Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE BLOOD CREATININE LEVELS OF HYPERTENSIVE PATIENTS OF PRODUCTIVE AGE AT THE CIKAJANG COMMUNITY HEALTH CENTER Rismawati, Rismawati; Mutmaina, Gina Nafsa; Sugiah, Sugiah; Nurisani, Astari; Arbila, Meisya
Jurnal Medika Cendikia Vol 11 No 01 (2024): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v11i01.244

Abstract

The incidence of hypertension is on the rise with the passage of time, attributed to the increasing prevalence of unhealthy lifestyle changes. The productive age signifies a stage in the evolution of life where individuals are at the peak of activity, characterized by heightened levels of engagement that tend to result in health issues. Hypertension can lead to organ damage, notably the kidneys, as indicated by elevated levels of creatinine in the blood. The aim of this study is to ascertain the levels of blood creatinine in hypertensive patients of productive age at the Cikajang Community Health Center. This descriptive study analyzes blood creatinine levels in hypertensive patients using the Jaffe Reaction method, with a sample size of 30 respondents obtained through accidental sampling technique. The study's findings reveal that 19 participants (64%) have normal creatinine levels, 10 participants (33%) have high creatinine levels, and 1 participant (3%) has low creatinine levels. The study concludes that the majority of respondents have normal creatinine levels, nearly half of the respondents have high creatinine levels, and a small portion of respondents have low creatinine levels
A Penyuluhan Efek Pemaparan Obat Nyamuk Bakar 10 Jam terhadap organ paru di Kampung Mariuk Desa Maripari Kabupaten Garut SUGIAH; Gina Nafsa Mutmainna; N. Ai Erlinawati; Herlin Rusyani; Astari Nurisani
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 3 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v3i02.50

Abstract

Indonesia includes a tropical climate and is very suitable as a habitat for mosquitoes to breed. Efforts made by the community to deal with mosquitoes, one of which is using 10-hour mosquito coils circulating in the market and nearby supermarkets, 10-hour mosquito coils are the people's choice which is very popular because they are easy to obtain and the price is very cheap when compared to mosquito sprays. or electric mosquito coils. This community service activity was carried out aiming to increase public knowledge about the dangers of excessive use of mosquito coils against human lung organs. This activity was carried out in Mariuk Village, Maripari Village, Sukawening-Garut District, involving 30 members of the PKK. The results of the evaluation showed that the participants' knowledge about the dangers of using 10-hour mosquito coils increased after the counseling was carried out.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Pencegahan Dini Diabetes Anak Melalui Skrining Glukosa Dan Edukasi Pemanfaatan Magnesium-Daun Insulin Astari Nurisani; Lia Mar’atiningsih; Meti Rizki Utari; Gina Nafsa Mutmainah; Mamay; Muhammad Hadi Sulhan; Sugiah; N. Ai Erlinawati; Eli Laelawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5043

Abstract

Diabetes melitus (DM) kini menjadi tantangan kesehatan yang tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga mulai mengancam anak-anak akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya edukasi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah risiko diabetes pada anak melalui skrining glukosa darah sewaktu (GDS) serta edukasi pemanfaatan terapi herbal berbasis magnesium dan daun insulin (Smallanthus sonchifolius) kepada orang tua siswa. Sasaran kegiatan adalah 18 siswa (usia 4,5–7 tahun) dan 18 orang tua yang tergabung dalam Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) di TK Islam Ar Rayyan Karangpawitan. Metode pelaksanaan mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan skrining glukosa pada anak dan orang tua, serta penyuluhan mengenai manajemen nutrisi preventif. Hasil skrining menunjukkan rata-rata kadar GDS anak sebesar 115 mg/dL (rentang 88–142 mg/dL) dan rata-rata GDS orang tua sebesar 102 mg/dL (rentang 77–141 mg/dL). Meskipun hampir seluruhnya subjek berada dalam kategori normal, temuan nilai ambang atas pada anak (142 mg/dL) menegaskan pentingnya pengawasan pola konsumsi gula. Sinergi antara sekolah dan POMG dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam mendukung deteksi dini dan meningkatkan literasi kesehatan keluarga. Model kolaborasi ini berpotensi dikembangkan sebagai program promosi kesehatan berkelanjutan untuk memutus rantai risiko diabetes intergenerasional melalui pemanfaatan bahan alami yang aman dan mudah diterapkan di rumah.
Gambaran Kadar C-Reactive Protein (CRP) Pada Mencit (Mus Musculus) Yang Diberi Minuman Kemasan Tinggi Gula Meti Rizki Utari; Astari Nurisani; Sugiah; Iwan Wahyudi; Muhammad Hadi Sulhan; Gina Nafsa Mutmaina; Mamay; Lia Mar’atiningsih; N. Ai Erlinawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7118

Abstract

Minuman ringan merupakan minuman olahan nonalkohol yang umumnya mengandung gula sederhana dan diduga berhubungan dengan peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) sebagai penanda inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar CRP pada mencit (Mus musculus) yang diberi minuman kemasan tinggi gula. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only control group yang menggunakan 24 ekor mencit berumur 3–4 bulan dengan berat badan 20–30 gram. Hewan uji dibagi ke dalam empat kelompok, terdiri atas satu kelompok kontrol yang diberikan aquadest dan tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberikan minuman kemasan tinggi gula dengan dosis 0,13 ml, 0,26 ml, dan 0,39 ml per hari selama 10 hari. Pada hari ke-11 dilakukan pengambilan serum dan pemeriksaan kadar CRP secara kualitatif menggunakan reagen kit CRP dengan pengamatan adanya atau tidak adanya aglutinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel pada keempat kelompok memiliki kadar CRP dalam batas normal, yang ditandai dengan tidak ditemukannya aglutinasi, sehingga seluruh mencit (100%) dikategorikan normal. Tidak ditemukan perbedaan gambaran kadar CRP antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa pemberian minuman kemasan tinggi gula dengan dosis 0,13–0,39 ml per hari selama 10 hari pada mencit Mus musculus tidak menyebabkan peningkatan kadar CRP yang dapat terdeteksi secara kualitatif.