Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA GOOGLE EARTH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 BANDA ACEH Muddasir, sayed; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i2.12535

Abstract

Model pembelajaran project based learning adalah salah satu model yang dapat menciptakan suasana belajar aktif jika dikolaborasikan dengan media yang tepat. Media google earth adalah media yang cocok digunakan dalam pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan indera pandang siswa sehingga akan mengoptimalkan hasil belajar siswa. Adapun dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas pengajar dan peserta didik dalam pembelajaran; (3) Keterampilan pengajar dalam mengelola pembelajaran; (4) Tanggapan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Banda Aceh kelas VIII-1 yang berjumlah 20 siswa. Penghimpunan data dilakukan dengan cara menggunakan lembar tes, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil pada penelitian yang dilakukan adalah: (1) Ketuntasan individual meningkat secara bertahap pada siklus pertama 10 siswa yang tuntas belajar dan menjadi 18 siswa pada siklus ketiga, kemudian persentase ketuntasan klasikal juga mengalami perubahan dari 40% pada siklus pertama menjadi 90% pada siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa mulai dari siklus pertama sampai siklus ketiga menunjukkan kesesuaian terhadap model PjBL menggunakan media google earth; (3) Keterampilan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran dengan menggunakan model PjBL menggunakan google earth mengalami peningkatan pada skor rata-rata yang semula diperoleh 2,69 naik menjadi 2,9 berkategori baik; (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran PjBL menggunakan google earth memperoleh hasil yang sangat baik yaitu 91,67% siswa beranggapan bahwa pembelajaran menggunakan model PjBL berbantuan media google earth dapat membantu peserta didik memahami materi dengan baik.Kata kunci: project based learning, media google earth, hasil pembelajaran
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MULTIMEDIA BERBASIS MACROMEDIA FLASH DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA DI MTsN 4 BANDA ACEH Meldian, Nika; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i2.12534

Abstract

Media penataran Macromedia Flash merupakan suatu perangkat lunak komputer (software) yang merupakan produk keunggulan Adobe Systems. Dengan menggunakan Macromedia Flash media pembelajaran lebih menarik yang mendorong hasil belajar siswa, konsep pembelajaran dengan teknologi audiovisual yang mampu menghasilkan fitur-fitur baru yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah pemanfaatan multimedia berbasis Macromedia Flash efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa di MTsN 4 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini apakah pemanfaatan multimedia berbasis Macromedia Flash efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa di MTsN 4 Banda Aceh. Sampel penelitian adalah kelas eksperimen I yang menggunakan media pembelajaran Macromedia Flash berjumlah 34 orang dan kelas eksperimen II menggunakan media Powerpoint berjumlah 30 orang. Penelitian ini pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 64 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 2,53 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan = 34 30 = 2, artinya thitung ttabel sehingga hipotesis alternatif Ha diterima. Artinya pemanfaatan multimedia berbasis Macromedia Flash efektif dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa di MTsN 4 Banda Aceh.Kata Kunci: efektivitas, hasil belajar, ips terpadu, macromedia flash
HUBUNGAN PEMANFAATAN FASILITAS DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Fitria, Intan; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i2.12083

Abstract

Fasilitas belajar adalah pembantu pelajaran (benda) yang dimanfaatkan oleh oleh pengajar maupun siswa dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar adalah tempat proses pembelajaran dilaksanakan, lingkungan baik berupa lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lingkungan rumah, lingkungan sekolah yang baik akan memberikan efek positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian berjudul hubungan pemanfaatan fasilitas dan lingkungan belajar dengan hasil belajar geografi Siswa Kelas XI IPS SMAN 4 Banda Aceh. Rumusan permasalahan adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara pemanfaatan fasilitas dan lingkungan belajar dengan hasl belajar geoografi Siwa Kelas XI IPS SMAN 4 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan faslitas dan lingkungan belajar dengan hasil belajar geografi Siswa Kelas XI IPS SMAN 4 Banda Aceh. Penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitan korelasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan yang menjadi sampel adalah kelas XI IPS1, XI IPS 2 dan XI IPS3SMAN 4 Banda Aceh. Penntuan sampel dalam penelitian yaitu dengan teknik Random Sampling yang dipilih secaraacak tanpa memperhatikan strata dan jumlah sampel yang dihitung dengan menggunkan rumus Solvin yaitu sebanyak 49 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan soal tes. Teknik pengolahan data menggunakan statistik korelasi ganda, diproleh hasil kofisien korelasi 0,77 pada kategori kuat dengan koefisien determinasi berganda (R2) = 59,29% berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa yaitu 3,36 3,20 yang artinya Ha diterima. Simpulannya terdapat hubungan yang positif dansignif antara pemanfaatan fasilitas dan lingkungan belajar dengan hasil belajar geografi Siswa Kelas XI IPS SMAN 4 Banda Aceh.Kata Kunci: hubungan, pemanfaatan fasilitas, lingkungan belajar, hasil belajar, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Zahra, Rizka Az; Taher, Alamsyah; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9898

Abstract

Model Everyone Is Teacher Here adalah salah satu metode pembelajaran yangg membuat siswa terlibat aktif selama pembelajaran berlangsung, model pelajaran itu juga memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk turut serta sebagai guru bagi teman-temannya. Media video merupakan alat pendukung untuk membuat suasana kelas agar terasa bersemangat dan mennyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dann siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 14 siswa siswa yang tuntas pada siklus I, 16 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 19 yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90 persen pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru dalam mengelola kelas meningkat dari skor 2,73 pada sikus I dengan kategori baik, skor 3,49 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,69 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan media video dapat dikatakan mendapat tanggapan yang baik yaitu 86% dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar menggunakan model pembelajaran Everyone Is Teacher Here berbantuan video dapat meningkatkan pemahaman tehadap materi yang telah mereka ikuti. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model Everyone Is Teacher Here berbantuan media video di kelas VII-5 SMPN 8 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 2 BANDA ACEH Zakia, Raihan; Taher, Alamsyah; Hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9896

Abstract

Model team assisted individualization merupakan team assisted individualization ialah para siswa masuk kelas dengan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi yang sangat beragam. Media audio visual merupakan media yang berupa unsur gambar dan suara yang menggunakan teknologi audio visual untuk penyampaian bahan pembelajaran dengan memakai mesin-mesin mekanis serta elektronik untuk memberikan pesan-pesan audio visual. Tujuan penelitian untuk diketahui: (1) Meningkatkan belajar siswa; (2) kegiatan guru dan siswa; (3) Kemampuan guru memanajemen pembelajaran; (4) tanggapan siswa terhadap tipe pembelajaran team assisted individualization dengan bantuan media audio visual. Hasil pengujian menunjukkan yaitu (1) Persentase tuntasnya secara individual naik dari 13 siswa yang berhasil pada tahap 1, 18 siswa tuntas pada tahap 2, dan 24 tuntas pada tahap 3, persentase ketuntasan klasikal pun naik dari 50% pada tahap pertama, 70% pada tahap kedua, serta 90% pada tahap ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,30 di tahap satu dengan kategori sedang, skor 2,97 di tahap dua dengan kategori baik, dan 3,45 di tahap tiga dengan kategori baik. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran team assisted individualization berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII/2 SMP Negeri 2 Banda Aceh dalam bahan pembelajaran dinamika interaksi manusia
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Parasati, Maysila; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9891

Abstract

Model pembelajaran Team Assisted Individualization merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menuntut para siswa untuk bisa bekerja sama dalam satu kelompok tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa (2) kesesuaian aktivitas guru dan siswa (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (4) respon siswa terhadap pembelajran menggunakan model Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dalam bentuk penelitian tindakan (Classroom process research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 yang berjumlah 27 siswa. Data di analisis menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 21 siswa yang tuntas pada siklus II, dan 25 siswa yang tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 7 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,56 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,2 pada siklus II dengan kategori baik,dan skor 3,36 pada siklus III dengan kategori baik; (4) sebanyak 100% siswa menyatakan bahwa model pembelajaran Team Assited Individualization adalah baru membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatan prestasi belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus III dengan menggunakan model pembelajaran Team Assisted Individualization berbantuan media powerpoint di kelas VIII-4 SMP Negeri 16 Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 16 BANDA ACEH Januar, .; Taher, Alamsyah; hasmunir, .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9890

Abstract

Model group investigation merupakan model pembelajaran kooperatif yang sesuai untuk proyek-proyek studi yang terintregasi yang berhubungan dengan hal-hal semacam penguasaan, analisis, dan mensintesakan informasi sehubungan dengan upaya menyelesaikan masalah yang bersifat multi aspek. Audio visual merupakan media yang berupa unsur gambar dan suara yang menggunakan teknologi audio visual untuk penyampaian bahan pembelajaran dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui hasil belajar siswa; (2) untuk mengetahui kegiatan guru dan siswa; (3) untuk mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa pada model pembelajaran group investigation berbasis media audio visual. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh berjumlah 30 siswa. Data ini dikumpulkan menggunakan; (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa; (1) Hasil belajar siswa secara individual mengalami peningkatan dari 17 siswa pada siklus pertama hingga menjadi 28 siswa pada siklus ketiga. Secara klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus pertama hingga menjadi 90% pada siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus pertama berkategori sedang, skor 3,08 pada siklus kedua berkategori baik, dan 3,46 pada siklus ketiga berkategori baik; (4) Respon siswa pada pembelajaran group investigation berbasis media audio visual dikatakan baik
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 1 INGIN JAYA Yuswar, Edi; Taher, Alamsyah; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i4.9889

Abstract

Model pembelajaran merupakan rancangan dasar bagi seorang guru untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar. Diantara model pembelajaran adalah model student facilitator and explaining dan model think talk write. Kedua model pembelajaran ini menjadikan siswanya untuk dapat berperan aktif dalam kelompok, melatih cara berfikir siswa dan melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar IPS Terpadu dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik dari pada dengan menggunakan model think talk write dengan berbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar IPS Terpadu menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik daripada dengan menggunakan model pembelajaran think talk write dengan berbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang menjadi sampel yaitu siswa kelas VIII-A berjumlah 21orang dan siswa kelas VIII-B berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dengan cara memberikan test kepada peserta didik, tes terdiri dari pre-test dan post-test. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,67 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 39 yaitu 1,67. Maka thitung ttabel sehingga Ha diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar IPS Terpadu dengan menggunakan model pembelajaran student facilitator and explaining lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran think talk writeberbantuan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ingin Jaya.
PENERAPAN MODELPEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 DARUSSALAM Suherlin, .; Bardi, Syamsul; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5379

Abstract

Model mind mapping merupakan suatu model pembelajaran yang mempelajari konsep atau teknik mengingat sesuatu dengan bantuan mind map (teknik pembelajaran menggunakan peta konsep, pencatatan materi belajar dituangkan dalam bentuk diagram yang memuat simbol, kode, gambar dan warna yang saling berhubungan) sehingga kedua bagian otak manusia dapat digunakan secara maksimal. Media gambar merupakan suatu alat atau yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara visual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar siswa; (2) Kegiatan guru dan siswa; (3) Kecakapan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Darussalam Aceh Besar yang berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post- test; (2) Lembar pengamatan kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan Kecakapan guru; dan (4) lembar tanggapan siswa. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Keberhasilan penelitian ini menunjukkan (1) Skor ketuntasan secara individual naik dari 12 siswa yang tuntas pada siklus I, 13 siswa tuntas pada siklus II, dan 20 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) kegiatan guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Kecakapan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,46 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat dikatakan baik, 86 persen dari 21 siswa berpendapat dengan belajar melalui model pembelajaran mind mapping berbantuan media gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLOW CHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH Hawadah, Farisah; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5271

Abstract

Model numbered heads togetherr merupakan modell pembelajaran yang memberikan kesemptan kepada siswa untk saling memmbagikan ide peemikiran dan prtimbangan jawaban yang paling tepat. Meedia flow chart adalah bagan proses yang menunjukkan suatu urutan, atau aliran proses. Model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart dapat melibatkan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Penelitiaan ini bertmaksud untuk mengetahui: (1) Pnigkatan hasill belajjar si,swa; (2) Aktivitas g/uru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respn siiswa terhadap model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan meedia flow chart. Tindakan yang diterapkan dalam penelitiaan ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk PTK (classroom process research). Subjek dalam penelitiaan ini ialah siswa kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh yang berjumlah 22 orang siswa. Analisiis daata mengunakan statiistik deskriftif prsentase. Hasill penelitiaan menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 19 siswa yang tuntas pada sklus I, 18 siswa tuntas pada sklus II, dan 20 siswa tuntas pada sklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada sklus I, 70% pada sklus II dan 90% pada sklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,4 pada sklus I dengan kategorii sedang, skor 3,1 pada sklus II dengan kategorii baik, dan 3,2 pada sklus III dengan kategorii baik; (4) Pada umumnya atau sebanyak 89% siswa menyatakan bahwa pembelajaran berbantuan model pembelajaran numbered heads together dengan menggunakan media flow chart sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Melalui hasill penelitiaan ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat peningkatakan prestasi belajar siswa mulai dari sklus I hingg sklus III dengan menggunakan model numbered heads together berbangtuan media flow chart di kelas VIIIa SMP Inshafuddin Banda Aceh.