Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Kelurahan Melong Herawati, Ade Tika; Emawati, Emma; Priyadi, Akhmad; Sandi, Shinta Ika; Rokayah, Cucu; Cikal , Athaariq
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1462

Abstract

Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2022, masih terdapat 3.036 balita yang mengalami stunting (9, 70%), sedangkan berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) prevelensi stunting Kota Cimahi berada di 16,4 %. Hal tersebut yang mendasari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi untuk melakukan berbagai Upaya untuk mempercepat penurunan tingkat stunting di Kota Cimahi. Peningkatan jumlah stunting pada balita akan berdampak pada perkembangan kognitif dikarenakan terganggunya perkembangan otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak dan menjadi rentan terjangkit penyakit. Oleh sebab itu, tujuan umum dari program KKN-PPM Tematik ini adalah untuk membantu memberdayakan Masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah : 1) Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan gizi pada balita; 2) Peningkatan pengetahuan Masyarakat mengenai hidup sehat dalam Upaya pencegahan stunting; 3) Pencegahan gizi buruk pada balita. 3. Kehidupan sehat dan sejahtera bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga dengan edukasi pendidikan termasuk ke dalam perencanaan peningkatan kesehatan dalam strategi program kesehatan Nasional. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat yang kami laksanakan dengan judul Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui sosialisai di wilayah RW 01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk mencegah ternyatanya stunting di Wilayah RW 01. Dengan adanya penyuluhan Kesehatan secara luring, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, serta memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya stunting. Kemudian diikuti dengan kegiatan Pemberian Makanan Terpenuhi (PMT) untuk balita stunting. Education on Nutrition Fulfillment in Stunting Prevention Efforts For Toddlers in Melong Village Based on the Electronic Recording and Reporting of Community-Based Nutrition (e – PPGBM) in 2022, there are still 3,036 children under five who are stunted (9, 70%), while based on the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) the prevalence of stunting in Cimahi City is at 16.4%. This underlies the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning (DP3AP2KB) of Cimahi City to make various efforts to accelerate the reduction of stunting rates in Cimahi City. An increase in the number of stunting in toddlers will have an impact on cognitive development due to disruption of brain development so that it can reduce children's intelligence and become vulnerable to disease. Therefore, the general purpose of this Thematic KKN-PPM program is to help empower the community in reducing stunting rates in Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. While the specific objectives of this activity are: 1) Increasing public knowledge about the fulfillment of nutrition in toddlers; 2) Increasing public knowledge about healthy living in stunting prevention efforts; 3) Prevention of malnutrition in toddlers. 3. Healthy and prosperous life aims to ensure reproductive health and family health services with educational education are included in health improvement planning in the National health program strategy. Our community empowerment activities are entitled Education on Nutrition Fulfillment in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers through socialization in the RW 01 area of Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. This activity has the main objective to prevent stunting in RW 01. With offline health counseling, providing education about stunting prevention, and providing education about the causes of stunting. Then followed by Fulfilled Feeding (PMT) activities for stunting toddlers.
ANALISIS KANDUNGAN NITRAT DAN NITRIT DALAM AIR MINUM ISI ULANG DENGEN PEREAKSI GRIES MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Emma Emawati; Tita Mustika; Tursino Tursino
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan depot air minum isi ulang terus meningkat, hal ini sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu syarat kualitas air minum secara kimiawi adalah batasan kandungan nitrat dan nitrit. Menurut PP No. 20 Tahun 1990 kadar maksimum untuk nitrat 10 mg/l dan nitrit 1 mg/l.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang dapat dianalisis dengan pereaksi Gries serta mengetahui kandungan nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang di daerah Cibiru, Bandung. Nitrit dalam suasana asam akan bereaksi dengan sulfanilamid dan naftil etilendiamin dihidroklorida membentuk senyawa azo yang berwarna merah keunguan yang dapat menyerap pada l 535 nm. Sedangkan analisis nitrat didasarkan pada reaksi reduksi nitrat menjadi nitrit oleh granul Zn dan nitrit yang terbentuk bereaksi dengan pereaksi yang sama. Dari hasil penelitian diperoleh linieritas yang baik dengan nilai r = 0,998, BD 0,09 bpj dan BK 0,29 bpj untuk nitrit, sedangkan untuk nitrat menunjukan nilai r = 0,998, BD 1,62 bpj, dan BK 5,39 bpj. Nilai akurasi dan presisi nitrit menunjukan nilai perolehan kembali 99,9% dengan koefisien variasi 2,6%, sedangkan untuk nitrat menunjukan nilai perolehan kembali 99,7% dengan koefisien variasi 2,7%. Hasil pengukuran sampel diperoleh kadar tertinggi nitrit (0,49 bpj) dan nitrat (7,60 bpj) yaitu pada sampel ke-10. Pereaksi gries dapat digunakan untuk analisis nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang serta semua sampel yang dianalisis mengandung nitrat dan nitrit tetapi tidak melebihi ambang batas yang telah ditentukan.
Exploring Water Henna Flower (Impatiens balsamina L.) Pigment as an Alternative Indicator for Acid-Base Titration Yuliantini, Anne; Funay, Riska; Asnawi, Aiyi; Emawati, Emma
Jurnal Kartika Kimia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v8i1.875

Abstract

Acid-base titration is a common technique used in quantitative analysis in laboratories, with the indicator playing a crucial role in the process. However, synthetic indicators are often costly and can contribute to environmental pollution. As a result, there is a need for alternative, natural acid-base indicators that are affordable and easily accessible. One potential natural indicator is anthocyanin, a pigment found in plants. This study aims to develop an alternative acid-base indicator from the anthocyanin extract of water henna flowers and evaluate its performance in acid-base titrations. The process involved preparing the water henna flower extract, determining its dissociation constant (pI), and testing its effectiveness in acid-base titrations. The pI was found to be 4.22, and the extract exhibited a color change within the pH range of 3.22-5.22, making it suitable for use in acid-base titrations. The water henna flower extract successfully showed clear color transitions at the endpoint of base titrations and provided results comparable to those obtained using methyl orange, accurately determining HCl concentration and sodium bicarbonate levels. This suggests that water henna flower extract can be used as a cost-effective, easily prepared, and environmentally friendly alternative to synthetic indicators like methyl orange.
Pemanfaatan Singkong Dalam Pembuatan Sushi Untuk Panganan Penderita Diabetes Emawati, Emma; Rachmawati, Winasih; Nurfitria, Rizki Siti; Zein, Fauzan; Anggriani, Ani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/xg4jz225

Abstract

Dabetes Militus (DM) disebut sebagai penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Hal ini karena gula tidak dapat dipakai oleh tubuh. Juga karenna pola hidup masyarakat yang tidak sehat mulai dari pola konsumsi yang serba instan, kurang aktivitas fisik dan life style yang buruk. Pada prinsipnya penderita DM harus melakukan pengaturan pada pola makannya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan jumlah kalori dan zat gizi yang dibutuhkan, jenis bahan makanan serta keteraturan jadwal makan. Penatalaksanaan diabetes melitus selain dengan menggunakan obat dapat dilakukan dengan cara diet makanan, edukasi dan olahraga. Sebagai upaya untuk mencegah peningkatan prevalensi diabetes melitus pengaturan diet menjadi salah satu cara yang efektif untuk mencegah kenaikan kadar glukosa darah dan menurunkan kadar glukosa darah. Salah satu makanan yang mengandung kadar karbohidrat rendah adalah makanan berbahan dasar singkong. Melalui ketua PKK Karini di RW 05 Kelurahan Cicaheum diinformasikan bahwa cukup banyak penduduk yang mengidap penyakit Diabetes sehingga wilayah tersebut memerlukan beberapa pencerahan terkait penyakit diabetes apa penyebab dan bagaimana pencegahannya. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan keterampilan Kader dan masyarakat terkait Pemanfaatan singkong dalam pembuatan sushi untuk penderita DM. Post test dan pretest sebelum dan sesudah kegiatan kemudian diberi pelatihan membuat makanan cemilan berupa shushi berbahan dasar singkong. Hasil pengukuran Tingkat pengetahuan masyarakat terekait penyakit DM sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 4,16% dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 62,50%, Hal ini menunjukan adanya perubahan yang signifikan. Dan Masyarakat terampil dalam membuat shushi singkong.  
Analysis of Cyanide in Cassava with Different Storage Durations Using Visible Light Spectrophotometry and Ninhydrin Reagen Emma Emawati; Silvan Maulana; Winasih Rachmawati
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i1.5

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is the third most important staple food in Indonesia, after rice and corn. Although it offers numerous health benefits, cassava also contains potentially harmful compounds, such as cyanide. This study aimed to analyze cyanide levels in freshly harvested cassava and cassava stored for five days, using both qualitative and quantitative methods. The research gap identified is the limited data on how storaåge duration affects cyanide levels in cassava and its implications for food safety. To address this, the study used qualitative analysis with picrate paper and quantitative analysis through UV-Vis spectrophotometry, employing ninhydrin as the reagent. The qualitative results revealed that both freshly harvested cassava and cassava stored for five days tested positive for cyanide, as indicated by the formation of a red-brown color on the picrate paper. The quantitative analysis was preceded by method validation, which showed excellent performance, including linearity (r = 0.9982), detection limit (BD = 1.33 µg/mL), quantification limit (BK = 4.43 µg/mL), recovery rate (98.7%), and relative standard deviation (RSD = 1.53%). The cyanide content in freshly harvested cassava was found to be 4.94 µg/g, while the content in cassava stored for five days was 7.16 µg/g. Both cassava samples were found to be safe for consumption, as their cyanide levels were below the safety threshold of 10 ppm. This study provides valuable insights into the safe consumption of cassava, even with storage, underlining the importance of proper handling.
Formulating Paper Soap with Coconut and Olive Oils: A Natural Solution for On-the-Go Hygiene Emma Emawati; Siti Aisyah Aprilia; Anne Yuliantini
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation (IJHerbSI)
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i2.7

Abstract

Paper soap served as a practical alternative for hand hygiene, especially for individuals with high mobility who required portable, lightweight, and hygienically stored products. This study aimed to formulate handwashing paper soap using a combination of coconut and olive oils, with potassium hydroxide (KOH) as the saponification agent, and to evaluate its quality based on the Indonesian National Standard (SNI) No. 2588:2017 for liquid hand soap. A laboratory-based pure experimental method was used to determine the optimal combination of ingredients. The soap base formulation that showed the most favorable characteristics consisted of coconut oil and olive oil mixed in equal proportions, with KOH as the alkali. This combination produced a liquid soap with good cleansing ability, softness, and skin moisture retention. The evaluation results showed that the final formulation met all quality parameters: a pH value of 9.37, foam height of 10.5 cm, and free fatty acid content of 0.985%. Among the two types of paper tested, dry cotton tissue proved to be the most suitable medium for soap application due to its excellent absorbency and even drying. Panelist testing further confirmed the acceptability of the product. Most respondents reported positive impressions regarding the product’s texture, foaming properties, and skin feel after use. The paper soap did not cause irritation or a burning sensation, and it was easy to use and dispose of, increasing its appeal for daily use and travel. In conclusion, the formulation successfully produced a functional and user-accepted paper soap that met national quality standards. The study demonstrated that natural ingredients could be effectively used to develop innovative hygiene solutions that are both practical and safe for everyday use.