Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS KADAR OKSALAT DARI TEH SEGAR DAN TEH OLAHAN TERHADAP LAMA PENYEDUHAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Emma Emawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.411

Abstract

Sebagian besar penyebab terjadinya batu ginjal adalah akibat penumpukan kalsium oksalat, senyawa yang terdapat secara alami di banyak makanan. Asupan oksalat yang tinggi dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia, salah satunya adalah pembentukan batu ginjal. Oleh sebab itu,  asupan oksalat harus dibatasi dengan rentang batas aman 40-50 mg per hari. Teh merupakan tanaman yang sering dikonsumsi sebagai minuman dalam bentuk air seduhan daunnya. Teh mengandung senyawa oksalat yang tinggi, yaitu lebih dari 10 mg kalsium oksalat per 99,2 gram penyajian. Waktu penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat yang terkandung dalam teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar oksalat dalam teh, dan apakah lama penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat dalam air seduhan teh. Metode yang digunakan untuk penetapan kadar oksalat adalah metode spektrofotometri UV-Visibel dengan panjang gelombang 315 nm.  Penelitian ini diawali dengan pengumpulan sampel teh segar yang diambil pucuk daunnya yang diambil dari tempat budidaya tanaman teh. Sampel kemudian dideterminasi untuk memastikan sampel yang digunakan adalah teh (Camellia sinensis), kemudian dilakukan standarisasi simplisia meliputi kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan kadar abu total. Berikutnya dilakukan validasi metode analisis meliputi uji linieritas, batas deteksi, batas kuantisasi, presisi dan akurasi mengunakan metode standar adisi. Pengolahan data dengan panengujian statistik. Hasil validasi metode analisis kurva kalibrasi larutan baku oksalat memiliki persamaan garis regresi y = 0,1489 x + 0.1405 dengan nilai koefisien korelasi 0,9961. Batas deteksi dan batas kuantisasi dapat dihitung secara statistik masing masing sebesar 0.130 dan 0,0392. Keseksamaan dalam hari dinyatakan sebagai  koevisien variance sebesar 1: 22, dan persen perolehan kembali masing masing120, , 119 dan 122%. Dari hasil analisis oksalat dalam air seduhan teh tanpa pemeraman  berturut turut diperoleh kadar oksalat Teh hijau 1,117±0,004, teh fermentasi 0,447±0,207, teh segar 0,201±0,001. Untuk air seduhan teh dengan pemeraman massing masing teh hijau 0,093±0,0015, teh fermentasi 0,252±0,0006 dan teh segar 0,11±0,0015. Dari hasil data statistik menunjukan kadar oksalat dalam air seduhan teh dengan pemeraman dan tanpa pemeraman tidak ada perbedaan.Kata kunci: Oksalat, Spektrofotometri, Teh
Characterization and Identification of Allergen Protein in Shrimp Before and After Heated with SDS-PAGE Method Emma Emawati; Idar Idar; Resta Ramadiyanti
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2019): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v2i2.901

Abstract

Food allergies are one of the most common allergies in Indonesian society. Generally, when children aged 5-6 years food allergies will disappear, except peanut allergies and allergies to seafood, such as fish, shellfish and crustaceans. This study aims to determine the pattern of separation of allergen proteins in shrimp using anion exchange column chromatography method and identify allergen proteins in shrimp using the sodium dodecyl sulfate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) method. Protein extraction from shrimp using Phosphate buffer saline (PBS) pH 7.2 and centrifuged at 10,000 rpm for 10 min at 4°C. Protein separation was carried out by anion-exchange column chromatography method, and the fraction obtained was measured at 280nm wavelength. The highest yield at absorbance was identified by using SDS-PAGE. Polyacrylamide gel electrophoresis was used to determine the protein profile and molecular weight of shrimp extract. Coloring of protein bands using silver staining. Data were analyzed descriptively based on the migration value of the sample protein bands compared to the marker protein band (Rf). The results of protein allergen profile analysis on shrimp using SDS-PAGE showed that the shrimp contained a protein band with a molecular weight of 37.77 kDa for cooked shrimp and 37.03 kDa for fresh shrimp.
Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Kelurahan Melong Herawati, Ade Tika; Emawati, Emma; Priyadi, Akhmad; Sandi, Shinta Ika; Rokayah, Cucu; Cikal , Athaariq
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1462

Abstract

Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2022, masih terdapat 3.036 balita yang mengalami stunting (9, 70%), sedangkan berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) prevelensi stunting Kota Cimahi berada di 16,4 %. Hal tersebut yang mendasari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi untuk melakukan berbagai Upaya untuk mempercepat penurunan tingkat stunting di Kota Cimahi. Peningkatan jumlah stunting pada balita akan berdampak pada perkembangan kognitif dikarenakan terganggunya perkembangan otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak dan menjadi rentan terjangkit penyakit. Oleh sebab itu, tujuan umum dari program KKN-PPM Tematik ini adalah untuk membantu memberdayakan Masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah : 1) Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan gizi pada balita; 2) Peningkatan pengetahuan Masyarakat mengenai hidup sehat dalam Upaya pencegahan stunting; 3) Pencegahan gizi buruk pada balita. 3. Kehidupan sehat dan sejahtera bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga dengan edukasi pendidikan termasuk ke dalam perencanaan peningkatan kesehatan dalam strategi program kesehatan Nasional. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat yang kami laksanakan dengan judul Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui sosialisai di wilayah RW 01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk mencegah ternyatanya stunting di Wilayah RW 01. Dengan adanya penyuluhan Kesehatan secara luring, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, serta memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya stunting. Kemudian diikuti dengan kegiatan Pemberian Makanan Terpenuhi (PMT) untuk balita stunting. Education on Nutrition Fulfillment in Stunting Prevention Efforts For Toddlers in Melong Village Based on the Electronic Recording and Reporting of Community-Based Nutrition (e – PPGBM) in 2022, there are still 3,036 children under five who are stunted (9, 70%), while based on the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) the prevalence of stunting in Cimahi City is at 16.4%. This underlies the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning (DP3AP2KB) of Cimahi City to make various efforts to accelerate the reduction of stunting rates in Cimahi City. An increase in the number of stunting in toddlers will have an impact on cognitive development due to disruption of brain development so that it can reduce children's intelligence and become vulnerable to disease. Therefore, the general purpose of this Thematic KKN-PPM program is to help empower the community in reducing stunting rates in Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. While the specific objectives of this activity are: 1) Increasing public knowledge about the fulfillment of nutrition in toddlers; 2) Increasing public knowledge about healthy living in stunting prevention efforts; 3) Prevention of malnutrition in toddlers. 3. Healthy and prosperous life aims to ensure reproductive health and family health services with educational education are included in health improvement planning in the National health program strategy. Our community empowerment activities are entitled Education on Nutrition Fulfillment in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers through socialization in the RW 01 area of Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. This activity has the main objective to prevent stunting in RW 01. With offline health counseling, providing education about stunting prevention, and providing education about the causes of stunting. Then followed by Fulfilled Feeding (PMT) activities for stunting toddlers.
ANALISIS KANDUNGAN NITRAT DAN NITRIT DALAM AIR MINUM ISI ULANG DENGEN PEREAKSI GRIES MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK Emma Emawati; Tita Mustika; Tursino Tursino
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan depot air minum isi ulang terus meningkat, hal ini sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Salah satu syarat kualitas air minum secara kimiawi adalah batasan kandungan nitrat dan nitrit. Menurut PP No. 20 Tahun 1990 kadar maksimum untuk nitrat 10 mg/l dan nitrit 1 mg/l.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang dapat dianalisis dengan pereaksi Gries serta mengetahui kandungan nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang di daerah Cibiru, Bandung. Nitrit dalam suasana asam akan bereaksi dengan sulfanilamid dan naftil etilendiamin dihidroklorida membentuk senyawa azo yang berwarna merah keunguan yang dapat menyerap pada l 535 nm. Sedangkan analisis nitrat didasarkan pada reaksi reduksi nitrat menjadi nitrit oleh granul Zn dan nitrit yang terbentuk bereaksi dengan pereaksi yang sama. Dari hasil penelitian diperoleh linieritas yang baik dengan nilai r = 0,998, BD 0,09 bpj dan BK 0,29 bpj untuk nitrit, sedangkan untuk nitrat menunjukan nilai r = 0,998, BD 1,62 bpj, dan BK 5,39 bpj. Nilai akurasi dan presisi nitrit menunjukan nilai perolehan kembali 99,9% dengan koefisien variasi 2,6%, sedangkan untuk nitrat menunjukan nilai perolehan kembali 99,7% dengan koefisien variasi 2,7%. Hasil pengukuran sampel diperoleh kadar tertinggi nitrit (0,49 bpj) dan nitrat (7,60 bpj) yaitu pada sampel ke-10. Pereaksi gries dapat digunakan untuk analisis nitrat dan nitrit dalam air minum isi ulang serta semua sampel yang dianalisis mengandung nitrat dan nitrit tetapi tidak melebihi ambang batas yang telah ditentukan.
DETEKSI PROTEIN ALERGEN PREVALBUMIN PADA IKAN TONGKOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI FILTRASI GEL G-50 DAN SDS-PAGE Emma Emawati; idar idar; Dewi Kurnia; Sintia Amelia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v5i3.119

Abstract

Reaksi alergi (reaksi hipersensitivitas) adalah reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera atau terluka. Bahan pangan yang dikenal mengandung protein alergen seperti pada ikan, susu, kacang kedelai, kacang tanah, kerang, telur, gandum, dan udang salah satunya pada ikan tongkol, protein alergen yang terdapat pada ikan tongkol adalah Prevalbumin (10-13 kDa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi protein alergen yang terdapat pada ikan tongkol. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi, pemisahan protein menggunakan kromatografi kolom filtrasi gel G-50 prinsip kromatografi filtrasi gel adalah pemisahan berdasarkan perbedaan bobot molekul, karakterisasi protein menggunakan SDS-PAGE prinsip elektroforesis, jika suatu fase zat bermuatan diberi beda potensial fase tersebut akan berpindah sepanjang medium yang kontinu ke arah katoda atau anoda sesuai dengan muatan partikel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada proses ekstraksi didapat supernatant kemudian proses pemisahan protein menggunakan kromatografi kolom didapat 50 fraksi dan proses karakterisasi menggunakan SDS-PAGE menunjukan terdapat protein alergen prevalbumin sesuai dengan literatur yaitu 10-13 kDa.
Exploring Water Henna Flower (Impatiens balsamina L.) Pigment as an Alternative Indicator for Acid-Base Titration Yuliantini, Anne; Funay, Riska; Asnawi, Aiyi; Emawati, Emma
Jurnal Kartika Kimia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v8i1.875

Abstract

Acid-base titration is a common technique used in quantitative analysis in laboratories, with the indicator playing a crucial role in the process. However, synthetic indicators are often costly and can contribute to environmental pollution. As a result, there is a need for alternative, natural acid-base indicators that are affordable and easily accessible. One potential natural indicator is anthocyanin, a pigment found in plants. This study aims to develop an alternative acid-base indicator from the anthocyanin extract of water henna flowers and evaluate its performance in acid-base titrations. The process involved preparing the water henna flower extract, determining its dissociation constant (pI), and testing its effectiveness in acid-base titrations. The pI was found to be 4.22, and the extract exhibited a color change within the pH range of 3.22-5.22, making it suitable for use in acid-base titrations. The water henna flower extract successfully showed clear color transitions at the endpoint of base titrations and provided results comparable to those obtained using methyl orange, accurately determining HCl concentration and sodium bicarbonate levels. This suggests that water henna flower extract can be used as a cost-effective, easily prepared, and environmentally friendly alternative to synthetic indicators like methyl orange.
ANALISIS KCN MENGGUNAKAN METODE TITRASI ARGENTOMETRI LIEBIG-DENIGES PADA AIR RENDAMAN SINGKONG YANG DIRENDAM AIR KELAPA Emma, Emawati; Jigan Az, Zahra; Winasih, Rachmawati
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2429

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beraneka ragam, Keanekaragaman tersebut membuka banyak peluang alternatif terhadap pengganti produk kimia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Salah satu pemanfaatan tanaman ialah sebagai pengendali hama tikus alami (rodentisida). Singkong diketahui memiliki kandungan senyawa berbahaya yakni sianida (HCN) jika dilakukan pengupasan dan disimpan dalam jangka waktu yang lama. Sementara itu, air kelapa merupakan sumber kalium elektrolit yang baik, dan menyediakan 600 miligram dalam satu cangkir. Jika dilakukan perendaman singkong menggunakan air kelapa maka Ion kalium (K+) akan bereaksi dengan sianida (CN-) dalam singkong dan membentuk senyawa Kalium Sianida (KCN) yang memiliki efek racun. Pemanfaatan racun KCN tersebut telah banyak digunakan untuk mengendalikan hama pengerat oleh masyarakat, akan tetapi penelitian mengenai kandungan dan kadar senyawa KCN pada air rendaman tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar KCN pada air rendaman singkong dengan air kelapa sebagai racun untuk hewan pengerat. Metode yang digunakan untuk analisis KCN adalah argentometri Liebig-Deniges dimana digunakan larutan AgNO3 sebagai pentiter dengan indikator ammonia dalam KI. Sebelum penetapan kadar, dilakukan validasi metode presisi dan akurasi. Hasil analisis KCN dalam sampel air rendaman dengan perbandingan 1 kg singkong : 2 liter air kelapa memiliki kadar KCN sebesar 2,229 mg/20 mL. Dengan kadar tersebut, pemberian sebanyak 20,6 mL sediaan pada tikus berbobot 200 g setara dengan dosis 11,5 mg/kg BB, yang merupakan nilai LD50 KCN pada tikus dewasa.
Optimasi Formula Granul Effervescent Ekstrak Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria) dengan Variasi Pemanis Alami sebagai Antioksidan: Optimization and Antioxidant Evaluation of Effervescent Granules Containing White Turmeric (Curcuma zedoaria) Rhizome Extract with Natural Sweeteners Diki Zaelani; Ratu Siti Robiatul Awaliyah; Rahmat Santoso; Emma Emawati; Reza Pratama
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 6 No. 2 (2025): PharmaCine: Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v6i2.13193

Abstract

White turmeric (Curcuma zedoaria), a member of the Zingiberaceae family, contains bioactive compounds with antioxidant potential, but its utilization remains limited due to its bitter taste and less practical traditional preparations. This study aimed to optimize the formulation of effervescent granules containing white turmeric rhizome extract using different natural sweeteners and to evaluate their physical properties and antioxidant activity. The effervescent granules were prepared by the wet granulation method using stevia (F1, 17.5%), palm sugar (F2, 10%), and corn sugar (F3, 14.5%) as sweeteners. The granules were evaluated for physical characteristics (organoleptic properties, moisture content, flow rate, angle of repose, dissolution time, pH, foam height, and hedonic test) and antioxidant activity using the DPPH method both qualitatively and quantitatively. The results showed that all formulas met the standard physical requirements of effervescent granules. The best formulation was obtained from F3 (corn sugar) with the highest acceptance score in the hedonic test. The antioxidant activity of white turmeric extract exhibited an IC₅₀ value of 53.53 ppm, while the effervescent granules showed strong antioxidant activity with IC₅₀ values of 62.53 ppm (F1), 62.62 ppm (F2), and 62.79 ppm (F3). These findings indicate that variations in natural sweeteners influence the sensory characteristics without significantly reducing the antioxidant potency of the formulation. Keywords: Effervescent granules; Curcuma zedoaria; Natural sweeteners; Antioxidant, Formulation optimization.
Analysis of Cyanide in Cassava with Different Storage Durations Using Visible Light Spectrophotometry and Ninhydrin Reagen Emma Emawati; Silvan Maulana; Winasih Rachmawati
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i1.5

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is the third most important staple food in Indonesia, after rice and corn. Although it offers numerous health benefits, cassava also contains potentially harmful compounds, such as cyanide. This study aimed to analyze cyanide levels in freshly harvested cassava and cassava stored for five days, using both qualitative and quantitative methods. The research gap identified is the limited data on how storaåge duration affects cyanide levels in cassava and its implications for food safety. To address this, the study used qualitative analysis with picrate paper and quantitative analysis through UV-Vis spectrophotometry, employing ninhydrin as the reagent. The qualitative results revealed that both freshly harvested cassava and cassava stored for five days tested positive for cyanide, as indicated by the formation of a red-brown color on the picrate paper. The quantitative analysis was preceded by method validation, which showed excellent performance, including linearity (r = 0.9982), detection limit (BD = 1.33 µg/mL), quantification limit (BK = 4.43 µg/mL), recovery rate (98.7%), and relative standard deviation (RSD = 1.53%). The cyanide content in freshly harvested cassava was found to be 4.94 µg/g, while the content in cassava stored for five days was 7.16 µg/g. Both cassava samples were found to be safe for consumption, as their cyanide levels were below the safety threshold of 10 ppm. This study provides valuable insights into the safe consumption of cassava, even with storage, underlining the importance of proper handling.
Formulating Paper Soap with Coconut and Olive Oils: A Natural Solution for On-the-Go Hygiene Emma Emawati; Siti Aisyah Aprilia; Anne Yuliantini
Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Herbal Science and Innovation (IJHerbSI)
Publisher : PT CENDEKIA SCIENCE AND TECHNOLOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64673/ijherbsi.v1i2.7

Abstract

Paper soap served as a practical alternative for hand hygiene, especially for individuals with high mobility who required portable, lightweight, and hygienically stored products. This study aimed to formulate handwashing paper soap using a combination of coconut and olive oils, with potassium hydroxide (KOH) as the saponification agent, and to evaluate its quality based on the Indonesian National Standard (SNI) No. 2588:2017 for liquid hand soap. A laboratory-based pure experimental method was used to determine the optimal combination of ingredients. The soap base formulation that showed the most favorable characteristics consisted of coconut oil and olive oil mixed in equal proportions, with KOH as the alkali. This combination produced a liquid soap with good cleansing ability, softness, and skin moisture retention. The evaluation results showed that the final formulation met all quality parameters: a pH value of 9.37, foam height of 10.5 cm, and free fatty acid content of 0.985%. Among the two types of paper tested, dry cotton tissue proved to be the most suitable medium for soap application due to its excellent absorbency and even drying. Panelist testing further confirmed the acceptability of the product. Most respondents reported positive impressions regarding the product’s texture, foaming properties, and skin feel after use. The paper soap did not cause irritation or a burning sensation, and it was easy to use and dispose of, increasing its appeal for daily use and travel. In conclusion, the formulation successfully produced a functional and user-accepted paper soap that met national quality standards. The study demonstrated that natural ingredients could be effectively used to develop innovative hygiene solutions that are both practical and safe for everyday use.