Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Halusinasi Pendengaran Dhea Ramayela; Anggia Sari, Dwi Happy; Eni, Rosmi; Sinthania, Debby
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.249

Abstract

Gangguan jiwa merupakan gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi jiwa dengan manifestasi dari bentuk penyimpangan perilaku akibat adanya distorsi emosi sehingga ditemukan ketidakwajaran dalam bertingkah laku. Halusinasi adalah persepsi klien yang salah melalui panca indra terhadap lingkungan tanpa adanya stimulus atau rangsangan yang nyata. Berdasarkan data yang didapat di RSJ Prof. HB Saanin Padang diagnosis keperawatan terbanyak pada tahun 2023 dengan masalah keperawatan halusinasi (96,2%). Tujuan penelitian studi kasus ini adalah mahasiswa mampu melaksanakan asuhan keperawatan jiwa berdasarkan tahapan pendokumentasian asuhan keperawatan. Penelitian ini dimulai tanggal 26 Februari s.d. 2 Maret 2024 di Ruang Flamboyan Rumah Sakit Jiwa Prof. HB Saanin Padang, dengan metode studi kasus. Hasil pengkajian pada Tn. R yaitu tanda dan gejala yang ditemukan pada klien berupa mendengar bisikan-bisikan halus. Setelah evaluasi didapatkan hasil bahwa klien mampu mengontrol halusinasinya berupa cara menghardik, meminum obat secara teratur, bercakap-cakap dan melakukan kegiatan harian. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengelola klien dengan masalah keperawatan jiwa dilakukan dengan optimal
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn.D Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Nari, Nindya; Sari, Dwi Happy Anggia; Yuderna, Vivi; Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i1.253

Abstract

Resiko Perilaku Kekerasan merupakan respon marah yang dapat ditimbulkan dan dapat mencederai diri, orang lain dan lingkungan. Kementrian Kesehatan (2020) mencatat, ada sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia. Salah satu gejala dari resiko perilaku kekerasan yaitu sikap yang menunjukkan dapat membahayakan dirinya maupun orang lain. Tujuan melakukan penelitian ini yaitu mampu melakukan Asuhan Keperawatan Jiwa pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Prof.HB Sa’anin Padang Tahun 2024. Sampel pada kasus, asuhan keperawatan pada Tn.D sejak tanggal 26 februari 2024 kegiatan meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Dalam penyusunan intervensi keperawatan, peneliti menggunakan rencana keperawatan yang telah disusun dalam bentuk SP. Manfaat dilakukan asuhan keperawatan jiwa ini agar pasien mampu untuk mengontrol emosi serta marah yang berhubungan dengan resiko perilaku kekerasan.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga tentang Perawatan Lansia dengan stroke di Rumah Yesi, Hilma; Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Hasmita, Hasmita; Sari, Dwi Happy Anggia; Maidawillis, Maidawillis; Dewi, Sandra; Minerva, Prima
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.3205

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit serius yang memiliki dampak terhadap individu dan masyarakat secara keseluruhan. Faktor yang mempengaruhi Insiden prognosis serangan stroke termasuk hipertensi, diabetes, kolesterol dan lainya. Posyandu Latulip memiliki angka lansia dengan permasalahan faktor resiko stroke dan kejadian stroke yang tinggi. Meskipun kegiatan posyandu sudah melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, edukasi penyakit, namun belum melakukan pengelolaan yang maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk meningatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pencegahan stroke dan perawatan stroke di Rumah. Metode pengabdian kepada masyarakat yaitu metode penyuluhan dan pendampingan. Peserta kegiatan ini  sebanyak 17 orang yang terdiri dari 3 orang penderita stroke, 5 orang penderita resiko stroke, 3 orang keluarga penderita stroke, 6 orang keluarga penderita resiko stroke. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan adanya penambahan jumlah peserta yang berpengetahuan baik saat post test yaitu sebanyak 35,3%. Dapat di simpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga tentang perawatan lansia stroke di rumah. Diharapkan keluarga mampu menerapkan edukasi yang sudah di berikan secara maksimal.Kata Kunci : lansia ; pengetahuan ; perawatan ;  stroke ; resiko stroke ;
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gangguan Jiwa: Halusinasi Di Wisma Anggrek RSJ Prof. HB. Saanin Padang Kirana, Angelisha kirana refani; Sinthania , Debby; Sari, Dwi Happy Anggia; Miswarti
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.202

Abstract

Kesehatan jiwa sebagai suatu keadaan sejahtera dan kepuasan dimana seseorang memiliki kemampuan untuk memandang dirinya sendiri dan orang lain secara positif dan menghadapi rintangan dalam hidup. Data World Health Organization (2020) menunjukkan angka prevalensi gangguan kesehatan jiwa di dunia yang tergolong tinggi, sekitar 264 juta jiwa. Berdasarkan pengambilan data awal di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang didapatkan bahwa masalah halusinasi pada tahun pada tahun 2021 terletak pada peringkat pertama yaitu 4.758 jiwa, tahun 2022 terdapat 5.216 jiwa, dan tahun 2023 mengalami peningkatan yaitu 6.354 jiwa. Tujuan penelitian adalah menerapkan Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Pasien Dengan Halusinasi Pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. HB. Saanin Padang. Studi Kasus dilakukan selama 6 hari dari tanggal 04 Maret s/d 13 Maret 2024. Pasien yang berjumlah 1 orang berinisial Ny. I Diagnosa pertama yang muncul yaitu Halusinasi Pendengaran. Strategi pelaksanaan sangat efektif dikarenakan klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, minum obat, bercakap-cakap dan kegiatan terjadwal. Pada saat dilakukan implementasi selama 6 hari didapatkan hasil pasien sudah dapat mengontrol halusinasinya dengan baik. Hasil evaluasi tindakan tersebut yaitu masalah halusinasi pendengaran teratasi. Pada penelitian ini diharapkan Ny. I memahami pemberian perawatan jiwa, begitu juga dengan peneliti, rumah sakit dan Pendidikan diharapkan bisa menambah wawasan sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa secara optimal. Diharapkan bagi Rumah Sakit Jiwa SP keluarganya perlu ditingkatkan lagi. Kata kunci : Asuhan keperawatan jiwa halusinasi
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn I Dengan Halusinasi Pendengaran rzzy mlftna; Sari, Dwi Happy Anggia; Sinthania , Debby; Afnuhazi, Ridhyalla
Jurnal Keperawatan Medika Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v3i2.266

Abstract

ABSTRAK Halusinasi merupakan gangguan jiwa dimana pasien mengalami gangguan persepsi sensori, timbulnya sensasi palsu berupa suara, rasa, sentuhan, penglihatan, atau penciuman. Menurut data (WHO, 2022) menunjukkan bahwa teradapat sekitar 24 juta orang atau 1 dari 300 orang di seluruh dunia yang mengalami skizofrenia. Kota Padang urutan pertama dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat yaitu sebanyak 50.557 orang. Berdasarkan data yang di dapatkan di Rumah Sakit Jiwa RSJ Prof. H.B. Sa’anin Padang, tahun 2023 pasien halusinasi meningkat menjadi 6.354 orang. Tujuan penelitian yaitu mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan Jiwa dengan halusinasi pendengaran Di RSJ Prof. Hb. Sa’anin Padang tahun 2024. Sampel yang di ambil pasien Tn.I usia 32 Tahun, asuhan keperawatan dilaksanankan februari - maret 2024 kegiatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Asuhan Keperawatan dilaksanakan selama 6 hari hasilnya pasien mampu mengontrol halusinasi secara mandiri dan tanda gejala halusinasi menurun. Setelah dilakukan intervensi keperawatan manajemen halusinasi, kondisi pasien menjadi lebih baik dengan hasil evaluasi tanda dan gejala pasien halusinasi cukup menurun. Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Jiwa, Halusinasi Pendengaran ABSTRACT Hallucinations are a mental disorder in which the patient experiences impaired sensory perception, the emergence of false sensations in the form of sound, taste, touch, sight or smell. According to data (WHO, 2022) shows that there are around 24 million people or 1 in 300 people worldwide who experience schizophrenia. Padang City ranks first out of 19 districts/cities in West Sumatra, with 50,557 people. Based on data obtained at the RSJ Prof. Mental Hospital. H.B. Sa'anin Padang, in 2023 patients with hallucinations will increase to 6,354 people. The aim of the research is to be able to carry out mental nursing care with auditory hallucinations at RSJ Prof. Hb. Sa'anin Padang in 2024. The sample taken was a 32 year old Mr. I patient, nursing care carried out in February - March 2024, activities including assessment, diagnosis, intervention, implementation and nursing evaluation. Nursing care was carried out for 6 days. The result was that the patient was able to control hallucinations independently and the signs of hallucinations decreased. After the hallucination management nursing intervention was carried out, the patient's condition became better with the evaluation results showing that the patient's signs and symptoms of hallucinations decreased quite a bit. Keywords : Psychiatric Nursing Care, Auditory Hallucinations
PELATIHAN DETEKSI DINI STROKE PADA KADER LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STROKE DI DESA PAUH BARAT KOTA PARIAMAN Asmaria, Mike; Hidayati, Hidayati; Sari, Dwi Happy Anggia; Yessi, Hilma; Marni, Linda; Yuderna, Vivi; Armaita, Armaita
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2154

Abstract

Data di Desa Pauh Barat menunjukkan sudah adanya posyandu Lansia tetapi belum maksimal dalam mengatasi permasalahan pencegahan stroke. Faktor eksternal yang menyebabkan kejadian stroke di Desa Pauh Barat selama ini belum terkontrolnya pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat. Kader lansia juga belum ada yang bisa melakukan pengkajian dini stroke secara langsung, kader mengatakan belum memiliki panduan yang baku dalam melakukan deteksi stroke.  Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu upaya penanggulangan stroke dengan memberdayakan para kader lansia Desa Pauh Barat. Metode pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan memberikan pelatihan deteksi dini stroke serta memberikan panduan deteksi dini stroke serta leaf let. Peserta pelatihan sebanyak 12 orang yang terdiri dari 10 orang kader lansia dan 2 orang tokoh masyarakat desa Pauh Barat. Hasil pre test menunjukkan bahwa dari 60% kader yang berpengetahuan kurang baik, setelah dilaksanakan pelatihan terjadi peningkatan menjadi baik 100%. Dari pelatihan yang sudah diberikan terjadi peningkatan pengetahuan para kader lansia tentang deteksi dini stroke  dan kegiatan pengabdian ini berkesinambungan secara berkala dengan pendampingan tim pengabdian masyarakat dan bidan desa Pauh Barat .
MANAJEMEN STRES PADA KOMUNITAS PESISIR: PERAN PERAWAT JIWA DI KOTA PARIAMAN Sari, Dwi Happy Anggia; Sinthania, Debby; Asmaria, Mike; Anggita, Kheniva Diah
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 2 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3518

Abstract

Coastal communities face significant stressors related to unstable income, climate variability, marine ecosystem degradation, and family burdens. This study examines stress management in coastal communities of Kota Pariaman and explores the strategic role of psychiatric nurses in preventive mental health efforts. Using community assessment, interviews, and Focus Group Discussion (FGD), 30 participants were included from three coastal subdistricts. Results reveal moderately high stress levels (62%) influenced by economic hardship and occupational demands. Psychoeducation and early detection significantly improved knowledge (t = -6.112, p < 0.05). Strengthening community-based psychiatric nursing is crucial to enhancing mental resilience in coastal populations. Keywords:  Stress Management; Psychiatric Nursing; Coastal Communities; Pariaman
a PEMBERDAYAAN WISATA KESEHATAN (SANDROMATERAPY) UNTUK LANSIA PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM): wisata kesehatan asmaria, mike; Sari, Dwi Happy Anggia; Hadayati, Hadayati; Yessia, Hilma; Elvira, Mariza
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.957

Abstract

Desa Pauh Barat memiliki Wahana wisata pantai yang sangat menarik seperti water front dan pemandangan laut dengan hamparan pasir pantai yang luas. Namun Desa ini juga memiliki data lansia dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang cukup tinggi seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, asam urat, kolesterol, obesitas, dan lainya. Tujuan pengabdian yaitu untuk memberdayakan Desa Pauh Barat sebagai desa wisata berbasis kesehatan yang memanfaatkan pasir pantai sebagai terapy non farmakologi. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, pelatihan, demonstrasi. Mitra Pengabdian adalah Pokdarwis Buana Samudera dan Kader lansia sebanyak 12 orang, mitra sasaran lansia PTM sebanyak 16 orang. Hasil kegiatan FGD didapatkan adanya dukungan Kepala Desa dan Pokdarwis dalam pelaksanaan kegiatan wisata kesehatan berbasis sandromaterapy, hasil pelatihan yaitu adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan yaitu sebanyak 58,4 poin persentase dari sebelum pelatihan. Hasil demonstrasi terjadi peningkatan keterampilan peserta mitra (pokdarwis dan kader) dari 75% menjadi 100%, begitu juga dengan mitra sasaran terdapat peningkatan kesadaran dalam memafaatkan terapy dari 62,5% 100%. Untuk keberlanjutan diharapkan pokdarwis, kader dan lansia PTM dapat menggalakkan program ini sebagai upaya pencegahan stroke.
KORELASI TINGKAT KECEMASAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA LANSIA HIPERTENSI Yuderna, Vivi; Asmaria, Mike; Yessi, Hilma; Sari, Kheniva Diah Anggita; Sari, Dwi Happy Anggia; Hasmita, Hasmita
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30663

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga didunia. setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke, dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat penyakit stroke. Di Indonesia prevalensi stroke pada tahun 2018 berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk umur > 15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang. Faktor resiko stroke yang paling sering adalah hipertensi, merokok, dislipidemia, diabetes melitus, obesitas, dan penyakit jantung.  Hipertensi dapat dipicu oleh adanya kecemasan sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. “Hubungan Kecemasan dengan Perilaku Pencegahan Stroke pada Penderita Hipertensi di Posyandu Latulip Desa Pauh Barat Kota Pariaman”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model pendekatan cross sectional, dilakukan secara purposive sampling yaitu sejumlah 36 orang. Hasil penelitian diperoleh  nilai  signifikansi  (p) > 0.05 yang berarti menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kecemasan dengan perilaku pencegahan stroke. Simpulan gejala kecemasan pada lansia dengan hipertensi tidak berkaitan secara prospektif dengan perilaku pencegahan risiko stroke didesa Pauh Barat Kota Pariaman. Diharapkan petugas kesehatan tetap meningkatkan edukasi tentang perilaku pencegahan stroke sehingga lansia tidak beresiko terjadinya stroke.                      Keywords: hipertensi ; kecemasan ; lansia ; perilaku ; stroke
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN DESA WISATA PANTAI SEBAGAI SANDROMATERAPY DAN PENINGKATAN SUPPORT GROUP DALAM PENGENDALIAN STROKE Asmaria, Mike; Sari, Dwi Happy Anggia; Hidayati, Hidayati; Yessi, Hilma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20241

Abstract

Abstrak: Desa Pauh Barat memiliki data penderita resiko stroke tertinggi dengan angka kejadian hipertensi dan diabetes yang meningkat setiap tahunnya. Faktor risiko dominan stroke adalah umur yang semakin meningkat, jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan gagal jantung. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan motivasi hidup sehat dan produktif serta meringankan beban psikologis penderita terkait penyakit dan kehidupanya. Metode yang di gunakan dalam pengabdian ini yaitu praktikum sandromaterapy (terapy pasir pantai yang sudah terpapar panas matahari) kegiatan dilaksanakan pada jam 4 sampai 6 sore, kegiatan di laksanakan pantai Pauh Barat bagian utara. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah kader lansia dan penderita resiko tinggi stroke Desa Pauh Barat sebanyak 35 orang. Monitoring dan Evaluasi pengabdian ini dilakukan dengan observasi serta pendampingan. Hasil pengabdian ditemukan adanya peningaktan derajat kesehatan yang di buktikan oleh penurunan tekanan darah peserta sebanyak 11 orang (61,70%) dari 17 orang penderita hipertensi dan penurunan kadar gula darah bagi penderita diabetes yaitu sebanyak 5 orang (50%) dari 10 orang penderita. Dengan pelaksanaan sandromaterapy ini penderita resiko tinggi stroke merasakan sensasi terapy pada persayarafan dan otot kaki, serta kenikmatan suasana pantai yang memberikan relaksasi.Abstract: Pauh Barat Village has data on sufferers at the highest risk of stroke with the incidence of hypertension and diabetes increasing every year. The dominant risk factors for stroke are increasing age, coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension and heart failure. The aim of this service is to increase motivation to live a healthy and productive life and ease the psychological burden of sufferers related to their illness and life. The method used in this service is sandromatherapy practicum (beach sand therapy that has been exposed to the heat of the sun). This activity is carried out from 4 to 6 pm on the northern part of West Pauh Beach. These community service partners are elderly cadres and 35 participants suffering from high risk of stroke in West Pauh Village. Monitoring and evaluation of this service is carried out through observation and assistance. The results of the service found an increase in health status as evidenced by a decrease in blood pressure for 11 participants (61.70%) of 17 people with hypertension and a decrease in blood sugar levels for diabetes sufferers, namely 5 people (50%) of 10 people sufferers. With the implementation of sandromatherapy, sufferers at high risk of stroke feel a therapeutic sensation in the nerves and leg muscles, as well as the enjoyment of the beach atmosphere which provides relaxation.