Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KUALITAS SISTEM TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA ANJUNGAN PENDAFTARAN MANDIRI DI RS NUR HIDAYAH BANTUL Nofiriyani, Nofiriyani; Seha, Harinto Nur; Yulida, Rina; Nurazizzah, Nisa Aida
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i2.5325

Abstract

Penumpukan antrean pasien pada proses pendaftaran menjadi salah satu permasalahan yang sering dijumpai di Rumah Sakit. Guna mengatasi hal tersebut, Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul melakukan inovasi terkait dengan penggunaan sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri. Anjungan Pendaftaran Mandiri merupakan mesin pendukung pelayanan pendaftaran tanpa perlu melewati proses antrean di loket pendaftaran. Aplikasi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kepuasan pengguna. Namun, pada penerapannya, terdapat aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar sistem ini dapat berjalan dengan baik, salah satunya adalah mengetahui pengaruh kualitas sistem terhadap kepuasan pengguna. Sebanyak 164 pasien di unit rawat jalan di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul berpartisipasi dalam penelitian ini. Analisis dilakukan dengan metode bivariat dengan uji regresi linear sederhana yang dilengkapi dengan dua variabel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas sistem memiliki peran dalam mempengaruhi kepuasan pengguna untuk terus mengadopsi sistem Anjungan Pendaftaran Mandiri. Berdasarkan hasil uji hipotesis terdapat pengaruh dari kualitas sistem terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan <0.05. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai rujukan kebijakan pengembangan aplikasi selanjutnya.
Optimalisasi Publikasi Ilmiah Bereputasi Internasional [Penyusunan Letter to Editor berbasis Artificial Intelegence]: [Drafting Letters to the Editor Using Artificial Intelligence] HARINTO NUR SEHA; Noor, Ahmad Yani; Yulida, Rina; Nofitriyani, Nofitriyani; Wahyudi, Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.361

Abstract

The community service activity focused on increasing faculty publications through alternative channels such as Letters to the Editor in reputable journals, as a solution to the slow peer-review process for full articles. This activity was carried out through technical guidance that integrated the use of artificial intelligence technology, namely ChatGPT as a content writing tool, and Typeset.io as a reference search and formatting tool. The activity was held on Friday, July 25, 2025, in Room GW 6 of the Permata Indonesia Polytechnic, involving 19 lecturers from four study programs (Hospital Administration, Midwifery, Pharmacy, and Medical Records and Health Information). The evaluation method used a pre-test and post-test consisting of 10 questions to measure the increase in knowledge. The test results showed a significant increase in participants' knowledge after the technical training, as evidenced by an increase in the average score from 55 to 88,42. The discussion showed that the use of AI and digital tools can facilitate lecturers to contribute quickly to scientific discourse through LtE, while fulfilling their obligation to publish reputable works. This activity was concluded to have successfully improved lecturers' understanding and skills in publishing scientific ideas efficiently.
Sosialisasi Anti-Korupsi Sebagai Upaya Penanaman Nilai-Nilai Integritas Di Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten Yani Noor, Ahmad; Nur Seha, Harinto; Siswatibudi, Harpeni; Setyaningsih Sunardi, Kartika; Ainy, Nurrul; Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.370

Abstract

Corruption remains a systemic problem hindering development, including at the village level. Barukan Village, Manisrenggo District, Klaten Regency, as a recipient of various village fund programs and government assistance, is vulnerable to corrupt practices if community oversight is weak. The objectives of this community service are to increase community knowledge and awareness about the dangers of corruption, introduce forms of corruption in village contexts, and motivate the community to play an active role in corruption prevention. Implementation methods used interactive lectures, group discussions, and simulations of corruption cases relevant to the village context. This activity was attended by 50 participants from various community elements. Evaluation through participatory observation showed increased understanding and participant commitment to anti-corruption values. It is concluded that anti-corruption socialization with a participatory approach is effective in increasing community awareness. For sustainability, the establishment of community anti-corruption forums and tiered socialization are needed.
Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review : Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara; Harinto Nur Seha; Nisa Nur Kusuma
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7306

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) have become one of the key pillars of digital health transformation, particularly in improving documentation efficiency, quality of care, and patient data integration. However, the implementation of EMR in various countries, including Indonesia, still faces several challenges such as limited infrastructure, user resistance, data standardization issues, and information security concerns. This study is a scoping review aimed at mapping the challenges and strategies of EMR implementation based on relevant literature from the past ten years. Articles were searched through PubMed, Scopus, and Google Scholar using the keywords “electronic medical record,” “implementation challenges,” and “strategies.” The review findings indicate that the main barriers to EMR implementation include technical factors (interoperability, infrastructure costs), human factors (digital literacy of healthcare professionals, resistance to change), and organizational factors (management support, policies, and regulations). Strategies frequently recommended in the literature include continuous training, early stakeholder engagement in the planning phase, clear national policies, and strengthening data security and privacy. This study provides a comprehensive overview of the dynamics of EMR implementation and can serve as a basis for decision-making by healthcare managers and policymakers in supporting digital health transformation. Keywords: electronic medical record, implementation, challenges, strategies, scoping
OPTIMALISASI PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNIT RAWAT INAP MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SWOT DI RS PANTI NUGROHO Kelbulan, Stevania; Yulida, Rina; Nofitriyani; Nur Seha , Harinto; Wahyudi, Azis
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.367

Abstract

Kemajuan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong rumah sakit bertransformasi menuju pelayanan yang efisien dan terintegrasi, salah satunya melalui penerapan rekam medis elektronik (RME). Namun, implementasi RME di unit rawat inap masih menghadapi kendala teknis maupun non teknis. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi penerapan RME di Rumah Sakit Panti Nugroho dengan pendekatan analisis SWOT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap enam informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan penerapan RME mencakup kemudahan akses data pasien, percepatan pelayanan, pengurangan kesalahan pencatatan, serta integrasi dengan unit penunjang. Kelemahannya meliputi sistem hybrid, pelatihan yang belum merata, serta keterbatasan perangkat. Peluang berasal dari dukungan regulasi pemerintah, perkembangan teknologi informasi, serta kesesuaian SOP dengan aturan nasional. Ancaman yang dihadapi antara lain gangguan jaringan, keterbatasan server, dan ketergantungan teknologi. Kesimpulannya, penerapan RME di unit rawat inap bermanfaat bagi mutu pelayanan, namun perlu peningkatan infrastruktur, pemerataan pelatihan, serta penguatan keamanan data untuk keberlanjutan sistem.
Pemberdayaan Calon Tenaga Kesehatan dalam Pengelolaan Data Kesehatan Berbasis RME untuk Mendukung Program SATUSEHAT nofiriyani; Nur Seha, Harinto; Yulida, Rina; Wahyudi, Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.392

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui program SATUSEHAT mewajibkan setiap fasilitas layanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Transisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya calon tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan calon tenaga kesehatan dalam pengelolaan data kesehatan berbasis RME. Mitra sasaran program adalah 58 mahasiswa Program Studi Rekam Medis di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan experiential learning dan simulasi klinis yang terbagi dalam tiga tahapan: edukasi konseptual, pelatihan praktik menggunakan aplikasi simulasi RME, dan pendampingan intensif melalui skenario role-play pelayanan kesehatan nyata. Evaluasi keberhasilan diukur melalui kuesioner pretest dan posttest (aspek kognitif) serta observasi langsung menggunakan checklist (aspek psikomotorik). Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 48 menjadi 86 pada posttest. Pada aspek keterampilan, 86,2% peserta (50 mahasiswa) berhasil menyelesaikan 100% tahapan registrasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sisanya sebesar 13,8% (8 mahasiswa) terdeteksi melakukan kelalaian prosedural dalam memverifikasi identitas pasien. Kesimpulannya, intervensi berupa edukasi konseptual dan praktik simulasi RME terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, sekaligus berfungsi sebagai metode deteksi dini pencegahan human error pada lingkungan yang bebas risiko guna menjamin keselamatan pasien
Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Menunjang Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta) Halimatus Sakdiah; Rina Yulida; Nofitriyani; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.390

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong kemajuan sistem pengelolaan dan penyimpanan data di rumah sakit, salah satunya adalah penerapan Rekam Medis Elektronik dengan prinsip keamanan, kerahasiaan data dan informasi. Oleh karena itu, Permenkes No. 24 tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menggunakan Rekam Medis Elektronik. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik yaitu pelaksanaan pengkodean penyakit dan tindakan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 petugas rekam medis, 1 kepala unit rekam medis dan objek berupa SOP terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunj ukkan bahwa di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta belum terdapat kebijakan khusus pada pelaksanaan pengkodean secara elektronik, belum terdapat SOP pada pelaksanaan kodefikasi dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pelaksanaan pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan terdapat beberapa kode diagnosa yang diinput oleh dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu terdapat diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang pada Database ICD Online yang diinput oleh Programmer belum memiliki karakter ke 4. Belum memiliki kebijakan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang memiliki karakter ke 4 tidak terdapat pada database ICD Online yang diinput oleh Programmer.