Claim Missing Document
Check
Articles

The Ethnolinguistic Values of Madura Ca’ocaan as a Foundation of Indigenous Character Development for Counselors / Nilai Etnolinguistik Ca’ocaan Madura sebagai Fondasi Indigenous Character Development bagi Konselor Arinal Haq Fauziah; Ishlakhatus Sa’idah; Amaliah Aryani; Akmalul Umam; Jenius Dwi Pangestu
Al-Hiwar Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol. 14 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhiwar.v14i1.18131

Abstract

Language, as a cultural product, not only reflects collective identity but also serves as a medium for the transmission of social values within a society. One form of oral cultural expression among the Madurese people is Ca’ocaan, which contains moral messages, communication ethics and social norms. This study aims to examine the ethnolinguistic meaning of Madurese Ca’ocaan and analyse its relevance as a foundation for the development of counsellor character. This study employs a qualitative approach using a communication ethnography (ethnography of speaking) design, which focuses on the interpretation of language practices within the socio-cultural context of the community. Data were collected through participant observation and in-depth interviews regarding the practice of Ca’ocaan in the Sampang region of Madura. Data analysis was conducted thematically by interpreting the meaning of utterances based on cultural context, speech situations, and local community interaction norms. The research findings indicate that Ca’ocaan expressions, such as “Mon e delem pol-ngompol, jhek kenceng akalengka ka oreng ben jhek kenceng alon-callon mon bereng tak duggeh”, embody values of politeness, self-control, empathy, and social sensitivity, which align with the core competencies of counsellors in the humanistic approach. These findings confirm that Ca’ocaan has the potential to serve as an ethical and pedagogical resource in counselling education based on local culture.
Perilaku Narsis di Instagram: Studi Kasus pada Remaja Perempuan di Pamekasan Ishlakhatus Sa’idah; Raiza Athifah Nisrina
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 4 No. 1 (2024): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/nebm2g93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku narsis di platform media sosial Instagram, dengan fokus pada remaja perempuan di Pamekasan. Perilaku narsis yang dimaksud merujuk pada kecenderungan untuk mencari perhatian, memperoleh validasi eksternal dan menampilkan citra diri yang ideal melalui unggahan foto atau video di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap akun Instagram remaja perempuan di Pamekasan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor perilaku narsis antara lain pengaruh lingkungan sosial, tekanan untuk memenuhi standar kecantikan serta fenomena popularitas di dunia maya. Adapun temuan lainnya yaitu adanya hubungan antara perilaku narsis dengan tingkat harga diri dan persepsi diri remaja perempuan meskipun perilaku narsis dapat memberikan rasa percaya diri sementara. Selain itu, perilaku narsis di Instagram juga mempengaruhi kesejahteraan psikologis remaja perempuan, seperti kecemasan dan ketergantungan pada pengakuan eksternal.
Perilaku Konsumtif Gen Z di Era Digital: Studi Kasus di Kabupaten Pamekasan Ishlakhatus Sa’idah; Nurul Laily; Eka Liyana; Amaliah Aryani
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 4 No. 2 (2025): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/vp4f8f38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif Gen Z di kabupaten Pamekasan, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan dampak dari perilaku konsumtif tersebut dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap tujuh informan yang memiliki latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam yang lahir antara tahun 2002 hingga 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif Gen Z dipengaruhi oleh faktor emosional, sosial serta pemasaran digital. Gen Z lebih cenderung berbelanja berdasarkan keinginan dan tren, bukan kebutuhan, serta mudah dipengaruhi oleh media sosial, teman sebaya dan influencer. Faktor-faktor seperti hedonisme, konformitas, FOMO (Fear of Missing Out) dan rendahnya kontrol diri menjadi pendorong utama dalam perilaku konsumtif mereka. Dampak dari perilaku konsumtif ini meliputi kesulitan finansial seperti terjerat pinjaman online dan dampak psikologis berupa kecemasan dan penyesalan yang sering berujung pada konflik keluarga. Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan kesadaran finansial untuk membantu Gen Z mengelola perilaku konsumtif mereka secara lebih bijak. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi pengembangan bahan layanan bimbingan dan konseling yang dapat membantu individu dalam mengelola kecemasan dan pengendalian diri serta memfasilitasi pendidikan keuangan untuk meningkatkan pemahaman Gen Z tentang konsekuensi dari konsumsi impulsif dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
A Data-Driven Approach: Integration of Competency Asesmen Kompetensi Madrasah Inonesia (AKMI) in Guidance and Counseling Services in Madrasah Ishlakhatus Sa'idah; Arinal Haq Fauziah
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/n32k3x26

Abstract

This study aims to explore how the results of the Indonesian Madrasah Competency Assessment (AKMI) are integrated in the guidance and counselling service system in madrasah. The main focus is to understand the use of information from the AKMI report card by counsellors in designing and implementing more effective interventions and evaluating its impact on the quality of services provided to students. The research method used was a case study with a qualitative approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with counsellors, teachers and madrasah head, as well as documentation such as AKMI report cards and guidance notes. Focus group discussions (FGDs) were also conducted to obtain additional perspectives from various parties. Data analysis was done thematically by identifying patterns, themes, and relationships between variables from various data sources. The results show that the integration of AKMI results in guidance and counselling services provides significant benefits, such as personalisation of interventions and more accurate identification of student needs. The IMR data helps in designing more appropriate guidance plans and systematically monitoring student progress. However, the research also identifies challenges such as limited understanding of the use of EMI data and implementation constraints in the field. Positive impacts of using the AKMI report card include improving the quality of guidance and counselling services with a data-driven approach that has the potential to improve students' academic progress and skills. The research recommends further training for counsellors on the use of the AKMI report card as well as the development of tools to support data integration in guidance and counselling services in madrasah.
Expressive Writing sebagai Terapi Mandiri untuk Mereduksi Stres Akademik Mahasiswa Ishlakhatus Sa'idah; Diana Vidya Fakhriyani; Misnawi; Abbadi Ishomuddin; Ayu Pratiwi Dhila Wulandari
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/c1crda96

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif teknik expressive writing dalam mengurangi stres akademik pada mahasiswa program studi bimbingan dan konseling pendidikan islam negeri (UIN) Madura.. Mahasiswa ini berada dalam fase dewasa awal dengan tuntutan akademik serta proses pembentukan identitas profesional konselor sebagai calon konselor, sehingga rentan mengalami stres akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi-experimental design, desain yang digunakan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 60 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi 30 kelompok eksperimen dan 30 kelompok kontrol. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa expressive writing terbukti efektif dalam mereduksi tingkat stres akademik mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh adanya penurunan skor stres akademik yang signifikan pada kelompok eksperimen setelah diberikan intervensi expressive writing dan berdasarkan hasil uji Independent Sample t-Test terhadap skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = 7,036; p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, expressive writing dapat dipandang sebagai pendekatan intervensi psikologis yang sederhana, aplikatif, dan berbasis bukti ilmiah dalam mendukung pengelolaan stres akademik pada mahasiswa, khususnya pada fase dewasa awal yang rentan terhadap tekanan akademik.