Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : Maspari Journal

Pembuatan Biogas dari Rumput Laut Jenis Caulerpa racemosa dan Sargassum duplicatum sebagai Bahan Energi Alternatif Andrian Saputra; Wike Ayu Eka Putri; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.118 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1316

Abstract

Seaweed has economic value that is very important for humans. Several years ago, only seaweed used as human food ingredients. Given the many types of seaweed are still not popular yet widely used and Along with the progress of science and technology, utilization of seaweed has expanded in various fields, including one uses seaweed as an ingredient of biogas alternative energy. The purpose of this study was to determine the potential of seaweed species Sargassum duplicatum and Caulerpa racemosa for the manufacture of biogas as a new alternative energy sources and to know the pressure of gas contained in a type of seaweed Sargassum duplicatum and Caulerpa racemosa as a new alternative energy sources. This research was conducted in June-September 2010. Samples were taken in waters around Lampung Marine Aquaculture Development Center. Making biogas process is conducted at the Laboratory of Marine Science. Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University. The method used is a laboratory experimental methods. Making biogas is done by collecting seaweed and beach sediments as seedman making, preparation of the digester and the making of starter and stuffing, were examined by using biogas pressure manometer U for three months, analyze the data descriptively biogas pressure. Based on the results of research in getting the peak pressure for this type of seaweed Sargassum duplicatum is 15.47 psi, 16.05 psi and 16.43 while to get the type of Caulerpa racemosa in the peak pressure of 15.42 psi, 15.88 psi and 16, 43 psi. Keywords: Seaweed, Biogas, Sargassum duplicatum, Caulerpa racemosa,  Biogas pressure. ABSTRAK Rumput laut memiliki nilai ekonomis yang sangat penting bagi manusia. Beberapa tahun yang lalu, rumput laut hanya dimanfaatkan sebagai bahan makanan manusia. Mengingat masih banyaknya jenis rumput laut tidak popular yang belum banyak dimanfaatkan dan sering dengan kemajuan sains dan teknologi, pemanfaatan rumput laut telah meluas di berbagai bidang, termasuk salah satunya pemanfaatan rumput laut sebagai bahan energi alternatif yaitu biogas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa untuk pembuatan biogas sebagai sumber energi alternatif  baru serta mengetahui tekanan gas yang terdapat dalam rumput laut jenis Sargassum duplicatum dan Caulerpa racemosa sebagai sumber energi alternatif baru. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2010. Pengambilan sampel dilakukan di  sekitar perairan Balai Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Proses Pembuatan biogas itu sendiri dilakukan di Laboratorium Dasar Ilmu Kelautan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Pembuatan biogas ini dilakukan dengan cara pengumpulan rumput laut dan pengambilan sedimen pantai sebagai penyemai, penyiapan digester serta pembuatan starter dan isian. Dilakukan pengamatan tekanan biogas dengan menggunakan manometer U selama tiga bulan. Analisa data tekanan biogas dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan tekanan puncak untuk jenis rumput laut
STRUKTUR KOMUNITAS EPIFAUNA PELABUHAN PULAU BAAI, PROVINSI BENGKULU Muhammad Didi Tantria; Riris Aryawati; T Z Ulqodry
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v12i2.12837

Abstract

Pelabuhan Pulai Baai di Bengkulu merupakan kawasan yang menerima limbah domestik dari warga sekitar. Tekanan lingkungan di perairan mempengaruhi kelimpahan hewan besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan spesies di perairan Pelabuhan Pulau Baai Bangluru, kepadatan relatif, indeks komunitas makrofauna dan hubungannya dengan faktor fisik dan kimia. Prosedur penelitian ini meliputi: pengambilan sampel sedimen dan hewan besar di empat lokasi, pengukuran parameter fisik dan kimiawi perairan, analisis kandungan sedimen, identifikasi hewan besar dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7 spesies gastropoda besar yang terbagi menjadi 3 kategori yaitu gastropoda, bivalvia dan plasmodium. Hasil analisis fraksi sedimen terdiri dari pasir berlempung dan lempung berpasir. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun 3 secara berurutan sebesar 1,55 dan 0,82. Indeks dominansi tertinggi 0,44 (stasiun 4) dan terendah 0,24 pada stasiun 3. Analisis PCA menunjukkan terdapat keterkaitan antara kepadatan jenis, fraksi sedimen dan parameter fisika-kimia perairan. Kata Kunci : Bengkulu, fraksi sedimen, makrozoobenthos, Pulau Baai
SEBARAN KONSENTRASI KLOROFIL-A TERHADAP NUTRIEN DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Dilah Zulhaniarta; Fauziyah .; Anna Ida Sunaryo; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.399 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2488

Abstract

Muara S. Banyuasin menerima masukan nutrien dari berbagai aktifitas masyarakat di sekitar perairan dan secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton yang tercermin pada konsentrasi klorofil-a perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi klorofil-a dan kandungan nutrien (nitrat & fosfat) serta hubunganya dengan parameter lingkungan di perairan Muara S.Banyuasin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2013 pada kondisi perairan pasang dan surut. Proses pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil sebaran klorofil-a, nutrien dan parameter lingungan diolah menggunakan software surfer 10.0 dan pengaruh parameter lingkungan terhadap klorofil-a diolah dengan metode PCA menggunakan software Statistica 8.0. Hasil penelitian pasang dan surut menunjukan bahwa konsentrasi Klorofil-a berkisar antara 4,41-55,01 mg/m3. Nitrat berkisar antara 0,94-34,44 mg/l. Fosfat berkisar antara 0,08-0,64 mg/l. Analisis Komponen Utama (PCA) menunjukkan bahwa nutrien (Nitrat & fosfat) mempengaruhi konsentrasi klorofil-a baik saat pasang pasang maupun surut, dengan nilai eigenvalue 3,04 (nitrat) dan 2,19 (fosfat) saat pasang serta 4,29 (nitrat) dan 1,27(pasang) saat surut. Secara umum konsentrasi klorofil-a dan nutrien semakin banyak ditemukan di daerah yang dekat dengan daratan yang memberi banyak masukan nutrien. Faktor lingkungan yang mempengaruhi konsentrasi klorofil-a adalah nitrat, fosfat, kecerahan, suhu, DO, dan kecepatan arus.KATA KUNCI: Fitoplankton, klorofil-a, nutrien, perairan muara Sungai Banyuasin.
DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED SOLID DAN TOTAL DISSOLVED SOLID DI MUARA SUNGAI BANYUASIN KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Ahmad Firdaus; Melki .; Hartoni .; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 7, No 1 (2015): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.801 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v7i1.2493

Abstract

Muara Banyuasin merupakan daerah estuaria yang memiliki peranan penting dari segi ekonomi maupun ekologi, tempat bermuaranya sungai besar, beberapa sungai kecil. Aktivitas manusia seperti industri, transportasi, penebangan hutan dan pembukaan lahan peningkatan TSS dan TDS di Muara. Kegiatan ini menyebabkan meningkatnya pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai sehingga berdampak terhadap padatan tersuspensi dan padatan terlarut semakin tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi TSS dan TDS, kondisi kualitas air di Muara sungai Banyuasin di lihat dari parameter lingkungan, menggambarkan distribusi TSS dan TDS saat pasang dan surut, menggambarkan profil melintang TSS dan TDS saat pasang dan surut. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2013. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling. Hasil Konsentrasi TSS di perairan Muara sungai Banyuasin lebih tinggi saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TSS saat surut 208 mg/l – 1640 mg/l, sedangkan saat pasang 527 mg/l – 1116 mg/l. TDS lebih rendah saat surut dibandingkan saat pasang yakni nilai TDS saat surut 192 mg/l – 1081 mg/l, sedangkan saat pasang 779 mg/l - 1909 mg/l. Kondisi kualitas air Muara sungai Banyuasin meliputi suhu dan salinitas bervariasi setiap lapisan kedalaman dan lebih dominan di lapisan permukaan perairan.KATA KUNCI: Muara sungai Banyuasin, TDS, TSS.
Laju Pertumbuhan Rumput Laut Gracilaria sp. dengan Metode Penanaman yang Berbeda di Perairan Kalianda, Lampung Selatan Bayu Dwinata Putra; Riris Aryawati; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 3, No 2 (2011): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.641 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v3i2.1317

Abstract

Research on The Growth Seaweed Gracilaria sp. with different planting method in Kalianda waters, south lampung was held in May to June 2010. The purpose of the study,  is knowing and analyzing the comparison the planting method with growth of Gracilaria sp. by measuring : average weight, growth rate, and growth relative. The data were analyzed using T test  for  two  independent samples was used to assess whether the planting average use long line method and off bottom method  statistically different each other. The results obtained showed that long line method more effective than off bottom method. The average added weight of Gracilaria sp. by using long line method is 33.15 gr. The highest growth rate obtained on long line method of 4.445 %gr/day. Growth relative length was obtained on long line method for 2.009 gr.   Key Words : planting method, Gracilaria sp., Kalianda   ABSTRAK Penelitian mengenai Laju Pertumbuhan Rumput Laut (Gracilaria sp.) dengan Metode Penanaman yang berbeda di Perairan Kalianda Lampung Selatan telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2010. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis perbandingan metode penanaman terhadap pertumbuhan Gracilaria sp. melalui pengukuran : rata-rata pertambahan berat, laju pertumbuhan, dan pertumbuhan nisbi/relatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji T (t test) untuk dua sampel independent digunakan untuk menilai apakah rata-rata penanaman menggunakan metode rawai panjang dan metode lepas dasar secara statistik berbeda satu dengan yang lain. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penanaman rumput laut pada metode rawai panjang lebih efektif dibanding dengan penanaman menggunakan metode lepas dasar. Pertambahan berat rata-rata rumput laut Gracilaria sp. tertinggi didapatkan pada penanaman dengan metode rawai panjang sebesar 33,15 gr. Laju pertumbuhan tertinggi  Gracilaria sp. didapatkan pada metode rawai panjang sebesar 4,445 %gr/hari. Pertumbuhan nisbi/relatif tertinggi didapatkan pada metode rawai panjang  sebesar 2,009 gr.   Kata Kunci : Metode Penanaman, Gracilaria sp., Kalianda
Struktur Komunitas dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan Yunita Veronika Munthe; Riris Aryawati; Isnaini .
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.164 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1437

Abstract

The change water quality is closely related to abundance and compotition of  phytoplankton so the existing of phytoplankton in water can give information about the water condition. The purposes of this research were getting information about diversity, abundance, distribution, structure community of phytoplankton in Sungsang water,  definiting distribution of physic and chemical parameter in the water. The research about structure of community and distribution of phytoplankton in Sungsang, South Sumatra, had been done on April 2011. The research stations were determined by the Purposive Sampling method. The sample of phytoplankton was taken by plankton net with 20µm meshsize. Identification of Phytoplankton was performed by observing  under a microscope and using phytoplankton identification book in laboratory. The result showed that phytoplankton which found were composed by 4 classes of phytoplankton, they are, Chlorophyceae, Dinoflagellata and Cyanophyceae. Generally, the Genus that found was Coscinodiscus, Skeletonema, Streptotheca, dan Desmidium. The value of phytoplankton abundance in each station are 48 cell/l up to 206 cell/l. Index of diversity  (H’) ranged from 0,92 – 2,77, index of uniformity (E) ranged from 0,48 – 0,87 and index of dominance ranged from 0,19 – 0,66. The physic and chemical parameters, they are temperature, salinity, pH, nitrate and phosphate is classified as good, but the visibility and DO is classified as not good.   Key word : Structure of community, Distribution, Phytoplankton, Sungsang water ABSTRAK Perubahan kualitas perairan erat kaitannya dengan kelimpahan dan komposisi fitoplankton sehingga keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan infomasi mengenai kondisi suatu perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, kelimpahan, sebaran, dan menentukan struktur komunitas fitoplankton di perairan Sungsang serta menentukan sebaran parameter fisika kimia perairan di daerah Sungsang. Penelitian tentang struktur komunitas dan sebaran fitoplankton di perairan Sungsang Sumatera Selatan telah dilaksanakan pada bulan April 2011. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode Purposive sampling. Sampel fitoplankton diambil dengan menggunakan jaring plankton (Plankton net) dengan ukuran mata jaring 20 µm. Identifikasi fitoplankton dilakukan di laboratorium dengan cara mengamati di bawah mikroskop dan menggunakan buku identifikasi fitoplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan tersusun atas 4 kelas fitoplankton yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Dinoflagellata dan Cyanophyceae. Genus yang paling umum dijumpai adalah Coscinodiscus, Skeletonema, Streptotheca, dan Desmidium. Nilai kelimpahan fitoplankton pada setiap stasiun berkisar antara 48 sel/l sampai 206 sel/l. Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar antara 0,92 – 2,77, Indeks Keseragaman (E) berkisar antara 0,48 – 0,87, dan Indeks Dominansi (C) berkisar antara 0,19 – 0,66. Parameter fisika kimia yang terdiri dari suhu, salinitas, pH, nitrat dan fosfat masih tergolong baik tetapi kecerahan dan DO tergolong kurang baik.   Kata kunci : Struktur komunitas, Sebaran, Fitoplankton, Perairan Sungsang
COMPARISON OF ZOOPLANKTON DENSITY ESTIMATION USING BONGO PLANKTON NET AND UNDERWATER ACOUSTICS METHOD Ellis Nurjuliasti Ningsih; Riris Aryawati; Amanda AP Febrianti; Freddy Supriyadi
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/maspari.v13i1.13986

Abstract

Zooplankton is one of the factors that can affect water conditions. The existence and abundance of zooplankton can indicate the level of water fertility. Zooplankton abundance can be observed by using two methods. These are the bongo plankton net and underwater acoustics method. This study aims to determine the abundance of zooplankton using bongo plankton net 250 ?m mesh size and underwater acoustics method using Simrad EK15 200 kHz frequency. This study was conducted in July 2019 in the Banyuasin estuary. The results showed the abundance of zooplankton using bongo plankton net ranged from 7-116 ind/m3, and the zooplankton density in underwater acoustics ranges from 0-2700 ind/m3. It means the ratio between both of the methods is around 1:20. The comparison could illustrate the difference in zooplankton density. It is necessary to adjust the specifications instrument and sampling technique of zooplankton sampling equipment and underwater acoustics instruments to obtain more accurate results.Keywords: Abundance, Banyuasin estuary, hydroacoustics, zooplankton,
Hubungan Kandungan Klorofil-A dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Berau Kalimantan Timur Riris Aryawati; Hikmah Thoha
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 2, No 1 (2011): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.093 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v2i1.1292

Abstract

Phytoplankton is the most important primary producers in all marine invironments. Primary production, a term interchangeable with photosynthesis, is the biological process of creating high-energy organic material from CO2, H2O, and other nutrients using solar energy. The aim of the research was to know the relationship of   abundance of phytoplankton and chlorophyl-a in Berau waters, East Kalimantan. The result of physical-chemical water measurement are generally inaccordance for phytoplankton living purposes. The number of phytoplankton genera found during research was 28 genera which consist of 24 kinds Bacillariophyceae and 4 kinds Dinophyceae. Community structure was dominated by the group of diatoms such as Chaetoceros, Dytilum, Thalassiothrix. Abundance of phytoplankton influences of content klorofil-a, although not too big.   Keywords: chlorophyl-a, abundance, phytoplankton, Berau waters ABSTRAK   Fitoplankton merupakan produsen primer terpenting di lingkungan laut,  karena fitoplankton mampu berfotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses yang kompleks, dimana sinar matahari diserap oleh sel-sel fitoplankton dan diubah menjadi energi biologi kemudian disimpan dalam bentuk senyawa organik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton di perairan pesisir Berau, Kalimantan Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2005. Sampel air laut diambil dengan botol Nansen lalu dimasukkan dalam botol sampel untuk selanjutnya disimpan dalam kotak pendingin  untuk dianalisis kandungan klorofil-a, fosfat, dan nitrat. Pada saat pengambilan sampel juga dilakukan pengukuran parameter oseanografi seperti suhu, salinitas, arah dan kecepatan arus. Sampel fitoplankton diambil dengan menggunakan jaring kitahara yang berbentuk kerucut dengan diameter 31 cm dan mata jaring 80 μm. Untuk mengetahui hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton digunakan analisis regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 28 genera yang termasuk dalam dua klas, yaitu Bacillariophyceae (24 genera) dan Dynophyceae (4 genera). Bacillariophyceae mempunyai    jumlah  terbesar, baik dari segi jumlah generanya maupun jumlah individu tiap generanya. Genera fitoplankton yang dijumpai dalam jumlah melimpah (>10%) adalah Chaetoceros, Dytilum, dan Thalassiothrix. Kelimpahan fitoplankton mempengaruhi besarnya kandungan klorofil-a, walaupun tidak terlalu besar.   Kata kunci: klorofil-a, kelimpahan, fitoplankton, perairan Berau
Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat Fisik dan Kimia pada Pembuatan Minuman Kombucha dari Rumput Laut Sargasssum sp Ayu Pratiwi; Elfita .; Riris Aryawati
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 4, No 1 (2012): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.926 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v4i1.1438

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of time on the physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material. The method that used in this research is explorative and descriptive methods. The treatment in this study is the fermentation time, there are 4 days, 8 days, 12 days and 16 days against physical and chemical properties of the Sargassum sp Kombucha. The results from the research show that fermentation time give the effect on physical properties (color and weight of nata/cellulose) and chemical properties (vitamin C content, total acidity, total sugar content, pH and alcohol content) on Kombucha with Sargassum sp seaweed as base material. Key words: kombucha, Sargassum sp., fermentation ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh waktu terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan deskriptif. Perlakuan dalam penelitian ini adalah lama fermentasi yaitu fermentasi 4 hari, 8 hari, 12 hari dan 16 hari terhadap sifat fisik dan kimia pada kombucha Sargassum sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu berpengaruh terhadap sifat fisik (warna dan berat nata/selulosa) dan sifat kimia (kadar vitamin C, kadar asam total, kadar gula total, pH dan kadar alkohol) pada kombucha dengan bahan rumput laut Sargassum sp. Kata kunci: kombucha, Sargassum sp., fermentasi
Evaluasi Tingkat Kesesuaian Kualitas Air Tambak Udang Berdasarkan Produktivitas Primer PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan (Studi Kasus) henny dede ismail; Riris Aryawati; Gusti Diansyah
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 6, No 1 (2014): Edisi Januari
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.454 KB) | DOI: 10.36706/maspari.v6i1.1707

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  kualitas  air  tambak  udang  yang  didasarkan produktivitas  primer  perairan  tambak  sehingga  dapat diketahui  tingkat  kesesuaiannya.  Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 3 Juni hingga 11 Juli 2008 di tambak udang PT. Tirta Bumi Nirbaya Teluk Hurun Lampung Selatan. Dalam menentukan stasiun digunakan metode random samplingdan pengukuran  sampel  dilakukan  pada  dua  tempat  yaitu  pengukuran  secara  in  situ di  lapangan  dan analisis  di  laboratorium  Balai  Besar  Pengembangan  Budidaya  Laut  (BBPBL)  Lampung.  Hasil  dari penelitian  ini  menunjukkan  tingkat  kesesuaian  kualitas  air  tambak  udang  PT.  Tirta  Bumi  Nirbaya termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dan sangatsesuai. Hasil evaluasi kualitas air tanggal 8 Juni2008 termasuk dalam kategori sesuai bersyarat dengan total skor berkisar antara 45-49. Untuk hasil evaluasi kualitas air tanggal 21 Juni 2008 termasukdalam kategori sangat sesuai dengan total skor 88,sedangkan total skor dari hasil evaluasi kualitas air tambak tanggal 26 Juni termasuk dalam kategori sangat sesuai (75,4-99,4)
Co-Authors Afan Absori Afan Absori Ahmad Firdaus Ahmad Firdaus, Ahmad Amanda AP Febrianti Ananta, Dio Alif Andi Agussalim, Andi Andreas Eko Aprianto Andrian Saputra Andrian Saputra Anna Ida Sunaryo Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Anna Ida Sunaryo, Anna Ida Anna IS Purwiyanto Apri Suganda Apriyanto, Apriyanto Arsyei, Laksamana Fachryzal Aryawati, Wike Ayu Eka Ayu Pratiwi Ayu Pratiwi, Ayu Barus, Beta Susanto Bayu Dwinata Putra Bengen, Detriech G Beta S Barus Beta Susanto Barus Che Abd Rahim Mohamed De Karo, Fransiskus Dianysah, Gusti Dietriech Geoffrey Bengen Dilah Zulhaniarta Dilah Zulhaniarta, Dilah Efriadi Muslim Sz Elfita . Elyakim Sitorus Fauziyah FAUZIYAH Fauziyah Fauziyah Fauziyah Fauziyah Febrianti, Amanda AP Fery Pratama Fitri Agustriani Freddy Supriyadi Freddy Supriyadi Gusti Diansyah Gusti Diansyah Hartoni . Hartoni ., Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hartoni Hary Widjajanti Hasan, Winanda Muhammad henny dede ismail henny dede ismail, henny dede Heron Surbakti Heron Surbakti Heron Surbakti Herry Purnomo Hikmah Thoha Hikmah Thoha Hilda Zulkifli Hilda Zulkifli Hutapea, Oliver Alexander I Wayan Nurjaya Inda Azhara Isnaini Isnaini . Isnaini . Isnaini ., Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini, Isnaini Khotimah, Nadila Nur Kurniawan, Mardian Candra Lestari, Tridyah M. Yosi Prasetyo Mardian Candra Kurniawan Meiyerani, Jeni Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Melki Muhammad Didi Tantria Muhammad Fadli Muhammad Fadli Muhammad Hendri Muhammad Hendri Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Muhtadi Mulyadi Mulyadi Munthe, Yunita Veronika Nadila Nur Khotimah Ningsih, Ellis Nurjuliasti Novitasari, Tri Ayu Novyandi, Reza Nurdiana Nurdiana Nurul Fitriya Nurul Fitriya Nurul Fitriya Okarda, Beni Oliver Alexander Hutapea Purwiyanto, Anna Purwiyanto, Anna IS Puspa Deka Sari Putra, Bayu Dwinata Raihan, Muhammad Ramadoni Ramadoni Ramadoni, Ramadoni Ramses Redho Yoga Nugroho Reza Novyandi Rezi Apri Rian Andriansyah Robinson Sitepu Rozirwan . Rujito Agus Suwignyo Sahrul Ramadhan Salsabilah, Raisyah Sarno . Sarno Sarno Sefti Heza Dwinanti Siddik, Judistira Suai Batul Aslamiah Surbakti , Heron Susanti, Ester Mei Syahira, Nyimas Nanda Syamsiar, Syamsiar T. Zia Ulqodry Tantria, Muhammad Didi Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tengku Zia Ulqodry Tri Prartono TRY WIJAYANTO Ulqodri, Tengku Zia Ulqodry, T Z Ulqodry, T. Utami, Risnita Widada Sukrisna Wijayanto, Try Wike Ayu Eka Putri Winanda Muhammad Hasan Yundari, Yundari Yunita Veronika Munthe Yusni Ikhwan Siregar