Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

A Need Analysis MOOC for Based Instructional Material in Flipped English Speaking Class at Indonesian Higher Education Andi Agusniati; Areski Wahid; Rafi'ah Nur; Asdar Asdar
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol. 10 No. 1 (2025): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v10i1.1968

Abstract

This research aims to find out the characteristics of MOOC-based instructional material for the flipped English speaking class  and the model of MOOC-based instructional materials for flipped English speaking class The researchers implemented the initial phase of qualitative research to achieve their objectives. The study focused on students in the English Language Education (ELE) Department at Indonesian Higher Education, as well as the ELE program's lecturers. The findings revealed that the MOOC-based materials for the flipped-English speaking class were a need analysis to be supportive, accommodating, goal-oriented, and focused on both fluency and accuracy. These materials were diverse, up-to-date, engaging, and motivating. They included both monologues and dialogues suitable for formal and informal contexts, and also incorporated tools relevant to the Fourth Industrial Revolution, such as WhatsApp and Edmodo. The proposed model for MOOC-based materials in the flipped-English speaking class emphasized the integration of key elements: goals, content, activities, venue, and media. The goal was to help learners become proficient in speaking by mastering content that included various topics, language uses, and genres. The model engaged students in nine activities: guessing I, identifying, searching, finding, guessing II, clarifying, evaluating, reflecting, and projecting. The recommended learning venues were both online (using platforms like WhatsApp and Edmodo) and offline (such as classrooms, language labs, and outdoor settings). For media, the model suggested using laptops, LCD projectors, and leaflets during the learning sessions.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Dan Profesional Terhadap Kinerja Guru Tersertifikasi Di Gugus V Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Basri, Zainuddin; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru tersertifikasi di Gugus V Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Kompetensi pedagogik mencerminkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, sedangkan kompetensi profesional mencerminkan penguasaan materi dan kemampuan mengembangkan profesi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah 35 guru tersertifikasi di lima sekolah dasar negeri. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah divalidasi melalui uji ahli dan diuji reliabilitasnya menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan kompetensi profesional juga berpengaruh namun dalam tingkat kontribusi yang lebih rendah. Secara simultan, kedua kompetensi tersebut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja guru. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kompetensi guru secara menyeluruh, baik dari sisi pedagogik maupun profesional, menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi melalui pelatihan yang terintegrasi dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan sangat direkomendasikan sebagai upaya strategis meningkatkan kualitas guru tersertifikasi di lingkungan sekolah dasar. This study aims to analyze the influence of pedagogical competence and professional competence on the performance of certified teachers in Cluster V of Tamalanrea District, Makassar City. Pedagogical competence reflects the teacher's ability to design, implement, and evaluate learning processes that align with students’ characteristics, while professional competence refers to the mastery of subject matter and the ability to develop the teaching profession continuously. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The study population consisted of 35 certified teachers from five public elementary schools. Data were collected through a validated Likert-scale questionnaire, with instrument reliability tested using SPSS version 27. Regression analysis revealed that pedagogical competence had a significant influence on teacher performance, while professional competence also had a positive effect but to a lesser extent. Simultaneously, both competencies significantly affected overall teacher performance. These findings highlight that the comprehensive improvement of teacher competence, both pedagogical and professional, is crucial in enhancing educational quality. Therefore, strengthening competencies through integrated training programs and continuous institutional support is strongly recommended as a strategic effort to improve the quality of certified teachers in primary education settings.
Pengaruh Media Interaktif Quizizz Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Tangkala I Kota Makassar Akbar, Akbar; Yunus, Muhammad Yunus; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media interaktif Quizizz terhadap minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Tangkala I Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain *Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group*. Sampel terdiri atas dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan Quizizz dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi angket minat belajar dan tes hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara minat dan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Quizizz terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar melalui fitur gamifikasi, umpan balik langsung, dan visualisasi yang menarik. Peningkatan ini terlihat dari indikator minat belajar seperti perasaan senang, keterlibatan, perhatian, dan ketertarikan terhadap materi. Dari segi hasil belajar, siswa pada kelas eksperimen menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi media digital interaktif seperti Quizizz dapat menjadi alternatif strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. This study aims to examine the effect of using the interactive media Quizizz on students' interest and learning outcomes in the subject of Civic Education among fourth-grade students of UPT SPF SD Inpres Tangkala I, Makassar City. The method employed was a quasi-experimental design using a *Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group*. The sample consisted of two groups: an experimental class using Quizizz and a control class employing conventional methods. Instruments included a learning interest questionnaire and achievement tests covering cognitive, affective, and psychomotor domains. Statistical analysis revealed significant differences in students' interest and learning outcomes between the experimental and control groups. Quizizz proved effective in enhancing student motivation through gamification features, immediate feedback, and engaging visual elements. Improvements were observed in indicators of learning interest, such as enjoyment, engagement, focus, and curiosity toward the material. In terms of learning outcomes, students in the experimental group showed better conceptual understanding and critical thinking skills. These findings suggest that integrating interactive digital media like Quizizz can serve as a strategic alternative for improving the quality of elementary education.
Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaranketerampilan Berbahasa di UPT SPF Sekolah Dasar Inpres Unggulan BTN Pemda Annisa, Annisa; Bakri, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran keterampilan berbahasa di kelas VI B UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda. Kurikulum Merdeka menawarkan fleksibilitas pembelajaran yang berfokus pada penguatan karakter, diferensiasi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi esensial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai strategi seperti penggunaan modul ajar, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen formatif untuk meningkatkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara siswa. Meskipun pelaksanaan kurikulum ini masih menemui beberapa kendala seperti keterbatasan pemahaman konsep dan kurangnya sarana pendukung, secara umum pendekatan yang diterapkan memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan capaian belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kesiapan dan kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru dan penyediaan sumber daya yang memadai guna menunjang efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in language skills learning in class VI B of UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda. The Merdeka Curriculum offers flexible learning that emphasizes character development, differentiated instruction, and the cultivation of essential competencies. The research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including classroom observations, in-depth interviews, and document analysis. Findings indicate that teachers have implemented various strategies such as the use of teaching modules, project-based learning, and formative assessments to enhance students' listening, reading, writing, and speaking abilities. Although challenges such as limited conceptual understanding and insufficient learning resources remain, the implementation generally yields positive effects on student engagement and academic outcomes. These results suggest that the success of the Merdeka Curriculum relies heavily on teachers’ readiness and creativity in designing instruction aligned with students’ characteristics. The study recommends strengthening teacher training and improving the provision of educational resources to support the effective implementation of the Merdeka Curriculum at the elementary level.
Analisis Pelaksanaan Observasi Kelas Berbasis Platform Merdeka Mengajar Pada Guru UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar Sudirman, Sudirman M; Bakri, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan observasi kelas berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada guru UPT SPF SD Negeri Bontojai Kota Makassar serta mengidentifikasi dampaknya terhadap profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya transformasi supervisi akademik dari pola konvensional menuju pendekatan digital yang lebih reflektif dan kolaboratif. Observasi kelas merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, sementara PMM hadir sebagai inovasi teknologi yang memfasilitasi proses observasi secara terstruktur, efisien, dan terdokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta pengawas. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan observasi berbasis PMM mampu meningkatkan kesadaran reflektif guru, memperkuat kolaborasi antara guru dan kepala sekolah, serta menciptakan budaya supervisi yang transparan dan profesional. Penggunaan platform digital ini juga memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran karena guru dapat menyesuaikan metode mengajar berdasarkan hasil observasi dan umpan balik. Penelitian ini menegaskan pentingnya digitalisasi supervisi akademik sebagai sarana pembinaan berkelanjutan yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan penguatan profesionalisme guru di era pendidikan modern. This study aims to analyze the implementation of classroom observation through the Merdeka Mengajar Platform (PMM) among teachers at UPT SPF SD Negeri Bontojai, Makassar City, and to identify its impact on teacher professionalism and learning quality. The study was motivated by the growing need to transform academic supervision from conventional practices toward a more digital, reflective, and collaborative model. Classroom observation serves as a crucial instrument for improving teaching quality, while PMM represents a technological innovation that enables the observation process to be conducted in a structured, efficient, and well-documented manner. This research employed a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and documentation involving principals, teachers, and school supervisors. The data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and inductive conclusion drawing. The findings reveal that implementing PMM-based observation enhances teachers’ reflective awareness, strengthens collaboration between teachers and principals, and promotes a more transparent and professional supervision culture. The digital platform also contributes to improved learning quality, as teachers can adapt instructional methods based on observation results and feedback. The study emphasizes the importance of digitalizing academic supervision as a sustainable professional development tool that aligns with the principles of the Merdeka Curriculum and supports the enhancement of teacher professionalism in the modern education era.
Keterampilan Coaching Kepala Sekolah Dalam Supervisi Akademik Untuk Peningkatan Kinerja Guru Di Sekolah Penggerak SD Kota Makassar Amban, Titi Harti; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan coaching kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik serta implikasinya terhadap peningkatan kinerja guru di Sekolah Penggerak SD Kota Makassar. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh pentingnya transformasi supervisi akademik dari pendekatan konvensional yang bersifat evaluatif menuju pendekatan pembinaan reflektif yang menekankan kolaborasi dan pemberdayaan guru. Keterampilan coaching menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan supervisi akademik karena kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam membantu guru mengidentifikasi potensi, merumuskan solusi pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan pengawas. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin validitas hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang memiliki keterampilan coaching yang baik mampu melaksanakan supervisi akademik secara efektif dan reflektif. Pendekatan coaching menciptakan hubungan profesional yang dilandasi kepercayaan, komunikasi empatik, dan kolaborasi antara kepala sekolah dan guru. Guru yang mengikuti proses coaching menunjukkan peningkatan kinerja dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan siswa. Selain itu, coaching juga meningkatkan motivasi dan kesadaran reflektif guru dalam memperbaiki praktik mengajar. Penelitian ini menegaskan bahwa keterampilan coaching kepala sekolah berperan strategis dalam menciptakan budaya supervisi akademik yang humanis, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan Sekolah Penggerak This study aims to analyze the coaching skills of school principals in the implementation of academic supervision and their implications for improving teacher performance in the Sekolah Penggerak (Driving School) program at elementary schools in Makassar City. The study is grounded in the importance of transforming academic supervision from a conventional evaluative model into a reflective and collaborative approach that empowers teachers as professional learners. Coaching skills play a pivotal role in determining the success of supervision since principals act as facilitators who assist teachers in identifying their strengths, formulating instructional solutions, and developing professional competencies continuously. This research employed a qualitative descriptive method with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation involving principals, teachers, and supervisors. The data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing, supported by source and methodological triangulation to ensure data validity. The findings reveal that principals who possess effective coaching skills can conduct academic supervision in a reflective, empowering, and collaborative manner. The coaching approach fosters professional relationships grounded in trust, empathy, and open communication. Teachers who engage in the coaching process demonstrate improvements in planning, implementing, and evaluating student-centered instruction. Moreover, coaching enhances teachers’ motivation, reflective awareness, and willingness to innovate in their teaching practices. This study concludes that the coaching competence of school principals plays a strategic role in establishing a humanistic and sustainable academic supervision culture, thereby contributing to the overall improvement of teacher performance and the success of the Sekolah Penggerak initiative.
Pengaruh Penggunaan Media Comic Strip Terhadap Pemahaman Konsep Perundungan Pada Siswa Kelas V UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar Syahrani, Syahrani; Asdar, Asdar; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media comic strip terhadap pemahaman konsep perundungan pada siswa sekolah dasar. Fenomena perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan dasar menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan karakter anti-kekerasan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media comic strip dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar dengan jumlah 58 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep perundungan yang telah divalidasi mencakup indikator mengenali bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta menentukan tindakan pencegahan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep perundungan di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Media comic strip membantu siswa memahami nilai-nilai moral dan sosial melalui visualisasi cerita yang kontekstual dan menarik. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa terlibat aktif dalam menafsirkan pesan moral serta merefleksikan perilaku sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa comic strip merupakan media efektif dalam membangun pemahaman konseptual dan karakter positif siswa, sekaligus relevan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pembelajaran berbasis nilai kemanusiaan. This study aims to analyze the effect of using comic strip media on students’ conceptual understanding of bullying in elementary schools. The ongoing phenomenon of bullying in primary education highlights the need for learning strategies that can foster social awareness, empathy, and anti-violence character from an early age. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using comic strip media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 58 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda, Makassar, selected through a purposive sampling technique. The research instrument was a validated conceptual understanding test covering indicators such as recognizing forms of bullying, understanding its impacts, and identifying preventive actions. The analysis results revealed a significant improvement in the experimental group’s conceptual understanding compared to the control group. The comic strip media helped students comprehend moral and social values through contextual and visually engaging storytelling. Learning became more meaningful as students actively interpreted moral messages and reflected on social behavior within the school environment. This study demonstrates that comic strip media is an effective educational tool to enhance conceptual understanding and foster positive character development, aligning with the Merdeka Curriculum that emphasizes value-based and human-centered learning.
Perbandingan Model Project Based Learning dan Problem Based Learning dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah IPAS Siswa UPT SPF SD Inpres Mandai Kota Makassar Pratama, Anna Indra; Yunus, Muhammad; Agusniati, Andi
Jounal of Primary Education Vol 6 No 1 (2025): Bosowa Journal of Education, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i1.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan perbandingan dua model pembelajaran, yaitu Project Based Learning  (PjBL) dan Problem Based Learning  (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di UPT SPF SD Inpres Mandai, Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest . Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa baik model PjBL maupun PBL sama-sama efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Namun, berdasarkan uji independent sample t-test, terdapat perbedaan signifikan antara kedua model, dengan hasil menunjukkan bahwa PjBL lebih unggul dibandingkan PBL dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara menyeluruh. Model PjBL memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan konkret melalui proyek nyata seperti pembuatan alat pernapasan sederhana, sedangkan model PBL lebih menekankan pada diskusi dan analisis masalah nyata secara konseptual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual berbasis proyek maupun masalah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS dan mengembangkan keterampilan abad 21, terutama pemecahan masalah. Penelitian ini juga memberikan implikasi bagi guru, sekolah, dan pengambil kebijakan untuk mempertimbangkan penerapan strategi pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. This study aims to analyze the effectiveness and comparison of two learning models, namely Project Based Learning  (PjBL) and Problem Based Learning  (PBL) on the problem solving ability of fifth grade students in the Natural and Social Sciences (IPAS) subject at UPT SPF SD Inpres Mandai, Makassar City. The research method used is quantitative experiment with pretest-posttest  design. The results of data analysis using paired sample t-test showed that both PjBL and PBL models are equally effective in improving students' problem solving abilities. However, based on the independent sample t-test, there is a significant difference between the two models, with the results showing that PjBL is superior to PBL in developing students' problem solving abilities as a whole. The PjBL model provides an applicative and concrete learning experience through real projects such as making simple breathing apparatus, while the PBL model emphasizes more on discussion and analysis of real problems conceptually. This study concludes that the use of project-based and problem-based contextual learning models is very important to improve the quality of science learning and develop 21st century skills, especially problem solving. This study also provides implications for teachers, schools, and policy makers to consider the implementation of innovative learning strategies that are in accordance with the characteristics of the material and the needs of students.
A Need Analysis MOOC for Based Instructional Material in Flipped English Speaking Class at Indonesian Higher Education Andi Agusniati; Areski Wahid; Rafi'ah Nur; Asdar Asdar
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol. 10 No. 1 (2025): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v10i1.1968

Abstract

This research aims to find out the characteristics of MOOC-based instructional material for the flipped English speaking class  and the model of MOOC-based instructional materials for flipped English speaking class The researchers implemented the initial phase of qualitative research to achieve their objectives. The study focused on students in the English Language Education (ELE) Department at Indonesian Higher Education, as well as the ELE program's lecturers. The findings revealed that the MOOC-based materials for the flipped-English speaking class were a need analysis to be supportive, accommodating, goal-oriented, and focused on both fluency and accuracy. These materials were diverse, up-to-date, engaging, and motivating. They included both monologues and dialogues suitable for formal and informal contexts, and also incorporated tools relevant to the Fourth Industrial Revolution, such as WhatsApp and Edmodo. The proposed model for MOOC-based materials in the flipped-English speaking class emphasized the integration of key elements: goals, content, activities, venue, and media. The goal was to help learners become proficient in speaking by mastering content that included various topics, language uses, and genres. The model engaged students in nine activities: guessing I, identifying, searching, finding, guessing II, clarifying, evaluating, reflecting, and projecting. The recommended learning venues were both online (using platforms like WhatsApp and Edmodo) and offline (such as classrooms, language labs, and outdoor settings). For media, the model suggested using laptops, LCD projectors, and leaflets during the learning sessions.