Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Immunomodulator Effect of Cnidoscolus aconitifolius Leaves Extract on CD4+ and CD8+ Expression in Salmonella typhimurium infected mice Sholihatil Hidayati; Dhina Ayu Susanti; Rian Anggia Destiawan; Ahdiah Imroatul Muflihah; Rizka Handayani; Wima Anggitasari
Pharmaciana Vol 14, No 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.27050

Abstract

Typhoid fever is a common health problem in the community caused by Salmonella bacteria. The incidence rate of this infection will increase if a person's immune system is weakened. Plant extracts are generally considered to be potential immunomodulatory agents developed, which have smaller side effects. Research shows that Cnidoscolus aconitifolius leaves have medicinal properties including as hepatoprotective, antidiabetic, and anticardiovascular. The results of the antioxidant activity test show the results that Cnidoscolus aconitifolius leaves extract (CAE) has potential as an antioxidant with a very strong category. This study was conducted to determine the effect of giving Japanese papaya leaf extract on CD4+ and CD8+ expression in Babl/c mice induced by Salmonella typhimurium bacteria. The study was started by preparing 70% ethanol extract from Cnidoscolus aconitifolius leaves and preparing 30 Babl/C mice as experimental animals which were divided into 6 groups (healthy control, negative control, positive control and treatment group by giving CAE dose of 100 mg/kgbw, 200 mg/kgbw and 400 mg/kgbw). Induction was carried out by oral infection with Salmonella thypimurium bacteria. After 3 days the infected mice were treated orally once a day for 7 days. Evaluation of CD4+ and CD8+ expression was carried out using the flowcytometer method of the lymph organs. Data analysis was carried out by the Anova test followed by the post hoc test (Tukey) using the SPSS for Windows application. The results showed that giving CAE at doses of 100 mg/kgbw, 200 mg/kgbw and 400 mg/kgbw could increase the expression ratio of CD4+ and CD8+, whereas giving CAE at a dose of 400 mg/kgbw showed significantly different results (p<0.05) to the negative control. This shows that the CAE has potential as an immunomodulatory agent that can improve immune function.
Pelatihan Pembuatan Permen Gummy Herbal Sebagai Nutrasetikal Imunbooster di TK Ar Rohim Jember Sholihatil Hidayati; Dhina Ayu Susanti; Rian Anggia Destiawan; Warda Atika Silvana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6688

Abstract

TK Ar Rohim Jember, merupakan salah satu taman kanak-kanak yang berada di Kota Jember dengan posisi didaerah padat penduduk depan RS dr. Soebandi Jember. Posisi yang strategis ini membuat TK Ar Rohim menjadi salah satu pilihan masyarakat sekitar untuk menitipkan buah hatinya dalam mengenal pendidikan pra sekolah. Usia prasekolah disebut sebagai periode golden age dalam pertumbuhan dan perkembangan termasuk periode kritis yang membutuhkan makanan dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain anak usia prasekolah rawan mengalami gangguan gizi dan infeksi penyakit, kurangnya pemahaman orang tua/wali terkait kesehatan anak dan kebutuhan gizi anak, beberapa orang tua/wali memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga enggan untuk membeli produk vitamin dipasaran yang dinilai mahal, kurangnya kreatifitas orang tua/wali dalam mengolah makan yang memiliki kandungan vitamin tinggi menjadi produk makanan yang diminati anak, kebanyakan anak kurang menyukai rasa dan bau tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa imunomodulator. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan permen gummy herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh kepada para orang tua/wali murid TK Ar Rohim Jember. Hasil penegabdian masyarakat ini menunjukkan bahawa anak-anak suka dengan permen gummy herbal yang dihasilkan. Dengan demikian, permen gummy herbal ini dapat menjadi pilihan sediaan yang mudah dibuat dan disukai anak-anak. Dengan kandungan bahan herbal pilihan yang mememiliki khasiat sebagai imunomodulator, maka permen gummy herbal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak TK Ar Rohim Jember.
Promosi Kesehatan Pecegahan Infeksi Salmonella Typhi Untuk Mendukung Program Kesehatan Masyarakat Rian Anggia Destiawan; Sholihatil Hidayati; Dhina Ayu Susanti; Ahdiah Imroatul Muflihah; Siti Huzaimah; Tiara Wahyu Norbaity
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6989

Abstract

Salmonella Merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, dan memiliki flagela. Nama Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella adalah salmonellosis yang menyebabkan demam tifoid. Salmonellosis dapat ditularkan melalui makanan dan minuman. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk menggalakkan kesehatan pencegahan infeksi salmonella typhi di masyarakat untuk mengurangi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Metode pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan materi kepada masyarakat terkait penyakit tipus yang disebabkan oleh infeksi Salmonella typhi dan melihat masukan dari masyarakat. Hasil yang diperoleh dari pengabdian masyarakat dukungan masyarakat untuk demam tifoid yaitu dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, Menjaga imunitas, menjaga kebersihan makanan, dan mencuci tangan sebelum makan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya pemahaman masyarakat baik dalam pencegahan penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Penyakit Infeksi dan Degeneratif: Tuberkulosisi dan Diabetes Melitus: Increased Knowledge and Screening of Infectious and Degenerative Diseases: Tuberculosis and Diabetes Mellitus Wijaya, Anas Fadli; Destiawan, Rian Anggia; Agustin, Ayu Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang masih memiliki masalah terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus di Indonesia, sehingga perlu adanya edukasi dan pemeriksaan terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus kepada masyarakat.  Pengabdian masyarakat ini  bertujuan  untuk  untuk meningkatkan pengetahuan dan skrining penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu  metode Participation Action Research  (PAR)  melalui  kegiatan perencanaan, intervensi (ceramah,   diskusi   dan   pemeriksaan)terkait  penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus dan evaluasi. Setelah dilakukan pemberian edukasi kepada respondens, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus yaitu mencapai 100% dan dari hasil skrining melalui pemeriksaan darah didapatkaan rerata masyarakat yang memiliki penyakit diabetes melitus sebesar 16,7% dari total responden.   Abstract: Jember Regency is one of the districts that still has problems with tuberculosis and diabetes mellitus in Indonesia, so there is a need for education and examination of tuberculosis and diabetes mellitus to the community.  This community service aims to increase knowledge and screening of tuberculosis and diabetes mellitus. The method used Participation Action Research (PAR) method through planning, intervention (lectures, discussions and examinations) related to tuberculosis and diabetes mellitus and evaluation. After providing education to respondents, there was an increase in public knowledge about tuberculosis and diabetes mellitus, reaching 100% and from the results of screening through blood tests, the average number of people who had diabetes mellitus was 16.7% of the total respondents.
Gambaran Morfologi Sel Neutrofil Pada Pewarnaan Giemsa dengan Variasi Waktu Pada Larutan Pengencer Akuades Muflihah, Ahdiah Imroatul; Destiawan, Rian Anggia; Wijaya, Anas Fadli; Widia, Leny Yulia; sufi, Queen Nurul; Azizah, Laila Camelia Nur; Makki, Alisa Alfiya
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2024): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v10i1.1470

Abstract

Giemsa staining is a microscopic staining technique that aims to identify the morphology of leukocyte cell types. One of the methods that uses giemsa staining is the method of examining peripheral blood smear preparations which aims to evaluate the calculation of leukocyte type. The dyeing quality of giemsa is greatly influenced by the type of diluent material, namely buffer and aquadest. This study aims to determine the morphological picture of neutrophil cells in giema staining with time variations in aquadest diluent solution. The method of this study was to take blood from adults aged 20-25 years and had no history of illness as many as 24 samples. It was divided into 2 dilution groups, namely pH buffer 6.8 and aquadest, where each dilution was divided into 4 groups, namely group 1 soaking the peripheral blood smear preparation for 10 minutes, group 2 soaking the peripheral blood smear preparation for 20 minutes, group 3 soaking the peripheral blood smear preparation for 30 minutes, group 4 soaking the peripheral blood smear preparation for 40 minutes. Then a qualitative analysis was carried out, namely by comparing the background of the preparation and the morphology of neutrophil cells microscopically in each group. The results of this study are that microscopically groups 1 and 2 have a clear preparation background, while in groups 3 and 4 the preparation background is dirty and there are neutrophil granules and morphology in groups 1 and 2 show dark blue neutropnhil cells, groups 3 and 4 show purple and bluish-purple neutrophil cells. The conclusion of this study is based on the background of the preparation, and the morphology of neutrophil cells, the group that has the best results is groups 1 and 2. Key words : Aquadest, eosinophil cells, eutrophil cells, Giemsa staining
Skrining Status Kadar Gula Darah dan Kolestrol Total Sebagai Upaya Untuk Mencegah Penyakit Meta-Inflamasi Anas Fadli Wijaya; Rian Anggia Destiawan; Ahdiah Imroatul Muflihah
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v1i1.41

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi akibat penyakit tidak menular yang disebabkan oleh penyakit terkait metainflamasi terutama untuk penyakit diabetes melitus, hipertensi dan jantung koroner. Kontributor utama terjadinya penyakit tidak menular terkait metainflamasi adalah pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan pola makan dengan konsumsi lemak dan glukosa berlebih, aktivitas fisik yang kurang, stres, dan pencemaran lingkungan. Masyarakat dengan resiko tinggi tentunya memerlukan skrining dini dan pengetahuan yang memadai tentang penyakit terkait metainflamasi. Skrining dan peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan oleh tenaga laboratorium dengan pemeriksaan laboratorium dan penyuluhan kesehatan. Tujuan pengabdian masayarakat ini adalah untuk skrining dini serta peningkatan pengetahuan untuk mencegah penyakit terkait meta-inflamasi. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, pelaksaanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan kolestrol total serta edukasi terkait penyakit meta-inflamasi. Hasil pengabdian masyarakat, masyarakat telah memperoleh status kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium serta pengetahuan yang baik tentang penyakit meta-inflamasi.
Immunomodulator Effect of Cnidoscolus aconitifolius Leaves Extract on CD4+ and CD8+ Expression in Salmonella typhimurium infected mice Hidayati, Sholihatil; Susanti, Dhina Ayu; Destiawan, Rian Anggia; Muflihah, Ahdiah Imroatul; Handayani, Rizka; Anggitasari, Wima
Pharmaciana Vol. 14 No. 1 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i1.27050

Abstract

Typhoid fever is a common health problem in the community caused by Salmonella bacteria. The incidence rate of this infection will increase if a person's immune system is weakened. Plant extracts are generally considered to be potential immunomodulatory agents developed, which have smaller side effects. Research shows that Cnidoscolus aconitifolius leaves have medicinal properties including as hepatoprotective, antidiabetic, and anticardiovascular. The results of the antioxidant activity test show the results that Cnidoscolus aconitifolius leaves extract (CAE) has potential as an antioxidant with a very strong category. This study was conducted to determine the effect of giving Japanese papaya leaf extract on CD4+ and CD8+ expression in Babl/c mice induced by Salmonella typhimurium bacteria. The study was started by preparing 70% ethanol extract from Cnidoscolus aconitifolius leaves and preparing 30 Babl/C mice as experimental animals which were divided into 6 groups (healthy control, negative control, positive control and treatment group by giving CAE dose of 100 mg/kgbw, 200 mg/kgbw and 400 mg/kgbw). Induction was carried out by oral infection with Salmonella thypimurium bacteria. After 3 days the infected mice were treated orally once a day for 7 days. Evaluation of CD4+ and CD8+ expression was carried out using the flowcytometer method of the lymph organs. Data analysis was carried out by the Anova test followed by the post hoc test (Tukey) using the SPSS for Windows application. The results showed that giving CAE at doses of 100 mg/kgbw, 200 mg/kgbw and 400 mg/kgbw could increase the expression ratio of CD4+ and CD8+, whereas giving CAE at a dose of 400 mg/kgbw showed significantly different results (p<0.05) to the negative control. This shows that the CAE has potential as an immunomodulatory agent that can improve immune function.
EFFECT OF Clitoria ternatea INFUSION ON THE NEUTROPHIL CELLS AND LYMPHOCYTE CELLS IN A MODEL OF Salmonella typhimurium INFECTION Anggia Destiawan, Rian; Imroatul Muflihah, Ahdiah; Hidayati, Sholihatil; Hariani Nurjanah, Mutia; Sandi Basuki, Aditya Occy; Asista Indarusanti, Delvia; Hayati, Farhatul; Amalia, Nabila
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbp.v26i2.2024.185-192

Abstract

Salmonellosis is caused by infection with the bacterium Salmonella sp. which causes immune dysregulation and damage to digestive epithelial cells. So there is a need to increase immunity to fight Salmonella sp. The purpose of this study is to determine the effect of telang flower infusion on the number of Nuetrophophil cells and Lomfosyte cells on Salmonella typhimurium infection. The study was divided into 6 groups, negative, positive, Stimuno (0.26ml/20gBB), therapy 1 (0.25 ml/20gBB), therapy 2 (0.5 ml/20gBB), therapy 3 (1 ml/20gBB). Infusion making, Bacterial infection, infusa therapy, Giemsa staining, and 95% p-value data analysis. The results showed that there was a significant difference in the number of neutrophil cells in each group (p<0.05). Meanwhile, the number of lymphocytes after the anova test showed a significant increase in the number of lymphocytes (0.00<0.05). The conclusion of this study is that the infusion of telang flowers from low to high doses has an effect on increasing the number of neutrophil cells and lymphocyte cells
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN NUGET TERFORTIFIKASI DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius) DI SEKOLAH TANGGUH (SELANTANG) JEMBER Hidayati, Sholihatil; Susanti, Dhina Ayu; Soleh, Ayu angger Putri M.; Destiawan, Rian Anggia; Sati, Wima Anggita; Purwati, Aliyah; Nabila, Talitha Vanian; Anggraeni, Linda Suci
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i1.11372

Abstract

Seiring bertambah usia di masa lansia, maka organ-organ dalam tubuh pun juga ikut mengalami penuaan. Sistem imun sebagai pelindung tubuh pun tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) berada di Perumahan Griya Mangli Indah Blok BA 01, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Sekoleh ini diikuti oleh para kader Lansia Perempuan dari Perumahan Griya Mangli. Jumlah kader yang aktif menjadi anggota sekoalah ini yaitu sekitar 30 orang. Program yang telah di jalankan dimana para lansia akan mendapatkan berbagai materi pengetahuan, seperti tujuh dimensi lansia dan gizi lansia, hingga kegiatan yang menyenangkan lainnya, seperti terapi syukur, senam lansia, kewirausahaan, dan lain sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, antara lain lansia rawan mengalami gangguan gizi dan infeksi penyakit, kurangnya pemahaman lansia terkait Kesehatan, beberapa orang lansia memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga enggan untuk membeli produk vitamin dipasaran yang dinilai mahal, kurangnya kreatifitas lansia dalam mengolah makan yang memiliki kandungan gizi tinggi menjadi produk makanan olahan yang baik. PKM ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan dalam pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang untuk meningkatkan Kesehatan dan daya tahan tubuh kepada lansia di SELANTANG Jember. Pada saat PKM ini dilakukan, respon lansia di Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember sangat antusias, dimulai dari pengarahan pembuatan Nuget dan proses pembuatannya berlangsung secara baik dan lancar. Sebelum dan sesudah pembuatan Nuget, para lansia diminta untuk mengerjakan pretest da post test yang berkaitan dengan PKM ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai post test meningkat menjadi 8,09. Pelatihan pembuatan nuget terfortifikasi daun pepaya jepang berjalan dengan baik dan para siswa juga mengikuti kegiatan dengan antusias.
EVALUASI FORMULA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN GRANUL EFFERVESCENT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) Hidayati, Sholihatil; Ayu Susanti, Dhina; Anggia Destiawan, Rian; Angger Putri M. Soleh, Ayu; Salsa Safitri, Avrillia; Kalyana Meta, Nilanda
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.413

Abstract

Stres oksidatif bertanggung jawab pada permulaan dan/atau perkembangan beberapa penyakit kanker, diabetes, gangguan metabolisme, aterosklerosis, dan penyakit kardiovaskular. Antioksidan dapat menghambat ROS melalui proses donor elektron sehingga ROS lebih stabil. Antioksidan alami dapat menurunkan insiden penyakit degeneratif akibat stres oksidatif dan meningkatkan kapasitas antioksidan dalam tubuh. Salah satu sumber bahan alam yang berpotensi sebagai antioksidan daun papaya jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari formulasi terbaik ekstrak daun papaya jepang dalam sediaan granul effervescent. penelitian dilakukan dengan membuat formulasi granul effervescent dengan metode granulasi basah dengan perbedaan konsentrasi mannitol dan PVP sebagai bahan pengikat. Evaluasi mutu fisik terdiri atas uji laju aliran dan penentuan sudut istirahat, bulk density, tapped density, compressibility index (CI) dan hausner ratio (HR), waktu buih, stabilitas fisik. aktivitas antioksidan di lakukan dengan metode DPPH menggunakan instrument spektrofotometer pada Panjang gelombang 517 nm. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS uji anova dan uji lanjutan post hoc (Tukey) dengan nilai signifikansi di p<0,05. Berdasarkan hasil evaluasi granul effervescent daun pepaya jepang pada formula FI, FII dan FIII telah memenuhi standar dengan hasil laju alir 6,25 g/mL - 7,17 g/mL, sudut istirahat 25,75o - 28,18°, tapped density 0,50 g/mL - 0,55 g/mL, compressibility index 5,78% -14,49%, hausner ratio 0,855 - 0,92, waktu buih 1 menit 31 detik - 1 menit 33 detik, organoleptis berwarna hijau tua, berbentuk granul kasar, aroma khas pepaya dengan pH 5,4 - 5,6 dan kadar lembab 0,62% - 84%. Aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 adalah FI 22,75 μg/mL, FII 26,87 μg/mL dan FIII 24,84 μg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi FI merupakan formulasi terbaik yang diperoleh dari formulasi granul effervescent daun pepaya jepang karena mempunyai sifat fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan paling kuat.