Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Karakter Maskot Sebagai Media Pengenalan Wayang Sasak Untuk Anak-Anak Sekolah Dasar Kharismanata, I Gede Anjas; Swandi, I Wayan; Ratna, Tjok Istri
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2024): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v6i1.3895

Abstract

Wayang Sasak merupakan salah satu budaya seni yang keberadaannya kurang diketahui oleh masyarakat terkhususnya anak anak sekolah dasar, sehingga membutuhkan upaya dalam pengenalan wayang sasak yang bersifat kreatif dan interaktif. penelitian ini bertujuan merancang karakter maskot sebagai medium pengenalan wayang sasak terhadap anak anak, serta dapat menjadi sebuah media komunikasi pengembangan karater dalam upaya bentuk pelestarian pada media lainya. Penelitian ini mengunakan metode kuantitaif dengan tahapan pengambilan data antara lain Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Pada Tahap rancangan menggunakan pendekatan metode Design thingking, teori alih wahana dan teori transformasi dalam perancangan karakter maskot. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan maskot berupa bentuk 2D wayang sasak yang telah di transformasi dengan dipadukan dengan bentuk manusia yang mengopsi unsur unsur pada tokoh utama wayang sasak yang di rancang dengan berbagai arah persepaktif antara lain arah depan arah kiri, arah kanan, dan arah belakang. Perancangan maskot wayang sasak salah satu usaha menumbuhkan pengetahuan tentang wayang sasak terhadap generasi muda yang diharapkan dapat mewarisi nilai nilai filosofi yang terkandung di dalamnya.
Fabric Slashing Bag: Solusi Kreatif UMKM Fashion Kota Denpasar Mengelola Limbah Tekstil Diantari, Ni Kadek Yuni; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Pradnyani Utami, Ni Luh Ayu; Pebryani, Nyoman Dewi; Muda Rahayu, Made Tiartini; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Konte Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i1.3601

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan untuk menangani limbah tekstil berupa kain perca yang dihasilkan dari proses produksi produk fashion UMKM bidang fashion di kota Denpasar melalui pembuatan tas dengan teknik fabric slashing. Selain mengurangi limbah tekstil, produk fabric slashing bag ini juga sebagai sarana dalam mengekplorasi pemanfaatan limbah tekstil sekaligus meningkatkan nilai ekonomis dari limbah tekstil sehingga layak untuk dipasarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis data mengenai dampak limbah fashion. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh tahapan yang tepat dalam pelaksanaan pengabdian dan pengolahan limbah fashion dengan kreatif dan bernilai ekonomis bagi UMKM. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui kegiatan pelatihan selama lima hari untuk memahami karakteristik limbah fashion, mengetahui langkah-langkah dalam teknik fabric slashing, menentukan desain  produk, hingga proses pengolahan kain perca menjadi produk fashion yang memiliki nilai ekonomis. UMKM Kota Denpasar di bidang fashion dalam proses produksi menghasilkan limbah tekstil berupa kain perca, jumlah perca yang dihasilkan kian meningkat seiring dengan proses produksi. Kain perca yang tidak diolah menimbulkan kekhawatiran bagi pemilik UMKM bidang fashion di Kota Denpasar jika menjadi sampah atau limbah tekstil yang dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu diperlukan kemampuan untuk mengolah kain perca agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis melalui kegiatan pelatihan kepada UMKM bidang fashion di Kota Denpasar.
Peningkatan Keahlian Sumber Daya Manusia Bagi Pelaku UMKM Fashion Kota Denpasar Melalui Pelatihan Merajut Diantari, Ni Kadek Yuni; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Sudharsana, Tjokorda Istri Ratna Cora; Rahayu, Made Tiartini Muda; Pebryani, Nyoman Dewi; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Udiyani, Ni Made Santi; Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda; Paramita, Ni Putu Darmara Pradnya; Tenaya, Anak Agung Ngurah Anom Mayun Konte; Priatmaka, I Gusti Bagus; Prayatna, I Wayan Dedy; Mahadewi, Ida Ayu Ari
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/awjpm.v3i2.4500

Abstract

Pelatihan merajut ini dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi UMKM bidang fashion dikota Denpasar. Pelatihan merajut digagas untuk meningkatkan keahlian bagi UMKM dalam produksi produk fashion yang kreatif dan inovatif sekaligus menambah nilai dari produk fashion sehingga mampu memperluas jangkauan produk yang ditawarkan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untu menganalisa data terkait permasalahan yang dihadapi oleh UMKM fashion di kota Denpasar dan ketepatan metode pembelajaran teknik merajut sebagai langkah pelaksanaan pelatihan merajut untuk mewujudkan produk fashion yang kreatif, inovatif serta bernilai ekonomis bagi UMKM. Pelaksanaan pelatihan merajut ini diselenggarakan selama lima hari untuk memahami teknik merajut hingga tercipta produk tas rajutan dengan tiga tahapan yang terdiri dari 1) tahap persiapan yang meliputi identifikasi peserta, penyusunan materi, dan persiapan alat dan bahan; 2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan penyampaian materi, pendampingan; 3) tahapan akhir dengan mengadakan evaluasi. Kegiatan pelatihan merajut ini mampu meningkatkan kemampuan SDM pelaku UMKM kota Denpasar khususnya dalam keahlian merajut dasar yang bermanfaat bagi UMKM fashion kota Denpasar dalam mengembangkan produk fashion dengan sentuhan tangan yang unik dan menarik untuk dipasarkan.
Teroesir : Metafora Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Dalam Penciptaan Busana Dengan Edgy Style Aribaten, Ni Nengah Zinnia; Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.472 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.292

Abstract

Metafora umumnya digambarkan melalui simbol-simbol ataupun perumpamaan dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, yang tergolong dalam perfilman Nusantara, dimana film ini mengandung budaya Minangkabau dan Makassar. Penciptaan ini merupakan salah satu upaya apresiasi terhadap perfilman Indonesia melalui perwujudan busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, sehingga dapat menjadi bentuk kekayaan baru berbasis pada kearifan lokal.Proses kreatif menggunakan metodelogi desain Tjok Ratna Cora, yaitu “FRANGIPANI, The Secret Steps of Art Fashion” yang terdiri atas sepuluh tahapan dalam proses perancangan desain fashion berdasarkan identitas budaya Bali. Berdasarkan uraian metafora pada kisah cinta Zainuddin dan Hayati, maka tercipta busana dengan style edgy. Edgy merupakan busana yang tergolong tidak biasa atau out of the box dengan ciri warna hitam yang mendominasi. Dalam karya ini didasari oleh pemeran utama yaitu Zainuddin, terlahir dari orang tua yang berbeda suku. Warna hitam sebagai sisi ayahnya, yaitu ciri warna pada baju adat pria Minangkabau, sedangkan warna ungu sebagai sisi ibunya, yaitu warna baju adat Makassar pada wanita janda. Warna hitam mendominasi dikarenakan Minangkabau (tanah kelahiran ayah Zainuddin) sebagai latar tempat pada film ini. Ketiga busana ini menggunakan print fabric yang mengilustrasikan kisah film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Pada busana ready to wear terdiri tiga pieces, yaitu dress, outer, dan mini skirt. Pada busana ready to wear deluxe terdiri atas tiga pieces, yaitu shirt, outer, dan pants. Dan pada busana haute couture terdiri atas dua pieces, yaitu gown dan balloon sleeves.
Gammara Lopi : Metafora Ritual Kapal Pinisi Dalam Karya Busana Exotic Dramatic Style Puspa Yeni, Ni Putu Ryani; Ratna Cora S., Tjok Istri; Radiawan, I Made
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.868 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.294

Abstract

“Gammara Lopi” adalah judul dalam karya busana Tugas Akhir bertemakan “Diversity of Indonesia” yang diwujudkan dalam busana ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture dengan mengadopsi exotic dramatic style. Karya busana Gammara Lopi terinspirasi dari ritual kapal Pinisi yang dilakukan selama proses pembuatan kapal Pinisi di daerah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Karya busana Gammara Lopi diciptakan menggunakan delapan tahapan yaitu Design Brief, Research and Sourcing, Design Development, Prototypes, Final Collection, Promotion Branding and Marketing, Production, dan Business. Karya busana ini diciptakan dengan memetaforakan ide pemantik ritual kapal Pinisi yang dikaitkan dengan teori estetika dan teori semiotika yang diimplementasikan ke dalam unsur desain, prinsip desain dan elemen desain. Dalam karya busana Gammara Lopi diambil beberapa kata kunci yaitu serpihan kayu, lunas, annyorong lopi, lontara, darah dan pembakaran kemenyan. Busana ini menggunakan material berupa cotton oxford natural, tenun dobby, cotton printing, kulit sintetis, jacguard, cordurouy yang dipadukan dengan warna nude, coklat dan hitam. Pada proses pengerjaan karya busana Gammara Lopi meletakkan beberapa detail dengan menggunakan teknik macrame serta beberapa teknik fabric manipulation untuk mendukung penciptaan detail dalam karya busana Gammara Lopi.
Anyutirupa Of Ngelawang Barong Bangkal: Metafora Ngelawang Barong Bangkal Dalam Busana Edgy Style Trisnadewi, Anak Agung Sagung Istri; Ratna Cora S., Tjok Istri; Radiawan, I Made
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2018.839 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.295

Abstract

“Anyutirupa of ngelawang barong bangkal” adalah judul koleksi busana Tugas Akhir bertemakan Diversity of Indonesia yang terinspirasi dari tradisi ngelawang barong bangkal di Pura Hyang Api dengan memadukan style edgy dan gothic look. Koleksi ini merupakan jenis busana ready to wear, ready to wear deluxe dan semi couture. Penciptaan koleksi Anyutirupa of Ngelawang Barong Bangkal menggunakan delapan tahapan yang bertajuk “Frangipani”, Tahapan – tahapan Rahasia dari Seni Fashion Art. Ide pemantik ini diimplementasikan melalui gaya ungkap metafora yang akan diuraikan pada teori semiotika dan keyword berupa penolak bala, sakral, mistik, pelindung, rwa bhineda, dan kemenangan. Keyword tersebut kemudian diolah sedemikian rupa dan diaplikasikan pada koleksi busana dengan teori estetika mencakup prinsip desain dan elemen desain yang tampak dari desain busana, detail dan pemilihan bahan sehingga terbentuk nilai keindahan dalam koleksi busana ini. Adapun warna yang dipilih merupakan warna – warna yang berkaitan dengan konsep tradisi ngelawang barong bangkal yaitu hitam, putih, abu, dan gold. Melalui perpaduan material utama, yaitu faux fur, leather look, suede, tulle, poleng, woven scatola, dan cotton combed. Proses pengerjaan koleksi Tugas Akhir Anyutirupa of Ngelawang Barong Bangkal terdapat ukiran bali yang nantinya akan di prada menggunakan teknik lukis dengan kuas, pemasangan kaca cermin pada kulit serta teknik payet yang membentuk sesuai dengan desain. Selain itu terdapat teknik rumbai, drapery, dan manipulasi tekstil dibeberapa bagian – bagian pada busana.
The Power of Retro Baris Jangkang Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1350.839 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.296

Abstract

Tari Baris Jangkang merupakan khasanah budaya, perpaduan seni dan filosofi, tarian ini memiliki nilai kesakralan dan unsur magis yang sangat tinggi, melambangkan tentara kuno dari daerah-daerah terpencil di Bali, tari baris multifungsi. Tari Baris Jangkang adalah sebuah tarian yang dipentaskan oleh sekelompok pria dewasa yang ada di Desa Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Tari Baris Jangkang sangat jauh berbeda, dengan tarian-tarian sakral lainnya. Dimana tarian ini memiliki nilai kesakralan dan unsur magis yang sangat tinggi. Secara keseluruhan, tarian ini melambangkan tentara kuno dari daerah-daerah terpencil di Bali. Para penari bergerak seperti tentara dalam koreografi yang militer di alam. Inspirasi dalam penciptaan busana wanita yaitu tari baris jangkang. Sebagai generasi muda bagaimana cara kita untuk melestarikan keanekaragaman kebudayaan Indonesia dan melestarikan pertunjukan khas Indonesia khususnya. Busana yang terinspirasi dari tari baris jangkang yang berkonsepkan retro karena ingin mengangkat sesuatu yang tradisi (masa lalu). Gaya baru yang dikemas dengan nuansa masa lalu, melestarikan seni-seni yang sudah langka, untuk memberi inspirasi kepada generasi penerus, untuk menambah inspirasi dalam dunia mode. Karakter dari gerak tarian berkaitan dengan dunia mode di era retro (lincah, kokoh,lugas, dinamis). Penciptaan desain busana ini ada tiga busana wanita yang tergolong menjadi busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Pembuatan desain digunakan metode wawancara, metode observasi, metode dokumentasi dan metode kepustakaan dari analisa tersebut sebagai acuan dalam mendesain busana wanita retro yang terinspirasi dari tari baris jangkang.
Duology Metipat Bantal : Metafora Tradisi Mejauman Dalam Busana Edgy Look Grahantiyasari, Kadek Mirah; Pebryani, Nyoman Dewi; Ratna Cora S., Tjok Istri
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.693 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.297

Abstract

Mejauman Metipat bantal adalah salah satu tradisi pernikahan yang ada di Indonesia khususnya Bali. Dalam istilah bahasa Bali, tradisi metipat bantal disebut tradisi Mejauman. Mejauman metipat bantal ditandai dengan membawa tipat bantal dengan segala kelengkapannya. Tipat yang dimaksud disini adalah ketupat yang melambangkan pradhana atau perempuan sedangkan bantal melambangkan purusa atau laki-laki. Upacara ini bertujuan untuk mohon pamit kepada orang tua dan kerabat dekatnya, termasuk secara kedinasan/administrasi kependudukan setempat. Secara niskala mempelai wanita mohon pamit kepada bhatara-bhatari leluhurnya yang dilaksanakan dengan membawa jauman berupa tipat bantal dan selengkapnya. Dalam proses penciptaan karya busana ini menggunakan 8 tahapan penciptaan frangipani yang diambil dari disertasi : Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, dengan judul “Wacana Fesyen Global dan Pakaian di Kosmopolitan Kuta”, tahun 2016, yaitu design brief, kemudian research and sourching selanjutnya tahapan ketiga yaitu design development, sehingga menghasilkan final collection, tahap ke lima yaitu prototype, sample and construction lalu didukung dengan promotion, branding and sales dan pada tahapan terakhir adalah bussinese. Delapan tahapan tersebut merupakan landasan dalam penciptaan busana Metipat Bantal dengan tiga busana dengan tingkat kesulitan bertahap yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan busana houte couture. Tradisi Metipat bantal dievaluasikan dengan kata kunci yaitu : bantal, tipat, tebu, jaja sangguh, purusha, pradhana, dan upakara, sehingga dalam perwujudan busana diimplementasikan dengan cara metafora dalam setiap kata kunci yang digunakan. Dalam busana ready to wear deluxe ada menggunakan perwujudan dengan cara analog yaitu selempang menyimbulkan kata kunci tipat.
“Di Balik Muka” Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover Dalam Busana Sexy Alluring Maheswari, Ni Made Dian; Ratna Cora S., Tjok Istri; Sari, Dewa Ayu Putu Leliana
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1806.666 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.301

Abstract

Film Moammar Emka’s Jakarta Undecover menjadi landasan menciptakan karya busana dengan judul “di Balik Muka: Analogi Rupa Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover dalam Busana Sexy Alluring”. Film ini bercerita mengenai seseorang yang bercita-cita menjadi wartawan dan merantau ke Jakarta, tetapi terjebak oleh ‘wajah lain’ Jakarta dengan ‘kehidupan’ malam yang diketahui oleh segelintir orang. Gaya hidup dalam film melewati batas norma dan merusak kebudayaan Indonesia, menjadi inspirasi bertujuan memberitahukan akibat dari gaya hidup yang dapat merusak kebudayaan dan norma-norma yang ada di Indonesia. Tujuan diciptakan karya busana adalah untuk mengetahui tahapan peciptaan koleksi busana; strategi, promosi, pemasaran, branding, dan penjualan; serta sistem produksi dan bisnis. Metode penciptaan yang diterapkan adalah metode Delapan Tahapan Penciptaan Frangipani dari Ratna Cora Sudharsana. Yang terdiri dari Design brief; Research and sourcing; Design development; Prototype, sample, and construction; Final collection; Promotion, branding, and sale; Production; he business. Dengan berlandaskan teori analogi milik F.D.K. Ching; teori semiotika milik Ferdinand de Saussure; teori estetika milik Hospers; unsur desain; prinsip desain; teori strategi, branding, dan pemasaran milik Nickles dan Kotler; teori produksi dan bisnis milik Osterwalder dan Pigneur. Hasil penciptaan adalah koleksi busana yang terdiri dari busana ready to wear untuk pria, ready to wear deluxe untuk wanita, dan semi couture untuk wanita. Diciptakan menggunakan tenik menjahit dengan mesin dan tangan, manipulasi (sablon, digital printing, lukis), dan rajut. Serta fashion brand; rancangan pagelaran busana; bisnis model kanvas; cara produksi, promosi, penjualan, pemasaran.
Sarad Pulagembal The Symbol Of Universe Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani; Ratna Cora S., Tjok Istri; Sukarya, I Wayan
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 1 No. 1 (2021): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1945.437 KB) | DOI: 10.59997/bhumidevi.v1i1.302

Abstract

Sarad Pulagembal adalah salah satu bentuk upakara persembahan dalam wujud besar (mewah/utama) yang dipersembahkan oleh umat Hindu di Bali pada upacara keagamaan tingkat utama. Upakara ini terlihat sangat menonjol pada saat ritual keagamaan karena keunikan bentuk dan warnanya yang mencolok. Upakara yang terbuat dari susunan jajan berbahan tepung beras ini merupakan manifestasi bhakti umat dalam mempersembahkan segenap isi alam semesta kehadapan Tuhan (Sang Hyang Widhi). Melihat keunikan bentuk dan proses pembuatan serta filosofi yang terkandung dalam Sarad Pulagembal ini muncul ide untuk menjadikan Sarad Pulagembal sebagai konsep dalam penciptaan busana wanita ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Busana wanita dengan Sarad Pulagembal sebagai konsep penciptaan, mengangkat filosofi, warna, dan pengulangan bentuk organik dari Sarad Pulagembal. Busana ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture ini merepresentasikan bentuk-bentuk organik pada Sarad Pulagembal yang menyimbolkan isi alam semesta seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Dalam proses penciptaan busana wanita ini melalui 8 tahapan penciptaan Desain Fashion yaitu : ide pemantik (design brief), riset dan sumber (research and sourching), pengembangan desain (design development), prototypes, sample, and construction, koleksi akhir (final collection), promosi, pemasaran, brand, dan penjualan (promotion, marketing, branding and sale), produksi (production), serta bisnis (bussines). Hasil penciptaan ini diharapkan dapat menambah referensi kepustakaan khususnya dibidang Desain Fashion mengenai konsep Sarad Pulagembal yang diwujudkan dalam produk busana wanita serta membantu masyarakat agar dapat mengenal Sarad Pulagembal sebagai salah satu tradisi dan budaya Bali dalam bentuk produk busana wanita
Co-Authors A.A. Ngr. Anom Mayun K. Tenaya Agustin Dia Sapariadi, I Dewa Ayu Reika Anak Agung Sagung Istri Trisnadewi Anggreni, Ade Sherly Aribaten, Ni Nengah Zinnia Arimbawa, I Gede Arvia, Ni Desak Made Amanda Astridiani, Ni Kadek Dwi Cahyani, Ni Kadek Tira Adi Darmara Pradnya Paramita, Ni Putu Dewantari Dewi Dasi, Ni Luh Melati Dewi, Melda Fransiska Dewi, Ni Kadek Junita Dianawati, Ni Kadek Dwi Putri Diantari, Ni Kadek Yuni Erawan, Ni Putu Netania Amanda Fida, Dalil Al Quds Fitriani Grahantiyasari, Kadek Mirah I Gede Anjas Kharismanata I Ketut Muka I Made Radiawan I Wayan Mudra, I Wayan I Wayan Rai I Wayan Sujana I Wayan Swandi Ida Ayu Wimba Ruspawati, Ida Ayu Karso, Kejora Pratiwi Karso, Olih Solihat Karuni, Ni Kadek Kharismanata, I Gede Anjas Komang Yudistia Larasistris, Triasmoro Mahadewi, Ida Ayu Ari Maheswari, Ni Made Dian Maselia Andriani, Ni Putu Nanda Moneko, I Kadek Dode MS Prof. Dr. I Wayan Rai . Muda Rahayu, Made Tiartini Mudarahayu, Made Tiartini Ni Kadek Yuni Diantari Ni Luh Ayu Pradnyani Utami Ni Putu Desy Sonnya Suandhari Nitya Sari, Ni Wayan Maya Nyoman Dewi Pebryani Patrow, Corlyne Janselia Marcelly Pratiwi, Luh Leony Rida Prayatna, I Wayan Dedy Priatmaka, I Gusti Bagus Puspa Anjani, Ayu Diah Puspa Yeni, Ni Putu Ryani Putu Manik Prihatini Putu Manik Prihatini Rahayu, Made Tiartini Muda Remawa, Anak Agung Gede Rai Santini, Ni Kadek Dwika Santosa, Hendra Saraswati, Ni Made Sari, Dewa Ayu Putu Leliana Siti Wasi’aturrizqi Soelistyowati Soelistyowati Suandhari, Ni Putu Desy Sonnya Sukarya, I Wayan Sukawati, Tjokoda Gde Abinanda Sukawati, Tjokorda Gde Abinanda Sukmadewi, Ida Ayu Kade Sri Sukmawati, Ni Komang Ayu Trisnadewi, Anak Agung Sagung Istri Udiyani, Ni Made Santi Wartini, Ketut Ari Widya, Sabiya Shula Wiguna, Kadek Karina Maharani Windari, Komang Noli Yuliana Maria