Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : LINK

Edukasi Gizi Seimbang dan Screening Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Lansia Binaan Poltekkes Kemenkes Semarang Widiyati, Sri; Nabiha, Putri Inandin; Hasna’ Atifa, Shinta Dian
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12326

Abstract

Lansia rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, sehingga edukasi gizi seimbang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai kebutuhan nutrisi yang tepat. Program edukasi yang terintegrasi dengan screening ini bertujuan agar lansia dapat mengadopsi pola makan sehat dan mengenali tanda-tanda awal PTM. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, deteksi dini risiko, kualitas hidup, dan perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan di usia lanjut. Metode yang digunakan dengan edukasi kesehatan pada lansia dengan metode ceramah dan pemeriksaan status gizi dan pemeriksaan kesehatan  kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Dokumentasi kegiatan berupa video dan foto kegiatan. Hasil Sebagian besar lansia yang mengikuti kegiatan adalah perempuan, dan 58.3 % IMT lansia tergolong obesitas. Mayoritas hasil pengukuran gula darah dan asam urat menunjukkan kategori normal dengan persentase masing-masing 62.1% dan 54.4%, sedangkan pengukuran kolesterol menunjukkan persentase tertinggi pada kategori "tidak melakukan pengukuran" sebesar 35.9%. Selain itu, terdapat persentase yang signifikan untuk kategori "tidak melakukan pengukuran" pada gula darah dan asam urat, masing-masing sebesar 20.4%. Kesimpulan Mayoritas lansia dalam keadaan sehat atau IMT normal dari semua pemeriksaan darah sewaktu dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan.
PEMBUDAYAAN GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) DAN PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 DI JAWA TENGAH Anwar, M. Choiroel; Widiyati, Sri; Ma'ruf, Fauzan; Nabiha, Puteri Inandin; Jannah, Marichatul; Sunarto, Sunarto
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.9240

Abstract

Pandemi COVID-19 yang menyerang sistem pernafasan pada manusia, yang telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Salah satu usaha dari pemerintah dalam menjaga agar tidak terpapar wabah ini adalah dengan melaksanakan vaksinasi, meningkatkan promosi kesehatan dengan memberikan penyuluhan. Kegiatan Pengabdian Masyarkat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal dan Puskesmas di wilayah kerja Kecamatan Adiwerna dan Suradadi. Rangkaian kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan yaitu screening kesehatan pra vaksin, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis 1 dan 2 maupun booster, serta pemberian materi penyuluhan bagi 400 warga dari 2 Desa Gembongdadi dan Desa Pedeslohor. Dari hasil kegiatan yang didapatkan pengetahuan warga di Desa Gembongdadi dan Desa Pedeslohor meningkat dan cakuipan vaksin COVID-19 juga ikut meningkat.
IMPLEMENTASI TERAPI KOGNITIF TERHADAP PERILAKU ANAK KORBAN KEKERASAN DENGAN APLIKASI CHILCO Widiyati, Sri; Lestari, Tri Wiji; Nuraini, Shinta
Jurnal LINK Vol 19 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v19i1.9404

Abstract

Kekerasan pada anak (child abuse) diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan individu terhadap individu lain yang mengakibatkan gangguan fisik, mental dan gangguan sosial. Dampak yang muncul antara lain: rasa takut yang berlebihan, menarik diri, rasa ketidaknyamanan (merasa tertekan batin), stress bahkan frustasi, perasaan curiga yang berlebihan pada orang sekitarnya, anti sosial, hilang kepercayaan diri, stress berat sampai dengan depresi dan kecacatan permanen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan dengan terapi kognitif. Mendiskripkan pengaruh implementasi terapi kognitif terhadap perilaku anak korban kekerasan dengan aplikasi chilco di Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest dan posttest one group design. Sampel pada penelitian ini sejumlah 30 responden yaitu anak di wilayah kota Semarang yang telah dilakukan skrining resiko korban perilaku kekerasan dan akan dilakukan sesi terapi kognitif menggunakan aplikasi Chilco pada smartphone. Berdasarkan pengolahan data idapatkan nilai sig dengan hasil 0,000. Ada pengaruh yang signifikan implementasi kognitif terhadap sikap dan perilaku responden yang menjadi korban kekerasan dengan aplikasi Chilco di Kota Semarang.
Edukasi Gizi Seimbang dan Screening Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular pada Lansia Binaan Poltekkes Kemenkes Semarang Widiyati, Sri; Nabiha, Putri Inandin; Hasna’ Atifa, Shinta Dian
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12326

Abstract

Lansia rentan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, sehingga edukasi gizi seimbang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai kebutuhan nutrisi yang tepat. Program edukasi yang terintegrasi dengan screening ini bertujuan agar lansia dapat mengadopsi pola makan sehat dan mengenali tanda-tanda awal PTM. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan, deteksi dini risiko, kualitas hidup, dan perubahan perilaku dalam menjaga kesehatan di usia lanjut. Metode yang digunakan dengan edukasi kesehatan pada lansia dengan metode ceramah dan pemeriksaan status gizi dan pemeriksaan kesehatan  kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Dokumentasi kegiatan berupa video dan foto kegiatan. Hasil Sebagian besar lansia yang mengikuti kegiatan adalah perempuan, dan 58.3 % IMT lansia tergolong obesitas. Mayoritas hasil pengukuran gula darah dan asam urat menunjukkan kategori normal dengan persentase masing-masing 62.1% dan 54.4%, sedangkan pengukuran kolesterol menunjukkan persentase tertinggi pada kategori "tidak melakukan pengukuran" sebesar 35.9%. Selain itu, terdapat persentase yang signifikan untuk kategori "tidak melakukan pengukuran" pada gula darah dan asam urat, masing-masing sebesar 20.4%. Kesimpulan Mayoritas lansia dalam keadaan sehat atau IMT normal dari semua pemeriksaan darah sewaktu dan pemeriksaan fisik yang telah dilakukan.