Claim Missing Document
Check
Articles

Melalui Lensa Budaya: Perspektif Nilai-Nilai Monuni dalam Pembelajaran IPS Mawar, Mawar; Fitroh, Ismaul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebudayaan monuni yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS. Kebudayaan monuni merupakan tradisi yang sering dilakukan oleh Masyarakat Buol, setiap mau menaikkan seorang anak dalam buaian atau dalam ayunan. Tradisi monuni adalah kebudayaan yang mendoakan seorang anak agar saat di masa pertumbuhannya tidak mengalami hambatan serta untuk menolak bala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi monuni dapat mempererat rasa kekeluargaan dan meningkatkan solidaritas serta menumbuhkan interaksi sosial antar masyarakat. Kebudayaan monuni mengandung nilai gotong royong, religius dan toleransi. Oleh karena itu, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi monuni harus dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS agar tetap dilestarikan oleh generasi muda.
The historical based learning model for improving students’ learning outcome Fitroh, Ismaul
Journal of Research in Instructional Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Research in Instructional
Publisher : Univeritas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v4i1.351

Abstract

There are many university students who get a disappointing learning outcome in the course of Indonesia history in hindu-buddha period, indicated by achievement score below the minimum mastery criteria that sets at score of 75. The aim of this research is analyzing the historical based learning model to students’ learning outcome in the course of Indonesia history in hindu-buddha period. This research is an experimental research with a pre-experimental research  through a one-group pretest-posttest design. Population in this research was all 65 students of Class 2022/2023 in History Education Program at the Faculty of Social Sciences, Gorontalo State University. 22 students were selected as the sample used in this research. Descriptive statistical analysis and inferential statistics used in the analysis technique, namely the t-test. The results of the t-test calculation obtained a tcount is 19.2 and ttable is 1.72, so, tcount>ttable. The lowest score in the pretest results was 40 and the highest score was 79. There were 19 students who were not complete the test while there were 3 students who were complete the test. In the posttest, the lowest score was 76 and the highest score was 94. In this posttest, all students were complete because they understood the material well. The conclusion is that the historical based learning model is effective in improving students’ learning outcome.
HARMONI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KURIKULUM MERDEKA Fitroh, Ismaul; Rosidi, Moh. Imron
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i2.22230

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan artikel untuk mengkaji nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, misalnya buku dan artikel dari jurnal yang terbit pada tahun 2014 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Kurikulum Merdeka terdapat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang terdiri dari beberapa kegiatan yakni (1) Pertukaran pelajar; (2) Magang/praktik kerja; (3) Asistensi mengajar di satuan Pendidikan; (4) Penelitian/riset; (5) Proyek kemanusian, (6) Kegiatan wirausaha; (7) Studi/proyek independent. (8) Membangun desa/kuliah kerja nyata tematik. Banyaknya kegiatan yang ada dalam MBKM tenyata memuat nilai-nilai Pancasila diantaranya adalah: (1) Landasan Filosofis Pancasila; (2) Pembentukan Karakter; (3) Penguatan Identitas Kebangsaan; (4) Pendidikan Demokratis; (5) Mengatasi Tantangan Sosial.Abstract: The purpose of writing an article is to examine the values of Pancasila contained in the Independent Curriculum. This research uses a qualitative method with a literature study approach. Data is obtained from various scientific sources, such as books and articles from journals published from 2014 to 2023. The results showed that in the Independent Curriculum there is the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program which consists of several activities, namely: (1) Student exchange; (2) Internship/work practice; (3) Teaching assistance in educational units; (4) Research; (5) Humanitarian projects, (6) Entrepreneurial activities; (7) Independent study/project. (8) Build villages/thematic community service program. The number of activities in MBKM actually contains the values of Pancasila including: (1) Philosophical Foundation of Pancasila; (2) Character Building; (3) Strengthening National Identity; (4) Democratic Education; (5) Overcoming Social Challenges.
Sijamuwangi: A Utilization of Virtual Treasures as A Resource for Learning History Rosidi, Moh Imron; Fitroh, Ismaul; Juniarti, Gita
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5261

Abstract

The purpose of this study is to know the historical heritage collection at the Blambangan Museum, Banyuwangi Regency through Sijamuwangi application media and its utilization for a history learning source. While the problems studied in this study are: (1) what items from the collection of historical heritage in the Blambangan Museum are available to be accessed by using Sijamuwangi application? (2) how to use Sijamuwangi application as a source of history learning?. The research method applied in this study is literature method where the research material/research data needed are obtained from the library source in forms of books, documents, journals, encyclopaedias, articles and other source related to this study. According to the research results, the Blambangan Museum that integrated to the Sijamuwangi application collects a large amount of historical relics which can be utilized as a source of historical learning to learn about development of the social life, government, and culture during the period of Hindu-Buddha kingdoms in Indonesia.
SOSIALISASI MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA DI SMP NEGERI 2 GORONTALO Fitroh, Ismaul; Rosidi, Moh. Imron; Juniarti, Gita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25453

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kegiatan pengabdian masyarakat yang terkait dengan upaya sosialisasi meningkatkan literasi membaca siswa di SMP Negeri 2 Gorontalo. Sosialisasi ini merupakan bentuk edukasi dan penyuluhan tentang literasi membaca kepada siswa dengan tujuan agar mereka memiliki kemampuan literasi yang tinggi sehingga dapat berpikir kritis dan memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup penyampaian materi melalui ceramah, tanya jawab, dan evaluasi. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah pemahaman siswa tentang definisi literasi, jenis-jenis literasi, faktor penyebabnya rendahnya literasi, dampak yang ditimbulkan jika memiliki literasi yang rendah, serta upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca. Kegiatan ini juga membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mampu berkomunikasi dengan baik serta berkolaborasi bersama siswa yang lain tanpa terjadi perpecahan.
ANALISIS NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME ETNIS DAN AGAMA PADA MATERI-MATERI DALAM BUKU TEKS SEJARAH SMA TERBUKA KELAS X DAN XI Hotimah, Iis Husnul; Yunus, Rermiyati; Fitroh, Ismaul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.25477

Abstract

Tulisan ini menyoroti bagaimana nilai-nilai multikulturalisme etnis dan agama tergambarkan dengan baik dalam buku teks sejarah SMA. Hal ini menjadi penting untuk dianalisis karena pendidikan harus merepresentasikan budaya peserta didik khususnya dalam pembelajaran sejarah. Selain dalam pembelajaran, multikulturalisme etnis dan budaya juga harus tergambar dengan baik dalam sumber bacaan dan belajar siswa yaitu buku teks. Metode yang digunakan dalam tulisan ini ialah analisis konten dengan indikator yang sudah dikembangkan oleh penulis berdasarkan pada aturan penulisan buku teks menurut beberapa ahli. Selain itu indikator mengenai multikulturalisme juga dikembangkan berdasarkan teori dari beberapa ahli. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak semua tema dalam buku teks mengandung nilai-nilai atau unsur multikulturalisme etnis dan agama. Selain itu pada buku teks yang dianalisis tidak terdapat nilai-nilai multikulturalisme dari tokoh-tokoh sejarah. Nilai-nilai multikulturalisme seperti salah satunya toleransi sudah seharusnya tergambar dengan jelas dalam buku teks dan dalam pembelajaran sejarah, karena peserta didik hidup dilingkungan yang secara etnis maupun agama beragam.
PERAN ORANG TUA DALAM MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA PERWANIDA Fikri, Mu'tasim; Rosidi, Moh. Imron; Fitroh, Ismaul; Wijaya, Sugeng Hendra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak usia (5-6) tahun di Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang tua yang memiliki anak usia (5-6) tahun. Teknik pengumpulan data melaluiobservasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif model Miles dan Huberman, yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data mengggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak yaitu orang tua berperan sebagai pembimbing, orang tua sebagai fasilitator, dan orang tua sebagai motivator.
ANTARA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DAN MORAL: RELEVANSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Fitroh, Ismaul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.41783

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang, termasuk pendidikan. AI dapat membantu dalam menyediakan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi ini juga menimbulkan tantangan, terutama dalam hal moral siswa yang penting untuk perkembangan karakter siswa. Oleh karena itu, pengintegrasian nilai-nilai moral dalam kurikulum berbasis AI sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menggali pemahaman mendalam tentang penerapan AI dalam pendidikan dan penguatan pendidikan karakter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun AI dapat memberikan kemudahan dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter melalui nilai-nilai moral perlu diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pengembangan etika. Oleh karena itu, penting bagi guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berteknologi canggih tetapi juga berbasis pada nilai-nilai moral yang kuat.
Digital Storytelling for Social Justice: Empowering Students to Address Inequality through Creative Narratives Moh. Imron Rosidi; Ismaul Fitroh; Samavia Zia
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 2 No. 1 (2025): January: Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sc
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v2i1.256

Abstract

This study investigates the use of digital storytelling (DST) as an educational strategy to enhance students’ critical thinking, empathy, and social awareness, particularly in addressing social injustice issues. Despite the growing emphasis on social justice education, traditional teaching methods often fail to engage students meaningfully or to connect personal experiences with broader societal contexts. This research aims to explore how DST can foster reflective learning, empathy, and social responsibility among students. A qualitative methodology was employed, involving data collection through student-created narratives, content analysis using ATLAS.ti, and thematic coding to identify recurring patterns and insights. The findings reveal that DST significantly improves students’ critical thinking skills and emotional engagement, allowing them to articulate personal experiences while understanding social structures and injustices. Students demonstrated increased empathy and the ability to link creative narratives with real-world social issues. Comparative analysis indicates that DST offers advantages over conventional pedagogical methods by promoting interactive, reflective, and socially conscious learning. The study concludes that integrating digital storytelling into educational practices can effectively cultivate socially aware, empathetic, and creative learners, thereby contributing to a more just and inclusive educational environment.
Enhancing Student-Centered Inquiry-Based Learning through Mobile Educational Applications in Secondary School Classrooms Ismaul Fitroh; Dwi Oktaviana; Jimoh, Olumide Yusuf
Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): April: Educational Dynamics: International Journal of Education and Social Scie
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/educationaldynamics.v1i2.280

Abstract

This study explores the potential of mobile educational applications to enhance student-centered inquiry-based learning (IBL) in secondary school classrooms. As traditional, teacher-centered pedagogies fail to adequately engage students in critical thinking and problem-solving, IBL offers a promising alternative that encourages active participation and deeper learning. The research investigates how mobile applications can support IBL by facilitating the inquiry process, such as data collection, hypothesis formulation, and collaboration. Through a quasi-experimental design involving secondary school students, the study compares the effectiveness of traditional teaching methods and mobile-assisted IBL. Results indicate that students using mobile applications showed significant improvements in critical thinking, engagement, and academic performance compared to those taught through traditional methods. Teachers and students both reported high satisfaction with mobile apps, particularly in terms of ease of use and educational value. The findings suggest that integrating mobile technologies into the classroom can create more interactive, accessible, and personalized learning experiences, fostering critical thinking and enhancing student outcomes. However, challenges related to infrastructure, teacher training, and digital literacy must be addressed to fully harness the potential of mobile-assisted inquiry-based learning.