Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Perbandingan Efektivitas Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tobaccum) Dengan Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata I) Terhadap Kematian Lalat Rumah (Musca domestica) Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 2 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.399 KB)

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) adalah lalat yang banyak terdapat di Indonesia. Lalat ini merupakan vektor, dimana cara penularan yang paling sederhana dan sering terjadi adalah secara mekanis. Pada cara ini, vector menyebarkan parasit melalui kontak dengan host tanpa disertai perkembangbiakan parasit dalam tubuh  lalat. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak terhadap kematian Lalat Rumah (Muscadomestica) serta untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun tembakau dan daun sirsak pada konsentrasi 60%, 70%, dan 80% terhadap kematian Lalat Rumah (Musca domestica) dan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak dikatakan mampu mematikan lalat rumah apabila mencapai LC50. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (experiment) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design, yaitu merupakan desain penelitian yang tidak menggunakan pretes terhadap sampel sebelum perlakuan. Berdasarkan hasil uji Paired Sample test dan Uji Friedman Test diperoleh nilai A symp. Sig. (2-tailed) pada semua perlakuan baik pada perlakuan ekstrak daun tembakau dan ekstrak daun sirsak yaitu sig. <0.05 maka dinyatakan bahwa ekstrak tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L)  efektiv terhadap kematian lalat rumah (Musca domestica). Implikasi pada penelitian ini yaitu untuk penelitis elanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan konsentrasi ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih efektif dalam membunuh lalat rumah dalam ruangan dengan skala yang besar, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek ekstrak daun tembakau (Nicotiana tobaccum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) yang lebih aplikatif sehingga penggunaannya lebih mudah dan praktis. Kata Kunci : Ekstrak daun Tembakau, Ekstrak Daun Sirsak, Jumlah Lalat Rumah yang Mati
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Daerah Dataran Rendah Kabupaten Gowa Mutassirah Mutassirah; Andi Susilawaty; Irviani Anwar Ibrahim
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 3 No 3 (2017): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1400.39 KB)

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 terdapat 20.4 juta kasus baru tuberculosis di seluruh dunia, (World Health Organization, 2016). Lingkungan Fisik rumah yang tidak memenuhi syarat ,seperti suhu, kelembaban, kepadatan hunian, luas ventilasi, dan kondisi dinding dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit Tuberkulosis. Dalam Al-qur’an Surah Asy-syura (42:30), Allah SWT Berfirman yang terjemahnya bahwa apa saja yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri. Sehingga manusia harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari penyakit dan bisa tetap sehat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian tuberculosis di daerah dataran rendah Kabupaten Gowa tahun 2017. Jenis penelitian yang di gunakan adalah Penelitian Kuantitatif dengan rancangan Observaisonal deskriptif dengan menggunakan pendekatan Sistem Infromasi Geografi (SIG), dengan jumlah populasi sebanyak 423 orang dan jumlah sampel sebanyak 99 orang. Teknik Pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampel.Analisis data spasial menggunakan Quantum GIS dan untuk analisis deskriptif menggunakan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan hunian dalam rumah kurang dari 9 m2/orang adalah 29,3%, Luas ventilasi kurang dari 10% luas lantai 21,2%, kondisi dinding yang tidak kedap air 32,3%, lantai yang tidak kedap air 19,2%, kelembaban ruangan dalam rumah (< 40% dan > 70%) hanya 1,0%, suhu udara dalam rumah (> 300C)  yaitu 100% tidak memenuhi syarat dan terdapat 12,1% rumah penderita yang menggunakan AC sedangkan untuk jarak rumah penderita yang dekat dari pelayanan kesehatan sebanyak 82 rumah (82.8%) dan sebanyak 17 rumah (17.2%) yang jarak rumahnya jauh dari pusat pelayanan kesehatan . Kata Kunci : Analisis Spasial, Tuberkulosis, Dataran rendah kondisi fisik lingkungan rumah
Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Dwi Santy Damayati; Andi Susilawaty; Maqfirah Maqfirah
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 4 No 2 (2018): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.209 KB)

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyebab utama kedua kematian akibat penyakit menular di seluruh dunia setelah HIV/AIDS. Menurut laporan WHO, diseluruh dunia setiap tahun ditemukan 8 juta kasus baru. Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar kedua setelah India (23%) yaitu sebesar 10%. Jumlah kasus TB Paru BTA positif di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 176.667 kasus. Dinas Kesehatan Kabupaten pangkep mencatat jumlah kasus TB Paru pada tahun 2016 sebanyak 379 kasus. Untuk Puskesmas Liukang Tupabbiring sendiri jumlah kasus TB Paru pada tahun 2016 sebanyak 33 kasus dengan angka kematian 6 kasus. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit TB Paru sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain case control. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk yang tinggal di Pulau Ballang Lompo dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Pengumpulan data mengunakan kuesioner dan lembar observasi. Instrumen penelitian adalah rollmeter, thermohygrometer,dan timbangan digital. Faktor risiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep adalah jenis kelamin (p value= 0,438, OR= 1,714), pengetahuan (p value= 0,034, OR= 3,755), kepadatan hunian (p value= 0,747, OR= 1,522), luas ventilasi (p value= 0,045, OR= 6,000), kelembaban (p value= 0,033, OR= 5,211), dan jenis lantai (p value= 1,000, OR= 1,144). Sedangkan yang bukan merupakan faktor risiko kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep adalah umur (p value= 0,182, OR= 0,306), status gizi (p value=0,144, OR= 0,345), status merokok (p value= 0,211, OR= 0,412) dan suhu. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji lebih mendalam mengenai variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian TB paru. Kata Kunci : Faktor Risiko, Kejadian TB Paru
Kondisi Sanitasi Lingkungan Pondok Pesantren di Kota Makassar Tahun 2018 Nurfadillah Sudirman; Muhammad Saleh; Andi Susilawaty; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.517 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan pondok pesantren yang berada di Kota Makassar tahun 2018, yang meliputi bagian dari penyedian air bersih, sarana pembuangan tempat sampah, saluran pembuangan  air limbah, saluran pembuangan air limbah (SPAL), kondisi dapur,kepadatan hunian (asrama santri), ketersediaan Toilet. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif.Sampel yang diambil merupakan sampel untuk lokasi penelitian adalah Pesantren Immim Makassar, Pesantren Ummul Mukminin, Pesantren Darul Aman.Hasil penelitian yang diperoleh untuk kondisi sanitasi lingkungan Pondok Pesantren di Kota Makassar dari beberapa variabel yang digunakan antara lainPenyediaan Air Bersih untuk Pesantren IMMIM Makassar 80%, Pesantren Darul Aman 80%, Pesantren Ummul Mukminin 90%. Sarana Pembuangan Tempat Sampah untuk Pesantren IMMIM Makassar 80%, Pesantren Darul Aman 30%, Pesantren Ummul Mukminin 90%. Saluran Pembuangan Air Limbah  untuk Pesantren IMMIM Makassar 70%, Pesantren Darul Aman 60%, Pesantren Ummul Mukminin 60%. Dapur untuk Pesantren IMMIM Makassar 66%, Pesantren Darul Aman 86%, Pesantren Ummul Mukminin 73%. Kepadatan Hunian (Ruang Tidur) untuk Pesantren IMMIM Makassar 73%, Pesantren Darul Aman 73%, Pesantren Ummul Mukminin 80%. Toilet untuk Pesantren IMMIM Makassar 80%, Pesantren Darul Aman 86%, Pesantren Ummul Mukminin 86%. Kondisi Sanitasi Lingkungan secara keseluruhan dari enam variabel untuk Pesantren IMMIM Makassar 75%, Pesantren Darul Aman 71%, Pesantren Ummul Mukminin 83%.Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan kepada pihak Pondok Pesantren yang berada di Kota Makassar lebih memperhatikan tingkat kondisi sanitasi lingkungan. Sehingga mampu memberikan tingkat kesehatan yang baik untuk santri juga keadaan lingkungan yang bersih di Pondok Pesantren. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Pondok Pesantren
Analisis Risiko Paparan Karbon Monoksida (CO) Terhadap Anak Sekolah Di SD Negeri Kakatua Kota Makassar Tahun 2017 Sherli Wahyuni; Andi Susilawaty; Emmi Bujawati; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 1 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.486 KB)

Abstract

Gas CO sebagian besar berasal dari pembakaran fosil dengan udara berupa gas buangan kendaraan yang lebih banyak dihasilkan dari padatnya lalu lintas. Selain itu, Gas CO dapat pula dihasilkan dari proses industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran risiko paparan CO pada anak sekolah di SD Negeri Kakatua Kota Makassar.Jenis rancangan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).Dengan jumlah populasi 222 responden dan sampelnya sebanyak 143 responden.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Multi Stage Sampling yang dilakukan dengan 2 tahap pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan  rata-rata konsentrasi CO dalam udara ambien di Sekitar SD Negeri Kakatua tahun 2017 yaitu 968,11 µg/Nm3. Nilai laju asupan udara anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu paling tinggi 3,0 m3/hari dan paling rendah 2,4 m3/hari. Nilai durasi paparan anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu paling tinggi 6 tahun dan paling rendah 4 tahun. Rata-rata berat badan anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu 33,12 kg. Rata-rata besaran risiko (RQ) CO pada anak sekolah di SD Negeri Kakatua yaitu RQ < 1. Nilai RQ < 1 yang artinya anak sekolah di SD Negeri Kakatua belum terjadi risiko paparan Karbon Monoksida yang terkandung di udara ambient, meskipun paparan CO anak sekolah masih belum terjadi risiko tetapi perlu mendapatkan perhatian. Diharapkan kepada semua pihak baik pemerintah, pihak sekolah dan anak sekolah untuk selalu menjaga lingkungan sekitar utamanya yang dekat jalan raya misalnya dengan menanam pohon yang dapat meminimalisir pencemaran udara sekitar. Kata Kunci : Karbon Monoksida, ARKL, Risk Quotient (RQ)
Participatory Based Waste Management In The Faculty Of Medicine And Health Sciences Of Alauddin State Islamic University Of Makassar Firdah Firdah; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.812 KB)

Abstract

Waste management has become a pressing issue in many major cities in the world, including in Indonesia. As the health aspect of a faculty is crucial and impacts each member, this research aims to conduct and analysis on the participatory waste management in Faculty of Medicine and Health Sciences of Alauddin State Islamic University of Makassar by addressing the knowledge, attitude and behaviour of students regarding waste management. It uses qualitative method and community-based research (CBR) approach to understand the issue. The samples consist of 150 respondents who are selected by using random sampling technique. The research findings suggest that respondents’ average score on waste management knowledge improves after receiving an intervention, from 77.26 to 86.30. Next, respondents’ average score on their attitude toward waste management also improves after receiving an intervention, from 47.64 to 69.50. They exhibit appropriate response to proper waste management. The findings indicate that students’ knowledge influences their attitude toward waste management issue. The better their knowledge on the issue is the better their displayed attitude becomes, as indicated by the increase in respondents’ average score from 17.25 to 21.84. The significance values of 0.000 p=(<0,05) suggests that there is a significant difference in respondents’ knowledge, attitude and behaviour after an intervention. Thus, this research encourages students and other faculty members to improve their participation in waste management program. Keywords: knowledge, attitude and behavior, management, waste, environment
Pengelolaan Bank Sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa Tahun 2019 Indah Lestari; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.855 KB)

Abstract

Selama ini permasalahan sampah tidak tertangani secara optimal dikarenakan ketidaktepatan pengelolaan   sampah   dari   sumbernya.   Melalui   sistem   bank   sampah   setidaknya   dapat menimbulkan  budaya  memilah  sampah  dari  sumbernya  karena  tindakan  memilah  sampah organik dan anorganik saat ini belum menjadi budaya di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan pengelolaan sampah di TPA menjadi tidak optimal karena sampah yang datang dalam jumlah besar dan masih tercampur. Kehadiran sistem bank sampah ini dapat menggiring masyarakat untuk memilah sampah serta mengedukasi masyarakat dapat juga bernilai ekonomis terutama sampah yang bisa didaur ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan bank sampah di Desa Sunggumanai Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan  cross  sectional  menggunakan  analisis  chi  square.  Variabel  dependen  dalam penelitian ini adalah pengelolaan bank sampah, variabel independen yaitu pengetahuan pengelolaan sampah, teknis manajemen bank sampah, manfaat ekonomi, dan peran stake holder. Responden  dalam  penelitian  ini  berjumlah  153  responden  yang  merupakan  nasabah  Bank Sampah Green secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan pengelolaan sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,095. Ada hubungan antara teknis manajemen bank sampah dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,002. Ada hubungan antara manfaat ekonomi dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Ada hubungan antara peran Stake Holder dengan pengelolaan bank sampah dengan nilai p=0,010. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah sebaiknya lebih menggalakkan lagi program bank sampah dengan menjadikan manfaat ekonomi sebagai minat masyarakat, juga melalui sosialisasi untuk meningkatkan jumlah nasabah. Kata kunci: bank sampah, pengelolaan sampah
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Turikale Kabupaten Maros Vika Yuliandira; Andi Susilawaty; Nurdiyanah Syarifuddin; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.826 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is a communicable disease which is caused by a dengue virus transmitted by Aedes aegypti mosquitos. This disease is indicated by symptoms such as sudden high fever around that runs 2-7 days without identifiable warnings, limp, faint, anxiety, heartburn, red spots on skin caused by minor bleed (petechia), and rash (purpura). Vector control, as one of Dengue Haemorrhagic Fever eradication strategies, will be successful with full participation from community members. This research develops a community empowerment program by using Participatory Action Research (PAR) to eradicate Dengue Haemorrhagic Fever. It employs quasi experimental method to examine the issue. the samples consist of 34 respondents who are selected by using total sampling technique and divided into two groups namely intervention group and comparison group. The research findings reveal that the community empowerment program improves community’s knowledge, attitude and action in both groups, as indicated by a paired t test value of = 0.000  in intervention group, and paired t test values of = 0.000 for knowledge, = 0.263 for attitude, and =0.063 for action in the comparison group. The findings also show that the intervention group has successfully decreased more larval density than the comparison group, as indicated by a mean value of ABJ=48% , HI= 47, CI= 11, BI= 70 which is higher than a mean value of ABJ = 20%, HI=21, CI=3 dan BI=21. Therefore, it can be concluded that there is significant difference in the knowledge, attitude, and action of respondents before and after the intervention programs, as signified by the first and second measurement. In conclusion, this research encourages community members to improve their participation in the Dengue Haemorrhagic Fever prevention program held by health centres so that the Dengue Haemorrhagic Fever eradication program can be successful. Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF), participation, PAR theory
Health Belief Model Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Mamajang Kota Makassar Surahmawati Surahmawati; Andi Susilawaty; Muhammad Saleh; Muhammad Zul Bashar
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.909 KB)

Abstract

Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is an acute fever with two or more symptoms such as retro-orbital pain, headache, skin rashes, bleeding, and leukopenia that lasts between 2-7 days. The primary vector of DHF is Aedes aegypti mosquito. This research investigates the perceptions of patients with Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) within the working area of Mamajang Health Centre in Makassar City. It uses qualitative method with a phenomenological approach in scrutinising  the issue.  The research data are obtained through in-depth   interviews   with   several   informants.  The   findings  suggest  some  interesting information  about the  issue. first of  all, most  informants  believe that  their vulnerability toward Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is due to the environmental condition, symptoms, times of disease transmission,  patients, and the consequences of catching the disease. They also view Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) as an alarming disease because it lowers the patients'  productivity, prohibits them from working for earning income,  as well as causes casualties.  This  research  further  reveals  informants'  perception  of the  benefits  of  some Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) prevention programs that they have participated in. In addition to reducing their risk of catching the disease,  the prevention programs also allow them to enjoy a cleaner and tidier neighbourhood. However, they also claimed that they had also faced some challenges in implementing the programs. The pesticides contain various additive substances that they deem dangerous for their health and thus they have to be careful in using them.  Besides, they find that using sleeping nets are unpleasant during warmer days. Although they have complaints, most informants believe that the sacrifices are worth for their health  and wellbeing.  They also actively prevent Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) by burying unused stuff, covering water storages,  regularly cleaning bathtubs,  draining puddles, as well as using pesticides. Most informants are aware of the importance of Dengue Haemorrhagic Fever  (DHF)   prevention programs  even without  constant reminders from people around them.Keywords: Dengue Haemorrhagic Fever, Health Belief Model, Aedes Aegypti.
Pengendalian Sampah Berbasis Partisipatif di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar Evi Aprianti Radjiman; Andi Susilawaty; Abdul Majid HR. Lagu
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 5 No 3 (2019): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1277.724 KB)

Abstract

Persampahan di Indonesia merupakan permasalahan umum sebagai bagian dinamika kehidupan manusia. Peningkatan jumlah penduduk sebanding dengan peningkatan jumlah konsumsi yang mempengaruhi besarnya peningkatan volume sampah. Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan yaitu peneliti mendapatkan adanya mahaiswa, dosen ataupun staff yang sudah maupun yang belum berpartisipasi dalam membuang sampah pada tempatnya dengan benar, walaupun telah disediakan tempat sampah dengan pengelompokkan jenisnya pada tiap sudut gedung fakultas. Penelitiaan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Community Based Research (CBR) untuk mengetahui bagaimana partisipasi civitas akademika Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar dalam Pengendalian Sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan berminat untuk mengadakan pengendalian sampah di lingkungan fakultas disertai aturan yang dapat mengikat dan mengatur perilaku individu. Sejauh ini juga tidak ada data yang mencatat tentang penyakit akibat sampah karena dianggap belum menjadi hal yang penting, walaupun mereka sadar pengendalian sampah bisa menjadikan fakultas lebih nyaman sebagai tempat perkuliahan. Dari pengetahuan informan yaitu mengetahui arti dan tujuan diadakannya pengendalian sampah, serta hal- hal yang harus dibutuhkan dalam pengendalian sampah seperti dukungan sosial dalam bentuk apresiasi dan penghargaan diiringi dengan penyiapan fasilitas yang memadai. Dilihat dari segi hambatan yang dialami selama ini, informan mengganggap selain dari kesadaan para individu juga dari pihak birokrasi yang kurang menjadikan masalah ini sebagai masalah yang penting. Rekomendasi kepada pimpinan FKIK UIN Alauddin Makassar agar membuat regulasi dalam bentuk kebijakan tertulis tentang pengendalian sampah yang mengikat civitas akademika baik dosen, pegawai maupun mahasiswa untuk melakukan pengendalian sampah di wilayah fakultas. Kata Kunci : Pengendalian, Sampah, Lingkungan
Co-Authors A. Mahirah Humaerah Abdul Majid HR. Lagu Alfiyah, Nilda Alim Syam Amboi, Wahyulan Andi Aryadin Andi Miftahul Jannah Andi Nur Rifa’atil Fahmiyah Arif, Zumiati Asis, Muh. Abdul Aswadi Aswadi Azriful Azriful Azriful Azriful, Azriful Bs. Titi Haerana Dian Rezki Wijaya Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Eko Ardiansyah Emmi Bujawati Erniwati Ibrahim Evi Aprianti Radjiman Faradillah Azzahrah Fatmawaty Mallapiang Fira Fitranillah Firdah Firdah Habibi . Habibi Habibi Hadriani Hadriani Hajrah Abdullah Hasbi Ibrahim Hastuti Indriani Hendra Wijaya Sumakul Indah Kurniawati Indah Lestari Irviani Anwar Ibrahim Jumadil Azhar Jumiati Jumiati Jumiati Jumiati Junita, Syamsurya Jusriani, Rini Khaerana, BS Titi La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail Leonardo Sari, Avid M.Fais Satrianegara Maharani, Zaskia Mappau, Zrimurti Maqfirah Maqfirah Marsi Adi Purwadi Muh. Rusmin Muh. Saleh Muhammad Ikhtiar Muhammad Rusmin Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Syamsul Bachri Muhammad Zul Bashar Munawir Amansyah Munawir Amansyah Musdalifah Musdalifah Mutassirah Mutassirah Mutmainnah, Awalia Nildawati Nildawati Nirma Nirma Nur Aliah Nur Hidayat Nurdiyanah Nurdiyanah Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin Nurdiyanah Syarifuddin, Nurdiyanah Nurfadhillah Nurfadhillah Nurfadillah Sudirman Nurfadillah Tenri Ugi Nurfaika Nurfaika Nurrahmi Paizah Nurul Wahyu Septiani Putri Puspitasari Wahyuddin R. Irma Rachmawati, R. Irma Rachmat Saleh Ramadhan Tosepu Ranti Ekasari, Ranti Rezki Rahmatullah Ruslan La Ane, Ruslan Sakka, Abdul Rahman Saptayuda, Agusfian Satrianegara, M. Faiz Sherli Wahyuni Siti Arnis Nurhidayah Jamal Sitti Raodhah Sukmawati, Andi Surahmawati Surahmawati Surahmawati Surahmawati Syahrul Basri Syamsul Alam Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Syarfaini Ultry Maisari Veithzal Rivai Zainal Vika Yuliandira Wahab, Wahyudi Wahyu Alfat Widya Sari