Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Halusinasi Pendengaran Dhea Ramayela; Anggia Sari, Dwi Happy; Eni, Rosmi; Sinthania, Debby
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.249

Abstract

Gangguan jiwa merupakan gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa dengan manifestasi dari bentuk penyimpangan perilaku akibat adanya distorsi emosi sehingga ditemukan ketidakwajaran dalam bertingkah laku. Halusinasi adalah persepsi klien yang salah melalui panca indra terhadap lingkungan tanpa adanya stimulus atau rangsangan yang nyata. Berdasarkan data yang didapat di RSJ Prof. HB Saanin Padang diagnosis keperawatan terbanyak pada tahun 2023 dengan masalah keperawatan halusinasi (96,2%). Tujuan penelitian studi kasus ini adalah mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan jiwa berdasarkan tahapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini dimulai tanggal 26 Februari s.d. 2 Maret 2024 di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang, dengan metode studi kasus. Hasil pengkajian pada Tn. R yaitu tanda dan gejala yang ditemukan pada klien berupa mendengar bisikan-bisikan halus. Setelah evaluasi didapatkan hasil bahwa klien mampu mengontrol halusinasinya berupa cara menghardik, meminum obat secara teratur, bercakap-cakap dan melakukan kegiatan harian. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengelola klien dengan masalah keperawatan jiwa dilakukan dengan optimal
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn.D Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Nari, Nindya; Sari, Dwi Happy Anggia; Yuderna, Vivi; Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.253

Abstract

Resiko Perilaku Kekerasan merupakan respon marah yang dapat ditimbulkan dan dapat mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Kementrian Kesehatan (2020) mencatat, ada sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia. Salah satu gejala dari resiko perilaku kekerasan yaitu sikap yang menunjukkan dapat membahayakan dirinya maupun orang lain. Tujuan melakukan penelitian ini yaitu mampu melakukan Asuhan Keperawatan Jiwa pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof.HB Sa’anin Padang Tahun 2024. Sampel pada kasus, asuhan keperawatan pada Tn.D sejak tanggal 26 februari 2024 kegiatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Dalam penyusunan intervensi keperawatan, peneliti menggunakan rencana keperawatan yang telah disusun dalam bentuk SP. Manfaat dilakukan asuhan keperawatan jiwa ini agar pasien mampu untuk mengontrol emosi serta marah yang berhubungan dengan resiko perilaku kekerasan.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga tentang Perawatan Lansia dengan stroke di Rumah Yesi, Hilma; Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Hasmita, Hasmita; Sari, Dwi Happy Anggia; Maidawillis, Maidawillis; Dewi, Sandra; Minerva, Prima
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3205

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang memiliki dampak terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Faktor yang mempengaruhi Insiden prognosis serangan stroke termasuk hipertensi, diabetes, kolesterol dan lainya. Posyandu Latulip memiliki angka lansia dengan permasalahan faktor resiko stroke dan kejadian stroke yang tinggi. Meskipun kegiatan posyandu sudah melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, edukasi penyakit, namun belum melakukan pengelolaan yang maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk meningatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan stroke dan perawatan stroke di Rumah. Metode pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan pendampingan. Peserta kegiatan ini  sebanyak 17 orang yang terdiri dari 3 orang penderita stroke, 5 orang penderita resiko stroke, 3 orang keluarga penderita stroke, 6 orang keluarga penderita resiko stroke. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan adanya penambahan jumlah peserta yang berpengetahuan baik saat post test yaitu sebanyak 35,3%. Dapat di simpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang perawatan lansia stroke di rumah. Diharapkan keluarga mampu menerapkan edukasi yang sudah di berikan secara maksimal.Kata Kunci : lansia ; pengetahuan ; perawatan ;  stroke ; resiko stroke ;
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Jiwa: Halusinasi Di Wisma Anggrek RSJ Prof. HB. Saanin Padang Kirana, Angelisha kirana refani; Sinthania , Debby; Sari, Dwi Happy Anggia; Miswarti
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.202

Abstract

Kesehatan jiwa sebagai suatu keadaan sejahtera dan kepuasan dimana seseorang memiliki kemampuan untuk memandang dirinya sendiri dan orang lain secara positif dan menghadapi rintangan dalam hidup. Data World Health Organization (2020) menunjukkan angka prevalensi gangguan kesehatan jiwa di dunia yang tergolong tinggi, sekitar 264 juta jiwa. Berdasarkan pengambilan data awal di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang didapatkan bahwa masalah halusinasi pada tahun pada tahun 2021 terletak pada peringkat pertama yaitu 4.758 jiwa, tahun 2022 terdapat 5.216 jiwa, dan tahun 2023 mengalami peningkatan yaitu 6.354 jiwa. Tujuan penelitian adalah menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang. Studi Kasus dilakukan selama 6 hari dari tanggal 04 Maret s/d 13 Maret 2024. Pasien yang berjumlah 1 orang berinisial Ny. I Diagnosa pertama yang muncul yaitu Halusinasi Pendengaran. Strategi pelaksanaan sangat efektif dikarenakan klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, minum obat, bercakap-cakap dan kegiatan terjadwal. Pada saat dilakukan implementasi selama 6 hari didapatkan hasil pasien sudah dapat mengontrol halusinasinya dengan baik. Hasil evaluasi tindakan tersebut yaitu masalah halusinasi pendengaran teratasi. Pada penelitian ini diharapkan Ny. I memahami pemberian perawatan jiwa, begitu juga dengan peneliti, rumah sakit dan Pendidikan diharapkan bisa menambah wawasan sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa secara optimal. Diharapkan bagi Rumah Sakit Jiwa SP keluarganya perlu ditingkatkan lagi. Kata kunci : Asuhan keperawatan jiwa halusinasi
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn I Dengan Halusinasi Pendengaran rzzy mlftna; Sari, Dwi Happy Anggia; Sinthania , Debby; Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.266

Abstract

ABSTRAK Halusinasi merupakan gangguan jiwa dimana pasien mengalami gangguan persepsi sensori, timbulnya sensasi palsu berupa suara, rasa, sentuhan, penglihatan, atau penciuman. Menurut data (WHO, 2022) menunjukkan bahwa teradapat sekitar 24 juta orang atau 1 dari 300 orang di seluruh dunia yang mengalami skizofrenia. Kota Padang urutan pertama dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat yaitu sebanyak 50.557 orang. Berdasarkan data yang di dapatkan di Rumah Sakit Jiwa RSJ Prof. H.B. Sa’anin Padang, tahun 2023 pasien halusinasi meningkat menjadi 6.354 orang. Tujuan penelitian yaitu mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan Jiwa dengan halusinasi pendengaran Di RSJ Prof. Hb. Sa’anin Padang tahun 2024. Sampel yang di ambil pasien Tn.I usia 32 Tahun, asuhan keperawatan dilaksanankan februari - maret 2024 kegiatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Asuhan Keperawatan dilaksanakan selama 6 hari hasilnya pasien mampu mengontrol halusinasi secara mandiri dan tanda gejala halusinasi menurun. Setelah dilakukan intervensi keperawatan manajemen halusinasi, kondisi pasien menjadi lebih baik dengan hasil evaluasi tanda dan gejala pasien halusinasi cukup menurun. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Jiwa, Halusinasi Pendengaran ABSTRACT Hallucinations are a mental disorder in which the patient experiences impaired sensory perception, the emergence of false sensations in the form of sound, taste, touch, sight or smell. According to data (WHO, 2022) shows that there are around 24 million people or 1 in 300 people worldwide who experience schizophrenia. Padang City ranks first out of 19 districts/cities in West Sumatra, with 50,557 people. Based on data obtained at the RSJ Prof. Mental Hospital. H.B. Sa'anin Padang, in 2023 patients with hallucinations will increase to 6,354 people. The aim of the research is to be able to carry out mental nursing care with auditory hallucinations at RSJ Prof. Hb. Sa'anin Padang in 2024. The sample taken was a 32 year old Mr. I patient, nursing care carried out in February - March 2024, activities including assessment, diagnosis, intervention, implementation and nursing evaluation. Nursing care was carried out for 6 days. The result was that the patient was able to control hallucinations independently and the signs of hallucinations decreased. After the hallucination management nursing intervention was carried out, the patient's condition became better with the evaluation results showing that the patient's signs and symptoms of hallucinations decreased quite a bit. Keywords : Psychiatric Nursing Care, Auditory Hallucinations
PELATIHAN DETEKSI DINI STROKE PADA KADER LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STROKE DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Asmaria, Mike; Hidayati, Hidayati; Sari, Dwi Happy Anggia; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Yuderna, Vivi; Armaita, Armaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2154

Abstract

Data di Desa Pauh Barat menunjukkan sudah adanya posyandu Lansia tetapi belum maksimal dalam mengatasi permasalahan pencegahan stroke. Faktor eksternal yang menyebabkan kejadian stroke di Desa Pauh Barat selama ini belum terkontrolnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat. Kader lansia juga belum ada yang bisa melakukan pengkajian dini stroke secara langsung, kader mengatakan belum memiliki panduan yang baku dalam melakukan deteksi stroke.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu upaya penanggulangan stroke dengan memberdayakan para kader lansia Desa Pauh Barat. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan pelatihan deteksi dini stroke serta memberikan panduan deteksi dini stroke serta leaf let. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 10 orang kader lansia dan 2 orang tokoh masyarakat desa Pauh Barat. Hasil pre test menunjukkan bahwa dari 60% kader yang berpengetahuan kurang baik, setelah dilaksanakan pelatihan terjadi peningkatan menjadi baik 100%. Dari pelatihan yang sudah diberikan terjadi peningkatan pengetahuan para kader lansia tentang deteksi dini stroke  dan kegiatan pengabdian ini berkesinambungan secara berkala dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat dan bidan desa Pauh Barat .
a PEMBERDAYAAN WISATA KESEHATAN (SANDROMATERAPY) UNTUK LANSIA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM): wisata kesehatan asmaria, mike; Sari, Dwi Happy Anggia; Hadayati, Hadayati; Yessia, Hilma; Elvira, Mariza
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.957

Abstract

Desa Pauh Barat memiliki Wahana wisata pantai yang sangat menarik seperti water front dan pemandangan laut dengan hamparan pasir pantai yang luas. Namun Desa ini juga memiliki data lansia dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cukup tinggi seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, asam urat, kolesterol, obesitas, dan lainya. Tujuan pengabdian yaitu untuk memberdayakan Desa Pauh Barat sebagai desa wisata berbasis kesehatan yang memanfaatkan pasir pantai sebagai terapy non farmakologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, pelatihan, demonstrasi. Mitra Pengabdian adalah Pokdarwis Buana Samudera dan Kader lansia sebanyak 12 orang, mitra sasaran lansia PTM sebanyak 16 orang. Hasil kegiatan FGD didapatkan adanya dukungan Kepala Desa dan Pokdarwis dalam pelaksanaan kegiatan wisata kesehatan berbasis sandromaterapy, hasil pelatihan yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan yaitu sebanyak 58,4 poin persentase dari sebelum pelatihan. Hasil demonstrasi terjadi peningkatan keterampilan peserta mitra (pokdarwis dan kader) dari 75% menjadi 100%, begitu juga dengan mitra sasaran terdapat peningkatan kesadaran dalam memafaatkan terapy dari 62,5% 100%. Untuk keberlanjutan diharapkan pokdarwis, kader dan lansia PTM dapat menggalakkan program ini sebagai upaya pencegahan stroke.
Microplastic Fighters: Building a Zero Waste Generation through Student Education and Action in Plastic Waste Management on the Bungus Teluk Kabung Coast Sandi Fransisco Pratama; Threo Wanda Marten; Dwi Happy Anggia Sari; Fitri Olvia Rahmi; Nabila Sulaeman; Husnul Khotimah; Ganda Hijrah Selaras; Defni Yannita
Pelita Eksakta Vol 9 No 1 (2026): Pelita Eksakta, Vol. 9, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol9-iss1/317

Abstract

The Microplastic Fighters program was developed to increase elementary school students' understanding of the dangers of microplastics and waste management skills through experience-based learning methods. The activities were carried out systematically through the stages of socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. The results show an increase in the average knowledge score of students from 6.48 (pretest) to 7.84 (posttest). This increase in scores shows that the educational and interactive approach applied has proven effective in increasing student participation, creative thinking, and practical skills. Thus, this program has the potential to shape an environmentally conscious zero-waste generation and serve as an applicable educational strategy in supporting sustainable environmental conservation in coastal areas.
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Halusinasi Pendengaran Di Wisma Melati Rsj Prof. Hb. Saanin Padang Meissy Kurnia; Vivi Yuderna; Ramaita .; Dwi Happy Anggia Sari
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1819

Abstract

Hallucinations are sensory perception disorders involving subjective experiences of unreal stimuli through one or more of the five senses, including sight, smell, touch, or taste, and hearing. Based on the data obtained, being diagnosed with hallucinations is the most common diagnosis at Prof. HB. Saanin Mental Hospital Padang in the last 3 years (2023-2025), namely 17,591 patients. The purpose of this study is to apply psychiatric nursing care to patients with hallucinations at Wisma Melati Prof. HB. Saanin Mental Hospital Padang. The research method is a descriptive case study conducted over 6 meeting days (February 9-14, 2026). Results: the client was able to control hallucinations by implementing SP 1-4 for hallucinations and SP 1-4 for self-care deficit. Conclusion: the client was able to independently control hallucinations using the methods taught by the nurse. This study is expected to serve as a reference for optimizing psychiatric nursing care.
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien DenganHalusinasi Pendengaran Di Wiswa FlamboyanRsj Prof. Hb. Saanin Padang Suci Ramadani; Vivi Yuderna; Dwi Happy Anggia Sari; Ramaita .
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i1.1821

Abstract

Hallucinations are sensory perception disorders characterized by the emergence of experiences felt without any real stimulation from the environment. Individuals with hallucinations can feel false sensations in the form of hearing, sight, smell, taste, or touch, even though there is no actual stimulus. This study aims to describe the application of psychiatric nursing care to patients experiencing auditory hallucinations at Prof. HB Saanin Mental Hospital Padang. The method used in this scientific paper is a case study with a nursing process approach that includes five stages, namely assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The results of the assessment showed that the patient experienced signs and symptoms of hallucinations in the form of hearing whispering voices. The main nursing diagnosis was hallucinations with a co-diagnosis of self-care deficit (DPD). After nursing care was carried out, the patient was able to overcome self-care problems and was able to control hallucinations independently through the application of Implementation Strategies (SP), namely SP 1-4. These results indicate that the application of implementation strategies is effective in helping patients control hallucinations and improve self-care abilities. Therefore, it is hoped that this research can increase public understanding regarding the importance of mental health nursing care, thereby encouraging awareness in maintaining and preserving mental health and implementing behaviors that support the achievement of optimal psychological wellbeing in everyday life.