Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Evaluasi Mutu Sensori Daging Ayam Kampung Super yang Dimarinasi Air Kelapa Terfermentasi pada Lama Perendaman yang Berbeda Harapin Hafid; Wa Ode Fatmawati; Fadli Ma’mun Pancar; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1337

Abstract

Daging ayam kampung super mempunyai cita rasa yang khas sehingga banyak diminati masyarakat. Pengolahan secara marinasi dapat meningkatkan kualitas sensori daging dengan salah satu bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam proses perendaman adalah air kelapa yang telah mengalami fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh proses marinasi daging ayam kampung super menggunakan air kelapa terfermentasi terhadap peningkatan kualitas sensori daging. Kegiatan penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Hasil Ternak serta Laboratorium Unit Analisis Pakan Ternak. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup empat kelompok, yaitu: P0 (daging ayam kampung tanpa perlakuan marinasi), P1 (daging ayam kampung yang direndam dalam air kelapa non-fermentasi), P2 (daging ayam kampung yang dimarinasi dalam air kelapa terfermentasi selama 30 menit), dan P3 (daging ayam kampung yang dimarinasi dalam air kelapa terfermentasi selama 60 menit). Penilaian kualitas sensori menggunakan sebanyak 25 panelis semi terlatih dengan skala hedonik 1-5. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima kali ulangan. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup aspek sensori, meliputi aroma, rasa, tekstur, warna, dan tingkat keempukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi marinasi dalam air kelapa terfermentasi tidak memberikan perbedaan signifikan (P>0,05) pada karakteristik sensori daging ayam kampung super, termasuk warna, aroma, tekstur, cita rasa, serta keempukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas sensori marinasi daging ayam kampung super tidak menunjukkan pengaruh berbeda namun pada perlakuan P3 dengan durasi marinasi 60 menit pada air kelapa terfermentasi menunjukkan rataan yang terbaik pada cita rasa dan tekstur.
PENGOLAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA DENGAN PROBIOTIK DARI BUAH MANGGA BUSUK DI KECAMATAN KAMBU hafid, harapin; Dedu, La Ode Arfan; Ananda, Siti Hadrayanti; Pancar, Fadli Ma'mun
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v8i1.9632

Abstract

ruminansia. Penelitian menunjukkan bahwa probiotik dapat membantu meningkatkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, mengurangi masalah pencernaan, serta meningkatkan kekebalan tubuh ternak. Kegiatan abdimas ini dilaksanakan di Kelurahan Mokoau kecamatan Kambu Kota Kendari. Waktunya dilaksanakan pada bulan Desember 2024 menggunakan metode penyuluhan. Alat yang digunakan dalam pembuatan probitotik adalah wadah fermentasi, pengaduk, termometer, pH meter dan saringan sedangkan bahan yang digunakan adalah buah mangga busuk, air bersih, gula, starter probiotik dan nutrisi tambahan. Proses produksi probiotik dari buah mangga busuk dimulai dengan pemilihan bahan baku yang berkualitas. Buah mangga yang sudah busuk, tetapi masih dalam kondisi layak untuk diproses, akan dipilih. Selanjutnya, buah mangga tersebut dicuci untuk menghilangkan kotoran dan mikroba patogen yang mungkin ada di permukaan. Setelah itu, buah mangga dipotong kecil-kecil untuk memudahkan proses memasak dan fermentasi. Proses memasak dilakukan dengan cara merebus potongan buah mangga dalam air bersih selama 30 menit. Setelah direbus, campuran dibiarkan mendingin hingga mencapai suhu ruangan. Pada tahap ini, penambahan starter kultur probiotik sangat penting. Starter kultur yang digunakan dapat berupa Lactobacillus spp.,. Kegiatan pengbadian ini bertujuan untuk mengembangkan metode produksi probiotik dari buah mangga busuk yang tidak hanya dapat mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan produktivitas ruminansia. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, kita dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dan ekonomis.
Kualitas Organoleptik Bakso Daging Entok dengan Penambahan Tepung Biji Nangka pada Level Berbeda Harapin Hafid; Cici Puspitasari; Fadli Ma’mun Pancar; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1375

Abstract

Bakso adalah produk olahan daging yang terknenal di Indonesia, memiliki tekstur kenyal, cita rasa yang gurih, terbuat dari kombinasi daging giling, tepung dan bumbu yang dibentuk bulat, direbus hingga matang dengan variasi bahan dasar seperti daging ayam, sapi, ikan hingga daging entok. Upaya meningkatkan kualitas dan nilai gizi bakso yaitu dengan memanfaatkan bahan potensial yang mengandung bahan pengikat pati amilosa yakni tepung biji nangka. Tujuan studi ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kualitas organoleptik bakso entok yang ditambahkan tepung biji nangka dengan level yang berbeda-beda. Pelaksanaan studi ini yaitu di Laboratorium Unit Teknologi Hasil Ternak pada bulan Mei - Juni 2024. Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan pada studi ini, melalui 4 perlakuan dan 4 ulangan. P0= tanpa penambahan tepung biji nangka; P1= 10% penambahan tepung biji nangka; P2= 15% penambahan tepung biji nangka; P3= 20% penambahan tepung biji nangka. Temuan studi menunjukkan bahwasanya penambahan tepung biji nangka pada kualitas organoleptik bakso daging entok mempengaruhi (P<0,05) bentuk, warna, tekstur, aroma, kekenyalan, rasa dan penerimaan umum secara nyata. Hal tersebut terlihat dari perlakuan terbaik pada uji kualitas organoleptik terdapat pada perlakuan P1 yang merupakan campuran 10% tepung tapioka dan 10% tepung biji nangka. Kualitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan nilai gizi produk akhir serta memberikan variasi baru yang dapat diterima oleh konsumen.
BIMBINGAN TEKNIS PRODUKSI DAGING HIGIENIS DI RUMAH POTONG HEWAN KOTA KENDARI hafid, harapin; Pancar, Fadli Ma'mun; Ananda, Siti Hadrayanti
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v7i1.6742

Abstract

Produksi daging yang terdistribusi ke masyarakat hendaknya memperhatikan prinsip higienitas daging dalam prosesnya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah mengenai aspek keamanan daging yang memenuhi persyaratan ASUH. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan kota Kendari, yang meliputi kegiatan penyuluhan, ceramah, focus group discussion dan bimbingan teknis pemeriksaan kesehatan ternak dan pemeriksaan daging. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya transfer pengetahuan kepada peserta dalam upaya meningkatkan mutu keamanan daging di RPH dan sebagai upaya mencegah penyakit yang berasal dari pangan (foodborne disease) dan zoonotic disease. Produksi daging yang higienis diharapkan dapat diterapkan disemua aspek di RPH mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, pemeriksaan daging, karkas dan jeroan dan penanganan daging hingga sampai ke konsumen sehingga daging tersebut sesuai dengan prinsip aman, sehat, utuh dan halal.
EDUKASI CERDAS CARA BETERNAK AYAM BURAS YANG MENGUNTUNGKAN DAN RAMAH LINGKUNGAN Hafid, harapin; Ananda, Siti Hadrayanti; Fadilla, Zahra Jinan; Dedu, La Ode Arfan; Pancar, Fadli Mamun
-
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v8i2.10622

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Anggoeya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang gemar memelihara ternak ayam buras namun sistem pemeliharaan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya masih tradisional dan  belum memadai, akibatnya produksi rendah dan mudah terserang penyakit. Kegiatan penerapan ipteks ini yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemberdayaan potensi masyarakat di Kelurahan Anggoeya, khususnya dengan memberikan bimbingan teknis tentang cara beternak ayam buras secara intensif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari pada bulan Juli 2025. Metode kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara: (1) ceramah dan diskusi mengenai potensi, prospek dan manfaat beternak ayam buras, (2) demonstrasi dan pembimbingan pembuatan kandang ayam, cara menyusun ransum dan cara vaksinasi tetelo serta pemilihan bibit yang baik, (3) bimbingan cara beternak ayam buras, teknik pasca panen dan pemasaran, dan (4) pembentukan kelompok peternak untuk memudahkan mereka berdiskusi dalam rangka mengembangkan usaha dan mengatasi permasalahan mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa materi penyuluhan yang disajikan mendapat respon positif dan cukup memuaskan dari para peserta mengingat selama ini belum pernah dilakukan kegiatan serupa. Umumnya para peserta ingin mengadopsi materi penyuluhan dan mereka sangat aktif dalam demonstrasi tentang pemilihan bibit, penyusunan ransum ternak, pencegahan penyakit, tatalaksana pemeliharaan, pembuatan kandang dan peralatan, teknik pasca panen dan cara pemasaran yang menguntungkan. Disimpulkan bahwa para khalayak sasaran yang terdiri dari para masyarakat di Kelurahan Anggoeya sangat antusias dan aktif dalam kegiatan pelatihan/bimbingan penerapan paket teknologi ayam buras (Intab). Secara umum para peserta pelatihan berkeinginan untuk menjadikan usaha beternak ayam buras sebagai mata pencaharian pokok disamping kegiatan usaha tani mereka.