Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan Media Sosial Online Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Premenstrual Syndrome Dwi Sri Handayani; Elsi Dwi Hapsari; Widyandana Widyandana
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 4, No 2: September 2020
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.862 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1646

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan media sosial online terhadap pengetahuan tentang premenstrual syndrome (PMS) pada remaja sekolah yang mengalami PMS. Penelitian ini menggunakan desain quasy-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest without control. Sampel penelitian 77 remaja wanita sekolah yang mengalami gejala PMS. Intervensi penelitian dengan pendidikan kesehatan tentang PMS menggunakan media sosial online facebook selama empat minggu dengan dua kali posttest . Alat pengambilan data pretest dan posttest menggunakan Kuesioner Pengetahuan Premenstrual Syndrome (KPPMS). Hasil menunjukkan pendidikan kesehatan media sosial online berpengaruh (p=0,001 ;0,05) terhadap pengetahuan remaja tentang PMS
PENGARUH KONSELING LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN KEMAMPUAN DAN KEBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI Anita Liliana; Elsi Dwi Hapsari; Wenny Artanti Nisman
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v4i2.116

Abstract

Modal dasar pembangunan manusia berkualitas dimulai sejak bayi masih dalam kandungan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak usia dini, terutama pemberian ASI eksklusif . Target pelaksanaan pemberian ASI eksklkusif sebesar 80%, namun dalam pelaksanaannya ASI eksklusif masih memprihatinkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling laktasi terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah ”quasi experiment with post test-only non equivalent control group design”. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden pada masing-masing kelompok. Analisis bivariat menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan konseling laktasi pada kelompok intervensi (p value 0.000<0.05), terdapat perbedaan kemampuan menyusui yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling laktasi (p value 0.012<0.05; RR 1.917) dan terdapat perbedaan keberhasilan dalam pemberian ASI yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling (p value 0.006<0.05; RR 2.500). Konseling laktasi berpengaruh terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI.
Pengaruh Media Edukasi via Whatsapp Group terhadap Pengetahuan Ibu tentang Tanda dan Gejala Preeklampsia Rizki Handayani Fasimi; Elsi Dwi Hapsari; Widyawati Widyawati
Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : PSIK FKKMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkkk.49270

Abstract

Background: The biggest problem of morbidity and mortality in fetal  is caused by preeclampsia. The cause of preeclampsia in pregnant women is still unknown. Proper educational media in health education are needed to provide information about the problem, for instance, using a smartphone that is common. Using WhatsApp for educational media-related signs and symptoms of preeclampsia has not been discovered before. Objective: to determine the effect of WhatsApp educational media on mother’s knowledge about signs and symptoms of preeclampsia.  Method: This study is  pre experimental research with one group pretest-posttest design. The sample in this study were pregnant women with the age of pregnancy in the second trimester (13 weeks to before term 37 weeks) in Bataraguru Public Health Center. The total sample in this study was 33 pregnant women obtained with purposive sampling techniques and with determined inclusion and exclusion criteria. The intervention was an education through WhatsApp that was conducted for 14 days. Data analysis used Wilcoxon statistical tests. Outcome: The median value of respondents before given educational intervention 11 (7-15) as well as median after given education intervention 19 (15-20).  The p value  from Wilcoxon test was = 0,001 so there is an influence of educational media through WhatsApp groups (p < 0,005). Conclusion: There was a significant increase in knowledge related to preeclampsia signs and phrases through whatsapp group media education.      .      Keywords: education, mothers knowledge, preeclampsia, WhatsAppABSTRAKLatar belakang: Penyebab tertinggi kejadian morbidibitas dan mortalitas pada maternal fetal disebabkan oleh preeklampsia. Sampai saat ini penyebab terjadinya preeklampsia pada ibu hamil masih belum diketahui. Media edukasi yang tepat dalam pemberian pendidikan kesehatan diperlukan untuk memberikan informasi mengenai permasalahan tersebut, salah satunya dengan menggunakan smartphone yang sudah tidak asing lagi. WhatsApp merupakan media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk media edukasi terkait tanda dan gejala preeklampsia. Namun penelitian tentang keefektifannya masih belum pernah ditemukan sebelumnya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh media edukasi WhatsApp terhadap pengetahuan ibu terkait tanda serta gejala preeklampsia.  Metode: Penelitian ini merupakan pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini merupakan ibu hamil dengan usia kehamilan trimester kedua yaitu pada rentang waktu 13 minggu sampai sebelum aterm 37 minggu di Puskesmas Bataraguru. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 33 ibu hamil yang didapatkan dengan teknik purposive sampling dan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Intervensi yang diberikan adalah edukasi melalui WhatsApp yang dilakukan selama 14 hari. Uji analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil: Nilai median responden sebelum diberikan intervensi edukasi 11 (7-15) serta nilai median setelah diberikan intervensi edukasi 19 (15-20).  Nilai p dari uji Wilcoxon didapatkan sebesar 0,001 sehingga terdapat pengaruh media edukasi melalui WhatsApp group (p < 0,05). Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan terkait tanda dan gelaja preeklamsia yang signifikan melalui edukasi media WhatsApp group.      
LIFE EXPERIENCE USIA SUBUR YANG AKTIF SECARA SEKSUAL DALAM PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI YOGYAKARTA Junitasari, Rizky; Hapsari, Elsi Dwi; Lismidiati, Wiwin
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.783 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.13

Abstract

"> ABSTRAKTujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran life experience usiasubur khususnya remaja yang aktif secara seksual dalam penggunaan kontrasepsi di Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih denganmenggunakan metode snowball sampling. Sebanyak lima informan berpartisipasi dalam penelitianini. Wawancara dilaksanakan pada bulan Mei 2014 sampai Juni 201 4. Analisis data yang digunakanmengikuti langkah-langkah dari Colaizzi. Hasil: Seluruh informan berjenis kelamin laki-laki, dengankisaran usia 17–20 tahun sebanyak tiga orang dan usia >20 tahun sebanyak dua orang. Empatinforman pernah menerima informasi berkaitan dengan kesehatan reproduksi, dan paling banyakmereka dapatkan dari petugas kesehatan. Diskusi: Wawancara yang dilakukan menghasilkan enamtema utama: 1) Frekuensi dan kejadian hubungan seksual, 2) Pasangan seksual saat melakukanhubungan seksual, 3) Faktor internal dan eksternal yang berpengaruh dalam melakukan hubunganseksual, 4) Efek yang dirasakan setelah melakukan hubungan seksual, 5) Efek materi kesehatanreproduksi terhadap keinginan melakukan hubungan seksual, 6) Kondom sebagai alat kontrasepsiutama yang digunakan saat melakukan hubungan seksual. Simpulan: Gambaran dari usia suburkhususnya remaja yang melakukan hubungan seksual aktif ternyata mereka telah menggunakankontrasepsi saat melakukan hubungan seksual, dengan kondom sebagai alat kontrasepsi utamayang digunakan.Kata Kunci: life experience, remaja, seksual aktif, kontrasepsi.ABSTRACTObjective: This study aimed to describe life experience of adolescents in reproductive age thatwere sexually active in using contraception in Yogyakarta. Methods: It was a qualitative researchwith phenomenological approach. Informants were selected using snowball sampling. Fiveinformants participated in the study. The interview was conducted in May 2014 to June 2014.Data were analyzed with using steps suggested by Colaizzi. Results: All participants were maleadolescent; three of them were between 17-20 years old and two of them more than 20 yearsold. Most informants had received information related to reproductive health, mostly received fromhealth workers. Discussion: Six major themes were found: 1) Frequency and incidence of sexualintercourse, 2) sexual partner during sexual intercourse, 3) Internal and external factors in fl uencingsexual intercourse, 4) Effects felt after having sexual intercourse, 5) Effects of reproductive healtheducation on the desire of sexual intercourse, 6) Condoms as primary contraception used duringsexual intercourse. Conclusion: Sexually active, adolescents have used contraceptives when theyhave sexual intercourse with condoms as the primary contraceptive.Keywords: life experience, adolescents, sexually active, contraceptives.
EFIKASI DIRI IBU YANG MEMILIKI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN GEJALA DEPRESI Permatasari, Ana; Hapsari, Elsi Dwi; Lismidiati, Wiwin
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i3.307

Abstract

Kondisi bayi berat lahir rendah (BBLR) berdampak pada efikasi diri maternal. Di Indonesia masih sedikit laporan mengenai efikasi diri maternal dikaitkan dengan dukungan sosial dan gejala depresi pada ibu yang memiliki BBLR.  Tujuan: mengetahui hubungan efikasi diri ibu dengan dukungan sosial dan gejala depresi pada ibu postpartum primipara yang memiliki BBLR (ibu-BBLR) dibandingkan ibu yang memiliki BBLN (ibu-BBLN) di RS PKU Muhammadiyah Gombong.  Metode: penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik consecutive sampling.  Responden berjumlah 90 orang, meliputi 45 ibu-BBLR dan 45 ibu-BBLN.  Pengambilan data pada Januari-Maret 2015 menggunakan kuesioner Perceived Maternal Parenting Self Efficacy (PMP-SE), dukungan sosial, dan Edinburgh Postnatal Depression Scale yang telah valid dan reliabel.  Data dianalisis dengan uji t tidak berpasangan and Chi-square test.  Hasil: Tingkat efikasi diri berbeda secara bermakna antara ibu-BBLR dan ibu-BBLN (p=0,07).  Kedua kelompok menerima tingkat dukungan sosial yang tinggi (masing-masing 97,8%).  Gejala depresi postpartum lebih banyak dialami oleh ibu-BBLR dibanding ibu-BBLN (17,8% vs 13,3%).  Tidak ada hubungan antara efikasi diri dengan dukungan sosial (p=0,28) dan gejala depresi pada ibu-BBLR (p=57).  Ada hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan dukungan sosial (p=0,04), namun tidak dengan gejala depresi postpartum (p=0,83), pada ibu-BBLN.  Diskusi: Ibu-BBLR menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih rendah dibanding ibu-BBLN meskipun sama-sama melaporkan mendapatkan dukungan sosial yang tinggi dan tidak ada perbedaan dalam gejala depresi postpartum.  Kesimpulan: diharapkan tenaga kesahatan memberikan dukungan sosial  dan mendeteksi gejala depresi pada ibu-BBLR.  Ibu postpartum diharapkan memanfaatkan sumber-sumber dukungan sosial yang ada di sekitarnya dan mengelola stres atau kecemasan yang dialami.Kata Kunci: bayi berat lahir rendah, depresi, dukungan sosial, efikasi diri maternal, postpartum Self-Efficacy of Women Who Have Low Birth Weight Babies with Social Support and Depression Symptoms  ABSTRACTThe condition of low birth weight (LBW) babies affects maternal self-efficacy. In Indonesia, there are still few reports of maternal self-efficacy correlated with social support and depression symptoms in mothers who have low birth weight. Objective: to reveal the correlation of maternal self-efficacy with social support and depression symptoms in primiparous postpartum mothers who have LBW babies (LBW mothers) compared to mothers who have NBW babies (NBW mothers) at PKU Muhammadiyah Hospital of Gombong. Methods: This research is quantitative with cross sectional research type. Samples were selected by using consecutive sampling technique. There were 90 respondents, including 45 LBWB mothers and 45 NBWB mothers. Data were collected from January until March 2015 using the Perceived Maternal Parenting Self Efficacy (PMP-SE) questionnaire, social support, and the Edinburgh Postnatal Depression Scale which were valid and reliable. Data were analyzed using the unpaired t test and the Chi-square test. Results: The level of self-efficacy was significantly different between LBWB mothers and NBWB mothers (p=0.07). Both groups received high levels of social support (97.8% each). Postpartum depression symptoms were more experienced by LBWB mothers than by NBWB mothers (17.8% vs 13.3%). There was no correlation between self-efficacy and social support (p=0.28) and depression symptoms in LBWB mothers (p=57). There was a significant correlation between self-efficacy and social support (p=0.04), but not with symptoms of postpartum depression (p=0.83), in NBWB mothers. Discussion: LBWB mothers showed lower self-confidence than LBWB mothers although they both reported getting high social support and there was no difference in symptoms of postpartum depression. Conclusion: It is expected that health workers provide social support and detect depression symptoms in LBWB mothers. Postpartum mothers are expected to take advantage of the sources of social support that exist around them and manage their stress or anxiety.Keywords: low birth weight babies, depression, social support, maternal self-efficacy, postpartum
HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN KLINIK DENGAN PERILAKU CARING PADA MAHASISWA PROFESI NERS Layuk, Yenny Tangke; Harjanto, Totok; Hapsari, Elsi Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.617 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i2.24

Abstract

ABSTRAKTujuan: Untuk mengetahui hubungan antara persepsi lingkungan pembelajaran klinik dengan perilakucaring pada mahasiswa Profesi Ners. Metode: Subjek penelitian ialah mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta pada tahun 2012/2013. Responden penelitian berjumlah 61orang. Alat penelitian yang digunakan ialah kuesioner Clinical Learning Environment and Supervision(CLES) untuk mengetahui lingkungan pembelajaran klinik dan kuesioner Caring Behavior Inventory(CBI) untuk mengetahui perilaku caring. Analisis data menggunakan bivariat korelasi dengan ujikorelasi Pearson. Hasil: Suasana ruang perawatan, gaya kepemimpinan, nilai-nilai keperawatan diruangan, nilai-nilai pembelajaran di ruangan, dan hubungan supervisi paling banyak pada persepsipositif. Subskala gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan persepsi positif paling banyak(98,53 persen). Kecenderungan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners paling banyak padakategori rendah (41,0 persen). Suasana ruang perawatan (p=0,006) dan nilai-nilai keperawatan diruangan (p=0,004) memiliki hubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa ProfesiNers. Diskusi: Suasana ruang perawatan yang positif dan semangat tim yang baik di lingkunganklinik yang baik dalam menunjang mahasiswa pada hasil dari pembelajaran klinik. Kedua subskalatersebut memiliki hubungan yang signifi kan pada perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satuinstitusi pendidikan ners di Yogyakarta. Kesimpulan: Persepsi lingkungan pembelajaran klinik yangberhubungan signifi kan dengan perilaku caring pada mahasiswa Profesi Ners satu institusi pendidikanners di Yogyakarta yaitu subskala suasana ruang perawatan dan nilai-nilai keperawatan di ruangan.Kata Kunci: pembelajaran, klinik, perilaku, caring, profesi.ABSTRACTObjective: To learn about the relationship between the perception of the clinical learning environmentand caring behavior of the nursing internship students of one institution of nursing education inYogyakarta. Material and methods: Subject of the research were nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta in 2012/2013. Total of the participants were 61 students.The data was collected using the Learning Environment and Supervision (CLES) instrument to learnabout clinical learning environment and Caring Behavior Inventory (CBI), an instrument to learn caringbehavior. Data was analyzed with using correlation bivariate with Pearson correlation test. Results:The atmosphere of the ward, leadership style, nursing values in the ward, learning values in theward, and the relationship of the supervisor mostly made positive perception. The leadership styleof head nurse of the ward had most positive perception (98,53%). The tendency of caring behaviorof students mostly in low category (41.0%). The atmosphere at the ward (p=0,006) and values ofnursing in the ward (p=0,004) signifi cantly had relation to caring behavior of the nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Discussion: Positive atmosphere andspirit of the team in the clinical practice fi eld were important to improve outcome of clinical learningfor nursing students. Both sub-scales had signifi cant relation to caring behavior to nursing internshipstudents of one institution of nursing education in Yogyakarta. Conclusion: Perception of clinicallearning environment that signifi cantly related to caring behavior for nursing internship students of oneinstitution of nursing education in Yogyakarta were the atmosphere and the nursing values in the ward.Keywords: learning, clinic, behavior, caring, internship.
GAMBARAN PENGALAMAN REMAJA PUTRI BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM MENGHADAPI MENSTRUASI Daniswari, Handitya; Hapsari, Elsi Dwi; Lismidiati, Wiwin
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.683 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.14

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengalaman remajaputri berkebutuhan khusus (retardasi mental) dalam menghadapi menstruasi di SLBN 1 Bantul.Metode: Penelitian dengan rancangan kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitianadalah delapan siswi retardasi mental ringan dan sedang di SLB N 1 Bantul. Wawancara langsungsecara mendalam kepada partisipan menggunakan pedoman interview tidak terstruktur denganpertanyaan open-ended. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Partisipan padapenelitian ini berusia 17–20 tahun (75 persen), mengalami menarche pada usia 14–16 tahun (62,5persen), pendidikan SMA (50 persen), dan tingkat retardasi mental sedang (87,5 persen). Temayang dihasilkan pada penelitian ini adalah ambivalensi saat mengalami menarche, peran pentingibu dalam menghadapi menarche, ragam persepsi tentang arti menstruasi, perubahan normal yangdirasakan saat menstruasi, koping saat mengalami nyeri menstruasi, serta kesadaran terhadapnorma sosial terkait menstruasi versus kurang adekuatnya perawatan diri. Diskusi: Pengalamanremaja putri berkebutuhan khusus (retardasi mental) dalam menghadapi menstruasi secaragaris besar sama dengan yang dialami remaja normal, kecuali pada aspek kebersihan diri, caramembersihkan pembalut, masalah emosi, serta persepsi yang salah terkait kehamilan. Simpulan:Peran ibu sebagai caregiver sangat penting untuk memberikan pendidikan terkait menstruasi.Kata Kunci: menstruasi, retardasi mental.ABSTRACTObjective: This study aimed to identify menstrual experience in adolescents with special needs(mental retardation) at the Special School 1 Bantul. Method: This was a qualitative research withphenomenological approach. participants were eight female students with mild and moderatemental retardation. Direct in-depth interview was carried out with partisipants by using unstructuredinterviews guidelines with open-ended questions. Data were analyzed using Colaizzi’s method.Result: Participants in this study aged 17-20 years (75%), experienced menarche at 14-16 years old(62.5%), had high school education (50%), and had moderate mental retardation (87.5%). Themesproduced in this study were ambivalence when experiencing menarche, important role of mother tochild in facing menarche, various perceptions about the meaning of menstruation, abnormal changesfelt during menstruation, coping when experiencing menstrual pain, and awareness of social normsrelated to menstruation versus inadequate self-care. Discussion: Female adolescents with mentalretardation had experience of menstruation similar with normal teenagers, except in terms of personalhygiene, pad cleaning, emotional problems, and wrong perception about pregnancy. Conclusion:Mothers play very important role as caregiver in providing education about menstruation.Keywords: menstruation, mental retardation.
GANGGUAN MENSTRUASI PADA SISWI DISABILITAS GRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA Rahmawati, Anis; Hapsari, Elsi Dwi
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v5i3.304

Abstract

Pada awal terjadinya menstruasi, hormon dalam tubuh seorang perempuan masih belum stabil sehingga mereka rentan mengalami gangguan menstruasi.  Masih sedikit laporan mengenai gangguan menstruasi pada siswi dengan disabilitas grahita.  Tujuan: mengetahui gangguan menstruasi, khususnya terkait Premenstrual Syndrome (PMS) dan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), serta jenis bantuan yang diperlukan saat menstruasi pada siswi disabilitas grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Metode: penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional pada 108 siswi disabilitas grahita dari 17 SLB di Provinsi DIY. Data dikumpulkan pada Januari-Maret 2016.  Instrumen berupa kuesioner yang berisi identitas subjek penelitian, riwayat kesehatan, riwayat menstruasi, dan informasi dan bantuan saat menstruasi.  Gejala PMS dan PMDD ditetapkan berdasarkan kriteria American College of Obstetricians and Gynecologists dan American Psychiatric Association. Data dianalisis dengan analisis univariat.  Hasil: Rata-rata usia responden adalah 18,03±3,45 tahun.  Sebanyak 7,41% responden mengalami gejala PMS dan 8,33% mengalami gejala PMDD.  Jenis informasi yang paling banyak dibutuhkan adalah mengenai proses terjadinya menstruasi (81,48%). Responden membutuhkan bantuan ketika memakai (22,42%) dan membersihkan pembalut (21,5) saat menstruasi.  Diskusi: Fungsi adaptif pada disabilitas grahita dapat berkontribusi terhadap persentase responden yang mengalami gejala PMS/PMDD sehingga pemberi perawatan perlu melihat perubahan mood dan perilaku yang dialami responden selama siklus menstruasi.  Pemberian informasi mengenai menstruasi dapat dioptimalkan dengan menggunakan media dan metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Kesimpulan: Siswi disabilitas grahita, orang tua, maupun guru SLB perlu mengenali gejala PMS dan PMDD sehingga dapat meminimalkan dampaknya dan mengoptimalkan penanganannya.Kata Kunci: gangguan menstruasi, disabilitas grahitaMenstrual Disorders in Students with Mental Disability at Special SchoolsABSTRACTAt the beginning of menstruation, the hormones in a woman's body are still unstable so they are vulnerable to menstrual disorders.  There are still few reports of menstrual disorders from the perspective of students with mental disability. Objective: to reveal menstrual disorders, especially those related to Premenstrual Syndrome (PMS) and Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD), as well as types of assistance needed during menstruation by students with mild mental disability who attend Special Schools (SLB) in Yogyakarta Special Region Province. Methods: This research is descriptive with a cross sectional design. It was conducted on 108 students with mild mental disability who attended 17 special schools in Yogyakarta Province. Data were collected from January 2016 until March 2016 through interview techniques with a questionnaire guide containing identity of research subject, health history, menstruation history, and information and assistance during menstruation.  PMS was determined based on ACOG criteria and PMDD based on DSM-IV. The data were analyzed using univariate analysis. Results: The average age of the respondents was 18.03±3.45. There were 7.41% respondents experienced PMS and 8.33% respondents experienced PMDD.  Most respondents stated that they wanted to know information related to menstruation (96.3%). The type of the most needed information was information about the process of menstruation (81.48%). 22.43% and 21.5% of respondents needed assistance when wearing and cleaning sanitary napkins. Discussion: Adaptive function in mental disabilities could contribute to the percentage of respondents who experience PMS/PMDD symptoms, so care providers need to look at changes in mood and behavior experienced by respondents during the menstrual cycle.  The provision of information about menstruation could be optimized by using media and communication methods that suit the needs.  Conclusion: Students with mild mental disabilities, their parents, and teachers should be able to recognize the symptoms of PMS and PMDD so as to minimize their impact and optimize the treatment.Keywords: menstrual disorders, mental disability
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SUAMI-ISTRI KELUARGA PETANI DALAM MENENTUKAN JUMLAH KELUARGA IDEAL PADA MASYARAKAT PATRILINEAL BALI Nugraha, Adikarya; Hapsari, Elsi Dwi; Rahmat, Ibrahim
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.473 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i1.16

Abstract

"> ABSTRAKTujuan Penelitian: mengetahui pola pengambilan keputusan suami-istri keluarga petani dalammenentukan jumlah keluarga ideal. Metode: Jenis penelitian ini adalah kualitatif, pengambilandata dilakukan dengan mengadakan wawancara mendalam semiterstruktur dengan partisipanpenelitian. Partisipan pada penelitian ini adalah suami-istri keluarga petani yang hanya memiliki duaanak perempuan dan yang memiliki anak empat. Pengambilan data dilakukan tanggal 1 sampaidengan 30 Oktober 2015 di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, ProvinsiBali. Data dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Pola pengambilan keputusanuntuk menentukan jumlah keluarga ideal dipengaruhi oleh budaya pentingnya anak laki-laki untukmeneruskan keturunan dan adat Bali, pertimbangan kelayakan hidup, dan keinginan melestarikanbudaya Bali. Proses pengambilan keputusan suami-istri keluarga petani selalu melalui prosesperundingan antara suami dan istri untuk menentukan jumlah keluarga ideal. Diskusi: Keluargapetani yang hanya memiliki anak perempuan akan terlebih dahulu berusaha memperoleh anak lakilaki, baru setelah itu melakukan upacara nyentana, yakni pernikahan adat dengan meminang anaklaki-laki untuk tinggal di keluarga perempuan. Simpulan: Pola pengambilan keputusan suami-istrikeluarga petani dalam menentukan jumlah keluarga ideal pengaruhi oleh pentingnya anak lakilaki untuk meneruskan keturunan dan adat Bali, pertimbangan kelayakan hidup dan keinginananmelestarikan budaya Bali.Kata Kunci: pengambilan keputusan, keluarga petani, jumlah keluarga ideal, masyarakat patrilinealBali.ABSTRACTObjective: This study aimed to identify the pattern of decision making by married couples offarmer family in determining an ideal family size. Methods: The study was qualitative. Data werecollected by conducting in-depth semi-structured interviews with participants. Participants in thisstudy were married couples of farmer family who only had two daughters and had four children.Data were collected between 1 and 30 October 2015 at Sobangan Village, Mengwi Subdistrict, Badung District, Bali Province. Data were analyzed using Colaizzi’s method. Results: The pattern ofdecision-making to determine the ideal number of families was affected by the culture of the importance of male child to continue Balinese generation and customs, consideration of proper necessities of life and willingness to preserve Balinese culture. The decision making process by marriedcouples of farmer family was always through a process of negotiation between them to determinethe ideal family size. Discussion: Farmer family who only had female children would attempt tohave male children, then after that they held nyentana ceremony, a wedding custom to propose amale child to live in their family. Conclusion: The pattern of decision-making by married couplesof farmer family in determining the ideal family size was in fl uenced by the importance of malechildren to continue Balinese generation and customs, consideration of proper necessities of lifeand willingness to preserve Balinese culture.Keywords: decision-making, farmer family, ideal family size, patrilineal society of Bali.
Changes in Women’s Menstruation Patterns Following COVID-19 Infection Nisman, Wenny Artanty; Imam Rahmawati, Natasya Putri; Ramadhani, Hanin; Mardliyah, Ainun Saidatul; Kusumawati, Happy Indah; Wibawa, Shinta Restu; Hapsari, Elsi Dwi; Retno, Hersinta
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.3.11324

Abstract

The Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has been demonstrated to disrupt the body's immune response, adversely affecting the reproductive system. Consequently, this study has focused on the changes in the menstruation patterns of survivors of the disease in women of reproductive age with asymptomatic, mild, and severe cases. This study employed an observational cross-sectional approach. The sample comprised 207 women who had recovered from COVID-19 within the past six months and met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique utilized consecutive sampling, and menstrual characteristics were assessed using a questionnaire. Several respondents in the severe group experienced changes in their menstrual patterns. Their duration of menstruation was shortened by 11.11%, and 13.58% had a more extended menstrual period. Some respondents’ cycles were elongated by 20.98%, some decreased their initial menstrual volume by 32.09%, and some increased by 27.16%. Meanwhile, their menstrual volume decreased by 17.28% at the end of menstruation, and their duration lengthened by 24.69%. 12.1% of respondents also reported changes in menstrual regularity. Additionally, 19.75% of respondents stated that their menstrual pain decreased, and 13.58% had increased menstrual pain. The multivariate analysis revealed that the severity of the COVID-19 infection was the primary factor influencing menstrual patterns.
Co-Authors Agatha, Naysilla Gisha Agustin Agustin Ainia Herminiati, Ainia Ami Novianti Subagya Anis Rahmawati Anita Liliana Aulia Hanif Fathudin Budi Wahyuni Christantie Effendy Citrawati, Ni Ketut Daniswari, Handitya Devry, Devry Pramesti Dewi Kusumaningtyas Dewi, Tri Kesuma Diah Astutiningrum Diah Priyantini Dora Samaria Dwi Sri Handayani Erviana Dewi Muslikhah Fauziah H Wada Fitri Haryanti Gultom, Nikodemus Happy Indah Kusumawati Haryanti Fitri Helieniastuti, Riris Chintya Heny Suseani Pangastuti Hery Ernawati Hutami, Nurfitria Anisa Ibrahim Rahmat Ika Nur Pratiwi Imam Rahmawati, Natasya Putri Indah Wulaningsih Irawan, Dana Prayoga Irma Fidora Jelita Siska Herlina Hinonaung Junitasari, Rizky Khatijah Lim Lim Abdullah Kristanti, Dita Kusumaningtyas, Khariza Layuk, Yenny Tangke Lely Lusmilasari, Lely Machmudah Machmudah Machmudah, Machmudah Mae Sri Hartati Wahyuningsih Mardliyah, Ainun Saidatul Mar’atun Ulaa Maulida Rahmawati Emha Mokodompit, Hariansyah Muladefi Choiriyah Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Nikmatul Khayati Nugraha, Adikarya Nurhasanah, Erna Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti Nursalam Nursalam Nuzulullail, Agung Subakti Parmawati, Ika Permatasari, Ana Primastika Supadmi Priyantini, Diah Purwanta Purwanta Purwanta Purwanta Purwanta Purwanto Puspitasari, Halfie Zaqiyah Gusti Rahayu, Anisa Rini Rahmawati, Nadia Ramadhani, Hanin Retno, Hersinta Rifky Octavia Pradipta Riyati, Riyati Rizki Handayani Fasimi Robert Priharjo S Sulastri Sadewa, Deskantari Murti Ari Sari, Apriani Susmita Selwis Raistanti, Sihqina Ramadhani Setiaboma, Woro Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Shodiq, Abror Shofwal Widad Sibualamu, Khalida Ziah Sri Hartini Sri Widodo Sri Widodo Subangkit, Arsad Tirta Sulastri, S Totok Harjanto tri kusuma dewi Tsauroh, Salsabila Fiqrotu Ujang Sumarwan Viegas, Bonifacio de Jesus Wahyuni, Triska Septi Wasis Pujiati Wenny Artanti Nisman Wenny Artanti Nisman Wenny Artanty Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Wibawa, Shinta Restu Widyandana Widyandana Widyandana Widyandana Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Widyawati Witman, Steven Wiwin Lismidiati Yanita Trisetiyaningsih Yayi Suryo Prabandari Yunistyaningrum, Vina