Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi Anti-Korupsi Sebagai Upaya Penanaman Nilai-Nilai Integritas Di Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten Yani Noor, Ahmad; Nur Seha, Harinto; Siswatibudi, Harpeni; Setyaningsih Sunardi, Kartika; Ainy, Nurrul; Ernawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Volume 5, Nomor 2, Oktober 2025
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v5i2.370

Abstract

Corruption remains a systemic problem hindering development, including at the village level. Barukan Village, Manisrenggo District, Klaten Regency, as a recipient of various village fund programs and government assistance, is vulnerable to corrupt practices if community oversight is weak. The objectives of this community service are to increase community knowledge and awareness about the dangers of corruption, introduce forms of corruption in village contexts, and motivate the community to play an active role in corruption prevention. Implementation methods used interactive lectures, group discussions, and simulations of corruption cases relevant to the village context. This activity was attended by 50 participants from various community elements. Evaluation through participatory observation showed increased understanding and participant commitment to anti-corruption values. It is concluded that anti-corruption socialization with a participatory approach is effective in increasing community awareness. For sustainability, the establishment of community anti-corruption forums and tiered socialization are needed.
Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review : Arah Masa Depan Rekam Medis Elektronik dalam Era Kesehatan Digital: Literature Review I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara; Harinto Nur Seha; Nisa Nur Kusuma
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7306

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) have become one of the key pillars of digital health transformation, particularly in improving documentation efficiency, quality of care, and patient data integration. However, the implementation of EMR in various countries, including Indonesia, still faces several challenges such as limited infrastructure, user resistance, data standardization issues, and information security concerns. This study is a scoping review aimed at mapping the challenges and strategies of EMR implementation based on relevant literature from the past ten years. Articles were searched through PubMed, Scopus, and Google Scholar using the keywords “electronic medical record,” “implementation challenges,” and “strategies.” The review findings indicate that the main barriers to EMR implementation include technical factors (interoperability, infrastructure costs), human factors (digital literacy of healthcare professionals, resistance to change), and organizational factors (management support, policies, and regulations). Strategies frequently recommended in the literature include continuous training, early stakeholder engagement in the planning phase, clear national policies, and strengthening data security and privacy. This study provides a comprehensive overview of the dynamics of EMR implementation and can serve as a basis for decision-making by healthcare managers and policymakers in supporting digital health transformation. Keywords: electronic medical record, implementation, challenges, strategies, scoping
OPTIMALISASI PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNIT RAWAT INAP MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SWOT DI RS PANTI NUGROHO Kelbulan, Stevania; Yulida, Rina; Nofitriyani; Nur Seha , Harinto; Wahyudi, Azis
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2025): Volume 16 Nomor 2, November 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.367

Abstract

Kemajuan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong rumah sakit bertransformasi menuju pelayanan yang efisien dan terintegrasi, salah satunya melalui penerapan rekam medis elektronik (RME). Namun, implementasi RME di unit rawat inap masih menghadapi kendala teknis maupun non teknis. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi penerapan RME di Rumah Sakit Panti Nugroho dengan pendekatan analisis SWOT. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap enam informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan penerapan RME mencakup kemudahan akses data pasien, percepatan pelayanan, pengurangan kesalahan pencatatan, serta integrasi dengan unit penunjang. Kelemahannya meliputi sistem hybrid, pelatihan yang belum merata, serta keterbatasan perangkat. Peluang berasal dari dukungan regulasi pemerintah, perkembangan teknologi informasi, serta kesesuaian SOP dengan aturan nasional. Ancaman yang dihadapi antara lain gangguan jaringan, keterbatasan server, dan ketergantungan teknologi. Kesimpulannya, penerapan RME di unit rawat inap bermanfaat bagi mutu pelayanan, namun perlu peningkatan infrastruktur, pemerataan pelatihan, serta penguatan keamanan data untuk keberlanjutan sistem.
Kesiapan Rekam Medis Elektronik dalam Menunjang Kodefikasi Penyakit dan Tindakan Medis (Studi Kasus Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta) Halimatus Sakdiah; Rina Yulida; Nofitriyani; Harinto Nur Seha
Jurnal Permata Indonesia Vol 17 No 1 (2026): Volume 17 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v17i1.390

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong kemajuan sistem pengelolaan dan penyimpanan data di rumah sakit, salah satunya adalah penerapan Rekam Medis Elektronik dengan prinsip keamanan, kerahasiaan data dan informasi. Oleh karena itu, Permenkes No. 24 tahun 2022 mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk menggunakan Rekam Medis Elektronik. Salah satu kegiatan dalam penyelenggaraan rekam medis elektronik yaitu pelaksanaan pengkodean penyakit dan tindakan medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 petugas rekam medis, 1 kepala unit rekam medis dan objek berupa SOP terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunj ukkan bahwa di Rumah Sakit Condong Catur Yogyakarta belum terdapat kebijakan khusus pada pelaksanaan pengkodean secara elektronik, belum terdapat SOP pada pelaksanaan kodefikasi dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pelaksanaan pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan terdapat beberapa kode diagnosa yang diinput oleh dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu terdapat diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang pada Database ICD Online yang diinput oleh Programmer belum memiliki karakter ke 4. Belum memiliki kebijakan dan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait pelaksanaan kodefikasi penyakit dan tindakan medis menggunakan rekam medis elektronik. Proses pengkodean dilakukan oleh petugas rekam medis dan dokter yang divalidasi oleh petugas rekam medis. Kendalanya yaitu diagnosa pasien yang belum terisi maupun belum lengkap serta terdapat beberapa kode yang memiliki karakter ke 4 tidak terdapat pada database ICD Online yang diinput oleh Programmer.
Reaktivasi Klaim BPJS sebagai Cerminan Kualitas Rekam Medis Elektronik: Studi di Rumah Sakit Tahun 2025 I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara; Harinto Nur Seha; Nurul Dwi Andriani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK) Vol. 9 No. 1 (2026): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v9i1.8104

Abstract

BPJS claim reactivation is a process of resubmitting rejected claims due to discrepancies in medical record data and administrative requirements. In claim-based healthcare financing systems, the quality of Electronic Medical Records (EMR) plays a crucial role in determining the success of claim verification and reimbursement. A high reactivation rate may indicate underlying issues in the quality of clinical and administrative data recorded in EMR systems. This study aims to analyze BPJS claim reactivation as a reflection of EMR quality in a hospital in 2025. This study employed a quantitative approach with a descriptive-analytic design. The sample was determined using total sampling, consisting of 3,843 reactivation cases out of 11,299 submitted claims. Data were obtained from BPJS claim reports and the EMR system and analyzed descriptively. The results showed that the reactivation rate reached 34% of total claims. The distribution of reactivation was fluctuating, with the highest number in February due to backlog accumulation and in October indicating actual issues in claim management. The high reactivation rate suggests that EMR quality is not yet optimal, particularly in terms of completeness, accuracy, and timeliness of data entry. In conclusion, BPJS claim reactivation can be used as an indirect indicator to assess EMR quality. Therefore, efforts are needed to improve EMR quality through better documentation standards, enhanced staff competency, and optimization of health information systems. Keywords: claim reactivation, BPJS, electronic medical records, data quality, healthcare quality
Pemberdayaan Calon Tenaga Kesehatan dalam Pengelolaan Data Kesehatan Berbasis RME untuk Mendukung Program SATUSEHAT nofiriyani; Harinto Nur Seha; Rina Yulida; Azis Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1 , April 2026
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v6i1.392

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui program SATUSEHAT mewajibkan setiap fasilitas layanan kesehatan menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME). Transisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya calon tenaga kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan calon tenaga kesehatan dalam pengelolaan data kesehatan berbasis RME. Mitra sasaran program adalah 58 mahasiswa Program Studi Rekam Medis di Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan experiential learning dan simulasi klinis yang terbagi dalam tiga tahapan: edukasi konseptual, pelatihan praktik menggunakan aplikasi simulasi RME, dan pendampingan intensif melalui skenario role-play pelayanan kesehatan nyata. Evaluasi keberhasilan diukur melalui kuesioner pretest dan posttest (aspek kognitif) serta observasi langsung menggunakan checklist (aspek psikomotorik). Hasil evaluasi menunjukkan lonjakan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata pretest sebesar 48 menjadi 86 pada posttest. Pada aspek keterampilan, 86,2% peserta (50 mahasiswa) berhasil menyelesaikan 100% tahapan registrasi sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sisanya sebesar 13,8% (8 mahasiswa) terdeteksi melakukan kelalaian prosedural dalam memverifikasi identitas pasien. Kesimpulannya, intervensi berupa edukasi konseptual dan praktik simulasi RME terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, sekaligus berfungsi sebagai metode deteksi dini pencegahan human error pada lingkungan yang bebas risiko guna menjamin keselamatan pasien
Transformasi Efisiensi Pelayanan Rawat Inap: Analisis Multi-Dimensi Menggunakan Indikator Barber Johnson I Gusti Agung Ngurah Putra Pradnyantara; Revan Januansyah; Harinto Nur Seha; Nurul Faidah
Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 (2024): Bali Medika Jurnal Vol 11 No 1 Juli 2024
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v11i1.390

Abstract

Dalam statistik rumah sakit terdapat beberapa indikator pelayanan rawat inap, yaitu BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR dan NDR. Pemanfaatan data pelaporan berhubungan dengan mekanisme alur prosedur pelayanan untuk kepentingan internal dan eksternal rumah sakit. Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Dkt Dr. Soetarto Yogyakarta, data 3 tahun terakhir terdapat peningkatan indikator pelayanan rawat inap tetapi masih belum masuk kategori efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren indikator pelayanan rawat inap selama 3 tahun terakhir di RS DKT Dr. Soetarto Yogyakarta dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pelayanan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan analisis longitudinal yang dikombinasikan dengan wawancara mendalam untuk memahami konteks dan upaya perbaikan yang dilakukan rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis data sekunder yaitu rekapitulasi SHRI pertahun dalam kurung waktu 3 tahun terakhir serta wawancara kepada petugas pelaporan, dari hasil analisis perbandingan indikator pelayanan rawat inap selama 3 tahun terakhir diketahui hanya nilai LOS yang memenuhi standar efisiensi, untuk indikator BOR, TOI, dan BTO belum memenuhi standar barber johnson karena jumlah kunjungan dirumah sakit khususnya rawat inap masih rendah.   In hospital statistics there are several indicators of inpatient services, namely BOR, AvLOS, TOI, BTO, GDR and NDR. The use of reporting data is related to the mechanism for the flow of service procedures for internal and external purposes of the hospital. Based on a preliminary study at Dr. DKT Hospital. Soetarto Yogyakarta, data for the last 3 years shows an increase in inpatient service indicators but it is still not in the efficient category. The aim of this research is to analyze the benefits of inpatient service indicators over the last 3 years. This type of research is descriptive with a qualitative approach with secondary data, namely recapitulation of SHRI per year within the last 3 years as well as interviews with reporting officers. From the results of the comparative analysis of inpatient service indicators over the last 3 years, it is known that only the LOS value meets efficiency standards, for BOR, TOI and BTO indicators do not meet Barber Johnson standards because the number of hospital visits, especially inpatient stays, is still low.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik: Implikasinya terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Nofitriyani; Harinto Nur Seha; Rina Yulida; Athika Ayu Andrianty
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.456

Abstract

Keberhasilan pengelolaan unit rekam medis merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan yang efektif membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Panti Nugroho telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2022, namun implementasinya belum optimal di seluruh unit pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penerapan RME dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis diagram fishbone yang mencakup empat aspek utama: man (sumber daya manusia), machine (infrastruktur teknologi), material (integrasi sistem), dan money (anggaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor man melibatkan kurangnya pelatihan yang memadai, faktor machine terkait dengan infrastruktur TI yang belum optimal, faktor material menunjukkan integrasi sistem yang belum merata, dan faktor money mencerminkan keterbatasan anggaran. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur TI, integrasi sistem RME di seluruh unit pelayanan, serta perencanaan anggaran jangka panjang untuk mendukung pemeliharaan sistem. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola rumah sakit dan pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan RME secara efektif, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.   The successful management of the medical records unit is a crucial factor in improving the quality of health services. Effective management requires the support of competent human resources and adequate facilities and infrastructure. Panti Nugroho Hospital has implemented Electronic Medical Records (RME) since 2022, but its implementation has not been optimal in all service units. This study aims to identify and analyze the factors that influence the optimization of RME implementation and its impact on improving service quality. The method used is descriptive qualitative with fishbone diagram analysis that includes four main aspects: man (human resources), machine (technological infrastructure), material (system integration), and money (budget). The results show that the man factor involves the lack of adequate training, the machine factor is related to the unoptimized IT infrastructure, the material factor shows uneven system integration, and the money factor reflects budget limitations. The implication of this study is the need for increased continuous training, improved IT infrastructure, integration of RME systems in all service units, and long-term budget planning to support system maintenance. This study provides pr actical recommendations for hospital managers and policy makers in implementing RME effectively, which is expected to improve the overall quality of health services.