Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PELATIHAN SADAR WISATA BERBASIS GERAKAN 5M PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 BAGI KELOMPOK PEDAGANG KULINER DI WILAYAH PESISIR KELURAHAN WATU-WATU Ridwan, Harnina; Hos, Jamaluddin; Tawulo, Megawati A.; Sarpin, Sarpin; Arsyad, Muh; Roslan, Suharty; Sirajuddin, Sirajuddin; Yusuf, Bakri; Sarita, Muhammad Ihsan; Supiyah, Ratna
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 2, No 3 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.843 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v2i3.22053

Abstract

Kegiatan berwisata adalah salah satu kegiatan yang mencirikan kegiatan jala-jalan pertemuan orang-orang tidak bisa dihindari, namun demikian perlu adanya ssebuah konsep yang matang agar kegiatan berwisata di masa pandemi Covid-19  ini tetap bisa dilaksanakan, salah satunya adalah dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu kepariwisataan juga menjadi salah satu ujung tombak pendapatan asli daerah atau PAD yang mana  telah berpengaruh besar  selama adanya pandemi covid 19  ini. berbasis gerakan 5M. Penetuan permasalahan ini ditentukan atas dasar bahwa kepariwisataan menjadi salah satu ujung tombak pendapatan asli daerah atau PAD yang mana telah berpengaruh besar  selama adanya pandemi covid 19. Olehnya dibututuhkan sebauh  pemahaman dari pelaku wisata yang salah satunya para pedagang wisata kuliner untuk dapat menerapkan sadar wisata  berbasis gerakan 5M  protokol kesehatan covid-19. Pelatihan sadar wisata  berbasis gerakan 5M  protokol kesehatan covid-19 bagi kelompok pedagang kuliner  di wilayah pesisir Kelurahan Watu-Watu dapat berkontribusi dalam mengembangan bidang pariwisata baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional terutama pada era pandemi sekarang ini.  Target luaran yang akan dicapai dari kegiatan ini meliputi: Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi.
BIMBINGAN PENGUATAN MODAL SOSIAL BAGI GENERASI MUDA KELUARGA NELAYAN DI DESA BAJO INDAH KEC. SOROPIA KAB. KONAWE Rusli, Muhammad; Arsyad, Muhammad; Juhaepa, Juhaepa; Supiyah, Ratna; Sarpin, Sarpin; Fitriyanti, Desi
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 1, No 2 (2020): Vol. 1, No. 2 Mei (2020): ANOA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.031 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v1i2.12118

Abstract

Pembimbingan penguatan modal sosial generasi muda Bajo dilatarbelakangi pemikiran bahwa etnis Bajo yang dikenal sebagai nelayan tangguh dan unik sekaligus memberi sumbangsih terhadap ketersediaan ikan untuk kebutuhan pokok masyarakat di mana eksistensinya sangat ditentukan oleh modal sosialnya. Oleh karena modal sosial perlu diwarisi dan diperkuat oleh generasi Bajo itu sendiri. Melalui ceramah dan diskusi dalam kelompok kecil diperoleh kesimpulan bahwa hampir semua generasi muda yang dibimbing telah menyadari pentingnya modal sosialnya dan perlu mewarisi modal sosial, seperti kebanggaan untuk menjadi nelayan, trust (saling percaya), saling membantu dan kerja sama serta etos kerja yang selama ini menjadi ciri masyarakat Bajo. Umumnya mereka bertekad untuk menjaga modal sosial yang disebutkan di atas karena melihat manfaat, baik untuk kesejahteraan keluarganya maupun untuk kepentingan mendukung program wisata dimana budaya Bajo yang unik seperti kemampuan menyelam dan perempuan nelayan Bajo yang dapat melaut menggunakan perahu lepa sendirian dengan hanya menggunakan dayung dan layar menelusuri laut mencari hasil laut.
REVITALISASI MODAL SOSIAL MELALUI SINERGI TRIPLE HELIX DALAM PENANGGULANGAN PANDEMIC COVID-19 Upe, Ambo; Rusli, Muhammad; Bahtiar, Bahtiar; Sarpin, Sarpin; Tuwu, Darmin
Anoa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sosial, Politik, Budaya, Hukum, Ekonomi Vol 2, No 1 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.156 KB) | DOI: 10.52423/anoa.v2i1.15162

Abstract

Pandemi Covid-19 telah berimplikasi terhadap berbagai aktivitas kehidupan manusia, tidak hanya pada aspek keseahatan, tetapi juga berimplikasi luas terhadap dimensi sosial, budaya, dan ekonomi. Karena itu, artikel ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya adalah modal sosial dan sinergisitas triple helix (akademisi, pemerintah, dan pengusaha). Untuk mencapai tujuan tersebut, maka secara teknis metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi dengan menggunakan alat bantu seperti stiker, spanduk, dan baju kaos. Pada proses pelaksanaan juga akan dibagikan alat pelindung diri berupa masker. Aktivitas masyarakat semakin meningkat ketika kebijakan PSBB dicabut dan dinyatakan sebagai masa New Normal. Dalam aktivitas sehari-hari, seringkali dijumpai perilaku masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan, seperti yang terjadi pada masyarakat di Kelurahan Kambu. Perilaku ini terjadi karena disebabkan dua hal, yaitu adanya sikap kepasrahan (apatis) dan juga karena kurangnya kesadaran tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari perilaku di luar protokol kesehatan. Karena itu, diperlukan upaya untuk menyentuh domain pengetahuan (cognitive) dan rasa kepedulian bersama (affective) yang dilakukan dengan cara merevitalisasi modal sosial melalui sinergisitas UMKM (pelaku usaha percetakan), pemerintah, dan akademisi. Sinergisitas ini akan menghasilkan produk pengetahuan yang disebarkan melalui stiker, spanduk, baju kaos, dan masker. Dengan demikian, akan terbentuk pola kebiasaan baru (habits) dalam menanggulangi pandemi Covid-19. 
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KELUARGA MISKIN MELALUI PROGRAM KETERAMPILAN MENJAHIT DI KELURAHAN TINENGI KECAMATAN TINONDO KABUPATEN KOLAKA TIMUR Damayanti, Risma; Tuwu, Darmin; Sarpin, Sarpin
Welvaart : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 4, No 2 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/welvaart.v4i2.45297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang proses pemberdayaan perempuan keluarga miskin melalui keterampilan menajhit di Kelurahan Tinrngi dan hasil setelah dilakukannya pemberdayaan di Kelurahan Tinengi, Kecamatan Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan penentuan informan melalui Purposive Sampling yang dimana informan terdiri dari 10 orang informan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pada tahapan pemberdayaan perempuan miskin melalui keterampilan menjahit di Kelurahan Tinengi Kecamatan Tinondo Kabupaten Kolaka Timur terdapat 5 tahapan yang dilakukan oleh instruktur (pelatih/agen perubahan) yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan alternatif dan formulasi perencanaan aksi, tahap pelaksanaan, evaluasi dan yang terakhir terminasi. sedangkan hasil yang diperoleh setelah pemberdayaan dilakukan ditemukan bahwa para peserta dan mantan peserta yang telah mahir menjahit mampu meningkatnya keahlian dan keterampilan mereka sehingga lebih kompeten dalam pekerjaan, memiliki peluang dalam berwirausaha dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Miskin, Keterampilan Menjahit
PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI YANG LAMBAT PADA PETANI TRADISIONAL (Studi di Desa Windu Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan) Tomiadi, La; Sarpin, Sarpin; Tawulo, Megawati Asrul
Gemeinschaft Vol 6, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v6i1.46616

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penghambat yang menyebabkan lambatnya perubahan sosial ekonomi petani di Desa Windu Makmur. (2) untuk mengetahui dan mendiskripsikan dampak yang ditimbulkan dari perubahan sosial ekonomi yang lambat pada petani tradisional di Desa Windu Makmur. Penelitian ini di lakukan di Desa Windu Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan. Purposive sampling digunakan untuk menentukan teknik informan. Pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan merupakan teknik analisis data yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat perubahan sosial ekonomi petani tradisional di Desa Windu Makmur yaitu: (1) Sumber daya manusia yang rendah berupa pengetahuan masih rendah dalam mengelola usaha tani, (2) Faktor alam berupa cuaca dan musim yang tidak menentu, dan (3) Faktor modal ekonomi yang kurang untuk membeli alat-alat pendukung kegiatan pertanian. Dampak yang ditimbulkan dari perubahan yang lambat pada kehidupan sosial ekonomi yaitu dampak pada kondisi sosial yaitu rendahnya tingkat pendidikan anak petani, dan kesulitan untuk mengakses kesehatan yang baik, dan dampak terhadap kondisi ekonomi yaitu rendahnya pendapatan petani, pembatasan pengeluaran keluarga, dan rendahnya kemampuan untuk menabung.
PELUANG DAN TANTANGAN DESA TERTINGGAL MENUJU DESA BERKEMBANG (Studi di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat) Jusman, Jusman; Arsyad, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.15503

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui penilaian Indeks Desa Membangun di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat yang dikategorikan masih desa tertinggal. (2) Untuk mengetahui bagaimanakah peluang dan tantangan yang dihadapi Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat dalam upaya meningkatkan status desa tertinggal menjadi desa berkembang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kembar Maminasa Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) adalah suatu alat bantu pengukuran terhadap perkembangan status desa yang melalui analisa dari nilai komposit seluruh nilai skoring masing-masing indikator yang terpilih yang didasarkan pada konsep kebijakan pembangunan yang ditetapkan serta otoritas kewenangan, tugas dan fungsi kementerian desa PDTT. IDM terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS) yang terdiri dari dimensi kesehatan, pendidikan, modal sosial dan permukiman; Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) yang terdiri dari dimensi ekonomi; dan Indeks Ketahanan Ekologi/ Lingkungan (IKL) yang terdiri dari dimensi ekologi. Penilaian Indeks Desa Membangun terhadap Desa Kembar Maminasa yang berstatus sebagai desa tertinggal dipengaruhi oleh adanya beberapa hal yaitu kesehatan, pendidikan, modal sosial, permukiman, ekonomi dan ekologi. Dari hasil penilaian Indeks Desa Membangun di atas, adapun yang menjadi peluang yaitu pemanfaatan sumber daya alam seperti pertanian (kakao, nilam dan pembuatan gula merah), perikanan (budidaya ikan bandeng dan udang vanamei), peternakan (budidaya sarang walet) dan sumber air (embung); pembangunan sarana infrastruktur seperti balai desa, koperasi, mushola, sekolah, empang, aliran listrik, alat informasi & komunikasi, lapangan olah raga dan parit. Selanjutnya yang menjadi  tantangan yaitu akses jalan penghubung, sarana kesehatan (puskesmas, posyandu dan jamkesmas) dan pasar.
DISFUNGSI KOPERASI HUTAN JAYA LESTARI (KHJL) (studi di Desa Lambakara Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan) Erianto, Erik; Rusli, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 2, No 2 (2020): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v2i2.15296

Abstract

Disfungsi Koperasi Hutan Jaya Lestari (KHJL) Studi di Desa Lambakara Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Fungsi Koperasi Hutan Jaya Lestari di Desa Lambakara Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan 2) Untuk mengetahui faktor- faktor yang menghambat Koperasi Hutan Jaya Lestari di Desa Lambakara Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan.  Penelitian menggunakan teknik wawancarasemi terstruktur  peneliti dalam hal ini diberi kebebasannya dalam bertanya dan memilih kebebasan dalam mengatur alur dan setting wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa Fungsi Koperasi Hutan Jaya terbagi atas tiga yaitu berkontribusi dalam masyarakat, terutama dari segi pendapatan tambahan masyarakat dan kepercayaan masyarakat terhadap KHJL bagus. Berperan dalam melestarikan hutan dan mencegah pembalakan liar, dalam hal ini lembaga pemerintah dan KHJL dalam menegekkan hukum pelestarian belum maksimal. Mewujudkan perekonomian Desa Lambakara, keberhasilannya sangat didukung pemerintah Desa Lambakara untuk meningkatkan PAD. Serta hambatan Koperasi Hutan Jaya Lestari di Desa Lambakara terbagi menjadi beberapa poin: partisipasi anggota koperasi dan masyarakat, kebijakan pemerintah, respon masyarakat terhadap KHJL, perhatian pemerintah, dilema masyarakat terhadap KHJL, serta etos dan pandangan hidup masyarakat Desa Lambakara.
AKTIVITAS SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN YANG BERMUKIM DI PEGUNUNGAN (Studi di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi) Tomsio, Hisna; Roslan, Suharty; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 3, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i2.24192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji aktivitas sosial ekonomi masyarakat nelayan yang bermukim di pegunungan di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilakukan di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi dengan informan tambahan Kades dan toko adat sedangkan yang menjadi informan kunci yaitu 6 orang nelayan dan 3 orang istri nelayan yang bermukim di pegunungan Desa Kahianga yang melakukan aktivitas sosial ekonomi.Jenis data dalam penelitian ini adalah data campuran menggunaka data kualitatif dan data kuantitatif yang disajikan dalam bentuk naratif untuk mendeskripsikan aktivitas sosial ekonomi  masyarakat nelayan yang bermukim di pegununga dan data kuantitatif yang disajikan dalam bentuk angka dan tabel yaitu penduduk di Desa Kahianga Kecamatan TomiaTimur Kabupaten Wakatobi. Sumber data penelitian ini adalah: (a) data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sejumlah informan penelitian melalui tahapan wawancara, (b) data sekunder yaitu data berupa catatan dari dokumen-dokumen yang ada di kantor di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. mengenai populasi dan data yang relevan dengan masalah penelitian.Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik secara sengaja (purposive sampling), meminta pertimbangan yang bersangkutan bersedia untuk dimintai keterangan dan informan sehubungan dengan penelitian dalam hal ini” Aktivitas Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Yang Bermukim di Pegunungan’’ Studi di Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi aktivitas sosial masyarakat nelayan yang bermukim di pegunungan diantaranya: hubungan sosial antar nelayan, kegiatan sosial nelayan dalam masyarakat dan penampilan/gaya hidup nelayan dalam masyarakat sedangkan dari segi aktivitas ekonomi diantaranya: aktivitas sebagai nelayan, aktivitas peternak dan aktivitas sebagai petani/berkebun. Dalam melakukan aktivitas baik sosial maupun ekonomi masyarakat nelayan yang bermukim di pegunungan Desa Kahianga Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi menghadapi hambatan-hambatan diantaranya; keterampilan, kesehatan, modal, iklam dan teknologi.
DAMPAK MODERNISASI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI PADI (Studi Sosiologi Pembangunan di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana) Hardiyanto, Dandy; Rusli, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 3, No 1 (2021): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v3i1.17279

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui proses modernisasi alat-alat pertanian di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana (2) untuk mengetahui dampak modernisasi pertanian terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat petani padi di Desa Sangia Makmur Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana. Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Proses modernisasi pertanian merubah bentuk pertanian dari cara-cara yang tradisional sampai menjadi cara-cara yang lebih modern. Perubahan-perubahan tersebut meliputi beberapa hal seperti pengolahan, penanaman padi, pemeliharaan tanaman padi, proses pemanenan padi dan pasca panen. Modernisasi pertanian memberikan dampak terhadap perubahan sosial dan ekonomi, dampak perubahan sosial yaitu kemampuan keluarga petani padi dalam membiayai pendidikan anaknya, petani padi juga meningkatkan biaya kesehatan, kurangnya interaksi sosial antar masyarakat petani padi, pudarnya budaya gotong-royong dan stratifikasi sosial. Sedangkan perubahan ekonomi yaitu meningkatnya penghasilan petani padi, kemampuang membangun perumahan dan berkurangnya lapangan pekerjaan bagi buruh tani karena yang dulunya dikerjakan oleh tenaga manusia kini sudah tergantikan oleh alat-alat pertanian yang modern.
Strategi Petani Dalam Mengatasi Kendala Pengolahan Gula Aren (Studi Di Desa Enano Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana) Anggraini, Selvi; Arsyad, Muhammad; Sarpin, Sarpin
Gemeinschaft Vol 5, No 2 (2023):
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i2.45296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala - kendala yang dihadapi oleh petani gula aren serta untuk mengetahui strategi petani dalam mengatasi kendala pengolahan gula aren di Desa Enano Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani gula aren Desa Enano menghadapi beberapa masalah. Salah satunya adalah waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi gula aren karena mereka menggunakan alat tradisional. Selain masalah produksi, mereka juga menghadapi masalah pemasaran karena mereka tidak dapat memasarkan gula aren mereka secara langsung di pasar-pasar terdekat. Di tengah penurunan harga gula aren, petani gula aren Desa Enano menggunakan strategi aktif untuk meningkatkan pendapatan mereka dengan menambah waktu kerja mereka, bekerja hingga malam hari. Untuk mengatasi masalah produksi mereka, petani gula aren Desa Enano menggunakan strategi pasif untuk memantau harga dan permintaan pasar sehingga mereka tidak menurunkan produksi mereka