/I Sekolah Menengah Pertama di Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin 2. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan Kuantitatif deskriptif dengan populasi Siswa/I MTS Hidayatul Muslimin 2 dengan sampel penelitian sebanyak 97 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan Responden di Sekolah Menengah Pertama Hidayatul Muslimin 2 masih terdapat tingkat pengetahuannya kurang yakni sebanyak 4,1% dari populasi. Pengetahuan Baik 67%, Pengetahuan Sangat baik 16,5%, Pengetahuan Cukup 12,4%. Kesimpulan dari penelitian ini penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan Siswa/siswi Sekolah Menegah Pertama Hidayatul Muslimin 2 terhadap penanganan cedera sprain dan strain ini masih ada yang tingkat pengetahuannya kurang.   Kata Kunci: Sprain, Strain, Cedera, Pengetahuan, Remaja.
Edukasi Manajemen Jalan Napas pada Palang Merah Remaja SMA Negeri 1 Sungai Raya Rahmah, R.A Gabby Novikadarti; Fauzan, Suhaimi; Neri, Ervina Lili; Fahdi, Faisal Kholid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16188

Abstract

ABSTRAK Keterampilan terhadap pertolongan pertama tersedak merupakan hal yang harus dimiliki terutama oleh anggota PMR karena keterampilan yang cepat dan tepat pada orang yang tersedak sangat berpengaruh terhadap keselamatan orang tersebut. Apabila dalam penanganan tersedak dilakukan dengan benar maka hal tersebut dapat mengurangi potensi dari ancaman kematian. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan edukasi melalui pelatihan tentang manajemen jalan nafas dan situasi kejadian kegawatdaruratan yang diberikan kepada sekelompok siswa yang tergabung dalam anggota PMR. Edukasi diberikan dengan metode Ceramah dan Demonstrasi. Untuk menilai keberhasilan edukasi yang diberikan, dilakukan pretest dan posttest terkait pengetahuan anggota PMR tentang manajemen jalan napas. Terdapat peningkatan pengetahuan siswa PMR mengenai manajemen jalan napas dari tingkat pengetahuan kurang ke tingkat pengetahuan cukup. Selanjutnya dapat diadakan program pendampingan berkelanjutan dan berkesinambungan pada Palang Merah Remaja dalam tindakan penanganan kondisi kegawatdaruratan yang lain seperti Basic Life Support, perawatan luka, dan lain sebagainya. Kata Kunci: Edukasi, Manajemen Jalan Napas, Palang Merah Remaja ABSTRACT Introduction: Skills in first aid for choking must be possessed, especially by PMR members, because quick and precise skills for someone who is choking greatly influence the person's safety. If choking is handled correctly, it can reduce the potential threat of death. Objective: The aim of this PKM was to provide education through training on airway management and emergency situations given to a group of students who are members of the PMR. Research Method: Education was provided using the Lecture and Demonstration method. To assess the success of the education provided, a pretest and posttest were carried out regarding PMR members' knowledge of airway management. Results: There was an increase in PMR students' knowledge regarding airway management from a level of insufficient knowledge to a level of sufficient knowledge. Conclusion: Furthermore, a sustainable mentoring program can be held for the Youth Red Cross to handle other emergency conditions such as basic life support, wound care, and so on Keywords: Airway Management, Education, Youth Red Cross
PENGGUNAAN MEDIA EDUKASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) : LITERATURE REVIEW Mardianti, Dessy; Fahdi, Faisal Kholid; ., Mita
ProNers Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v6i2.53925

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya informasi pada remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan untuk melakukan SADARI pada usia remaja. Penggunaan media pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan. Salah satu medianya adalah media audiovisual. Tujuan:  Mengetahui efektif atau tidaknya penggunaan media audiovisual terhadap pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Metode:Jenis penelitian literature review dengan kerangkakerja SPIDER. Database yaitu Science Direct, ProQuest, Neliti dan Google scholar, dan 13.041 artikel. Hasil: Dari 8 artikel hasil literature review menyatakan bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menggunakan media audiovisual tentang SADARI efektif atau memiliki pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Penyampaian informasi melalui media audiovisual membuat seseorang lebih fokus terhadap pesan yang disampaikan, unsur suara dan unsur gambar memberikan informasi yang lebih baik danmenarik serta mudah untuk dipahami. Kesimpulan: Penggunaan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sebanyak 70% pengetahuan seseorang diperoleh dari apa yang mereka dengar dan lihat.
PEDULI ANEMIA DENGAN “GENRE LIMA” DI PONDOK PESANTREN KOTA PONTIANAK Mita Mita; Faisal kholid Fahdi; Ikbal Fradianto; Yoga Pramana; Tri Wahyuning Tyas; Gabriella Alphani; Erja Safhie Ega Nanda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4238-4245

Abstract

Anemia menjadi masalah utama Kesehatan pada wanita disemua kelompok usia, termasuk remaja. Remaja merupakan kompenen utama pembangunan Sumber daya manusia  suatu bangsa. rematri usia 10-18 tahun mempunyai resiko anemia paling tinggi. Remaja yang mengalami anemia akan mengalami penurunan imunitas, berkurangnya konsentrasi belajar dan prestasi belajar. Selain itu juga akan berdampak pada kebugaran fisik remaja dan produktifivitas remaja, Remaja yang mengalami anemia kan merasakan kehilangan selera makan, sulit untuk menfokuskan pikiran, dan gejala umum seperti letih, lesu, Lelah, lunglai dan lemah, serta wajah yang tampak pucat dan mata berkunang-kunang. WHO merekomendasikan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia. Upaya peningkatan pengetahuan anemia pada rematri dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan Oleh karena itu edukasi tentang anemia sangat penting diberikan remaja putri, pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan memberikan ceramah tatap muka dan video edukasi tentang, terjadi pengingkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi melalui video.
Edukasi Pertolongan Pertama pada Cedera Luka di Sekolah Dasar Daerah Perbatasan Kalimantan Barat Suhaimi Fauzan; Faisal Kholid Fahdi; Yoga Pramana; Mita; Sulastri Herdaningsih; Herman
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 7 No. 02 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v7i02.2237

Abstract

Abstrak Background: Siswa merupakan seseorang yang sedang belajar dengan tingkat rasa ingin tahu dan mencoba hal baru yang tinggi. Karakteristik ini dapat berpotensi mengalami timbulnya kecelakaan baik ketika sedang bermain, belajar, atau olahraga. Hasil observasi kepada tenaga pengajar menunjukkan bahwa masih sering terjadi cedera di SDN 12 Entikong. Tingkat pengetahuan yang rendah berpotensi menimbulkan kesalahan saat memberikan pertolongan pertama. Metode: Program ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat guna memberikan edukasi kesehatan kepada siswa SDN 12 Entikong menggunakan metode ceramah dan pembekalan buku saku. Para siswa akan diberikan lembar evaluasi pre-post test. Hasil evaluasi akan diolah secara statistik (paired sample t test) guna mengetahui pengaruh edukasi kesehatan. Hasil: Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi adalah 59,5, sementara setelah diberikan edukasi sebesar 78,0. Uji statistik menunjukkan nilai p=0,000. Kesimpulan: PKM ini memberikan dampak peningkatan pengetahuan pada kalangan pelajar tentang penanganan cedera luka. PKM ini secara tegas menunjukkan bahwa ada pengaruh edukasi pertolongan pertama pada cedera luka di SDN daerah perbatasan Kalimantan Barat. Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan, Cedera, Pendidikan, Siswa
The Relationship Between Family Support And The Quality Of Life Of Patients With Chronic Renal Failure Who Are Undergoing Hemodialysis Naceda, Piddy Lhoksuma Erlyana; Rahmah, R.A Gabby Novikadarti; Fahdi, Faisal Kholid; Fauzan, Suhaimi; Luthfi, Muhammad
Critical Medical and Surgical Nursing Journal Vol. 15 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: family support can affect the quality of life of hemodialysis patients. With family support in providing motivation, CKD patients undergoing hemodialysis have a stimulus to improve their quality of life. This study aims to analyze the relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Hospital in Pontianak.   Methods: This study is quantitative in nature, using a correlational design with a cross-sectional approach. The sample was taken using the total sampling technique with a total of 74 respondents. Data collection was conducted using the Family Support and Quality of Life questionnaire. (KDQOL-SF TM 1.3). Statistical tests used the Spearman rank correlation test.   Results: The univariate analysis showed that most respondents were aged 46-65 years (56.8%) and were female (52.7%). Almost all respondents were married (90.5%) and had a high school education (40.5%), with the fewest respondents having a college education, totaling 12 people (16.2%), and the majority being unemployed (62.2%). Most respondents had good family support and a moderate quality of life (52.7%). The result of the Spearman correlation test between family support and quality of life among hemodialysis patients showed a correlation coefficient of rho = −0.016 with a p-value of 0.839 (p > 0.05). This finding indicates a very weak negative correlation and statistically non-significant relationship between family support and patients’ quality of life. Therefore, family support was not significantly associated with the quality of life of hemodialysis patients in this study.   Conclusion: In this study, it can be concluded that there is no relationship between family support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at RSU Yarsi Pontianak.