p-Index From 2021 - 2026
9.808
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Journal of Educational, Health and Community Psychology Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia FENOMENA Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling Psikologi Prima Jurnal Ilmiah Psyche INCARE Jurnal Penelitian Psikologi International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS) EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Psikologia: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Jurnal PolGov Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Universal Journal of Science and Technology PSYCOMEDIA: Jurnal Psikologi Journal of Scientific Research, Education, and Technology Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Indonesian Research Journal on Education SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Jurnal Inovasi Global JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Amerta Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan Sinergi International Journal of Psychology JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia SOSHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kematangan Emosi dan Budaya Organisasi ’Humanis Solution’ terhadap Perilaku Agresi Verbal Anggota Satpol PP Kota Surabaya Mulyadi, Aryo Nata; Pratitis, Nindia; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ dengan perilaku agresi verbal pada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 168 anggota Satpol PP Kota Surabaya yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perilaku agresi verbal, budaya organisasi dan kematangan emosi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi verbal, dan antara budaya organisasi dengan perilaku agresi verbal. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut berkontribusi sebesar 70,6% terhadap perilaku agresi verbal anggota Satpol PP Kota Surabaya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kematangan emosi dan budaya organisasi ‘humanis solution’ merupakan dua faktor penting yang dapat menurukan kecenderungan melakukan perilaku agresi verbal pada anggota Satpol PP.
Peran Kepribadian Hardiness dan Dukungan Sosial dalam Mengatasi Academic Burnout pada Pelajar Annisa Fitriana Wulandari; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between academic burnout with hardiness personality and social support in Surabaya students. This study used a quantitative correlational strategy. The total respondents were 180 people and the research participants were Surabaya students aged between 13 and 18 years. The method used was the quota sampling approach. The tools used in this study were the tough personality scale, the social support scale, and the academic burnout scale. The data analysis method used in this study was multiple linear regression. The initial hypothesis was rejected because the results of the multiple regression analysis showed no correlation between academic burnout and social support or hardiness personality. The second hypothesis was rejected based on the results of the partial test which showed no substantial negative correlation between academic burnout and hardiness personality. Based on the results of the partial test, academic burnout and social support have a substantial negative relationship, thus supporting the third hypothesis.Keywords: Academic Burnout; Personality Hardiness; Social Support; Students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic burnout dengan kepribadian hardiness dan dukungan sosial pada mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi korelasional kuantitatif. Total responden sebanyak 180 orang dan partisipan penelitian adalah mahasiswa Surabaya yang berusia antara 13 sampai 18 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuota sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian tangguh, skala dukungan sosial, dan skala academic burnout. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis awal ditolak karena hasil analisis regresi berganda menunjukkan tidak ada korelasi antara academic burnout dengan dukungan sosial atau kepribadian hardiness. Hipotesis kedua ditolak berdasarkan hasil uji parsial yang menunjukkan tidak ada korelasi negatif yang substansial antara academic burnout dengan kepribadian hardiness. Berdasarkan hasil uji parsial, academic burnout dan dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang substansial, sehingga mendukung hipotesis ketiga.Kata kunci: Academic Burnout, Kepribadian Hardiness, Dukungan Sosial, Pelajar
Perilaku Self-Injury pada Remaja: Dampak Religiusitas dan Dukungan Sosial dalam Proses Coping Shessa Alzuhra Putri Wibowo; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Abstract This study aims to examine the relationship between religiosity and social support on self-injury behavior among adolescents. It involved 176 adolescents aged 12–24 years who have engaged in or are currently engaging in self-injury behaviors. Data were collected through questionnaires assessing levels of religiosity, social support, and self-injury behavior. Partial correlation tests revealed that religiosity and social support have a significant negative influence on self-injury behavior, with t-scores of -5.059 and -6.831, respectively (p < 0.05). This indicates that the lower the level of religiosity and social support received by adolescents, the higher their tendency to engage in self-injury. Multiple regression analysis revealed an R-square value of 0.445, indicating that religiosity and social support collectively explain 44.5% of the variation in self-injury behavior. The F-test yielded a value of F = 4.749 with a significance of 0.010 (p < 0.05), confirming that these two variables are predictors of self-injury behavior. Additionally, the study found that religiosity contributes 18.26% and social support contributes 24.70% to the variation in self-injury behavior, with a total contribution of 42.96% (R Square). These findings highlight the significant role of both variables in influencing self-injury behavior.   Keywords: Self-Injury, Religiosity, Social Support, Adolecents, Correlations   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara religiositas dan dukungan sosial terhadap perilaku melukai diri pada remaja. Penelitian ini melibatkan 176 remaja berusia 12–24 tahun yang telah atau sedang melakukan perilaku melukai diri. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai tingkat religiositas, dukungan sosial, dan perilaku melukai diri. Uji korelasi parsial menunjukkan bahwa religiositas dan dukungan sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perilaku melukai diri, dengan t-score masing-masing -5.059 dan -6.831 (p < 0.05). Ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat religiositas dan dukungan sosial yang diterima oleh remaja, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku melukai diri. Analisis regresi berganda menunjukkan nilai R-square sebesar 0.445, yang berarti religiositas dan dukungan sosial secara kolektif menjelaskan 44.5% variasi dalam perilaku melukai diri. Uji F menghasilkan nilai F = 4.749 dengan signifikansi 0.010 (p < 0.05), mengonfirmasi bahwa kedua variabel ini adalah prediktor perilaku melukai diri. Selain itu, penelitian menemukan bahwa religiositas menyumbang 18.26% dan dukungan sosial menyumbang 24.70% terhadap variasi perilaku melukai diri, dengan total kontribusi sebesar 42.96% (R Square). Temuan ini menyoroti peran signifikan kedua variabel dalam mempengaruhi perilaku self-injury.  
Hubungan Fanatisme dan Konformitas terhadap Perilaku Konsumtif pada Penggemar JKT48 di Surabaya Maulana Akbar Aditya; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study was conducted to determine the relationship of fanaticism and conformity to consumptive behavior in jkt48 fans in Surabaya. This study uses quantitative methods using correlational methods. Sampe in this study were 270 participants with the criteria of men and women aged 12-30 years and fans of JKT48. The sampling technique used purposive sampling. Measurement of consumptive behavior data using a scale proposed by Lina & Rosyid (1997). Measurement of conformity scale data using a scale from aspects of Baron & Bryne (2005). Measurement of fanaticism scale data Ismail (2008). The results of multiple regression analysis show that there is a relationship between fanaticism and conformity to consumptive behavior (f value = 3.604 with a significance of 0.000) which means that there is a significant positive relationship, meaning that the three hypotheses of this study are accepted. Based on the results of the study, the authors hope that the research subjects will be able to minimize consumptive behavior by being able to distinguish between needs and desires, and prioritize more important needs so as not to be tempted to buy unnecessary items. Keywords: Fanaticism, Conformity, Consumptive Behavior Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada penggemar jkt48 di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Sampe pada penelitian ini sebanyak 270 partisipan dengan kriteria Pria dan wanita yang berusia 12-30 tahun serta menggemari JKT48. Teknik pengambilan sampe menggunakan purposive sampling. Pengukuran data perilaku konsumtif menggunakan skala yang dikemukakan oleh Lina & Rosyid (1997). Pengukuran data skala konformitas menggunakan skala dari aspek Baron & Bryne (2005). Pengukuran data skala fanatisme Ismail (2008). Hasil analisis regresi bergamda menunjukkan terdapat hubungan antara fanatisme dan konformitas terhadap perilaku konsumtif (nilai f=3.604 dengan signifikasi 0,000) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan, artinya ketiga hipotesis penelitian ini diterima. Berdasarkan hasil penelitian, penulis berharap subjek penelitian mampu meminimalisir perilaku konsumtif dengan mammpu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting agar tidak tergoda membeli barang yang tidak perlu. Kata kunci: Fanatisme, Konformitas, Perilaku Konsumtif
Intervensi Psikoedukatif Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelompok Siswa SMP Negeri Di Manado Edmie G. M. Gerungan; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7049

Abstract

Phubbing (phone snubbing) merupakan fenomena perilaku mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel yang semakin marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukatif dalam mengurangi perilaku phubbing pada kelompok siswa SMP. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas VII di SMP Negeri Manado berusia 12-13 tahun yang dipilih berdasarkan skor phubbing tertinggi (22-25/30) dari 29 siswa kelas. Metode asesmen komprehensif digunakan meliputi kuesioner phubbing, observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil asesmen menunjukkan kelompok menggunakan ponsel rata-rata 10,9 jam per hari, mengecek ponsel 4-6 kali per jam pelajaran, dan hanya berkomunikasi langsung rata-rata 3 menit saat istirahat. Dinamika psikologis menunjukkan bahwa perilaku phubbing terbentuk melalui kebiasaan otomatis, kekhawatiran tertinggal informasi, kesulitan menunda gratifikasi, dan normalisasi perilaku dalam kelompok sebaya. Intervensi psikoedukatif dilakukan dalam 6 sesi meliputi pengenalan konsep phubbing, pemahaman dampak negatif, peningkatan kesadaran diri, komunikasi efektif, strategi praktis pengurangan phubbing, dan pembuatan komitmen perubahan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep phubbing (+89%), kesadaran dampak negatif (+125%), pengetahuan komunikasi efektif (+60%), dan motivasi untuk berubah (+114%). Tingkat kehadiran mencapai 97% dengan partisipasi aktif yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif terstruktur efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dampak negatif phubbing pada remaja dalam setting pendidikan, meskipun diperlukan program lanjutan untuk melihat perubahan perilaku jangka panjang.
Stres Akademik pada Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus dan Implikasi Layanan Psikologi Sekolah Pradigdo Hardianto; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7050

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang umum dialami oleh siswa sekolah menengah, khususnya pada fase akhir pendidikan ketika tuntutan akademik, praktik kejuruan, serta tekanantransisi ke dunia kerja meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikandinamika stres akademik pada siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK PGRI Gresik sertamenelaah implikasinya terhadap layanan psikologi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode asesmen mulltimodal yang meliputi wawancara mendalam, observasi perilaku, studi dokumentasi, serta skrining psikologis menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XII, dengan fokus analisis mendalam pada lima siswa yang menunjukkan tingkat stres sedang hingga parah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% siswa berada pada kategori stres di atas normal. Manifestasi stres akademik tampak dalam bentuk kelelahan fisik, penurunan motivasi belajar, konflik interpersonal, penarikan diri sosial, serta kecemasan terhadap masa depan. Temuan inimenunjukkan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kapasitas coping siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berbasis sekolah yang bersifat preventif dan kuratif melalui psikoedukasi dan konseling kelompok berbasis kekuatan (strength-based counseling) guna mendukung kesejahteraan psikologis siswa SMK menjelang kelulusan.
Kesulitan Interaksi Sosial dan Penurunan Fungsi Akademik pada Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Laporan Kasus Wenda Anthonie; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7051

Abstract

Kesulitan interaksi sosial dan penurunan fungsi akademik merupakan permasalahan yang sering muncul pada anak usia sekolah dasar, khususnya ketika anak menghadapi stresor psikososial yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan laporan kasus seorang siswi kelas V sekolah dasar yang menunjukkan penurunan prestasi akademik dan perubahan perilaku sosial setelah mengalami perubahan signifikan dalam dinamika keluarga. Metode asesmen yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta pemeriksaan psikologis menggunakan Coloured Progressive Matrices (CPM), Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS), dan Child PTSD Symptom Scale (CPSS). Hasil asesmen menunjukkan kapasitas intelektual non-verbal dalam kategori rata-rata, disertai kesulitan emosional, hambatan interaksi sosial, serta gejala stres pascatrauma tingkat sedang. Intervensi psikologis berupa psikoedukasi emosi dan stres, latihan relaksasi pernapasan dan grounding, serta pelatihan asertivitas dasar menunjukkan perubahan positif pada aspek regulasi emosi, rasa aman, dan keterlibatan sosial klien di sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan aspek emosional, sosial, akademik, dan dukungan lingkungan dalam menangani kasus kesulitan penyesuaian pada anak usia sekolah.
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial dengan Resiliensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Dadan Hendayana; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pasca Rini
Jurnal Inovasi Global Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v4i2.515

Abstract

Hemodialisis ialah suatu metode pengobatan yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal pada individu yang menderita penyakit gagal ginjal kronis. Meskipun secara efektif dapat menurunkan risiko penyakit dan kematian, hemodialisis juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memengaruhi kesejahteraan pasien secara keseluruhan. Dalam penelitian yang dilakukan peneliti terhadap pasien penyakit gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, daitemukan bahwa pasien tersebut menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya rasa percaya diri terhadap kemampuan pasien untuk pulih, ketidakpastian dalam mematuhi jadwal hemodialisis yang dianjurkan, dan kurangnya dukungan sosial, terutama dari anggota keluarga. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan individu untuk bertahan dalam keadaan tertekan dalam kehidupan yang disebut sebagai resiliensi. Melakukan analisis terkait hubungan efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan suatu metode kuantitatif dan melakukan analisis data menggunakan analisis korelasi rank Spearman dengan program IBM SPSS 25. Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan 150 pasien yang menjalani hemodialisis selama periode Juni sampai dengan Juli 2024. Temuan studi menunjukkan adanya korelasi positif antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada individu dengan gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Secara khusus, efikasi diri dengan resiliensi memiliki korelasi positif, begitu pula dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Adanya suatu korelasi positif efikasi diri dan dukungan sosial dengan resiliensi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Peran Self regulation dan Social support terhadap Adiksi Media Sosial pada Pelajar SMK Muhamad Luki Efendi; Amanda Pasca Rini; Eko April Ariyanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the relationship between self-regulation and social support with social media addiction among vocational high school students. Indonesia ranks high in both the number of social media users and the average duration of daily usage, which potentially increases the risk of addiction, particularly among adolescents. A correlational quantitative approach was used to determine the extent to which these two variables are associated with tendencies toward social media addiction. The findings of this study are expected to serve as a foundation for developing intervention strategies aimed at preventing and addressing social media addiction in educational settings.. Keywords: self regulation, social support, social media addiction, vocational school students Abstrak Penelitian ini mengkaji hubungan antara self regulation dan social support dengan adiksi media sosial pada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Indonesia menempati peringkat tinggi dalam jumlah pengguna dan durasi penggunaan media sosial, yang berpotensi meningkatkan risiko adiksi, khususnya di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk melihat sejauh mana kedua variabel tersebut berkaitan dengan kecenderungan adiksi media sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi intervensi untuk pencegahan dan penanganan adiksi media sosial di lingkungan pendidikan. Kata kunci: self regulation, social support, adiksi media sosial, pelajar SMK.
Fostering organizational commitment: The impact of meaningful work and work engagement among millennial employee Bayani, Thalia Zati; Matulessy, Andik; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v14i1.34939

Abstract

Millennials tend to have lower organizational commitment than previous generations, which often leads them to change jobs more frequently. Both meaningful work and work engagement have been identified as predictors of organizational commitment. This suggests that organizations can improve employee retention and commitment by enhancing the meaningfulness of work and increasing work engagement. This study involved 118 millennial employees as participants. The instruments employed were the Organizational Commitment Scale, the Meaningful Work Scale, and the Utrecht Work Engagement Scale. The data were analyzed using multiple linear regression. The findings demonstrate a significant positive relationship in which meaningful work and work engagement collectively correlate with organizational commitment. The results also indicate that work engagement contributed 34.5% to organizational commitment, which is higher than the 29.3% contribution of meaningful work. This suggests that although both factors are important, work engagement plays a slightly more substantial role in strengthening organizational commitment. Overall, enhancing the meaningfulness of employees’ roles and fostering higher work engagement may increase organizational commitment.
Co-Authors 0, Aprilina 0 Abdul Muhid Adella Iliyin Octaviona Aflaha, Nadia Nufida Agus Salim Agustin, Arinda Hermadita Al Farabi, Iltizam Amalya, Iffah Dewi Amherstia Pasca Rina Anandian, Mirza Sabbihisma Andik 0 Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Andik Matulessy Andra Purnama Putra Angelica Wulan Adinda Anggraeni, Salsabilah Puspita Anggraheni, Dyah Ayu Niken Ari Anggraini, Rafidah Dwi Annisa Fitriana Wulandari Aprilina 0 0 Armadi, Amaraditha Oktovia Ayuningtyas, Christin Indah Az-Zahra, Dzakirahsalwa Bawinda Sri Les Bawinda Sri Lestari Bayani, Thalia Zati Bilqis Rahmanda Hakim Ceriputri, Wulan Kusumaning Ayu Chaq, Mohammad Chablul Dadan Hendayana Devianti, Chelsea Sandy Dewa, Reysha Zhulfirda Anggara Dwi Hilda Sulistianingsih Edmie G. M. Gerungan Edy Purwanto Efendy, Mamang Eko April Ariyanto Eko April Ariyanto, Eko April Faizha, Noer Fenanlampir, Anike Ferdyanzah Wira Adhiyana Firdaus Ananda Goman, Evita Hanafi, Nur Handayani, Retno Sri Hapsari, Yuanka Siwi Pramudya Hardianita, Shabrina Labiba Hermin Ratih H, Hermin Ratih I&#039;in Khalimatus Sa&#039;diyah IGAA. Noviekayati Ilyas, Ainun Najwa Inka Sukma Melati Karundeng, Imory Rebecca Jayata Komang Agung Candra Dinata Lesmono, Vio Ramadhan Putra Luqyana Marsha Firdaus M. Choirul Ibad Bani Syarif Maharani, Riska Tantri Malik Maya Faisati Matulessy, Andik 0 Maulana Akbar Aditya Meuthiara Mayavida Tryarini Muhamad Luki Efendi Mulyadi, Aryo Nata Mustika Wungu, Klaudia Nadaa Salsabiilaa Nadira Amania Ni Putu Satya Savitri Amanda Maharani Niken Titi Pratitis NIKMAH, KHOIRUN Ningrum, Rr. Eka Cahya NUR CHOLIFAH Nurul Aida, Nurul Pradigdo Hardianto Pranata, Citra Puspita Ayu Prastyo, Indra Pratitis, Nindia Prestisya, Aldiana Puteri Nur Diana Sari Choirudin Putra, Alvian Puja Permana Putra, Dirgantara Anugrah Putri, Annyza Harnit Putri, Reina Salsabilla Amalia Ria Indi Setia Nugrahini Rina, Amherstia Pasca Rina, Amherstia Pasca Riris Anggie Yuana Rohana Handaningrum, Rohana Rr. Eka Cahya Ningrum Sahat Saragih Sahat Saragih Sahat Saragih Saifudin, Amir Salsabila R K Syaharani Santoso, Belia Putri Saputra, Egy Oktadrian Sari, Sintikhe Kurnia Shessa Alzuhra Putri Wibowo Sidiq Priyo Susanto Siti Aisyah Suharnan Suharnan Sulistianingsih, Dwi Hilda Suryanto Suryanto Tantri, Krisnia Ken Tiana, Ade Amelia Siska Uswatun Hasanah Utomo, Rizky Amelia Wenda Anthonie Xavier, Selyo Febrio Yoniar, Yosefia Putri Yudha, Trigasi Carina Ayu ZK Abdurahman Baizal