Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Model Manajemen Posyandu dalam Pendampingan Stunting Haritani, Hartini; Djalilah, Sitti Rohmi; Asror, M. Zainul; Mantasari, Arenta
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v6i1.9501

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana model manajemen posyandu dalam pendampingan mengatasi masalah stunting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari berbagai elemen masyarakat Lombok Timur di 10 desa yang terdampak stunting. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan dalam memberikan makanan berupa protein hewani sebagai berikut: pelaku dunia usaha dan industri 63,6%, lembaga pendidikan 83,3%, masyarakat umum 72,7%, tokoh agama/masyarakat 62,5%. Simpulan dari manajemen pendampingan stunting menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memberikan protein hewani dari berbagai elemen masyarakat, yang didistribusikan setiap bulan dan dikelola oleh kader Posyandu. Kata Kunci: Manajemen Posyandu, Pendampingan, Stunting.
Penguatan Kesiapan IKM Informatika Melalui Pelatihan Jaringan MAN dan SMK di Lombok Timur: Strengthening Readiness for Informatics IKM through Network Training at MAN and Vocational Schools in East Lombok Arianti, Baiq Desi Dwi; Jamaluddin, Jamaluddin; Ismatulloh, Kholida; Kholisho, Yosi Nur; Wirasasmita, Rasyid Hardi; Haritani, Hartini; Marfuatun, Marfuatun
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 5 No 1 (2024): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v5i1.27187

Abstract

The advancement of science and technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 has impacted various aspects of life, including education. In response, the Indonesian government, through the Ministry of Education and Culture Regulation Number 36 and 37 of 2018, reintegrated informatics subjects into the Merdeka Belajar curriculum. However, the readiness of schools to implement this curriculum remains a challenge, particularly due to the lack of competent teachers in informatics and limited facilities. This Community Service activity aims to enhance students' understanding and skills in basic computer networks through training and mentoring at MAN 1 Selong and SMK-Qurrota’ayun. The training involved lecturers and students from the Informatics Education Study Program and was conducted over three intensive sessions. The methods used included theoretical material delivery, practical simulations, and small group mentoring to ensure that each participant could understand and apply the given material. Pretest results indicated that the majority of participants had a low understanding of computer networks. However, after the training, there was a significant improvement in participants' understanding and skills, as shown by the posttest results. The "very-understanding" level increased from 0% to 5%, "understanding" from 2% to 40%, while "less understanding" decreased from 11% to 45%, and "not understanding at all" from 87% to 10%. The conclusion from this activity is that hands-on training methods and intensive mentoring effectively enhance students' technical competencies in computer networks. This training model can serve as a reference for other skill development programs in the field of education
Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan Booklet terhadap Kemampuan Literasi Dasar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas II SD Unggulan Hamzanwadi Tahun Ajaran 2024/2025 Algae, Risqi Arilia; Haritani, Hartini; Ali, Muhammad
Educatio Vol 19 No 2 (2024): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v19i2.27931

Abstract

The objective of this research is to examine the simultaneous impact of differentiated instruction supported by booklets on foundational literacy and student motivation at SDU Hamzanwadi Selong. Foundational literacy and differentiated instruction are integral to the Merdeka Curriculum, launched in 2021 by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek) through various initiatives, including the "Sekolah Penggerak" (Driving School) program. Differentiated instruction can be further supported by instructional materials, such as booklets. At SD Unggulan Hamzanwadi, literacy skills have not yet been clearly assessed, making it challenging to classify students into levels for differentiated instruction. Furthermore, student motivation remains relatively low in several primary schools in East Lombok. This study employs a one-way MANOVA design, involving two groups: an experimental group and a control group. The experimental group received instruction via differentiated learning with booklet assistance, while the control group followed a conventional instructional model. Data on students’ foundational literacy and learning motivation were gathered through post-tests and observational measures. Results from normality and homogeneity tests indicate that the data is homogeneous and normally distributed. The results of the MANOVA analysis, presented in the Multivariate Tests table, reveal that the use of booklets in differentiated instruction has a significant effect on enhancing foundational literacy and learning motivation, with a significance level of below 0.05. This study concludes that the implementation of booklet-assisted differentiated instruction has a simultaneous positive impact on both foundational literacy and student motivation, as compared to conventional teaching methods. This suggests that booklet-supported differentiated instruction is highly recommended for educators aiming to improve foundational literacy and student motivation.
Analisis Persepsi dan Kesiapan Guru dalam Mengimplemenatasikan Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar Rosi Hendrayani; Hartini Haritani; Muhammad Ali
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 7 No. 1 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i1.7653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan Reduksi Data, Penyajian Data, dan Kesimpulan/Verifikasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak guru yang belum sepenuhnya memahami Kurikulum Merdeka, sehingga diperlukan upaya dari pihak sekolah untuk meningkatkan pemahaman guru melalui pelatihan. Komunikasi yang efektif dan persiapan yang matang sangat penting ketika menghadapi perubahan kurikulum dan mengatasi kekhawatiran guru. Untuk memaksimalkan implementasinya dan mencapai tujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, konsep Kurikulum Merdeka harus dikenalkan kepada semua komponen lembaga pendidikan. Kesimpulannya adalah penelitian ini mengungkap bahwa guru-guru di Kabupaten Lombok Timur masih memerlukan pemahaman dan pelatihan yang lebih baik untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara efektif, dengan penekanan pada pemahaman struktural kurikulum dan peningkatan sarana-prasarana pendukung. Kata Kunci: Kesiapan Guru, Kurikulum Merdeka, Persepsi Guru,
Dampak Kebijakan Zonasi di Sekolah SMP (Perspektif Orang Tua dan Evaluasi Implementasi) Rita Kartika Murni; Hartini Haritani
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol. 7 No. 1 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i1.8160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi orang tua terhadap kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru SMP Negeri di Kecamatan Selong dan untuk memahami dampak implementasi kebijakan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus deskriptif pada SMP Negeri di Kecamatan Selong, menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data melalui reduksi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap kebijakan zonasi berhasil menciptakan pemerataan siswa di berbagai jenis sekolah. Awalnya, aturan pemerintah mengurangi jumlah siswa dan menghindari peningkatan yang tidak terkendali. Dampak positif bagi wali murid adalah kemampuan untuk mengontrol anak-anak dengan baik karena dekatnya jarak tempat tinggal, sementara tujuan kebijakan zonasi adalah mencegah kuantitas siswa di sekolah tertentu. Namun, ada dampak negatif, yaitu kekhawatiran orang tua bahwa anak-anak berkompetensi tinggi tidak mendapatkan kesempatan di sekolah favorit, menyebabkan kekecewaan terhadap kebijakan ini yang dianggap mengurangi kualitas pendidikan. Kata Kunci:, Penerimaan Peserta Didik Baru, Zonasi
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis : Ditinjau Dari Pengembangan Modul Literasi Dasar Berbasis Alur Merdeka Dengan Bantuan Qr Code Wulandari, Heni; Padlurrahman, Padlurrahman; Haritani, Hartini
Educatio Vol 20 No 2 (2025): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i2.30256

Abstract

The teaching module is one of the keys to students' success in achieving learning objectives. In 21st-century learning, students are positioned as the center of the learning process, with the teacher acting as a facilitator. Additionally, a teaching model that aligns with the learning materials can enhance students' critical thinking skills. This study is a development research using the 4D model, which consists of four stages: Define, Design, Development, and Disseminate. The purpose of this study is to develop a basic literacy module based on the Alur Merdeka (Freedom Pathway) approach with QR code assistance to improve students' critical thinking abilities. Based on the validation results by experts, the developed basic literacy module is valid and feasible to be used as a teaching module for the Integrated Science and Social Studies (IPAS) subject. The average material validation score was 74, categorized as “Good,” which falls within the range of 61.2 < X ≤ 75.6. The design/technology validation score was 61, categorized as “Very Good,” within the range of X > 54.67, and the language expert validation score was 55, also categorized as “Very Good,” within the range of X > 49.4. Meanwhile, the responses from teachers and students regarding the practicality of the teaching module showed scores of 100% and 92%, respectively, falling within the “Very Good” category. The trial results, using critical thinking indicators to test the effectiveness of the basic literacy module, showed that it significantly improved students' critical thinking skills, with scores ranging from 84% to 92%, categorized as “Very Good.” Furthermore, the n-gain result reached 0.83, indicating a high category, as it falls within the range of 0.70 ≤ 0.83 ≤ 1.00
Evaluation of Planning for The Completion of Nine Years of Compulsory Basic Education Murcahyanto, Hary; Mohzana; Haritani, Hartini
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 3 (2024): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v7i3.42

Abstract

This study focuses on the evaluation of the planning of 9-year compulsory basic education in East Lombok Regency, with the main objective of assessing the effectiveness of planning oriented to minimum service standards (MSS). This education planning is considered important in addressing the gap in access to education and improving the quality of basic education at the regional level. The research hypothesis is that the proper implementation of MSS in basic education planning can significantly improve access and quality of education and reduce illiteracy rates in the region. This research method combines qualitative and quantitative approaches through in-depth interviews, observations, and documentation, involving stakeholders such as education officials, school principals, and community leaders. This study found that the planning structure and products have included an in-depth analysis and appropriate budget allocation, but budget challenges and community support are aspects that need to be improved. The discussion of the research results emphasizes the importance of involving the community more actively and strengthening cross-sectoral collaboration to optimize the planning and implementation of basic education. Overall, this study makes a significant contribution to understanding the complexity of basic education planning in the region and offers recommendations for increasing the effectiveness of SPM implementation, which can play a role in improving the quality of education and reducing educational disparities in East Lombok Regency.
Penyuluhan Pemanfaatan Sampah Sebagai Bahan Kosmetika Alami di Desa Rempung Kec. Pringgasela Rahim, Abdul; Haritani, Hartini; Nurmayanti, Wiwit Putra; Ihsan, Ersi Arviana; Hariadi, Puspawan
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20, No 3 (2020): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.0660

Abstract

Kosmetika merupakan suatu bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetika bahan dasar sampah ini meliputi kosmetika pada wajah karena wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering diperhatikan dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, terutama bagi wanita. Tujuan utama Pengabdian ini yaitu membangun kesadaran serta menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat dalam pemanfaatan sampah buah sebagai kosmetika, sehaingga dapat meminimalisis sampah di masyarakat. Kelompok yang menjadi target utama pelaksanaan program pelatihan ini ialah warga Desa Rempung. Metode yang dilakukan berupa pemberian informasi (edukasi/penyuluhan) mengenai pemanfaatan sampah buah sebagai jamu kesehatan atau bahan baku kosmetika merupakan komponen kunci untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan herbal. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomis nilai ekonomi tanaman herbal di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan penggunaan obat tradisonal dan pembuatan kosmetik alami berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini diketahui dari tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya dan membuat produk masker bayam yang akan menigkatkan perekonomian masyarakat.
Pengaruh Model Discovery Learning Terintegrasi Tahfizh Al Qur’an Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa SMP Budiman, Budiman; Haritani, Hartini; Wazni, Muhammad Khairul
Educatio Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i2.23933

Abstract

Manusia dengan segala kodratnya terlahir membawa fitrah, yang mana fitrah tersebut membedakan manusia dengan mahluk lainnya. Fitrah tersebut merupakan faktor kemampuan dasar perkembangan manusia yang dibawa sejak lahir sebagai potensi untuk berkembang. Dalam perkembangannya manusia harus dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya, dan salah satu yang merupakan bagian dari kebutuhan hidup manusia adalah pendidikan. Pendidikan menurut UU No. 20 tahun 2003 dikatakan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan menjadi sebuah media yang menyediakan sarana dan prasarana dalam serangkaian kegiatan untuk menjadikan manusia berbudi dan berdaya melalui sebuah proses belajar.
Pengembangan Modul Ajar IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Pola Lesson Study Maimunah, Maimunah; Haritani, Hartini; Marhamah, Marhamah
Educatio Vol 18 No 2 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i2.24694

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu teknik untuk manusia dapat bertahan hidup, hal ini dibuktikan bahwa manusia harus menyesuaikan dirinya dengan akselarasi perkembangan zaman. Setiap manusia harus mendapatkan pendidikan yang cakap. Undang-undang No 20 tahun 2003 mengungkapkan tentang pendidikan yang bertujuan mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, cakap, kreatif, mandiri, berakhlak mulia, sehat, berilmu, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Diperlukan media yang dapat mencapai pendidikan secara cakap yaitu kurikulum. Tujuan dalam Penilitian ini adalah Mengembangkan modul ajar IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Menigkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Modul ajar dituangkan dalam Bentuk Perangkat Pembelajaran yang meliputi: Capaian Pembelajaran, rencana Pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Instrumen Penilaian Kemampuan Berpikir Kritis, dan Lembar Observasi. Perangkat pembelajaran tersebut diuji kelayakan dan keefektifannya. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Borg & Gall menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah model pembangunan berbasis industri dimana temuan penelitian yang digunakan untuk merancang produk baru dan prosedur yang kemudian secara sistematis dilakukan uji coba lapangan di evaluasi dan di sempurnakan sampai temuan penelitian tersebut memenuhi kriteria efektivitas, kualitas tertentu atau standar tertentu. Kata Kunci: Hasil Belajar, Inkuiri Terbimbing, Modul Ajar.