Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kompetensi Bahasa Inggris Mahasiswa Diploma III Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Melalui English Club Minanda, Hasnia; Budiatiningsih , Mahmudah; Ulya, Baiq Nikmatul; Rojabi, Siti Hamdiah; Hulfa, Ihyana; Putra, Taufan Handika; Ferdiansyah, Lalu Ferdi
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i1.1153

Abstract

Program Studi Diploma III Pariwisata Universitas Mataram mempersiapkan mahasiswa yang memiliki keahlian dan keterampilan yang dapat bersaing secara global. Salah satu keterampilan mahasiswa yang penting untuk ditingkatkan adalah keterampilan Bahasa Inggris. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa mahasiswa DIII Pariwisata masih harus meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris. Oleh karenanya penulis menginisiasi program English Club sebagai Upaya peningkatan kompetensi Bahasa Inggris di Program Studi Diploma III Pariwisata Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa program English Club terdiri dari enam tahapan yaitu adanya pertemuan dalam merancang kegiatan English Club, kolaborasi dengan dosen DIII Pariwisata untuk menjalankan Eglish Club, membuat materi English Club, sosialisasi pelaksanaan program, pelaksanaan program, post test dan penyerahan sertifikat. Pelaksanaan program ini berjalan dengan lancar. Kendala yang muncul berhasil diselesaikan dengan baik. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa English Club berhasil meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris mahasiswa Diploma III Pariwisata Unram.
Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Baru Diploma Tiga Pariwisata Mengenai Standart Grooming pada Industri Hospitality Hulfa, Ihyana; Budiatiningsih , Mahmudah; Budiatiningsih , Baiq Nikmatul Ulya; Rojabi, Siti Hamdiah; Minanda.docx, Hasnia; Singandaru, Adhitya Bagus
Jurnal Abdi Anjani Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v2i2.1554

Abstract

Grooming merupakan salah satu komponen penting dalam industry hospitality. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam berpenampilan sesuai dengan kebutuhan industry hospitality. Kegiatan ini diikuti oleh 131 mahasiswa baru DIII Pariwisata FEB Unram. Kegiatatan ini dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, persiapan, pelaksanaan, roleplay, diskusi dan evaluasi. Hasilnya kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa DIII Parwisata FEB Unram mengenai grooming dalam industry Hospitality.
Development of Batu Kumbung Tourism Village Based on Creative Economy Rahman, Rahman; Ihyana hulfa; Baiq Nikmatul Ulya; Siti Hamdiah Rojabi
Jurnal Internasional Riset Bisnis Pariwisata Vol 2 No 2 (2023): International Journal of Tourism Business Research (INTOUR)
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/intour.v2i2.927

Abstract

Batu Kumbung comprises one of the many Tourism Villages located within the Lingsar District of West Lombok Regency. Among the various tourist attractions on offer, visitors can enjoy horticultural tourism, fisheries, cultural experiences, creative arts, handicrafts, ecotourism, and agricultural experiences. These include Tirta Tourism Village, Cultural Tourism Village, Mina Tourism Village, Arts Tourism Village, Agricultural Tourism Village, Ecotourism Village, Craft Tourism Village, and Agro Tourism Village. The objective of this project is to promote a variety of tourism options in each of the village's hamlets, focusing on their unique characteristics. To support the development of a creative economy-based tourism village, a comprehensive study is required. This study employed qualitative methods by collecting data through field observations, interviews, and literature studies. The findings illustrated that the Batu Kumbung tourism village development model features various tourist attractions, including swimming pool tours and processed catfish delicacies such as shredded catfish, catfish skin crackers, and catfish nuggets. These attractions are capable of drawing tourists from distant regions and visitors from NTB. The creative economy of Batu Kumbung tourism village could encompass approximately 90 UMKM players hailing from the village itself, with 60 of these participants actively engaged in the development of Batu Kumbung tourism village.
Analysis of Potential and Development Strategies for Sama Guna Village as a Sport Tourism Village Maulana, M. Reza Agista; Adhitya, Bagus Singandaru; Hulfa, Ihyana
Journal of Finance, Economics and Business Vol. 3 No. 2 (2024): JFEB, November 2024
Publisher : Laboratorium Riset Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59827/jfeb.v3i2.180

Abstract

This research explores the potential and strategies for developing Sama Guna Village in North Lombok Regency as a sport tourism destination. Sama Guna Village offers rich natural beauty, cultural heritage, and diverse plantation commodities, positioning it as an ideal location for activities such as rafting, hiking, and cultural tourism. Despite its potential, the village faces challenges such as inadequate infrastructure, limited promotional efforts, and a lack of essential facilities. Using a qualitative research approach, the study identifies key strategies, including infrastructure improvement, development of unique tourism products, enhancement of human resources, and collaboration with stakeholders. The proposed initiatives aim to establish Sama Guna Village as a sustainable sport tourism hub, offering both economic benefits to the community and unique experiences for visitors. Emphasizing sustainable tourism principles, this research serves as a reference for policymakers and tourism managers to address current shortcomings and implement effective development strategies. Collaborative efforts between local communities, private sectors, and the government are essential to transform Sama Guna Village into a prominent sport tourism destination in Indonesia. Keywords: Sport tourism; rural tourism development; Sama Guna Village; sustainable tourism; North Lombok Regency
POTENSI DESA BONJERUK SEBAGAI DESA WISATA BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Budiatiningsih, Mahmudah; Ulya, Baiq Nikmatul; Kurniansah, Rizal; Minanda, Hasnia; Hulfa, Ihyana; Rojabi, Siti Hamdiah; Supita, Sesilia Dwi
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v19i1.576

Abstract

AbstractTourism village development aims to manifest the concept of sustainable tourism. Therefore, every tourism village in Indonesia should apply the sustainable tourism concept, including Bonjeruk Village. The Bonjeruk tourism village is one of the tourism villages in Lombok Island that has received ADWI from Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy in 2021. This research aims to identify the aspect of sustainable tourism in Bonjeruk Tourism Village. This research used a qualitative approach. Data collection was carried out by observation, interviews and literature studies to obtain the information about the tourism conditions in Bonjeruk village. The result of this research shows that the basic components of tourism village in Bonjeruk had been fulfilled. The Bonjeruk tourism village is managed by qualified human resources, has a variety of attractions and activities, is equipped with sufficient and clean amenities, and has a fairly good accessibility. Meanwhile, according to the sustainable tourism aspect, the Bonjeruk tourism village is able to improve the local community’s quality of life, providing additional value to the community's economy, improving environmental management, and increasing the respect and appreciation to the local culture.Keywords: Bonjeruk Village; Sustainable Tourism; Tourism VillageAbstrakPengembangan desa wisata bertujuan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Oleh karenanya, setiap desa wisata di Indonesia sudah seharusnya menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan, termasuk Desa Bonjeruk. Desa wisata Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata di Pulau Lombok yang pernah menerima ADWI dari Kemenparekraf RI pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi desa wisata Bonjeruk berdasarkan aspek pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk memperoleh informasi terkait kondisi pariwisata di desa Bonjeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komponen dasar desa wisata di Bonjeruk telah terpenuhi dengan baik. Desa wisata Bonjeruk dikelola oleh SDM yang berkualitas, tersedia atraksi dan aktivitas yang beragam, dilengkapi amenitas dalam jumlah cukup dan bersih, serta memiliki aksesibilitas yang cukup baik. Sementara menurut aspek pariwisata berkelanjutan, pariwisata di desa wisata Bonjeruk berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat, meningkatkan pengelolaan lingkungan, dan meningkatkan apresiasi terhadap kebudayaan setempat.Kata Kunci: Desa Bonjeruk; Desa Wisata; Pariwisata Berkelanjutan
Pemberdayaan Komunitas Wisata melalui Pelatihan Lingkungan dan Sanitasi di Destinasi Lombok Timur Minanda, Hasnia; Hulfa, Ihyana; Unadidah, Syifa
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i1.2053

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas komunitas wisata di Lombok Timur terkait pengelolaan kebersihan lingkungan dan sanitasi destinasi wisata. Pelatihan dilaksanakan pada 7–9 Agustus 2024 dengan melibatkan mitra seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lombok Timur serta Bank Sampah Desa Montong Baan. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, edukasi melalui ceramah dan workshop, serta partisipasi aktif masyarakat. Sebanyak 50 peserta, termasuk kepala desa, pokdarwis, dan pelaku wisata, mengikuti pelatihan yang membahas prinsip dasar sanitasi, strategi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta peran bank sampah dalam menjaga kebersihan destinasi. Kegiatan ditutup dengan aksi bersih-bersih dan monitoring langsung di destinasi Otak Kokoq Joben. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta serta komitmen terhadap penerapan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur di wilayah masing-masing. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan partisipasi masyarakat lokal di Lombok Timur.
PELATIHAN PENGELOLAAN HOMESTAY SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PENGEMBANGAN DESA WISATA MEKAR SARI, LOMBOK TENGAH Ihyana Hulfa; Nur Afiah; Siti Hamdiah Rojabi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i5.11364

Abstract

Tourism is currently a strategic sector in supporting economic and social development, especially in rural areas. One of the emerging approaches is the development of tourism villages based on community participation. Homestays as a form of community accommodation have an important role in providing authentic tourism experiences and supporting the welfare of villagers. However, in Mekar Sari Tourism Village, Central Lombok, the quality of homestay management still faces challenges, such as low service standards, limited facilities, and lack of innovation in services. In response to these conditions, this service activity was carried out through intensive training aimed at increasing the capacity of homestay managers in aspects of management, excellent service, and service development based on local potential. The training method was conducted in a participatory manner through interactive lectures, practical demonstrations, group discussions, and reflections. The results showed an increase in participants' understanding of the importance of service standards and the emergence of additional service initiatives such as cooking classes and cultural tours. This activity not only provides an initial impact on strengthening community capacity, but also strengthens collective awareness in building a sustainable and competitive tourism village.
Empowerment of Songket Woven Craftsmen: Qualitative Study of Creative Economy in Sukarara Village, Indonesia Bagas Tantawi, Edhu; Suteja, I Wayan; Hulfa, Ihyana; Tri Darma Putra, Ida Nyoman; Martayadi, Uwi
Advances in Tourism Studies Vol. 1 No. 1 (2023): Advances in Tourism Studies
Publisher : Centre for Tourism Studies and Journal Publication of Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ats.v1i1.9

Abstract

This qualitative study examines the potential of the creative economy in Sukarara Village, Indonesia, by empowering Songket woven fabric craftsmen in tourism. The research question is to explore how empowering Songket craftsmen in tourism can revive the industry and promote the creative economy in Sukarara Village. The study was conducted in Sukarara Village, Jonggat District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara, and data was collected through interviews, observations, and documentation. The participants included Songket woven fabric craftsmen, traditional institution members, and local community members involved in tourism activities. The data collection techniques used were semi-structured interviews, open-ended interviews, participant observation, and document analysis. The study's findings reveal that tourism activities based on the creative economy in Sukarara Village include weaving Songket fabrics, studying motifs and production, traditional customs, marketing, and management. The community involvement in empowering the craftsmen includes developing traditional institutions, arts, cadet's corals, and weaving patents. The study highlights the practical implications of empowering Songket craftsmen in tourism, such as boosting the local economy and promoting cultural heritage. In conclusion, this study provides insights into how the creative economy can be harnessed through tourism to revive traditional crafts and promote community development
TINGKAT PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KEK MANDALIKA DI KUTA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ihyana Hulfa; Hasnia Minanda; Siti Hamdiah Rojabi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i1.7942

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui partisipasi perempuan dalam pengembangan KEK Mandalika Kuta Kebupaten Lombok Tengah memerlukan kajian yang mendalam sehingga penelitian ini diperlukan adapun tujuan dan manfaatnya adalah untuk menganalisismodal manusia kaum perempuan, level partisispasi perempuan dalam pengembangan KEK Mandalika. Manfaat Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam kegiatan kepariwisataan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskiptif kualitatif. Metode ini di gunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis modal kerja dan partisipasi perempuan dalam pengembangan pariwisata KEK Mandalika Kuta Lombok Tengah. Populasi dalam penelitian ini diambil dari dua sisi, pertama dari sisi pelayanan/pemberi jasa yaitu Tokoh Masyarakat seperti Pengelola, Tokoh Pemuda dan kedua, dari sisi pedagang souvenir dan kuliner di KEK Mandalika. Dari hasil penelitian kaum perempuan memiliki Modal Manusia dalam bidang Pendidikan dan keterampilan rendah, dikarenakan kaum perempuan masih di pandang stereotip dianggap lemah dan tidak diberikan kesempatan yang sama dalam pengembangan keterampilan. Adapun bentuk partisipasi kaum perempuan masih pada level pemanfaatan sumber daya, khususnya dalam bentuk fasilitas yang disediakan untuk tempat berdagang makan dan minum, serta memberikan layanan akomodasi seperti homestay, sehingga mendapatkan penghasilan tambahan untuk membatu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ada beberapa cara untuk meningkatkan modal kaum perempuan dan partisipasi kaum perempuan adalah, dengan memberikan kesempatan yang sama dalam segala bidang, seperti pengembangan Pendidikan, keterampilan dan medapatkan kesempatan yang sama dalam struktur organisasi pengembangan pariwisata KEK Mandalika
Pelatihan Table Manner sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Hospitality Mahasiswa D3 Pariwisata Universitas Mataram Hulfa, Ihyana; Anggriana, Siti; Nur Afia; Lalu Ferdi Ferdiansyah; Ahmad Rizaldi Aspri
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2566

Abstract

Sebagian besar mahasiswa D3 Pariwisata belum memiliki pengalaman praktis terkait standar etika jamuan formal (table manner) yang menjadi tuntutan utama dalam industri perhotelan internasional. Kondisi ini menyebabkan keterampilan hospitality mereka belum optimal dan memerlukan pembekalan melalui kegiatan berbasis praktik. Kegiatan Pelatihan Table Manner merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan hospitality mahasiswa. Pelatihan ini dilaksanakan pada 27 September 2025 di Hotel Lombok Raya Mataram dengan peserta sebanyak 87 mahasiswa dari kelas C, D, E, dan F. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung dalam suasana yang menyerupai jamuan fine dining. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pemahaman serta keterampilan mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam etika makan formal, penggunaan peralatan makan, serta penerapan sikap profesional dalam situasi jamuan resmi. Rata-rata skor keseluruhan mencapai 4,40 (kategori “Baik–Sangat Baik”), dengan aspek tertinggi pada relevansi materi terhadap kebutuhan dunia kerja (4,55). Mahasiswa juga memberikan respon sangat positif terhadap kegiatan yang dinilai relevan dengan kompetensi industri pariwisata. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan hospitality mahasiswa serta membentuk karakter profesional dan percaya diri sebagai calon tenaga kerja di bidang pariwisata.