Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ILM PENDEK “BEYOND THE CODE” Rinaldy, Adry Nathan; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film pendek Beyond the Code menggambarkan keterbatasan kecerdasan buatan (AI) dalammenggantikan aspek emosional manusia yang kompleks. Dalam era dimana AI telah menjadi bagiandari kehidupan sehari-hari. Mulai dari asisten virtual hingga sistem interaksi sosial berbasis algoritma.Muncul pertanyaan mendasar mengenai apakah teknologi ini dapat benar-benar menggantikan peranmanusia dalam konteks hubungan emosional. Film ini mengisahkan seorang pria yang kehilangankekasihnya dan mencoba mengatasi rasa duka dengan menghadirkan kembali sosok tersebut dalambentuk robot AI yang dirancang menyerupai perilaku dan suara kekasihnya. Meski pada awalnyakehadiran AI tersebut memberikan kenyamanan semu, perlahan sang tokoh menyadari bahwainteraksi yang tercipta hanyalah tiruan, tanpa makna emosional yang sejati. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis bagaimana Beyond the Code merepresentasikan perbedaan antara kecanggihanAI dan kedalaman perasaan manusia. Fokus utama terletak pada penggunaan narasi, simbolismevisual, dan karakterisasi yang menggambarkan bahwa emosi, empati, dan koneksi batin adalah halyang tidak dapat diprogramkan. Film sebagai medium visual dipilih karena kemampuannyamenyampaikan pesan kompleks secara imajinatif dan menyentuh aspek afektif penonton. Pendekatankualitatif digunakan untuk menelaah bagaimana sinematografi dan alur cerita memperkuat pesantentang pentingnya peran unik manusia dalam dunia yang semakin terdigitalisasi. Dengan demikian,penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami batas-batas teknologi serta pentingnyamenjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun masa depan yang tetap berpusat pada manusia.Kata Kunci: : Kecerdasan Buatan, Artificial Intelligence, AI, Manusia, Rasa, Emosional, Menggantikan,Film
KOLABORASI EKSPERIMENTAL FOTOGRAFI DAN PROMPTOGRAPHY MENGENAI MAKNA RUMAH PADA REMAJA LAKI-LAKI Safaat, Rahmat Ayi; Ersyad, Firdaus Azwar; Ramadhan, Axel Ridzky
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengeksplorasi makna rumah bagi remaja laki-laki melalui pendekatan kolaborasifotografi eksperimental dan promptography. Promptography merupakan sebuah inovasi terbaru dalammembantu seniman dalam eksplorasi ide untuk membantu menciptakan elemen visual warna dalam estetika.Elemen visual warna tersebut bisa diciptakan dengan membuat prompt atau perintah yang dikembangkandengan skenario dan elemen warna hasil promptography tersebut di edit ulang menggunakan software editinguntuk diselaraskan dan digabungkan menjadi karya hybrid dengan fotografi eksperimental. Melalui fotografieksperimental kebebasan dalam berkarya dapat membantu representasi makna rumah pada remaja laki-laki,sementara promptography dapat merepresentasikan warna sesuai yang merepresentasikan berbagai keadaanemosional laki-laki. Fenomena yang diambil untuk eksplorasi kedua media tersebut merupakan representasimakna rumah pada remaja laki-laki, rumah tersebut memiliki berbagai macam representasi dan makna yangberagam diiringi dengan berbagai kondisi lingkungan, emosional, dan era digital. Namun, di tengah dinamikasosial dan digital, banyak remaja laki-laki mengalami kebingungan dalam memaknai serta merepresentasikanrumah sebagai tempat aman dan nyaman karena faktor maskulinitas yang membatasi cara berekspresi remajalaki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan representasi remaja laki-laki dalammemberikan makna rumah untuk menciptakan karya visual berbasis fotografi eksperimental danpromptography. Kolaborasi kedua pendekatan ini mampu merefleksikan emosi, identitas, dan pengalamanremaja laki-laki terhadap makna rumah.
REPRESENTASI KRISIS IDENTITAS MELALUI ANIMASI MIX MEDIA: “FREQUENCY” Djamas, Naja Aliffiyah; Wiguna, Iqbal Prabawa; Ersyad, Firdaus Azwar
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan tugas akhir berjudul "Representasi Krisis Identitas Melalui AnimasiMix Media: “Frequency" membahas proses kreatif dalam penciptaan film animasipendek yang merepresentasikan pencarian jati diri melalui simbol radio analog.Setiap perubahan frekuensi radio mengubah bentuk sang protagonis, merefleksikangejolak identitas yang tidak stabil. Karya ini mengeksplorasi teknik animasi digital 2Ddan stop motion dengan media konvensional untuk menciptakan suasana surealyang mencerminkan kondisi psikologis kompleks. Cerita dalam film merupakaninterpretasi pengalaman pribadi penulis dalam melalui fase “coming of age”,disampaikan melalui narasi simbolik yang ambigu agar penonton dapat menafsirkanmaknanya secara bebas. Pada akhirnya, identitas digambarkan sebagai sesuatu yangdibentuk dan dimaknai oleh individu. Karya ini bersifat reflektif dan kontemplatif,menggambarkan krisis identitas sebagai proses yang cair dan terus berkembang.Kata kunci: Coming of Age, Krisis Identitas, Animasi, Mix Media
KRITIK VISUAL MEROKOK DI RUANG PUBLIK: ANALISIS KARYA INSTALASI FOTOGRAFI “DIALOG DENGAN ASAP” Baehaki, Firman Maulana; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok di ruang publik merupakan fenomena yang menciptakan risiko kesehatansigniįkan dan ketidaknyamanan sosial, namun kesadaran kritis masyarakat seringkali masihrendah. Penelitian berbasis praktik ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana karya seni instalasifotograį dapat berfungsi sebagai medium kritik visual yang efektif untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif merokok di ruang publik. Menggunakan metode penelitian berbasispraktik (practicebased research), sebuah karya berjudul "dialog dengan asap" diciptakan. Karya ini memadukan fotograį konseptual, desain graįs, dan instalasi dalam wujud prototipe bungkus rokok skala monumental. Analisis karya dilakukan menggunakan pendekatan semiotika visual untuk membongkar lapisan-lapisan makna yang dikonstruksi melalui elemen visualnya. Hasilpenelitian adalah sebuah karya seni yang secara provokatif memvisualisasikan bahaya merokok melalui penggunaan simbol-simbol kuat seperti skala monumental, warna merah dominan, dan kolase foto dokumenter. Karya ini berhasil menjadi sebuah intervensi visual yang kuat dan menunjukkan potensi seni sebagai alat komunikasi kesehatan publik alternatif. Manfaat dari penelitian ini adalah mendorong reňeksi kritis dan perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab dalam masyarakat terkait isu merokok di ruang publik. Kata kunci: fotograį konseptual, instalasi seni, kesehatan masyarakat, kritik sosial, merokok
VISUALISASI FASE KESEHATAN MENTAL SEORANG ANAK YANG MENGALAMI CHILD GROOMING PADA FILM PENDEK “MASKED INTENT” Aqsha, Daffa Muhammad; Ersyad, Firdaus Azwar; Endriawan, Didit
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masked Intent merupakan film pendek naratif yang mengangkat isu child grooming—bentuk kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi secara tersembunyi dan bertahap. Film inimengisahkan Evelynn, seorang remaja yang kehilangan orang tuanya dan tinggal bersamapamannya, Victor. Hubungan yang awalnya terlihat hangat dan penuh perhatian perlahanberubah menjadi manipulatif dan mengancam. Narasi dibagi ke dalam tiga fase: sebelum, saat,dan setelah proses grooming berlangsung, dengan penekanan pada dampak psikologis yangdirasakan oleh korban. Pendekatan visual eksperimental digunakan untuk merepresentasikanperubahan emosi dan dinamika relasi kuasa antara pelaku dan korban. Transisi warna, ekspresikarakter, serta simbolisasi tali menjadi elemen penting yang menggambarkan keterikatan dankehilangan kendali Evelynn atas dirinya. Melalui pendekatan visual dan simbolis ini, Masked Intenttidak hanya berfungsi sebagai medium ekspresi, tetapi juga sebagai sarana edukatif untukmeningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya child grooming yang kerap tidak dikenalidalam kehidupan sehari-hari.Kata kunci: Film pendek, child grooming, kekerasan seksual, trauma psikologis, simbol visual,relasi kuasa, naratif
VISUALISASI GENERASI SANDWICH DALAM FILM EKSPERIMENTAL YANG BERJUDUL : “DI ANTARA DUA BEBAN” Ambari, Muhamad Wildan; Ersyad, Firdaus Azwar; Sadono, Soni
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki fase dewasa, banyak individu muda dihadapkan pada tekanan gandasebagai bagian dari "Generasi Sandwich", yakni tanggung jawab terhadap keluarga dankeinginan untuk mewujudkan ambisi pribadi. Sebagai karya eksperimental VR pertamadi Indonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudahimbolik danvisual nonkonvensional dengan mengintegrasikan teknologi Virtual Reality (VR),menciptakan pengalaman imersif yang memungkinkan penonton merasakan secaralangsung dilema tokoh utama. Dua dunia kontras tuntutan keluarga dan kebebasanpribadi digambarkan secara visual sebagai bentuk refleksi terhadap tekanan psikologisdan sosial yang dihadapi generasi muda. Sebagai karya eksperimental VR pertama diIndonesia yang mengangkat isu ini, film ini tidak hanya berfungsi sebagai media artistik,tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk membangun empati dan kesadaran terhadapperjuangan generasi muda dalam menjalani peran ganda yang tidak mudah.Kata Kunci : Generasi Sandwich, Film Eksperimental, Virtual Reality
VISUALISASI INNER CHILD PADA FILM EKSPERIMENTAL INNER LIGHT Azizah, Fathimah Nur; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film eksperimental Inner Light memiliki konsep Inner Child denganpengungkapan emosi yang mendalam, penyajian visual berupa transisi masa kanak-kanakhingga dewasa. Inner Light memiliki visualisasi aspek rasio 1:1 dengan paduan filter hitamputih untuk menghadirkan suasana nostalgia yang kuat. Penulis ingin mengajak penontonuntuk mengenang momen-momen kecil yang sering kali terlupakan, serta menyadaraibagaimana pentingnya pola asuh orang tua akan berpengaruh pada perkembanganemosional anak. Karakter pada film eksperimental Inner Light terbagi menjadi dua. Yaitu:perempuan dewasa berusia 21 tahun dan seorang anak kecil perempuan berusia 9 tahun.Masing-masing karakter memiliki pengalaman berbeda. Hal ini menunjukkan bagaimanapentingnya masa lalu dalam membentuk identitas dan emosi seseorang. Tujuanpembuatan karya Inner Light adalah penulis ingin memberikan perspektif berbeda terkaitInner Child. Inner Child tidak hanya tentang luka, namun terdapat kebahagiaan kecildidalamnya. Kesadaran terhadap Inner Child merupakan bagian penting dalam prosespenyembuhan diri, hal ini akan membantu seseorang mengatasi trauma masa lalu. InnerLight dapat memberikan wawasan baru tentang dampak pengalaman masa lalu terhadapKesehatan mental dan pengembangan diri.Kata kunci: Inner Child, Film Eksperimental, Emosi, Nostalgia, Pengembangan Diri.
VISUALISASI PUPPET MASTER DENGAN MEDIUM FILM EKSPERIMENTAL Nurseha, Muhamad Rizki; Ersyad, Firdaus Azwar; Rohadiat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puppet Master adalah sebuah film eksperimental yang merepresentasikankondisi manusia dalam kendali kekuatan tak terlihat melalui pendekatan visualsimbolik. Film ini menggambarkan seorang individu yang menjalani hidup dalambayang-bayang manipulasi, digambarkan melalui metafora boneka tali yangdikendalikan oleh entitas tak kasat mata. Inspirasi utama berasal dari pengalamanpribadi orang terdekat penulis yang mengalami kontrol sosial dalam relasi tidaksetara. Melalui teknik sinematografi non-linear, manipulasi suara, warna, danpencahayaan yang ekstrim, film ini berupaya mengganggu persepsi konvensionalpenonton dan membangun suasana surealis. Unsur seperti kostum, tata rias, sertaelemen visual seperti cermin dan glitch ditata sedemikian rupa untuk memperkuatnarasi tentang kehilangan identitas dan krisis eksistensial. Film ini bukan hanyabentuk eksperimen media, melainkan juga ajakan untuk menyadari bagaimanakontrol sosial dapat membentuk perilaku dan cara pandang individu. Pendekatan inidiharapkan membuka ruang reflektif tentang realitas yang sering kali tidak kitasadari telah dikendalikan oleh kekuatan luar.Kata kunci: film eksperimental, Pengalaman Pribadi, boneka tali, visual simbolik,identitas