Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pentingnya Guru Memahami Kondisi Psikologi Siswa (Studi Kasus :SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang) Andy Riski Pratama; Nofembra Putri; Kiki Oktaviany; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15818

Abstract

Latar belakang penulisan ini adalah kasus kedekatan guru dengan siswa yang berlebihan dan tidak profesional dapat menimbulkan dampak negatif pada siswa. Ketika seorang guru terlalu dekat dengan siswa dan memanjakan mereka, dapat membuat siswa menjadi manja dan kehilangan rasa mandiri. Tulisan ini akan membahas tentang kasus yang terjadi SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang Sumatera Barat. Kedekatan antara Guru dan murid yang menyebabkan hilang profesional Guru dikarenakan Guru yang mengejar bukan tamatan / sarjana pendidikan speisifiknya tidak mempelajari Psikologi Pendidikan Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengunakan pendekatan observasi. Pendekatan observasi adalah pendekatan  yang dilakukan dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku peserta didik dalam situasi yang wajar, dilaksanakan dengan berencana, kontiniu dan sistematik serta diikuti dengan upaya mencatat atau merekam secara lengkap. Dalam lingkup yang lebih khusus, terutama dalam konteks kelas dapat dipakai seorang guru dengan maksud untuk melihat makna dari suatu tindakan atau apa yang berada di balik tindakan seseorang. Karena sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan Hasil penelitian yang di lakukan pada SD Tahfiz Rahmatul Aisyi 2 Alahan Panjang menggambarkan bahwa sebagian guru telah memiliki kemampuan yang baik dalam memahami manfaat psikologi pendidikan. Gejala gangguan atensi merupakan faktor psikologis yang dialami siswa di dalam kelas, hal tersebut harus dikenali dan dipahami oleh guru sebagai pengajar dan pendidik di kelas untuk mencegah dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapi siswa dalam proses mengikuti pembelajaran di kelas. Guru di kelas dapat melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan masalah attention deficit. Guru dapat menentukan strategi atau metode pembelajaran yang tepat dan mengaitkannya dengan karakteristik dan keunikan pribadi. Memberi bimbingan bahkan memberikan konseling, tanggung jawab dan peran guru juga diharapkan dapat membimbing siswa.
Teori Belajar Behavioristik Mimi Jelita; Lucky Ramadhan; Andy Riski Pratama; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.16174

Abstract

Belajar merupakan proses usaha sadar individu untuk mengalami perubahan dari ketidaktahuan menjadi pengetahuan, dari tidak memiliki sikap menjadi memiliki sikap yang benar, dan dari tidak terampil menjadi terampil dalam melakukan sesuatu. Belajar bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan atau informasi, tetapi juga melibatkan individu secara aktif dalam membuat atau merevisi hasil belajarnya menjadi pengalaman yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Teori belajar behavioristik adalah pendekatan dalam psikologi yang menekankan pengamatan perilaku yang dapat diamati secara eksternal. Teori ini berpendapat bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan eksternal, dan pembelajaran terjadi melalui hubungan antara stimulus dan respons. Ivan Pavlov dan B.F. Skinner merupakan tokoh penting dalam teori ini. Pavlov menemukan refleks kondisioning, sementara Skinner memperkenalkan konsep operant conditioning. Tulisan ini menjelaskan konsep dasar teori belajar behavioristik, prinsip-prinsip utamanya, dan beberapa contoh penerapannya dalam konteks pembelajaran. Teori ini telah diterapkan dalam pendidikan, psikoterapi, dan manajemen perilaku. Namun, teori ini juga mendapatkan kritik karena terlalu fokus pada aspek eksternal perilaku dan mengabaikan proses mental internal dalam pembelajaran manusia. Tulisan ini menggunakan metode studi perpustakaan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis literatur yang relevan tentang teori belajar behavioristik. Data dikumpulkan melalui basis data perpustakaan, situs web akademik, jurnal elektronik, dan sumber-sumber lain yang relevan. Setelah itu, data dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar teori dan potensi penerapannya. Hasil dan pembahasan penelitian ini menjelaskan bahwa teori belajar behavioristik menekankan peran lingkungan eksternal dalam pembelajaran. Belajar dipandang sebagai interaksi antara stimulus dan respons, di mana perubahan perilaku terjadi melalui pengaruh stimulus. Tokoh-tokoh seperti John B. Watson dan Ivan Pavlov memiliki peran penting dalam pengembangan teori ini. Namun, kritik juga diarahkan pada teori ini karena kurang memperhatikan proses mental internal dalam pembelajaran.
Gejala Kejiwaan Peserta Didik Dalam Belajar Iswandi Iswandi; Nurma Hayati; Fatma Azzahra; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan sosial pada anak yang tinggal dengan orang tua yang mengalami hambatan kejiwaan. Perkembangan anak meliputi pergaulan anak dengan teman sebaya dan kegiatan bermain anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus dengan subjek siswa kelas II sekolah dasar yang tinggal dengan orang tua gangguan jiwa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan melakukan triangulasi, bahan referensi, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari hubungan teman sebaya, subjek merupakan anak yang tidak populer. Bagi sebagian anak, subjek masuk ke dalam kategori anak yang diabaikan. Namun bagi beberapa anak lain, subjek masuk ke dalam kategori anak yang ditolak. Dari aspek kegiatan bermain, subjek menyukai kegiatan bermain bersama kelompok. Akan tetapi subjek tidak memainkan permainan yang bersifat tim (kelompok).
Pengaruh Locus Of Control terhadap Kepuasan Kerja Guru di MAN Dharmasraya Oneta Anjelita; Fadhilla Yusri; Linda Yarni; Hidayani Syam
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena yang terjadi di lapangan, bahwa ada guru Biologi yang tidak memiliki kepercayaan diri dalam menggunakan keterampilan dalam mengajar, guru Ekonomi merasa sulit dalam menyenangi pekerjaannya karena banyak mata pelajaran yang diampunya termasuk juga mata pelajaran yang di luar pendidikannya, dan ada juga guru honorer yang kurang puas akan pekerjaannya dikarenakan gaji yang diterima tidak menentu kapan harus diterima. Dilihat dari permasalahan yang dialami oleh beberapa guru tersebut, kurangnya keyakinan diri seorang guru dalam mengajar termasuk pada kategori locus of control eksternal. Sehingga mempengaruhi kepuasan kerja guru dalam mengajar, serta guru tersebut keseringan libur untuk tidak hadir ke sekolah dengan berbagai alasan, bersikap malas-malasan tanpa ada usaha guru tersebut memiliki locus of control eksternal. Penelitian ini tergolong pada penelitian regresi yaitu untuk melihat pengaruh duah buah variabel yang berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah guru yang mengajar di MAN Dharmasraya berjumlah 40 orang. Sampel penelitian sejumlah 40 orang guru yang diambil dengan menggunakan teknik Total Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument skala Likert dan kemudian di olah dengan menggunakan Statistical Product And Service Solution (SPSS) Versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data uji normalitas berdistribusi normal. Pada uji regresi linear sederhana telah di dapatkan bahwa hasil regresi yaitu bernilai positif (+) Y= 74, 118 + 0,236 X. Makna dari angka ini adalah bahwa jika tida ada locus of control maka nilai konsta kepuasan kerja adalah sebesar 74,118 dan setiap penambahan 1% locus of control, maka kepuasan kerja akan meningkat sebesar 0,236. Hasil uji hipotesis pada penelitian ini didapatkan bahwa F hitung > F tabel (38,653 > 0,320) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara locus of control terhadap kepuasan kerja guru yang mengajar di MAN Dharmasraya, serta juga telah dilakukan uji determinasi diketahui bahwa locus of control berpengaruh terhadap kepuasan kerja sebanyak 33%, selebihnya yaitu 67% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian.
Permasalahan siswa Dalam Belajar di SMA Pembangunan Bukittinggi Andika Saputra; Rahmat Hidayat Hasan; Nurrahmi Lathifa; Fadhilla Yusri; Linda Yarni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2677

Abstract

Belajar merupakan proses pemberian ilmu dari seorang yang memiliki ilmu pengetahuan yaitu guru kepada siswa (peneria ilmu). Dalam proses belajar banyak sekali ditemukan siswa yang malas dalam belajar, sehingga hasil yang didapat juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaimana yang terjadi di SMAS Pebangunan Bukittinggi ditemukan siswa yang memiliki minat belajar yang rendah, rendahnya minat belajar siswa tersebut terlihat pada saat proses belajar mengajar berlangsung, seperti siswa tidak bersemangat atau tidak bergairah dalam belajar, tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, sering minta izin dengan guru mata pelajaran untuk keluar kelas, tidak fokus dalam proses pembelajaran, ketiduran di kelas, selain itu terkadang siswa tersebut juga sibuk sendiri bermain HP disaat jam pelajaran berlangsung. Melihat permasalah yang terjadi itu maka tujuan penelitian ini agar dapat mengetahui penyebab siswa tidak aktif dalam belajar, kemudian bagaimana solusi guru dalamm menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, adapun Teknik analisis data dilakukan secara mendalam. Lokasi penelitian yaitu di SMAS Pembangunan Bukittinggi.
Student Educational Resilience While Online Studying During the Covid-19 Period Linda Yarni
Studies in Learning and Teaching Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Indonesia Approach Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46627/silet.v4i3.216

Abstract

Covid-19 has caused changes in education aspect so that it is forced to learn online. This condition has made the world of Education in shock that has caused stress on students who are conducting online learning when they don't have the resilience to help themselves. This research is aimed at identifying the extent of educational resilience of students when they are conducting online learning during covid-19 as well as comparing the extent of educational resilience of man and woman students. This research employed a descriptive comparative quantitative approach. 807 Junior high school and senior high school students in Bukittinggi West Sumatra province were the respondents in this study. The result of this research has shown that the extent of educational resilience of students in online study has been in the high category with 89.10% (score 51-150). The comparative T-Test have shown that there was no distinction inside the educational resilience level of male and female students with the sig. 2 tailed higher than 0.05.
Pengaruh Strategi Informasi Terhadap Cultural Awareness Pada Siswa di SMPN 1 Pasaman Molina Eka Putri; Alfi Rahmi; Linda Yarni; Dodi Pasila Putra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya siswa yang kurang memahami akan kesadaran budaya, dimana terdapat siswa yang kurang memahami kesadaran akan budaya yang berbeda, hal itu menjadi baha ejekan atau tawaan semata bagi siswa, karena banyaknya perbedaan dari cara berbicara, gaya dan kebiasaan setiap suku budaya, serta siswa juga membuat kelompok-kelompok atau memilih-milih teman berdasarkan suku budaya yang dimilikinya. Adapun tujuan akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan strategi informasi terhadap cultural awareness di SMPN 1 Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Pre Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design, populasi adalah siswa kelas VII di SMPN 1 Pasaman, sedangkan sampel penelitian adalah 30 orang siswa yang terindikasi masalah kurangnya pemahaman cultural awareness berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil dari pretest, sehingga diberikan treatment berupa strategi informasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila nilai sig kecil dari 0,05 dan dibantu aplikasi SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diketahui nilai sig. p-value sebesar 0,000 < ? (? = 0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa strategi informasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pemahaman cultural awareness di kelas VII.8 di SMPN 1 Pasaman. Kata Kunci: Strategi Informasi, Cultural Awareness
HUBUNGAN TINGKAT ADVERSITY QUOTIENT DENGAN SIKAP MENGHADAPI MASA DEPAN REMAJA DI JORONG KUBANG DUO KECAMATAN CANDUANG Sri Rahma Dewi; Afrinaldi Afrinaldi; Linda Yarni; Hidayani Syam
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.18685

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adalah remaja masih sulit untuk mengendalikan kesulitan yang sedang dia hadapi dan bagaimana cara merespon kesulitan dengan hal-hal yang positif. Kemudian remaja memandang dirinya penyebab dari sebuah masalah Seperti cenderung menunjukkan perasaan bersalah yang tidak seharusnya atas kejadian-kejadian buruk yang terjadi. Malahan mereka memandang diri mereka sendiri sebagai penyebab tunggal masalah dan sebagian besar remaja sering mengeluh dan menyerah. Daya tahan remaja rendah karena remaja sering men cap dirinya tidak mampu dalam berbagai hal tanpa melakukan sebuah usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan seberapa besar tingkat adversity quotient dengan sikap menghadapi masa depan remaja di Jorong Kubang Duo Koto Panjang Kecamatan Canduang, Tipe studi ini menggunakan penelitian jumlah dengan metode korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan uji hipotesis diantaranya uji korelasi parametrik pearson product momen (mencari arah dan kekuatan hubungan), melakukan pengujian koefisien determinasi (R2) untuk mengukur sejauh mana variabel independen berkontribusi terhadap variabel dependen. Hasil penelitian dari uji korelasi Pearson Product Moment diperoleh rhitung (0,306) > rtabel (0,2542) serta nilai signifikansi 0,046 ? dari 0,05(signifikan), adapun nilai pearson correlationnya adalah 0,306 berada pada rentang interval koefisien korelasi (r) (0,20 - 0,399) yaitu lemah, artinya Ho ditolah Ha diterima. Untuk persentase Pengaruh faktor independen (X) pada faktor terikat (Y) sekitar 9%, sementara 91% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Peneliti berharap kepada remaja agar dapat bersikap cerdas dalam memutuskan masa depan yang lebih baik dengan cara dengan mengembangkan adversity. Semakin tinggi adversity quotient maka kita mampu mengarahkan masa depan menjadi lebih baik.
Pendidikan Islam Dalam Keluarga (Islamic Home Schooling) Kana Safrina Rouzi; Ni’mah Afifah; Linda Yarni; Remita Widiyanti
Indonesian Journal of Elementary Education and Teaching Innovation Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijeeti.2023.2(1).32-39

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor tumbuh kembang anak yang diintegrasikan dengan pendidikan Islam melalui penerapan ayat-ayat Al-Qur'an yang berisi tentang didikan para Nabi. Metode penelitian ini menggunakan studi teks. Sifat penelitian ini adalah penelitian deskriptif analisis dengan pola idealis dalam mereduksi ayat-ayat Al-Qur'an dan literatur lainnya untuk mencari solusi permasalahan penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan Islam dalam keluarga menghasilkan anak yang berjiwa Islami dan berkemampuan sosial yang dilakukan dengan cara: (1) memberi contoh yang baik kepada anak dengan cara menunjukkan dan memberi contoh berbuat baik, mengucapkan kata-kata yang baik. , memberikan kehangatan dan kepedulian serta mendorong kebebasan anak dalam batas yang wajar, (2) memberikan nasehat yang baik kepada anak, dengan melibatkan anak dalam diskusi tentang kejadian terkini kemudian menyisipkan nasehat berupa larangan melakukan segala perbuatan yang dilarang oleh agama, dan (3) memberikan pembiasaan hal-hal positif secara konsisten dengan menerapkan kebiasaan dalam ibadah dan perbuatan yang mengandung nilai-nilai Islam (akhlak karimah). Kata Kunci: Islamic Home Schooling, Psikologi Perkembangan, Pendidikan Islam
PERKEMBANGAN MASA PRANATAL Nurul Fara Atika; Angel lofersia; Rahil Maryam; Linda Yarni
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2023): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v1i3.401

Abstract

Prenatal development is the initial development of humans. Starting from the growth that occurs from the meeting of mature sperm cells which will eventually become new cells and form a zygote. This fertilization indicates the proper functioning of the human reproductive organs. This research aims to explain the characteristics of the prenatal period and the prenatal development period. Prenatal development research methods involve a series of scientific approaches to understand and analyze the development of the embryo and fetus from the beginning of intrauterine life. Based on the discussion above, it can be concluded that in prenatal development there are several ways to determine a person's life, which can be seen from psychology, namely that life begins reacting to external stimuli, while biological life begins at conception or fertilization, namely egg cells and spermatozoa cells. The two cells that have united grow and develop in the female reproductive organs. The prenatal period is the period of life of the fetus in the womb.