Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF ROTATING TRIO EXCHANGE DAN BAMBOO DANCING BERBANTUAN MEDIA QUESTION BOX PADA MATA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X MAS BABUNNAJAH Qadri, Nur; Taher, Alamsyah; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 7, No 4 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v7i4.33958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Rotating Trio Exchange lebih baik daripada hasil belajar Bamboo Dancing berbantuan media Question Box pada mata pelajaran geografi kelas X MAS Babun Najah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment. Tempat penelitian ini adalah di sekolah MAS Babun Najah yang terletak di Gampong Doi, Kecamatan Ulee Kareng, Kab. Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September tahun 2021.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X di MAS Babun Najah. Sampel yang digunakan adalah kelas X IS 1 sebagai kelas eksperimen I dan kelas X IS 2 sebagai kelas eksperimen II dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui uji validitas (dengan nilai rh=0,288r_h = 0,288rh=0,288 dan rt=0,284r_t = 0,284rt=0,284) serta uji reliabilitas (dengan nilai 0,757 0,7), yang menunjukkan bahwa instrumen soal pilihan ganda adalah reliabel. Teknik analisis data meliputi analisis kemampuan awal, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji-t). Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen I = 78,21 dan kelas eksperimen II = 77,15. Berdasarkan uji-t, diperoleh ttabel=1,66t thitung=0,50, sehingga H0 diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Rotating Trio Exchange sama dengan hasil pembelajaran Bamboo Dancing menggunakan media Question Box pada pembelajaran geografi kelas X MAS Babun Najah.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN MATERI PROSES TEKTONISME TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 4 BANDA ACEH Rizka, Raiyatul; Taher, Alamsyah; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 7, No 3 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v7i3.33937

Abstract

Dalam pembelajaran geografi peserta didik membutuhkan media pembelajaran, karena beberapa materi dalam ilmu geografi masih bersifat abstrak sehingga siswa hanya bisa membayangkan saja bagaimana proses terjadinya suatu fenomena yang dipaparkan di dalam materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran materi proses tektonisme terhadap tingkat pemahaman siswa. Penelitian ini merupakan suatu studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh berjumlah 100 orang dengan mengambil sampel dua kelas (kelas eksprimen dan kelas kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes. Tes dalam penelitian ini berupa tes awal (pre-test) dan tes akhir (post- test). Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol digunakan uji-t pada taraf signifikansi 0,05 setelah prasyarat pengujian terpenuhi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa peningkatan kemampuan pemahaman siswa terhadap materi proses tektonisme yang menggunakan media pembelajaran lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional, sehingga media pembelajaran proses tektonisme dapat dijadikan salah satu alternatif dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEEP DIALOGUE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SIWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI 1 KUTA MAKMUR ACEH UTARA Agustiana, .; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 7, No 2 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v7i2.33925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar; (2) kemampuan berpikir kritis siswa; (3) aktivitas guru dan siswa; (4) keterampilan guru; dan (5) respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPS I SMA Negeri 1 Kuta Makmur yang berjumlah 22 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen berupa post test, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 45%, terjadi peningkatan menjadi 73% pada siklus II, dan 91% pada siklus III, secara klasikal persentase ketuntasan pada siklus I mencapai 40%, pada siklus II 70%, dan meningkat menjadi 90% pada siklus III; (2) Hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I yaitu 23% meningkat menjadi 41% pada siklus II, dan meningkat menjadi 68% pada siklus III; (3) Aktivitas guru dan siswa pada siklus I dari 13 aktivitas secara keseluruhan yaitu 9 aktivitas yang sesuai, meningkat menjadi 11 aktivitas yang sesuai pada siklus II, dan 13 aktivitas pada siklus III; (4) Keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 2,50 dengan katagori sedang, pada siklus II memperoleh skor 3 dengan katagori baik, dan 3,66 dengan katagori sangat baik pada siklus III; dan (5) Respon siswa dalam pembelajaran menyatakan bahwa 93,63% atau pada umumnya memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran Deep Dialogue
HUBUNGAN KECERDASAN INTERPERSONAL DAN SIKAP KEGURUAN DENGAN KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmi, Khaliza; Taher, ALamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i3.33792

Abstract

Kesiapan mengajar merupakan kondisi atau keadaan yang sudah siap meliputi kemampuan intelektual dan kemampuan mengembangkan kreativitas dalam mengajar yang dibutuhkan untuk melakukan tugas sebagai seorang guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan kecerdasan interpersonal dan sikap keguruan dengan kesiapan mengajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecerdasan interpersonal dan sikap keguruan dengan kesiapan mengajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala angkatan 2017 sebanyak 47 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi ganda diperoleh Y" = 24,86 + 0,32 X!+ 0,41X" dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,62 yang berarti mempunyai tingkat hubungan yang kuat dengan koefisien determinasi berganda sebesar 38,44%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung (13,8) Ftabel (3,21) yang berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kecerdasan interpersonal dan sikap keguruan dengan kesiapan mengajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala.
KORELASI STRATEGI SELF REGULATED LEARNING DAN PROKRATINASI AKADEMIK DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LABUHAN HAJI BARAT Aprillia, Kintan; Taher, Alamsyah; Abdi, Abdul Wahab
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i2.24690

Abstract

Hasil belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku peserta didik melalui proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar menjadi suatu kewajiban yang harus dijalani oleh peserta didik, tidak jarang perubahan tingkah laku dalam belajar juga sering terjadi oleh peserta didik, baik itu self regulated learning maupun prokratinasi akademik sehingga mempengaruhi hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada korelasi antara strategi self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik di SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara strategi self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik di SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat berjumlah 432. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah cluster sampling berjumlah 76. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan bahwa nilai koefisien regresi ganda dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,491 pada kategori sedang dengan koefisien determinasi sebesar 24,1%. Uji hipotesis menunjukan bahwa atau 11,6 3,13 yang berarti Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEACHING GAME TEAM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IS SMA NEGERI 1 TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE Susanti, Susanti; Taher, Alamsyah; Desfandi, Mirza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17317

Abstract

Model pembelajaran Teaching Game merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dapat melibatkan seluruh aktivitas peserta didik tanpa perbedaan status, sedangkan guru berperan sebagai pembimbing peserta didik. Media Audio Visual adalah media yang digunakan untuk pembelajaran dalam kerja kelompok untuk mempermudah peserta didik memahami materi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini ialah peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 1 Teupah Barat Kabupaten Simeulue dengan jumlah 24 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrumen aktivitas guru dan peserta didik, instrumen keterampilan guru terhadap pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik desktriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I sebesar 42%, menjadi 62% pada siklus II dan 96% pada siklus III. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 33%, menjadi 50% siklus II, dan 92% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 8 aktivitas yang sesuai pada siklus I, menjadi 11 aktivitas pada siklus II, dan 12 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,5 berkategori sedang pada siklus I, menjadi 3,2 berkategori baik pada siklus II, dan 3,7 berkategori sangat baik pada siklus III. (4) Respon peserta didik sebanyak 93,75% peserta didik menjawab Ya bahwa penerapan model pembelajaran Teaching Game Team berbantuan media Audio Visual merupakan model yang menyenangkan untuk diterapkan dan membantu peserta didik memperoleh peningkatan hasil belajar karena peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran dan membuat peserta didik lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES BERBANTUAN APLIKASI MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR Muliani, Muliani; Kamaruddin, Thamrin; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17313

Abstract

Model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker adalah model yang menampilkan vidoe atau gambar sebagai contoh untuk dianalisis. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Mengetahui keterampil guru dalam mengelola pembelajaran (4) Respon siswa setelah penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan penerapan model Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 35%, klasikal 40%, pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 65%, klasikal 60%, selanjutnya siklus III ketuntasan individual meningkat menjadi 85% dan klasikal menjadi 90%. (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian yakni, dari 12 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 9 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 11 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru dalam mengolah pembelajaran mengalami perubahan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,2 dengan kategori sedang, meningkat mejadi baik dengan perolehan skor 2,8 pada siklus II, dan meningkat lagi pada siklus III mencapai skor 3,2 dengan kategori baik; dan (4) sekitar 93,5% atau pada umumnya peserta didik kelas XI IPS 1 menyatakan ya, bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker sangat membantu siswa memahami materi secara mendalam, melatih berbicara secara aktif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Sari, Cut Ulva Mutia; Abdi, Abdul Wahab; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v6i1.17308

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan pengembangan diri siswa agar lebih berkualitas, memiliki kemampuan berpikir aktif. Discovery Learning adalah salah satu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri permasalahan sehingga hasil belajar tahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan dibantu media projected motion yang dapat mengvisualisasikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) aktivitas guru dan peserta didik; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan; (4) respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 30 peserta didik.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan ketuntasan individual pada siklus I menunjukan persentase sebesar 10%, siklus II meningkat menjadi 70%, dan siklus III meningkat menjadi 93%. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I 10%, siklus II 60% dan siklus III meningkat menjadi 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan bertahap dari 11 kegiatan yang dilakuakan, pada siklus I terdapat 7 kegitan yang tercapai, pada siklus II teerdapat 8 kegiatan yang tercapai, dan pada siklus ke III meningkat menjadi 11 kegiatan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memiliki skor 2,43 berarti sedang, siklus II mendapat skor 2,82. berarti baik, dan siklus III mendapat skor 3,63 berarti sangat baik. Respon peserta didik terhadap pembelajaran terdapat 94% menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media projected motion membuat peserta didik mudah memahami materi dalam pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTANTION, EXERCISE, SUMMARY) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTA JANTHO Hayati, Sukma; Zalmita, Novia; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i4.15972

Abstract

Model pembelajaran ROPES merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kreatifitas kemampuan perorangan maupun kelompok dalam menyelesaikan persoalan, meningkatkan kemampuan kerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang efektif, serta mempresentasikan ide-idenya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar peserta didik, aktivitas guru dan peserta didik, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kota Jantho berjumlah 21 peserta didik. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama siklus I peningkatan persentase kelulusan indvidual sebesar 38%, selanjutnya siklus II berjumlah 76% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 85%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah 40% di siklus I, untuk siklus II terjadi peningkatan menjadi 70% dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II, selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,45 berarti sedang, untuk siklus II memiliki skor 2,8 berarti baik, dan siklus III memperoleh skor 3,5 berarti baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju., model pembelajaran ROPES membuat peserta didik mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran.
HUBUNGAN MINAT MENJADI GURU DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Yuliani, Rini; Abdi, Abdul Wahab; Taher, Alamsyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v5i3.15957

Abstract

Minat dan dukungan orang tua termasuk faktor yang berasal dari dalam dan luar diri mahasiswa yang memberikan pengaruh secara tidak langsung untuk peningkatan hasil belajar mahasiswa. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa memilih jurusan sesuai dengan minatnya, dukungan orang tua merupakan sistem dukungan yang sangat diperlukan selain dukungan sosial lainnya. Mahasiswa yang memiliki minat yang tinggi serta dukungan dari kedua orang tua akan memberikan dampak yang baik terhadap hasil belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Hasil penelitian ini bahwa persamaan regresi ganda sebesar Y = 34,69+ X1 + 0,37X2, artinya kedua variabel bebas tersebut memberikan pengaruh positif terhadap variabel terikat. Korelasi ganda sebesar 0,35 yang berarti hubungan X1 dan X2 dengan Y dalam kategori rendah. Koefesien determinansi berganda 12,25% sisanya 87,75% disebabkan oleh vaiabel lain. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabelatau 3,70 3,18 yang berarti Ha diterima. Kesimpulannya terdapat korelasi secara signifikansi hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala