Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMBERDAYAAN ANGGOTA KELOMPOK TANI HUTAN MANGROVE SEGARA BIRU DESA LONTAR TIRTAYASA PADA PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH MANGROVE MENJADI KOPI MANGROVE Saepudin, Saepudin; Ende, Ende; Hidayat, Ardi; Wijaya Kusuma, Jaka; Kurniawanto, Hadi; Suhandi, Suhandi
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v6i1.1238

Abstract

This community service activity focuses on the Segara Biru Mangrove Forest Farmers Group (KTH) community, Lontar Village in an effort to increase awareness of the use of natural resources, namely mangrove forests. The distribution of mangrove forests on the coast of Lontar Village, Tirtayasa District, Serang Regency, Banten Province has experienced an increase in 2018 and 2022. The recorded mangrove area in 2018 was 32.94 ha. Then the mangrove area will increase in 2022 by 39.12 ha. There has been an increase in area of ​​6.18 ha due to routine planting, perhaps in 2024 it will reach more than 42 ha. The aim of this service is for KTH members to have abilities or skills in the fields of production, management and marketing, and technology in processing mangrove fruit coffee. The method of this activity is holding technopreneur training, training to improve product quality and quantity, management and marketing training, as well as training to introduce the use of grinding machines, roasting machines, cutting machines and plastic packaging sealers. The results and discussion of the implementation of the activity are that the members of KTH Mangrove Segara Biru are able to process and produce mangrove fruit into mangrove coffee, are able to manage and market mangrove coffee both offline and online.
PENINGKATAN USAHA PRODUK EKONOMI KREATIF MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI PADA BUMDES MAJU BERSAMA Kuraisin, Icin; Tajuroh Afiah, Efi; Suhandi, Suhandi; Hamdan, Hamdan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3934-3939

Abstract

Permasalahan Mitra:1.Kegiatan Bumdes Maju Bersama belum bisa berjalan dengan baik, karena terbentur masalah sumber daya manusia, modal usaha dan sarana pendukung,  2.Bumdes belum  bisa menerapkan manajemen usaha, 2. Bumdes belum bisa menciptakan produk yang lebih kreatif dengan menggunakan mesin teknologi, 3.Bumdes belum bisa menerapkan laporan keuangan baik manual maupun digital,  4.Bumdes belum bisa menerapkan pemasaran berbasis teknologi informasi (e-commerce).Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan kemampuan dan keterampilan mitra sasaran Bumdes Maju  Bersama dalam mengelola usaha kerajinan serabut kelapa dan barang bekas, melalui penerapan kewirausahaan, manajemen,mesin teknologi  pemasaran berbasis online (e-commerce).Metode melalui sosialsiasi, penerapan teknolog, pelatihan dan pendampingan, evaluasi dan program berkelanjutan.Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa anggota Bumdes Maju bersama masih banyak yang belum menguasai kewirausahaan, manajemn, teknologi infromasi. Dengan demikian Tim PMP Universitas Bina Bangsa dan mahasiswa yang terlibat akan terus melakukan pendampingan
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN BUMDES BINA PANCASILA MENUJU BUMDESPRENUER DI DESA TANJUNGSARI PABUARAN SERANG Munawaroh, Munawaroh; Tajuroh Afiah, Efi; Rahmadani, Kurniati; Suhandi, Suhandi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3940-3945

Abstract

Permasalahan dari BUMDes “Bina Pancasila” yaitu : 1.Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan Bumdes, 2.Minimnya kemampuan Mitra Bumdes dalam menerapkan manajemen usaha dan pemasaran produk, 3.Minimnya kemampuan Mitra Bumdes dalam membuat laporan keuangan baik secara manual maupun digital, 4.Minimnya kemampuan Mitra Bumdes dalam menerapkan teknologi informasi dalam unit usahanya,5.Minimnya peran Bumdes Bina Pancasila dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Tanjungsari Kecamatan Pabuaran Serang.Tujuandari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk meningkatkan peran Bumdes Bina Pancasila dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan, kemasan produk, laporan keuangan dan pemasaran berbasis online (e-commerce).Metode pelaksnaan melalui: sosialisasi , penerapan teknologi, pelatihan , pendampingan dan evaluasi,  keberlanjutan program. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa anggota Bumdes Bina Pancasila bisa mennigkatkan perannya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar 80 %.
DIGITALISASI PROMOSI WISATA PADA POKDARWIS MACAN KETAWA MENUJU PARIWISATA 4.0 DESA PADARINCANG SERANG Nugroho, Nurhasan; Suhandi, Suhandi; Munawawaroh, Munawawaroh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3946-3951

Abstract

sasaran dalam hal ini kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Macan Ketawa yang ada di desa Padarincang. Metode pelaksanaan: Sosialisasi PKM, Pelatihan, Penerapan Teknologi Pendampingan, Evaluasi dan Keberlanjutan Program. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukan bahwa anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Macan Ketawa di Desa Padarincang hampir 80 % bisa  menerapkan digitalisasi promosi tempat wisata  melalui Augmented Reality dan Sistem Informasi Manajemen dan bisa menerapakan pemasaran online (e-commerce)  produk UMKM yang ada di Desa Padarincang Kabupaten Serang. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa membantu meningkatkan pengembangan desa wisata berkelanjtan yang ada di desa Padarincang Serang
Konstitusi Madinah Dalam Membangun Civil Society Ibrahim, Faiz; Wakhid, Ali Abdul; Suhandi, Suhandi; Shomad, Bukhori Abdul
JURNAL TAPIS Vol 16 No 1 (2020): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v16i1.6541

Abstract

 Konstitusi Madinah merupakan unsur terpenting tegaknya Masyarakat Madani. Konstitusi ini terbentuk atas konsensus kolektif penduduk Madinah sebagai rujukan bersama dalam kehidupan bemasyarakat yang multikultural yang beragam agama, ras, suku dan bangsa. Konstitusi ini dibentuk untuk menciptakan integrasi sosial Masyarakat pasca hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan mengantisipasi munculnya perbedaan kepentingan yang sering memicu konflik horizontal yang disebabkan fanatisme kesukuan dan agama yang melatarbelakangi kehidupan sosial Masyarakat Madinah. Studi artikel ini yaitu kualitatif-deskriptif dengan pendekatan sejarah. Studi ini berusaha mengeksplorasi nilai-nilai yang termaktub dalam Piagam Madinah dengan merefleksikan nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Periode Madinah. Hasil penelitian mendapatkan bahwa; Konstitusi Madinah merupakan Piagam perdamaian untuk menyatukan kabilah atau suku-suku yang masih bersifat kesukuan dan sering berada dalam konflik yang termaktub di dalamnya kebijakkan dan prinsip kenegaraan Nabi Muhammad Saw yang demokratis dan manusiawi dalam bingkai spritualitas dengan menegakkan nilai-nilai persaudaraan, keterbukaan, persamaan hak, penghormatan hak-hak asasi manusia, dan penegakan hukum.    
GOVERNMENT'S STRATEGIES IN THE DEVELOPMENT OF THE CONSCIENCE OF SOCIETY BASED ON STUNTING REVOLUTION PROGRAM IN LAMPUNG PROVINCE Arini, Isti; Suhandi, Suhandi
JURNAL TAPIS Vol 20 No 1 (2024): Jurnal Tapis : Jurnal Teropong Aspirasi Politik Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tps.v20i1.22647

Abstract

The aim of this research is its significance in providing scientific and practical contributions to the government's strategy in developing public awareness for handling stunting in Lampung Province. This research method is a literature review which uses qualitative data and is described descriptively. The data sources for this research were obtained from references such as journals, books and other written sources, especially strategic data from the Ministry of Health for Lampung province for 2019-2024. Research results: The Lampung Provincial Government adopted various strategies to develop public awareness regarding stunting. This strategy includes an educational campaign involving relevant parties, such as health workers and teachers, to convey accurate information about the importance of nutrition and healthy feeding practices. Training and counseling are also carried out regularly to provide the public with a deeper understanding of stunting and how to prevent it. The use of effective communication media, such as social media, posters, brochures and educational videos, is an important means of conveying messages related to stunting to the public. Apart from that, active community participation in program planning and implementation is also emphasized, so as to create good cooperation between the government and the community in overcoming stunting in Lampung Province.
Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba Mey Melitasari; Suhandi; Yoga Irawan; M. Afif Anshori; Melitasari, Mey; Suhandi, Suhandi; Irawan, Yoga; Ansori, M. Afif
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.23630

Abstract

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi. 
KEMISKINAN DAN PERILAKU KEAGAMAAN DALAM MENGUNGKAP SIMBOL KEAGAMAAN PENGEMIS Suhandi, Suhandi; Erlita, Dewi
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 14 No. 1 (2021): Ijtimaiyya : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v14i1.7471

Abstract

Poverty is a social problem that is always present in the midst of society, and has always been a very interesting topic for discussion and study of the development of human life from time to time. In addition to displaying impressions such as pleading facial expressions to attract the sympathy of buyers and market traders, religious symbols are often used as attributes of begging such as caps, headscarves, and prayers. This paper will discuss the factors that make beggars a livelihood, and look further at the work of begging for their religious behavior. This study uses a qualitative descriptive method, with the type of field research and a case study research design. Data collection uses three techniques, namely: observation, interviews, and documentation. Data analyisis through data reduction, data display, and conclusion drawing / verification. The results of the study indicate that someone does something caused by various factors such as physical disability, low education level, lack of skills, friends, and the assumption that begging is a lawful job. The influence of begging activities on the behavior of religious beggars such as prayer, fasting, and zakat implementation, although in the practice of begging they often use religious symbols such as hats, headscarves, reading prayers, but in their lives they do not actually carry out their behavior in accordance with the teachings of their religion, symbols The religious symbols used will display the figure of a religious beggar, which is used as a sympathy puller to get people's sympathy.
SOCIO-RELIGIOUS APPROACHES IN EMPOWERING PARENTS OF CHILDREN WITH DOWN SYNDROME IN INDONESIA Suhandi, Suhandi; Nasrudin, Muhammad; Wulandari, Hani Fitria
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 17 No. 2 (2024): Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijpmi.v17i2.23460

Abstract

Problems of parents of children with Down syndrome often face various challenges, ranging from child health problems and limited access to adequate education to social stigma that is still strong in society. Down syndrome is a genetic condition that occurs due to the presence of an extra copy of chromosome 21, which causes delays in physical and intellectual development. This situation can cause significant psychological distress and requires an appropriate mentoring strategy. This research aims to examine the social-religious approach to empowering parents of children with Down syndrome in Indonesia. This research uses a qualitative method with a case study approach. The results showed that the social-religious approach in empowering parents of children with Down syndrome can be done by providing social assistance for children and parents with Down syndrome as well as for other people and institutions in need, developing the talents and skills of children with Down syndrome by giving them various skills classes, holding psychology and doctor seminars for children with down syndrome, listening to tausyiah, praying in congregation and reciting the Koran.
SEKULARISASI DI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KENEGARAAN Suhandi, Suhandi
AL-ADYAN Vol 7 No 2 (2012): Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsla.v7i2.508

Abstract

Sekulerisme, merupakan hal yang menunjukan sesuatu yang bersifat keduniawian, sesuatu yang dilawankan dengan selain dunia atau spiritual, dengan kata lain sekuler berarti pemisahan antara dunia dan agama, masalah dunia tetap dijadikan masalah dunia dan masalah spiritual (agama) tetap dijadikan masalah agama. Dengan demikian sekuler adalah sifat melepaskan dunia ini dari agama. Untuk itu diperlukan suatu proses, dan proses ini disebut sekulerisasi. Indonesia sebagai negara yang pluralistik, pada satu sisi memiliki penduduk muslim yang mayoritas meskipun agama lain tumbuh dan berkembang secara dinamis di bumi nusantara ini. Namun di sisi yang lain penegakkan islam sebagai dasar negara sangat sulit untuk diwujudkan. Dalam sejarah Indonesia pemikiran-pemikiran para tokoh Islam untuk menjadikan Islam sebagai azaz negara telah diwacanakan pada awal kemerdekaan Indonesia. Sehingga terjadi polemik yang panjang antara M Natsir dengan Soekarno. Perdebatan ini kemudian berkepanjangan pada siding-sidang kenegaraan yang berimplikasi pada penataan konsep kenegaraan. Sehingga pada tatanan praktis melahirkan konsep kenegaraan yang sekular dimana Islam tidak dijadikan sebagai azas utama dalam penataan kehidupan berbangsa dan bernegara.