Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW : BERBAGAI AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN JOMBANG (Taraxacum officinale Webb.) NUR AZIZAH ALI; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.127 KB) | DOI: 10.24198/jf.v18i1.22316

Abstract

ABSTRAKJombang (Taraxacum officinale Webb.) yang dikenal dengan dandelion  merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai tanaman herbal. Tanaman ini tersebar di daerah subtropis dan tropis termasuk Indonesia.  Tanaman jombang sudah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai rempah maupun untuk pengobatan yang khasiatnya sebagai antioksidan, mengobati penyakit hati, gangguan pencernaan dan gatal-gatal yang sudah digunakan secara empirik. Khasiat tersebut dapat terjadi karena terdapat kandungan senyawa utama seperti asam fenolat dan asam sikorat yang memiliki aktivitas farmakalogi dalam tanaman  jombang. Review artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang aktivitas farmakologi tanaman jombang. Dari sumber data yang ditelaah, tanaman jombang memiliki aktivitas antioksidan, antifibrosis, hepatoprotektif, antijamur, antibakteri, antiinflamasi, antiinfluenza, antidepresan, antiproliferatif, dan meningkatkan pengosongan lambung. Dari berbagai aktivitas farmakologi tersebut, aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiproliferasi dari tanaman jombang berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.Kata Kunci: jombang, Taraxacum officinale, pengobatan, aktivitas, farmakologi ABSTRACTJombang (Taraxacum officinale Webb.) what is known as dandelion is a plant that is often used as an herbal plant. This plant is spread in subtropical and tropical regions including Indonesia. Jombang plants have been widely used by the community as a spice for the treatment of its efficacy as an antioxidant, treatment of liver disease, digestive disorders and rubbing that have been used by empiricists. This property can occur because there are main ingredients such as phenolic acid and cycoric acid which have pharmacalogical activity in jombang plants. The review of this article was made with the aim to provide information about the pharmacological activity of jombang plants. From the sources of the data studied, the jombang plant has antioxidant activity, antifibrosis, hepatoprotective, antifungal, antimicroba, anti-inflammatory, antiinfluenza, antidepressant, antiproliferative, and increases gastric emptying. Of the various pharmacological activities, antioxidant, antimicrobe and antiproliferation of the jombang plant need to be further developed.Keywords: jombang, Taraxacum officinale treatment, activity, pharmacology
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BERBAGAI SPESIES TUMBUHAN MANGROVE NIA KURNIASIH; Eli Halimah
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2570.56 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22265

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang prevalensinya cukup tinggi. Indonesia memiliki lautan yang luas yang didalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang bermacam-macam salah satunya adalah tanaman mangrove yang memiliki berbagai macam spesies. Tanaman mangrove atau bakau dikenal sebagai tanaman yang hidup di area pesisir pantai dan digunakan sebagai tanaman yang menjaga area pantai agar tidak terjadi proses abrasi akibat ombak dari laut. Tanaman ini memiliki banyak manfaat seperti pencegah dan penyaring alami, tempat sumber makanan bagi biota laut, kayunya sebagai bahan bakar, serta sudah banyak digunakan secara empirik sebagai tanaman obat tradisional dan salah satunya sebagai antibakteri. Review artikel ini dilakukan untuk pengumpulan informasi mengenai aktivitas antibakteri dari beberapa jenis tanaman mangrove. Aktivitas antibakteri ini dilihat dari nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan diameter zona hambat. Hasil pengujian antibakteri yang diperoleh berdasarkan parameter diameter zona hambat, spesies mangrove yang memiliki aktivitas antibakteri kuat (diameter zona hambat >20mm) yaitu ekstrak air eksokarp Bruguiera gymnorrhiza terhadap bakteri Delftia sp. menghasilkan zona hambat sebesar 23±0,55mm, ekstrak air batang Nypa fructicans terhadap bakteri Bacillus subtilis menghasilkan zona hambat 22,16±0,76mm, sedangkan ekstrak air daunnya terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumonia masing-masing menghasilkan zona hambat sebesar 20,33±0,95mm dan 20,03±1,08mm, serta ekstrak metanol daun Ricinus communis terhadap Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat sebesar 20,7mm. Tanaman mangrove mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri.Kata Kunci : Mangrove, infeksi, antibakteri
Teknologi Induced Pluripotent Stem Cell (IPSC) Berbasis Metode 3D Hanging Drop Sebagai Terapi Genodermatosis Generasi Baru DONI DERMAWAN; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2430.158 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12908

Abstract

Genodermatosis merupakan penyakit kulit disebabkan oleh faktor genetik yang berkaitan langsung dengan defisiensi struktur dan fungsi kulit. Beberapa jenis genodermatosis diakibatkan oleh adanya keterlibatan multisistem patologis yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas bagi penderitanya. Tingkat insidensi genodermatosis di seluruh dunia yakni antara 1:6000 sampai 1:500.000 dari penyakit kulit secara keseluruhan dan biasanya terjadi sejak lahir dan beberapa terjadi pada usia anak-anak. Keterbatasan akses terapi yang efektif, aman, dan terbukti secara klinis merupakan permasalahan utama dalam penanganan genodermatosis. Terapi gen merupakan fokus utama penelitian sebagai pilihan terapi genodermatosis namun juga memiliki keterbatasan meliputi risiko induksi tumor, pemilihan vektor, ekspresi gen dengan waktu yang singkat, adanya respons imun terhadap terapi gen yang diberikan, terbatas pada penyakit monogenik, dan risiko munculnya efek genotoksisitas. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis secara komprehensif mengenai teknologi Induced Pluripotent Stem Cell (iPSC) berbasis metode kultur sel 3D Hanging Drop sebagai generasi baru terapi genodermatosis. Hasil studi menunjukkan Teknologi induced pluripotent stem cell (iPSC) yang dikombinasikan dengan metode kultur sel 3D hanging drop memiliki potensi yang sangat tinggi dalam penanganan penyakit genodermatosis ditinjau dari aspek keamanan berdasarkan profil keunggulan karakteristik koreksi secara genetik dengan mengganti jaringan yang mengalami mutasi dengan jaringan yang telah diprogram ulang. Kata Kunci : 3D hanging drop, Genodermatosis, iPSC (induced Pluripotent Stem Cell) 
Aktivitas Antikanker Prostat Beberapa Tumbuhan Di Indonesia Rena Choerunisa; Eli Halimah
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1842.155 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17459

Abstract

ABSTRAKKanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan angka kejadian yang semakin signifikan. Salah satu jenis kanker yang dilaporkan sebagai penyebab kematian utama pada pria setelah kanker paru-paru, yaitu kanker prostat. Untuk mengobati penyakit ini, beberapa terapi telah digunakan, diantaranya kemoterapi, terapi hormon, pembedahan, atau terapi radiasi. Akan tetapi dalam penerapannya, terapi tersebut dinilai masih belum efektif akibat efek samping yang ditimbulkan serta biaya pengobatan yang mahal sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti telah banyak melakukan pengembangan terapi kanker, yaitu dengan memanfaatan herbal sebagai agen antikanker. Dari hasil penelusuran pustaka terhadap tumbuhan-tumbuhan yang memiliki aktivitas antikanker prostat, tumbuhan Sirsak, Jambu Air, Adas, Rosmeri dan Jahe memiliki IC50 masing-masing sebesar 18.2 ppm, 4.59 ppm, 12.5 ppm, 26.6 ppm, dan 88 ppm.Kata Kunci : Kanker prostat, antikanker, herbal, IC50
Terapi untuk Bell’s Palsy Berdasarkan Tingkat Keparahan Chintami Nurkholbiah; Eli Halimah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.905 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10807

Abstract

Bell’s palsy adalah kelumpuhan akut yang terjadi pada bagian saraf wajah yang tidak diketahui penyebabnya.  Tujuan dari penulisan review ini yaitu untuk mengetahui terapi pada kasus Bell’s  palsy berdasarkan Guideline dan tingkat keparahan. Metode yang digunakan yaitu dengan  mencari beberapa jurnal ilmiah dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan  topik yang akan dibahas dalam  tulisan ini. Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi untuk Bell’s palsy dengan tingkat keparahan ringan, sedang, dan berati lebih efektif ketika diberi terapi kombinasi yaitu obat kortikosteroid dengan obat antiviral dibandingkan dengan terapi tunggal yaitu pemberian obat kortikosteroid atau obat antiviral. Dan untuk terapi tunggal, pemberian obat kortikosteroid lebih baik dibandingkan dengan terapi obat antiviral saja.Kata kunci: Bell’s palsy, kortikosteroid, antiviral
REVIEW ARTIKEL: METODE DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL TRANSFERSOM SEBAGAI PEMBAWA RUTE PENGHANTARAN TRANSDERMAL ALIFIA SYIFA PEBRIANTI; Eli Halimah
Farmaka Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i2.27726

Abstract

Transfersom merupakan salah satu vesikel pembawa yang pada komponennya ditambahkan surfaktan sehingga memiliki sifat yang ultra-fleksibel dan elastis. Dengan menggunakan transfersom, obat  dapat berpenetrasi lebih baik ke dalam kulit meskipun terdapat penghalang dari lapisan kulit stratum korneum. Tujuan dari review ini adalah untuk menjelaskan metode apa saja yang dapat digunakan dalam pembuatan transfersom. Dalam membuat review artikel ini digunakan jurnal dan artikel hasil penelusuran di internet melalui website NCBI (dengan kategori yang dipilih adalah PubMed), science direct, dan google scholar yang telah dipublikasi dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat transfersom, yaitu: thin film hydration/rotary evaporation-sonication, vortexing-sonication, reverse phase evaporation, injeksi etanol, protransfersome-transfersome, dan microfluids. Dari metode-metode tersebut, masing-masing metode memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing dalam pembuatan transfersom sehingga pemilihan metode untuk pembuatan transfersom yang dapat digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Metode thin film hydration sejauh ini paling banyak digunakan untuk mengembangkan transfersom dalam skala laboratorium.
IDENTIFIKASI PERSENTASE KELENGKAPAN RESEP DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG ALFIA NURSETIANI; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i2.26204

Abstract

ABSTRAKSemakin meningkatnya angka kesakitan dan penggunaan obat di rumah sakit, maka semakin bertambah pula angka permasalahan terkait obat jika penggunaannya tidak tepat. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya permasalahan terkait obat adalah dengan melakukan pengkajian resep. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pada aspek manakah yang memiliki persentase ketidaklengkapan atau kesalahan peresepan yang paling besar. Identifikasi kelengkapan resep tersebut dilakukan menggunakan metode observasi dengan aspek administrasi, aspek farmasetik, dan aspek klinis pada 60 resep yang terdiri dari 30 resep rawat jalan dan 30 resep rawat inap di salah satu rumah sakit di kota Bandung. Dari hasil penelitian didapatkan hasil persentase kesalahan peresepan pada aspek administrasi sebesar 19.44%, aspek farmasetik sebesar 20%, dan aspek klinis sebesar 16% pada 30 resep rawat jalan, sedangkan pada 30 resep rawat inap persentase kesalahan peresepan pada aspek administrasi sebesar 16.39%, aspek farmasetik sebesar 23.33%, dan aspek klinis sebesar 14.67%. Persentase ketidaklengkapan atau kesalahan peresepan terbesar terdapat pada aspek farmasetik, yaitu stabilitas obat dengan persentase sebesar 100%.Kata Kunci : Standar pelayanan kefarmasian, pengkajian resep, kelengkapan resep ABSTRACTThe increasing number of morbidity and drug use in hospitals, make the number of problems related to drugs has been increasing too. One way to prevent drug-related problems is to do a prescription screening. This research was conducted to find out which aspects had the greatest percentage of incompleteness or prescribing errors. Identification of the completeness of the prescription was carried out using observational methods with administrative aspects, pharmaceutical aspects, and clinical aspects in 60 prescriptions consisting of 30 outpatient prescriptions and 30 inpatient prescriptions at one of hospital in Bandung city. From the research results obtained the percentage of prescribing errors in administrative aspects of 19.44%, pharmaceutical aspects of 20%, and clinical aspects of 16% in 30 outpatient prescriptions, while in 30 prescriptions for prescription errors in administrative aspects was 16.39%, aspects pharmacetics at 23.33%, and clinical aspects at 14.67%. The biggest percentage of incompleteness or prescription errors is found in the pharmaceutical aspect, namely the stability of the drug with a percentage of 100%.Keywords : Pharmaceutical service standards, prescription screening, completeness of the prescription
Penggunaan Monomer Asam Itakonat pada Molecularly Imprinted Polymer (MIP) TRAJU NINGTIAS DWI UTARI; Eli Halimah
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1895.689 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17447

Abstract

Molecularly Imprinted Polymer(MIP) merupakan polimer yang dapat mengenali sisi pengenalmolekul targetnya. Aplikasi MIP telah banyak digunakan, antara lain untuk identifikasi antibiotik, pemurnian obat, analisis lingkungan dan makanan. Parameter yang menentukan sifat MIP salah satunya adalah jenis monomer yang digunakan sehingga pemilihannya harus dilakukan dengan hati-hati. Metode yang dapat digunakan dalam penentuan monomer yaitu metode komputasi. Studi ini bertujuan untuk melihat nilai binding energymonomer asam itakonat terhadap berbagai templateyang digunakan pada pembuatan MIP. Berdasarkan hasil review, monomer asam itakonat dapat digunakan untuk templateglibenklamid, andrografolid, deoxynivanelol, MC-LR, dan endotoksin. Kata kunci:Molecularly Imprinted Polymer(MIP), Asam itakonat
Tinjauan Pustaka Mengenai Karakteristik Radioisotop yang Digunakan pada Pembuatan Radiofarmaka RISDA RAHMI ISLAMIATY; ELI HALIMAH
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.756 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17452

Abstract

Radiofarmaka merupakan suatu obat yang biasa digunakan untuk diagnosis ataupun terapi. Perbedaan antara radiofarmaka dengan obat biasa adalah terkandungnya radioisotop. Radioisotop merupakan isot­op yang bersifat tidak stabil sehingga akan memancarkan suatu energi radioaktif untuk mencapai bentuk yang stabilnya. Pancaran radioaktif yang ditimbulkan pada setiap jenis radioisotop yang digunakan pada radiofarmaka memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan pada pancaran radioaktif mempengaruhi tujuan pengaplikasian radiofarmaka. Radioisotop yang memiliki sifat pemancar sinar gamma umum  digunakan untuk diagnosis sedangkan yang memancarkan sinar beta umum digunakan untuk terapi. Karakteristik lain yang dilihat, antara lain sifat metal dan non metal radioisotop yang menyebabkan perbedaan metode pembuatan radiofarmaka.Kata Kunci : Radiofarmaka, Radioisotop, sinar gamma, sinar beta.
Pengaruh Konseling Farmasi Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Terapi Hemodialisis di RSUD Cibabat Faizatun Maulida; Eli Halimah; Sri Hartini; Budhi Prihartanto
Farmaka Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v18i4.42268

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah masalah kesehatan di seluruh dunia dengan peningkatan prevalensi penyakit, biaya pengobatan, morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pasien gagal ginjal kronis (GGK) dengan terapi hemodialisis membutuhkan terapi jangka panjang dan seumur hidup. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kualitas hidup pasien GGK dengan terapi hemodialisis di RSUD Cibabat kota Cimahi yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan pre experimental study one group pre test and post test design. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 62 sampel. Kualitas hidup akan diukur dengan menggunakan kuisioner EQ5D5L sebelum dan setelah konseling. Nilai utilitas sebelum konseling 0,75±0,18 dan setelah konseling 0,82±0,18. Sementara untuk perubahan skor EQ5D Visual Analog Scale (VAS) sebelum konseling adalah 3,74±10,21 dan setelah konseling 69,19±11,53. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan nilai utilitas dan skor EQ5D VAS pasien hemodialisis sebelum dan setelah konseling menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan (p<0,05).
Co-Authors Abdul Kholik Tasib Abdul Mutalib Abdul Mutalib Ade Zuhrotun Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi ALFIA NURSETIANI ALIFIA SYIFA PEBRIANTI Ami Tjitraresmi, Ami Aminah Nurhadiyah Anas Subarnas Andi Wijaya Anna Meiliana Arifah, Gina As&#039;ari Nawawi Aulia, Gina Barliana, Melisa I. Barliana, Melisa I. Budhi Prihartanto California, Salma H. Chaeriadi, Venice Chintami Nurkholbiah Desianti Khoiriyah, Shahnaz Destiani, Dika P. Dika P. Destiani DONI DERMAWAN Dwi Prasetyo Dwi Prasetyo Ellin Febrina Erwin Sasmita Evy Liswati Evy Liswati, Evy Faizatun Maulida Gatera, Vesara A. Gina Arifah Gina Aulia Herawati, Irma E. Irma M. Puspitasari, Irma M. Irma Melyani Puspitasari Irma Pratiwi Ivan S. Pradipta Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan Julisiana Sanggelorang Jutti Levita Keri Lestari Lina Nafisah Lutfi Sulaiman Mally G. Sholih Mardhiani, Yanni Dhiani Marline Abdassah Marline Abdassah, Marline MEGANTARA, SANDRA Melisa I. Barliana Melisa I. Barliana Miski A. Khairinisa Muchtaridi Muchtaridi Mutakin Mutakin Naja, Syahrul Nasrul Wathoni Nawawi, Asari Ni Made Susilawati Nia Kurniasih Noviani, Tatat NUR AZIZAH ALI Nurhadiyah, Aminah NURUL ANNISA Nurul Annisa Nyi M. Saptarini Oktarina, Dewi Ria Pani, Sarini Pani, Sarini Peppi Z. Yuzaqi Pradipta, Ivan S. Pratiwi, Irma Puspitadewi, Nurhanifah Putri, Aulia Nur Assyifa Rano K. Sinuraya Rano K. Sinuraya Ratnawati, Rani Rena Choerunisa Rina Triana Rini Hendriani RISDA RAHMI ISLAMIATY Riyadi Adrizain Rizkita Nur Ainun Rizky Abdulah Rumaseuw, Ellen Stephanie Rusdianto, Aziiz M. Ruterlin, Valen Sadli, Nurul Kamilah Salma H. California Saptarini, Nyi M. Sarini Pani Sarini Pani Sasmita, Erwin Sholih, Mally G. Sinuraya, Rano K. Sinuraya, Rano K. SITI SAIDAH Slamet Ibrahim - Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Sri A. Sumiwi Sri Adi Sumiwi Sri Hartini Sri Hartini Sriwidodo B, Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Suhendi, Cece Sumiwi, Sri A. Sumiwi, Sri A. Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Syahrul Naja Tania R. Amalia Taofik Rusdiana Tatat Noviani TRAJU NINGTIAS DWI UTARI Valen Ruterlin Venice Chaeriadi Vesara A. Gatera Wahyuni, Indah S. Widyatmoko, Leonardus Winarni, Rina Wiwik Rositawati Wiwik Rositawati, Wiwik Yasmiwar Susilawati Yoppi Iskandar Yuzaqi, Peppi Z. Zahra, Citra Aulia