Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

AKTIVITAS KITINASE DARI AKTINOBAKTERI SEBAGAI BIOKONTROL Ganoderma boninense Yusuf, Ashif Irvan; Aini, Fitratul; Maritsa, Hasna Ul; Riany, Hesti
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktinobakteri merupakan salah satu agen hayati yang mampu menghambat jamur patogen pada tanaman. Aktinobakteri mampu menghasilkan enzim kitinase untuk menghidrolisis dinding sel jamur sehingga menghambat pertumbuhan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan enzim kitinase dari aktinobakteri dari beberapa sumber tanah di Provinsi Jambi yang dapat menghambat jamur patogen tanaman Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Isolat diremajakan pada media starch nitrate agar, produksi kitinase dilakukan menggunakan koloidal kitin yang diperkaya, dan pengukuran aktivitas kitinase aktinobakteri dilakukan dengan menggunakan N-asetil glukosamin (GlcNAc) sebagai standar kitinase dan dibaca dengan spektrofotometer UV-VIS pada λ 584 nm. Isolat yang digunakan berasal dari dua jenis tanah yang berbeda, yaitu tanah perkebunan kelapa sawit (S16) dan tanah gambut (KT4). Hasil uji kualitatif menunjukkan nilai indeks kitinolitik S16 sebesar 1,90 dan KT4 sebesar 1,75. Uji aktivitas enzim kitinase dari kedua isolat diperoleh nilai 0,030 U/ml untuk isolat S16 dan 0,027 U/ml untuk isolat KT4. Uji penghambatan terhadap bakteri patogen Ganoderma boninense diperoleh daya hambat sebesar 54,33±1,53 dan 41,00±1,41 untuk isolat S16 dan KT4. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktinobakteri memiliki potensi untuk mengendalikan pertumbuhan Ganoderma boninense.
KEANEKARAGAMAN MAKROFUNGI DI HUTAN LINDUNG GAMBUT LONDERANG, PROVINSI JAMBI, INDONESIA Maritsa, Hasna Ul; Risma; Kartika, Winda Dwi; Batubara, Ummi Mardhiah; Haryadi, Bambang; Ihsan, Mahya
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4867

Abstract

Makrofungi telah lama menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat karena peran penting mereka dalam kehidupan manusia dan lingkungan. Namun, informasi tentang keanekaragaman hutan rawa gambut intropis makrofungi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat katalog keanekaragaman hayati makrofungi dari Hutan Lindung Londerang di Provinsi Jambi, Indonesia. Area ini rentan terhadap kebakaran, yang dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati termasuk macrofungi.Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi berupa pembuatan jalur makrofungi, dan identifikasi makrofungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai sebanyak 39 spesies macrofungi milik divisi filum Basidiomycota dan Ascomycota. Sembilan keluarga diwakili, yaitu: Polyporaceae (tujuh genus: Microporus, Polyporus, Earliella, Daedaleopis, Pycnoporus, Trametes, Ganoderma); Crepidotaceae (satu genus: Crepidotus); Tricholomataceae (dua genus: Mycena, Marasmius); Agaricaceae (dua genus: Cystolepiota, Lepiota); Russulaceae (satu genus: Russula); Auriculariaceae (satu genus: Auricularia); Genus Cantharellaceae 1 Cantharellus, gen Lycoperdiaceae 1 yaitu Calvatia, dan genus Xylariaceae 1 yaitu Daldania. Berdasarkan tempat pertumbuhannya, 68% ditemukan tumbuh di kayu mati dan 16% ditemukan tumbuh di tanah atau sampah.
AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA KOMBUCANG (KOMBUCHA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.)) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Sazali, Ahmad; Yusuf, Ashif Irvan; Maritsa, Hasna Ul; Nazila; Sormin, Veni Gustina; Pazira, Regita Para
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.8963

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan terobosan dalam pengembangan terapi alternatif yang efektif dan terjangkau. Kayu secang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mungkin berkontribusi dalam mengelola kadar glukosa darah. Fermentasi kayu secang menjadi kombucha dapat memperbaiki cita rasa dan meningkatkan aktivitas biologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas kombucha kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dalam menurunkan kadar glukosa darah pada model mencit (Mus musculus, L.) diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, menggunakan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol normal (tidak diberikan perlakuan apapun), kontrol aloksan (diberikan induksi aloksan 200 mg/kgBB secara intraperitonial dalam 1 kali pemberian), kontrol glibenclamide (diberikan induksi aloksan dan obat glibenclamide 0,013 mg/20 gr BB), dan 3 perlakuan dosis kombucha (diberikan induksi aloksan dan dosis perlakuan masing-masing : 0,26 ml/20 gr BB, 0,52 ml/20 gr BB, dan 0,78 ml/20 gr BB). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan durasi perlakuan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa induksi aloksan meningkatkan gula darah pada semua kelompok perlakuan hingga 7 kali lipat dibandingkan dengan kadar gula darah awal. Kenaikan kadar gula darah tertinggi terjadi pada kelompok kontrol aloksan, yaitu dari 70,4 mg/dl menjadi 518,2 mg/dl. Setiap kelompok dosis perlakuan kombucha menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar gula darah dibandingkan dengan kontrol glibenclamide sebagai obat anti diabetes, hal ini menunjukkan potensi fitokimia kombucha kayu secang yang lebih unggul dibandingkan dengan obat anti diabetes. Setiap perlakuan dosis kombucha menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl terjadi setelah 7 hari perlakuan. Sementara kelompok kontrol glibenclamide baru menunjukkan penurunan kadar gula darah dibawah 200 mg/dl setelah 14 hari perlakuan. Dosis kombucha 0,78 ml/20 gr BB merupakan dosis yang paling efektif karena menunjukkan efek hipoglikemik yang signifikan setelah induksi aloksan, dengan penurunan kadar gula darah dari H+3 sampai mendekati normal pada H+14. Hal ini menunjukkan potensi kombucha kayu secang sebagai alternatif pengelolaan hiperglikemia.
Pemberdayaan Bank Sampah Dayung Habibah melalui Edukasi dan Pembuatan Eco Enzyme serta Diversifikasi Produknya Yuliawati, Yuliawati; Kasmadi, Fathnur Sani; Maritsa, Hasnaul
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.1013

Abstract

The increasing volume of household organic waste remains a challenge in many communities, including Legok Village, Jambi. This community engagement program aimed to enhance local residents’ knowledge and skills in organic waste management through the production of eco-enzyme and its derivative products. The methods applied included education, interactive discussions, and hands-on training in producing eco-enzyme, dishwashing soap, floor cleaner, liquid organic fertilizer, compost, and compress pads. Evaluation was conducted using pre- and post-tests to measure knowledge improvement, as well as a satisfaction survey to assess participants’ acceptance. Results showed a significant increase in knowledge, with average scores rising from 54 (pre-test) to 84 (post-test), representing a 55.5% improvement. Participants successfully followed all stages of eco-enzyme preparation, from material selection and mixing to the initial fermentation process, and demonstrated the ability to independently produce eco-enzyme and its derivatives at home. This program effectively improved environmental literacy, awareness, and motivation among the community in managing household waste. Furthermore, it created opportunities for eco-friendly entrepreneurship based on a circular economy, supporting sustainable development goals (SDGs).
IMPROVING COMMUNITY AWARENESS OF THE HEALTH BENEFITS OF OYSTER MUSHROOMS THROUGH FUNCTIONAL FOOD EDUCATION AMONG THE SIPIN DANAU SEJAHTERA WOMEN'S FARMER GROUP Kasmadi, Fathnur Sani; Yuliawati, Yuliawati; Maritsa, Hasna Ul
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 9 No. 1 (2026): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) are functional foods rich in nutrients and bioactive compounds that provide various health benefits. However, community awareness of these benefits remains limited. This community service program aimed to improve awareness of the health benefits of oyster mushrooms through functional food education among members of the Sipin Danau Sejahtera Women's Farmer Group. A one-day educational program was implemented using a three-stage approach comprising a baseline assessment through a pre-test, interactive education on the nutritional composition and health benefits of oyster mushrooms, and program evaluation using a questionnaire. A total of 32 participants attended the program. The educational intervention effectively increased participants' knowledge, with the mean knowledge score improving from 65.4% before the intervention to 98.3% after the educational session. Participants also demonstrated a better understanding of oyster mushrooms as functional foods that support healthy dietary practices. Functional food education effectively enhanced community awareness of the health benefits of oyster mushrooms. This educational approach has the potential to promote healthier dietary behaviors and increase the utilization of locally available functional foods to support community health. Keywords: community service; functional food; health; pleurotus ostreatus
Potensi Antimikroba Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Terhadap Jamur Saprolegnia dan Bakteri Aeromonas salmonicida pada Sistem Perikanan Perairan Tawar Provinsi Jambi Nur Dwi Kesya Aprisilia; Tri Afiyani; Ema Marminto; May Sella; Azlinda Anggraini Putri; Ahmad Sazali; Hasna Ul Maritsa; Tedjo Sukmono
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 3 (2026): July - September
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.3.954-962

Abstract

Penyakit ikan yang disebabkan oleh bakteri dan jamur patogen, seperti Aeromonas salmonicida dan Saprolegnia, merupakan ancaman serius bagi budidaya perairan tawar; namun, sifat antibakteri dan antijamur dari Caesalpinia sappan L. (kayu sappan) menawarkan solusi potensial. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi dan efektivitas ekstrak Caesalpinia sappan L., yang memiliki aktivitas antimikroba terhadap patogen yang menyerang ikan air tawar. Aktivitas antibakteri dan antijamur dinilai menggunakan metode difusi cakram dan sumur pada konsentrasi ekstrak 1%, 5%, dan 10%, dengan siprofloksasin dan ketokonazol sebagai kontrol positif untuk bakteri dan jamur, masing-masing. Analisis melibatkan pengamatan dan pengukuran zona inhibisi yang dihasilkan terhadap bakteri dan jamur yang diuji. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi 5% ekstrak Caesalpinia sappan L. menunjukkan aktivitas penghambatan yang sangat kuat terhadap pertumbuhan A. salmonicida, sedangkan konsentrasi 10% menunjukkan aktivitas penghambatan yang sangat kuat terhadap Saprolegnia. Kesimpulannya, ekstrak Caesalpinia sappan L. menunjukkan kemampuan antijamur dan antibakteri yang signifikan pada konsentrasi 10% dan 5%, termasuk dalam kategori penghambatan "sangat kuat". Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak Caesalpinia sappan L. memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai agen terapeutik alami yang ramah lingkungan untuk pengelolaan penyakit di industri akuakultur.