Claim Missing Document
Check
Articles

Profile of The Visitors' Knowledge Related to Disasters at Kuta Mandalika Beach, Central Lombok Regency Budiatiningsih, Mahmudah; Hulfa, Ihyana; Rojabi, Siti Hamdiah; Putri, Cindy Aulia; Jumiarti, Sahya
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v8i1.76238

Abstract

AbstractKuta Mandalika Beach in West Nusa Tenggara Province, as one of the tourist destinations vulnerable to disasters, requires a good level of disaster preparedness among its visitors. This study aims to determine the disaster knowledge of visitors to Kuta Mandalika Beach. The data collection technique was conducted through a survey using an instrument in the form of a questionnaire. The population of this study is an infinite population. The sampling technique was carried out by convenience with a total of 487 respondents. Respondents in this study were aged between 17 and 55 years who had visited Kuta Mandalika Beach in the last five years. The research instrument was a questionnaire consisting of 46 questions based on a Guttman dichotomous scale, which measured general knowledge about disasters, recognition of disaster signs, and appropriate emergency response actions. The results showed that most visitors had a high level of disaster knowledge, especially regarding types of disasters and identification of natural warning signs. Nonetheless, some respondents showed moderate to low awareness, especially in determining appropriate actions in the event of a disaster. The study also revealed that education level and age were found to correlate with visitors' disaster knowledge.AbstrakPantai Kuta Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai salah satu destinasi wisata yang rentan terhadap bencana, memerlukan tingkat kesiapsiagaan bencana yang baik di kalangan pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan kebencanaan para pengunjung Pantai Kuta Mandalika. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan menggunakan instrumen berupa angket. Populasi penelitian ini adalah populasi infinite. Teknik penentuan sampel dilakukan secara convenience dengan total responden sebanyak 487. Responden dalam penelitian ini berusia antara 17 hingga 55 tahun yang pernah berkunjung ke Pantai Kuta Mandalika dalam lima tahun terakhir. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari 46 pertanyaan berdasarkan skala dikotomi Guttman, yang mengukur pengetahuan umum tentang bencana, pengenalan tanda-tanda bencana, dan tindakan tanggap darurat yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung memiliki tingkat pengetahuan bencana yang tinggi, terutama mengenai jenis-jenis bencana dan identifikasi tanda-tanda peringatan alam. Meskipun demikian, sebagian responden menunjukkan kesadaran yang sedang hingga rendah, terutama dalam menentukan tindakan yang tepat saat terjadi bencana. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan dan usia ternyata berkorelasi dengan pengetahuan kebencanaan pengunjung.
PENGUATAN KAPASITAS UMKM BERBASIS PARIWISATA MELALUI INOVASI PRODUK DAN PEMASARAN DIGITAL Rizal Kurniansah; Adhitya Bagus Singandaru; Ihyana Hulfa
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i3.866

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Langko, Kabupaten Lombok Tengah, masih menghadapi berbagai kendala berupa rendahnya inovasi produk, keterbatasan pengelolaan usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan pemasaran digital sehingga daya saing produk berbasis pariwisata masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan inovasi produk, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Sasaran kegiatan adalah 25 pelaku UMKM yang bergerak pada sektor kerajinan, perdagangan, dan usaha berbasis potensi lokal di Desa Langko. Pelaksanaan kegiatan menggunakan Participatory Learning and Empowerment Approach (PLEA) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengembangkan inovasi produk berbasis potensi lokal, menyusun pengelolaan usaha yang lebih sistematis, membangun identitas merek dan kemasan produk, serta memanfaatkan media digital, khususnya WhatsApp Business dan media sosial, sebagai sarana promosi dan pemasaran. Selain peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini mendorong perubahan cara pandang peserta terhadap pengembangan usaha yang lebih berorientasi pada inovasi, keberlanjutan, dan keterkaitan dengan sektor pariwisata. Program ini menghasilkan model pemberdayaan UMKM berbasis pariwisata yang mengintegrasikan inovasi produk, penguatan manajemen usaha, dan transformasi digital, serta berpotensi direplikasi pada desa-desa lain dengan karakteristik serupa melalui pendampingan yang berkelanjutan.
IDENTIFIKASI POTENSI WISATA DESA SELONG BELANAK KABUPATEN LOMBOK TENGAH Ander Sriwi; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 8 No 2: Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v8i2.14

Abstract

Selong Belanak adalah salah satu kawasan pariwisata yang terdapat di Lombok Tengah bagian selatan tepatnya di Desa Selong Belanak. Selong Belanak adalah salah satu desa yang berada di kawasan pantai yang memiliki daya tarik wisata yang sangat potensial terutama untuk pengembangan wisata bahari. Daya tarik wisata Selong Belanak terdiri dari daya tarik wisata alam, sosial dan budaya, namun yang paling mendominasi adalah potensi alamnya. Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wisata yang ada di Selong Belanak, maka penelitian ini dilakukan terhadap aktivitas pariwisata di Selong Belanak ditinjau dari potensi dan daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Dalam pengembangan pariwisata di Desa Selong Selong Belanak ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti ke empat komponen penting dalam industri pariwisata yang lebih dikenal dengan istilah 4 A, yaitu; attraction, accessibility, amenitiy dan ancillary. Keindahan alam yang dimiliki oleh Selong Belanak merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang mampu menunjang pengembangannya sebagai destinasi pariwisata, keunikan tradisi dan budaya masyarakat lokal yang unik dan sikap ramah-tamah masyarakat Selong Belanak juga merupakan sangat potensial dikembangkan sebagai daya tarik wisata dalam pengembangan pariwisata Selong Belanak. Ketersediaan fasilitas pendukung lainnya seperti penginapan, rumah makan serta ketersediaan Money Canger juga merupakan sebuah potensi yang dapat mendukung perkembangan pariwisata Selong Belanak
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DI PERKEBUNAN KOPI GAYO DESA GUNUNG SUKU KABUPATEN ACEH TENGAH Ihyana Hulfa; Ander Sriwi; Rizal Kurniansah
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 9 No 2: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v9i2.345

Abstract

Gunung Suku Village has a natural, social cultural appeal that is very diverse and potentially become a tourist attraction, but this potential tourism has not been developed well and maximal to becomes a tourist destination. This study aims to formulate effective strategies for the development of agrotourism in Gunung Suku Village. This study uses qualitative methods, data collection through observation, in-depth interviews, questionnaires and literature study. Purposive sampling used in this study for determination of sample, Data analysis in this study used qualitative descriptive approach, IFAS, EFAS and SWOT analysis. The results of this study indicate the potential of coffee plantation areas has not been developed, due to the lack of human resources, accessibility, facilities and infrastructure of tourism activities and the weak role of local government. The general strategy is in quadrant II, namely the development strategy of attractiveness. Alternative strategies (1) SO strategies (a) Strategies for developing potential to the fullest, (b) Strategies for developing marketing and promoting tourist attraction, (c) Development strategies for making tour packages. (2) ST Strategy (a) Community-based agrotourism development strategy, (b) Development Strategy by highlighting different potentials from other regions. (3) WO Strategy (a) HR development strategies especially in the field of tourism, (b) Accessibility development strategies, (c) Strategies to develop places to stay, eat drinks and gift shops. (4) WT Strategy (a) Increasing Public Awareness to conserve and preserve local culture, as well as the emergence of many competitors, (b) Increase cooperation with all stakeholders, (c) Improve the development of human recources in the tourms sector. Agrotourism development requires cooperation with all stakeholders in order to improve the qualityof human resources, accessibility, facilities and institutions, so that it has a direct impact on the income of the villagers of Gunung Suku Village.
Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengembangan Desa Wisata Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Taufan Handika Putra; Rahman Rahman; Kertajadi Kertajadi; Ihyana Hulfa; Sahrul Sahrul
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2912

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan Desa Wisatsa Bilabante Kecamatan Pringgarata Kebupaten Lombok Tengah memerlukan kajian yang mendalam sehingga penelitian ini diperlukan adapun tujuan dan manfaatnya adalah untuk menganalisis partisipasi, pemberdayaan dan dampak ekonomi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante. Manfaat Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan tentang pentingnya partisipasi masyarakat lokal dalam kegiatan kepariwisataan. Disamping itu, hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengembangan Desa Wisata Bilabante dan sekitarnya, serta dapat menjadi referensi bagi penelitian ilmiah selanjutnya. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskiptif kualitatif. Metode ini di gunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante Kabupaten Lombok Tengah. Populasi Populasi dalam penelitian ini diambil dari dua sisi, pertama dari sisi pelayanan/pemberi jasa yaitu Tokoh Masyarakat seperti Pengelola, Kepala Desa, Kepala Dusun, tokoh Agama,Tokoh Pemuda dan kedua dari sisi pedagang kuliner dan pemandu wisata. Dari hasil penelitian masyarakat ikut berpartisipasi dan diberdayakan dalam pengembangan Desa Wisata Bilebante.
KONTEKSTUALISASI MAKNA EKOWISATA: STUDI KASUS PADA DESTINASI EKOWISATA Mahmudah Budiatiningsih; Baiq Nikmatul Ulya; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 12 No 2: Desember 2023 (In Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v12i2.2971

Abstract

Banyak klaim ekowisata namun praktiknya tidak sesuai dengan nilai-nilai ekowisata. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemaknaan ekowisata pada destinasi ekowisata. Penelitian ini menggunakan 5 prinsip utama ekowisata yaitu konservasi lingkungan, pelestarian budaya, partisipasi masyarakat, manfaat ekonomi, dan pemberdayaan kelompok rentan. Studi kasus dilakukan pada lima destinasi ekowisata yaitu Kakum Conservation Area (KCA), Ekowisata Nglanggeran, Desa Ekowisata Pancoh, Ekowisata Petungkriyono dan Ecovillage Silimalombu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan studi literatur, observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekowisata sangat beragam di lima destinasi tersebut. Hanya manfaat ekonomi yang terpenuhi di seluruh destinasi, meskipun tidak semua destinasi mencapai manfaat ekonomi merata antara kawasan, masyarakat dan pengelola. Hanya Ekowisata Nglanggeran yang berhasil menerapkan seluruh prinsip ekowisata, sedangkan destinasi lainnya beragam. Sebagian besar kegagalan ini disebabkan karena ketidaktahuan para stakeholder terkait konsep ekowisata. Masih banyak yang memahami bahwa ekowisata adalah kegiatan wisata berbasis alam, berkaitan dengan menjaga alam, dan dapat memberikan manfaat ekonomi. Oleh karenanya dapat disimpulkan bahwa pengetahuan lokal terkait konsep ekowisata masih sangat terbatas, bahkan di lingkup pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan pentingnya peran kolaborasi stakeholder untuk memahami dan bekerja sama dalam mengadopsi konsep ekowisata. Pendekatan praktis juga sangat dibutuhkan agar masyarakat lebih mudah menerapkannya secara langsung.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN DIGITAL TOURISM SEBAGAI PROMOSI PARIWISATA DI DESA WISATA KEMBANG KUNING LOMBOK TIMUR Hasnia Minanda; Baiq Nikmatul Ulya; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 1: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i1.3379

Abstract

Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara dan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan daya tarik wisata agar eksistensi nya tetap terjaga. Salah satu fokus program dari pemerintah Nusa Tenggara Barat adalah desa wisata. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Surat Keputusan Gubernur NTB tahun 2019 telah menetapkan 99 desa wisata yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi NTB. Pengembangan 99 desa wisata tersebut ditargetkan menjadi fokus pengembangan pariwisata untuk lima tahun ke depan. Desa Wisata Kembang Kuning memiliki potensi keindahan alam berupa panorama sawah dan air terjun. Keunikan Desa Wisata Kembang Kuning ini juga dilengkapi dengan atraksi kesenian Kelentang Nunggal, Rebana dan Musik Bambu. Memanfaatkan teknologi informasi sebagai media promosi melalui pariwisata digital dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Kembang Kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dan menganalisis perkembangan pariwisata digital di Desa Wisata Kembang Kuning sebagai salah satu cara untuk mengembangkan pariwisata di Desa Wisata Kembang Kuning. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini adalah metode analisis SWOT dengan melihat faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan tantangan) yang terlibat dalam pengembangan pariwisata digital di Desa Wisata Kembang Kuning. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah atau pihak terkait dalam menentukan arah pengembangan pariwisata dalam pariwisata digital.
PENGEMBANGAN GILI TRAWANGAN SEBAGAI DESTINASI DIGITAL NOMAD Siti Hamdiah Rojabi; Diswandi Diswandi; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3720

Abstract

Gili Trawangan di Lombok memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata digital nomad. Penelitian ini mengkaji ketersediaan fasilitas pendukung serta dampak ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dari keberadaan wisatawan digital nomad di Gili Trawangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akses internet di Gili Trawangan telah memadai, meskipun kecepatan dapat menurun saat cuaca buruk. Wisatawan umumnya bekerja dari penginapan mereka, sementara co-working space yang nyaman masih jarang tersedia. Dari segi ekonomi, sosial budaya dan lingkungan menunjukkan keberadaan wisatawan digital nomad memberikan dampak positif dan negatif. Penelitian ini menyarankan pengembangan infrastruktur teknologi dan ruang kerja untuk menunjang aktivitas digital nomad, serta edukasi masyarakat lokal dan pengelolaan lingkungan guna mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Gili Trawangan.
POTENSI DAN KARAKTERISTIK EKOWISATA DESA BONJERUK KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rizal Kurniansah; Mahmudah Budiatiningsih; Siti Hamdiah Rojabi; Baiq Nikmatul Ulya; Hasnia Minanda; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 13 No 2: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v13i2.3722

Abstract

Desa Bonjeruk merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Desa wisata Bon Jeruk memiliki konsep tentang ekowisata, hanya saja dalam penerapannya terdapat beberapa kekurangan seperti keterlibatan pemerintah dalam memberikan arahan terhadap masyarakat tentang pentingnya mengelolah sebuah destinasi yang memiliki potensi besar di wilaya Desa Bon Jeruk. Kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan wisata. Serta keterlibatan masyarakat terhadap desa wisata masih minim. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian yang lebih mendalam lagi terkait karakteristik ekowisata di desa Bonjeruk, karena karakteristik desa wisata Bon Jeruk masih hanya berbasis alam dan belum melibatkan masyarakat sehingga potensi yang ada di desa tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi Pustaka. Sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa desa wisata Bonjeruk memiliki karakteristik antara lain Nature Based, Ecologically Sustainable, Environmentally educative, Bermanfaat bagi masyarakat setempat, dan Kepuasan Wisatawan. Sedangkan potensi yang dimiliki antara lain Kegiatan Belajar Bahasa Inggris, Menyatu Dengan Alam dan Kegiatan lainnya, dan Berfoto di Bangunan Belanda.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN TIKET DI PT A&T HOLIDAYS KOTA MATARAM Yona Indrana; Adhitya Bagus Singandaru; Ihyana Hulfa
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 1: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i1.3821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Penggunaan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Penjualan Tiket di PT A&T Holidays Kota Mataram” Dalam era digital yang semakin berkembang, teknologi digital memainkan peran penting dalam mempermudah akses dan transaksi di berbagai sektor, termasuk industri pariwisata. PT A&T Holidays, sebagai salah satu agen perjalanan di Kota Mataram, dihadapkan pada tantangan untuk memanfaatkan teknologi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang menggambarkan kondisi objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital, seperti penggunaan platform pemesanan online, media sosial untuk promosi, dan meningkatkan kualitas pelayanan, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan tiket. Dengan memanfaatkan teknologi digital, PT A&T Holidays dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, serta mempercepat proses transaksi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan penjualan tiket secara signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi agen perjalanan lainnya dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di industri pariwisata.
Co-Authors Adhitya Bagus Singandaru Adhitya Bagus Singanduru Ahmad Rizaldi Aspri Ander Sriwi, Ander Azizurrohman, Muhammad Bagas Tantawi, Edhu Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Baiq Nikmatul Ulya Budiatiningsih Budiatiningsih , Mahmudah Budiatiningsih, Mahmudah Didy Ika Supryadi Diswandi Diswandi Diswandi Edhu Bagas Tantawi Fathurrahim, Fathurrahim Ferdiansyah, Lalu Ferdi Furkan, Lalu M. Galih Surya Pratama Hasnia Minanda Hasnia Minanda Hasnia Minanda Hasnia Minanda Hasnia Minanda Hasnia Minanda.docx I Wayan Suteja I Wayan Suteja Ida Nyoman Tri Darma Putra Jumiarti, Sahya Kertajadi Kertajadi Kertajadi Lahmudin Lahmudin Lalu Ferdi Ferdiansyah Lalu Masyhudi M Jumail M. Yahya Mahmudah Budiatiningsih Mahmudah Mahmudah Martayadi, Uwi Maryam Jamil Masrun Masrun Masrun Maulana Malik Irsyad Maulana Malik Irsyad Maulana, M. Reza Agista Minanda, Hasnia Ni Nyoman Devi Widyastuti Ni Putu Taning Nur Afia Nur Afiah Putra, Taufan Handika Putrawan Habibi Putri, Cindy Aulia Rahman Rahman Rahman Rahman Rahman Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Rizal Kurniansah Kurniansah Rojabi, Siti Hamdiah Rokiyah Rokiyah Sagita, Muhammad Akbar Dio Sahrul Sahrul Sahya Jumiari Sesilia Dwi Supita Siti Anggriana Siti Hamdiah Rojabi Siti Hamdiah Rojabi Siti Hamdiah Rojabi Siti Hamdiah Rojabi Supiandi Supiandi Susanty, Sri Syech Idrus Syifa Unadidah Taufan Handika Putra Tri Darma Putra, Ida Nyoman Uwi Martayadi Uwi Martayadi Yona Indrana