Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Perhatian Masyarakat Terhadap Penyakit Malaria di Indonesia Tahun 2018 – 2023 Sumanto, Didik; Handoyo, Wahyu; Kristini, Tri Dewi
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.188

Abstract

Latar Belakang: Perhatian masyarakat terhadap penyakit malaria masih cukup tinggi walaupun di saat pandemi covid-19 sedang berlangsung. Para peneliti tidak tinggal diam dengan segala keterbatasan aktifitas di masa pandemi. Berbagai hasil kajian tentang penyakit malaria telah terpublikasi. Metode: Narrative review dilakukan pada artikel publikasi online. Topik penelusuran adalah tentang malaria, meliputi jumlah publikasi, sebaran area kajian, sebaran bidang kajian, dan trending topik penyakit malaria. Kata kunci yang digunakan adalah “malaria”. Alat penelusuran yang digunakan yaitu aplikasi Publish or Perish 8, Dimensions AI, dan Google Trends. Aplikasi visualisasi yang digunakan adalah VOSviewer dan Microsoft excel. Hasil: Penelitian tentang malaria selama tahun 2018 – 2023 menghasilkan publikasi terekam dalam Dimensions AI sebanyak 151.886 artikel. Jumlah sitasi pada artikel mengalami peningkatan namun jumlah artikel yang disitasi mengalami tren penurunan selama lima tahun terakhir. Topik kajian terbanyak yang dilakukan oleh para peneliti malaria adalah tentang parasit Plasmodium spp yang menjadi penyebab penyakit, dan diikuti topik pengendalian malaria.  Kesimpulan: Kegiatan penelitian tentang malaria tetap berjalan pada saat pandemic Covid-19 berlangsung.
Penularan Penyakit Malaria Oleh Vektor Zoofilik Dengan Sumber Pakan Darah Non Manusia Sumanto, Didik; Sayono
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.237

Abstract

Latar belakang: Keberadaan parasit human Plasmodium (h-Plasmodium) pada berbagai hewan perlu dijadikan pemikiran lanjut terkait penularan penyakit malaria. Keberadaannya akan menjadi penentu peran hewan, apakah menjadi reservoir atukah tidak. Keraguan atas kemampuan hidup h-Plasmodium pada hewan ternak menjadi sebuah wahana pembuktian secara ilmiah. Metode: Penelitian berbasis traditional review dilakukan dengan menelusur sumber referensi melalui Google Scholar.enam artikel ditemukan melaporkan keberadaan h-Plasmodium dan petandanya pada beberapa jenis ternak domestik di Indonesia. Hasil: Ke-enam artikel yang dikaji sangat meyakinkan bahwa h-Plasmodium dapat bertahan hidup pada ternak domestik seperti kerbau, kambing, sapi, kuda dan anjing. Stadium gametosit dilaporkan oleh salah satu artikel yang mengandung penjelasan bahwa h-Plasmodium dapat hidup dengan baik hingga tahap paling akhir fase eritrositik. Kesimpulan: ternak domestik seperti kambing, kerbau, sapi, kuda dan anjing dapat menjadi reservoir non manusia dalam penularan penyakit malaria.
Edukasi Kesehatan dan Olahraga Sebagai Pencegahan Obesitas dan Perilaku Sedentari Pada Siswa Agafian Dhuha, Ahad; Yogaswara, Andre; Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; , Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima; , Sayono; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.112

Abstract

Latar belakang: Obesitas sudah menjadi epidemi global penyakit tidak menular yang mengancam seluruh penduduk dunia. Obesitas merupakan kondisi yang diakibatkan oleh tidak seimbangnya intake makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan sehingga menyebabkan tumpukan lemak di dalam tubuh. Tujuan: untuk melakukan edukasi remaja terkait kebugaran dan kesehatan agar tidak terjebak dalam perangkap kemajuan teknologi yang membawa pada perilaku sedentary. Metode:  Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui ceramah dan praktik latihan langsung di kelas. Pengetahuan responden diambil dengan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil: siswa hanya melakukan aktivitas fisik 1 kali dalam seminggu yaitu saat jam pelajaran penjaskes di sekolah. Rerata denyut nadi siswa berkisar antara 90-100 kali per menit. Pada latihan kebugaran push up, kategori kurang sebanyak 28 siswa, kategori cukup 7 siswa, dan kategori baik 3 siswa.  Tes kebugaran sit up, kategori kurang sebanyak 26 siswa, kategori cukup 6 siswa, kategori baik 6 siswa. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa SMA MIBS Kebumen dalam kategori kurang. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan dan kebugaran. Kata kunci: obesitas, sedentari, kebugaran _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity has become a global epidemic of non-communicable diseases threatening the entire world's population. Obesity is caused by an imbalance between incoming food intake and expended energy, causing fat deposits in the body. Objective: educate youth about fitness and health so they don't get caught in the trap of technological advances that lead to sedentary behavior. Method: Community service is done through education through lectures and hands-on practice in class. Respondents' knowledge was taken with a questionnaire before and after the activity. Result: students only do physical activity once a week at school, namely during physical education lessons. The average student's pulse ranges from 90-100 beats per minute. In the push-up fitness exercise, there were 28 students in the less category, seven students in the sufficient, and three in the good. Sit-up fitness test, 26 students were lacking, six were adequate, and six students were good. Conclusion: Most of the physical fitness levels of SMA MIBS Kebumen students are in the poor category. Education increases students' knowledge about health and wellness. Keywords: obesity, sedentary, fitness
Edukasi Personal Hygiene untuk Pencegahan Scabies dan Enterobiasis di Pondok Pesantren Dhaningtyas, Shalihat Afifah; Sumanto, Didik; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Ismail, Toto Suyoto
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene merupakan hal mendasar yang menggambarkan kondisi kebersihan diri seseorang dan menjadi sebuah upaya preventif agar meminimalkan infeksi penyakit. Penyakit yang berkaitan dengan personal hygiene diantaranya adalah scabies dan enterobiasis. Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan Sarcoptes scabiei dari kelompok tungau. Enterobiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Enterobius vermicularis. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan santriwati sebelum dan sesudah diberi edukasi. Metode: Pengabdian masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan visualisasi LCD proyektor. Pengukuran pengetahuan partisipan dilakukan sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner. Jumlah partisipan sebanyak 76 santriwati. Hasil: Skor rata–rata nilai pre-test sebesar 81.98 dan post-test sebesar 91.54. Kesimpulan: Ada kenaikan skor pengetahuan yang signifikan pada santriwati setelah diberi edukasi. Kata kunci: enterobiasis, personal hygiene, pesantren, santriwati, scabies ______________________________________________________________________ Abstract Background: Personal hygiene is a fundamental aspect of health and serves as a preventive measure to minimize infection. Diseases related to personal hygiene include scabies and enterobiasis. Scabies is a skin disease caused by the mite Sarcoptes scabiei. Enterobiasis is a disease caused by the worm Enterobius vermicularis. Objective: To determine the difference in knowledge of female students before and after education. Method: Community service used lectures and discussions with an LCD projector visualization. Participants' knowledge was measured before and after counseling using a questionnaire. The number of participants was 76 female students. Result: The average pre-test score was 81.98, and the post-test score was 91.54. Conclusion: There was a significant increase in knowledge scores among female students after education. Keywords: enterobiasis, personal hygiene, Islamic boarding school, female students, scabies
Analisis Usia Kehamilan, Pola Makan dan Dukungan Sosial terhadap Keluhan Emesis gravidarum pada Ibu Hamil Nadea Feby Hapsari; Didik Sumanto; Nina Anggraeni Noviasari
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 10 No. 1 (2026): Mei: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v10i1.1077

Abstract

Emesis gravidarum is a common condition during the first trimester of pregnancy that may affect maternal physical well-being, nutritional status, and quality of life. This condition is multifactorial, involving biological, behavioral, and psychosocial factors. This study aimed to analyze the association between gestational age, dietary patterns, and social support with emesis gravidarum complaints. A quantitative analytic observational study with a cross-sectional design was conducted at Bangetayu Primary Health Center, Semarang, in October 2025. A total of 34 first-trimester pregnant women were recruited using total sampling. Data were collected using the PUQE-24 questionnaire to assess symptom severity, a Food Frequency Questionnaire (FFQ) to evaluate dietary patterns, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure social support. Spearman’s rank correlation test was applied with a significance level of p<0.05. The mean emesis gravidarum score was 7.38±1.923, with a mean gestational age of 9.32 weeks. Gestational age (p=0.004) and dietary patterns (p=0.019) were significantly associated with emesis gravidarum, whereas social support showed no significant association (p=0.231). Early gestation was linked to more severe symptoms, while better dietary patterns were associated with milder complaints. Early pregnancy monitoring and dietary education are recommended to reduce symptom severity.