Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Potensi Manusia Menurut Syekh Taqiyuddin An-Nabhani Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Nora Putri Yanti; Salmiwati Salmiwati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.653 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v2i1.202

Abstract

Latar belakang penelitian in iadalah karena manusia memiliki potensi dalam dirinya, peran pendidikan sangat penting dan berpengaruh terhadap pengembangan potensi manusia tersebut. Sesungguhnya tidak satupun manusia lahir tanpa pengetahuan yang melekat padanya, melainkan manusia memperoleh pengetahuan melalui proses yang bertahap menggunakan potensi yang melekat pada dirinya. Dengan memaksimalkan potensi yang ada pada diri manusia sejak lahir maka akan melahirkan pula manusia yang berkarakter dan bermatabat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap potensi manusia dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap potensi manusia dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reach). Penelitian diarahkan pada penelaahan dan pembahasan teori-teori dalam literatur ilmiyah, dan yang ada relevansinya dengan masalah yang hendak dikaji. Hasil penelitian ini adalah potensi kehidupan ini hanya ada dua yaitu: untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri (al-gharizah). Adapun akal tidak termasuk dalam kategori potensi kehidupan manusia. Karena manusia masih bisa hidup meskipun akalnya hilang. Contohnya saja orang gila, atau anak kecil yang akalnya belum sempurna. Tetapi akal tetap merupakan potensi manusia yang justru merupakan potensi paling penting. Karena akallah yang bisa membedakan kedudukan manusia dibanding makhluk lainnya. Kata Kunci: Potensi Manusia, Implikasi, Pendidikan Islam
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Dengan Model Pembelajaran Jigsaw Di Kelas VII Mts S Bawan Kecamatan Ampek Angkek Kabupaten Agam Fitri Handayani; Salmi Wati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 2 No. 1 (2022): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.949 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v2i1.210

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah hasil belajar siswa masih tergolong rendah, diketahui bahwa suasana belajar belum dapat meningkatkan keaktifan siswa baik ketika mengeluarkan pendapat karena guru lebih banyak mendominasi kelas, dan kurangnya kerjasama antar siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga terlihat pada hasil belajar siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran jigsaw pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas VII/1 MTs S Bawan Kec Ampek Nagari Kab Agam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes hasil belajar, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskripstif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas VII/1 pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam dengan model pembelajaran jigsaw baik pada siklus I maupun siklus II. Dari hasil penelitian, sebelum diberi tindakan, dari 16 siswa memperoleh rata-rata siswa 43,43 dengan siswa yang tuntas 4 orang atau 25%. Setelah pemberian tindakan dengan penerapan model pembelajaran jigsaw pada siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa 63,13 yang tuntas sebanyak 9 orang atau 56,25%. Karena terdapat beberapa kekurangan pada siklus I maka diperbaiki pada siklus II sehingga siswa memperoleh nilai rata-rata 80 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 13 orang atau 81,25%. Kata Kunci: SKI, Jigsaw, Hasil Belajar
Penguatan Pendidikan Karakter Religius Pada Pembelajaran Pai Kelas Xi Ips Di Sma Negeri 1 Kecamatan Mungka Rani Olivia; Salmi Wati; Arman Husni; Zulfani Sesmiarni
Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.235 KB) | DOI: 10.55606/lencana.v1i2.1430

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas. XI IPS di SMA Negeri 1 Kabupaten Mungka. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini adalah guru PAI sebagai informan kunci dan informan pendukung yaitu kepala sekolah, perwakilan kurikulum, dan siswa kelas XI IPS. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan inferensi data. Kemudian teknik keabsahan data penulis menggunakan triangulasi teknis dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI di kelas XI IPS adalah dukungan pemerintah kabupaten sebagai pembuat kebijakan terkait pendidikan agama di sekolah dukungan masyarakat, dukungan orang tua yang merupakan pendidikan pertama di pembentukan karakter religius anak, lingkungan di sekolah, dukungan teman sebaya yang membawa pengaruh baik. Sedangkan faktor penghambat penguatan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran PAI kelas XI IPS adalah lingkungan di sekolah yang memberikan pengaruh buruk, kurangnya kemauan dan motivasi dari siswa itu sendiri untuk melaksanakan karakter religius dalam kehidupan.
Perapan Metode Talaqqi Dalam Menghafal Qur’an Di Rumah Tahfidz Hidayatullah Jorong Balai Belo Kecamatan Tanjung Raya Zumratul Aini; Charles Charles; Salmi Wati; Arifmiboy Arifmiboy
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i3.15986

Abstract

Metode Talaqqi merupakan salah satu metode yang digunakan dalam mengajarkan Tahfidzul Qur'an di mana guru dan murid saling berhadapan, dengan guru membaca dan murid menyimak. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam penerapan metode ini. Beberapa umat Islam menganggap bahwa menghafal Al-Qur'an adalah suatu hal yang sulit dan rumit. Selain itu, pemilihan metode yang tepat beserta langkah-langkahnya dan kendala yang dihadapi dalam menghafal Al-Qur'an juga menjadi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode Talaqqi dan mengidentifikasi kendala-kendala yang muncul dalam penerapannya di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah Jorong Balai Belo Kecamatan Tanjung Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data berdasarkan penyajian dan analisis data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung terhadap proses pembelajaran di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah, serta wawancara langsung dengan kepala Tahfidz, ustadz pengampu, dan murid. Hasil penelitian menunjukkan beberapa langkah yang digunakan dalam menerapkan metode Talaqqi. Langkah-langkah tersebut meliputi kondisi belajar mengajar yang efektif, pemanggilan nama murid yang akan membaca dan menghafal Al-Qur'an, mendengarkan bacaan dan hafalan Al-Qur'an murid, koreksi dan pemberian pelafalan bacaan yang benar, serta meminta murid untuk mengulangi bacaan dan membaca satu surah atau ayat secara bersama-sama. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapan metode ini, antara lain kesulitan murid dalam mengatur waktu antara menghafal Al-Qur'an dan sekolah, kecenderungan malas dalam belajar Tahfidz, dan perbedaan daya tangkap murid dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an (terdapat yang lebih cepat dan yang lebih lambat). Penelitian ini memberikan gambaran tentang penerapan metode Talaqqi dan kendala-kendala yang terkait di Rumah Tahfidzul Qur'an Hidayatullah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan metode ini dalam menghafal Al-Qur'an dan memberikan sumbangan bagi pengembangan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran Tahfidzul Qur'an.
Konsep Guru Ideal Perspektif Imam Al-Ghazali Dan Muhammad Athiyah Al-Abrasyi (Studi Analisis Perbandingan) Purwanto Maha; Iswantir M; Salmi Wati; Charles Charles
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2192

Abstract

Latar belakang permasalahan penelitian ini adalah banyak nya problematika yang dihadapi oleh guru, salah satunya ialah rendahnya kompetensi yang dimiliki guru. Hal tersebut diperparah dengan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata nasional berada di angka 56.69 kategori rendah. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kriteria guru ideal menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi serta bagaimana perbandingan kriteria guru menurut Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. Tujuan Penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana kriteria guru menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, serta untuk menjelaskan bagaimana perbandingan kriteria guru menurut Imam Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan sumbe data primer berupa buku-buku, makalah-makalah maupun artikel-artikel karya Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, sedangkan data skunder berupa buku-buku terkait dengan konsep guru ideal Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi, dan juga buku-buku yang menunjang baik serta berkaitan konsep guru ideal secara umum. Tehnik analisis data menggunakan analisis konten (analisis isi) dengan pendekatan historis. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk menjadi guru ideal membutuhkan kriteria yaitu: 1). Kriteria imam Al-Ghazali adalah: pengetahuan, keterampilan, sikap kasih sayang dan ikhlas, teladan, serta etika. Sedangkan 2). Kriteria M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu bersifat zuhud, memiliki jiwa yang bersih dari sifat akhlak yang tercela, ikhlas dalam melaksanakan tugasnya, bersifat pemaaf dan sabar, mencintai siswa seperti anak sendiri, mengenali bakat dan karakter siswanya, dan menguasai bidang studi yang akan diajarkan. 3) Adapun hasil perbandingan kriteria Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi. a). Persamaan pemikiran Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu: perlunya seorang guru memiliki pengetahuan yang luas dalam pemahaman materi pembelajaran, keikhlasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, menyanyangi peserta didik seperti anak sendiri, mampu memahami bakat dan perkembangan peserta didik, serta memiliki akhlak yang terpuji. b). Perbedaan pemikiran Al-Ghazali dan M. Athiyah Al-Abrasyi yaitu: M. Athiyah Al-Abrasyi memiliki pemikiran bahwasannya seorang guru harus memiliki sifat pemaaf dan sabar sedangkan Al-Ghazali membahas bahwasannya seorang guru harus memiliki keteladanan atau menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya.
Problematika Shadow Teacher Dalam Membantu Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SD Lebah Pembelajar Fathiyyah Putri Pasaribu; Salmi Wati; Charles Charles
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i4.2242

Abstract

Based on observations that have been made by researchers at Lebah Pembelajar Mandiangin Koto Selayan Elementary School, it shows that in helping the learning process of Islamic Religious Education for children with spesial needs there are problems in it. The purpose og this researchh is to find out that problems a shadow teacher experienced. This research is a descriptive qualitative research with interviews, observation and documentation. Data collection techniques, data reduction, data presentation and conclusion. Based on the result of the research that has been done, it can be concluded that shadow teacher experience problem in helping chidren with spesial needs, namely the problem of providing material, achieving learning objective, giving motivation, supervising the concentartion of children, controlling children’s behavior and problem in collaborating with parent of children with special needs, the efforts made and the importance of establising good cooperation and communication in very obstacle experienced, namely cooperation with the homeroom teacher of class 4. Islamic religious education subject teachher, the principal and of course communication related to the child’s problems to the child’s parents.
Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Siswa Kelas X Di MAN 1 Agam Kecamatan Tanjung Raya Riri Maria Fitri; Iswantir M; Salmi Wati; Wedra Aprison
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): September: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v2i3.1038

Abstract

The background of the authors conducting this research, because in learning the history of Islamic culture students are not eager to listen and pay attention to the teacher in the learning process, students receive learning from the teacher using the lecture method. It was at this time that the signs that students were bored with learning SKI began to be seen, when learning took place there were students who were lazy to study, students tended to be busy, sleeping in class, and talking with their desk mates when the teacher explained the material so that students did not focus on learning. The purpose of this study was to find out the characteristics of the saturation and the factors that cause the boredom of learning SKI experienced by students of class X at MAN 1 Agam, and to find out how to overcome the saturation of learning SKI for students of class X at MAN 1 Agam. This study uses a qualitative approach that is field research (field research) with data collection techniques through observation and interviews. The key informants were class X students and the supporting informants were class X Islamic Cultural History subject teachers and school principals. Then the writer performs data analysis with data reduction, displays data, and then provides conclusions from a study. Based on the research results it was found that; (1) The characteristics of students who experience learning burnout in Islamic Cultural History (SKI) at MAN 1 Agam are: decreased motivation to learn, feel weak and get tired quickly, and have difficulty concentrating and easily forget in learning. (2) Factors that cause boredom in studying the history of Islamic culture are physical factors/physical fatigue, motivational factors in learning, methods that do not vary/monotone, inadequate facilities and infrastructure, study hours and lack of recreation and entertainment. (3) Ways to overcome the saturation of learning Islamic cultural history can be done in various ways, namely: approaching students, applying various learning methods, evaluating at the end of each lesson, and making physical changes to the room.
Pengaruh Penggunaan Metode Tartil Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Di Mtsn 04 Lima Puluh Kota Osriza Wenni; Arman Husni; Salmi Wati; Junaidi Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.18057

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan hasil wawancara dan observasi peneliti dengan guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadist serta dengan beberapa siswa di MTsN 4 Lima Puluh Kota yang menunjukkan bahwasanya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa masih tergolong rendah. Untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an diterapkan suatu metode dalam membaca Al-Qur’an, yaitu metode tartil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan metode tartil untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa di MTsN 4 Lima Puluh Kota. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan pendekatan pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pretest dan posttest. Sampel penelitiannya yaitu kelas VIII.4 sebanyak 20 orang siswa, dengan teknik purpose sampling, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari nilai kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VIII. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu praktik sesuai dengan indikator kemampuan membaca Al-Qur’an. Adapun teknik analisis datanya yaitu menggunakan analisis standar deviasi dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Tartil berpengaruh untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan membandingkan besarnya t hitung dengan t tabel. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dari penelitian yang diperoleh hasil hipotesis dengan uji-t, ttabel (tt) sebesar 3,9 dan thitung (t0) sebesar 20,56. Maka t0 > tt sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode tartil berpengaruh dalam membaca Al-Qur’an sehingga dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa. Kata Kunci : Metode Tartil, Kemampuan Membaca Al-Qur’an
PENGARUH KECERDASAAN INTERPERSONAL SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 8 PAYAKUMBUH Siti Nurlaila Warohmah; Darul Ilmi; Salmi Wati; Hamdi Abdul Karim
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.18724

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan pada Kelas VIII SMP N 8 Payakumbuh. Hasil observasi menunjukkan bahwa kecerdasaan interpersonal siswa masih rendah, seperti yang ditunjukkan oleh siswa yang kurang aktif selama pembelajaran berlangsung. Persoalan ini juga menyebabkan hasil belajar PAI siswa rendah. Oleh sebab itu, peneliti terdorong untuk melaksanakan penelitian dengan rumusan masalah yaitu Seberapa besar pengaruh kecerdasaan interpersonal terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 8 Payakumbuh. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII SMPN 8 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2022/2023 yaitu terdiri dari lima kelas. Dalam penelitian ini, sampel terdiri dari kelas VIII1 dan VIII2 yang diambil secara acak. Angket kecerdasaan interpersonal dan tes hasil belajar siswa digunakan sebagai instrument. Dari hasil analisis angket kecerdasaan interpersonal siswa dengan menggunakan uji t pada taraf nyata ? = 0.05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 2,09 > 1,66 dibandingkan dengan Software SPSS dengan Sig tailed < ? yaitu 0.041 < 0.05 dan hasil belajar PAI siswa,dimana pada uji koefisien determinasinya didapatkan nilai sebesar 93,8% dipengaruhi oleh kecerdasaan interpersonal terhadap hasil belajar dan 6,2 % dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan pada Analisis tes hasil belajar siswa dihitung dengan menggunakan uji-t pada taraf nyata ? = 0.05, diperoleh harga thitung > ttabel yaitu 2.25 > 1.66 dan dibandingkan dengan Software SPSS dengan Sig tailed < ? yaitu 0.015 < 0.05 dimana pada uji koefisien determinasinya didapatkan nilai sebesar 83,1% dipengaruhi oleh hasil belajar mengikuti kecerdasaan interpersonal dan 17,9 % dipengaruhi oleh faktor lain. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Pengaruh Kecerdasan Interpersonal Terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 8 Payakumbuh.
KESEHATAN MENTAL SEBAGAI FONDASI PENGUATAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DISRUPSI Salmi Wati; Eliwatis; Muaddyl Akhyar
Irfani (e-Journal) Vol. 21 No. 1 (2025): Irfani: (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v21i1.6134

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi integrasi konsep kesehatan mental dalam pendidikan agama Islam di era disrupsi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan agama Islam yang umumnya hanya menekankan nilai spiritual dapat turut serta mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui literatur, buku, jurnal, dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara konsep kesehatan mental dan pendidikan agama Islam berpotensi menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan psikologis siswa, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih holistik dan berbasis kesejahteraan mental di lembaga pendidikan. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Pendidikan Agama Islam, Era Disrupsi