Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Koloid Sitompul, Hamela Sari; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 01 (2021): Article Research Edisi April 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i1.1008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMA Yapim Taruna Dolok Masihul dengan populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMA yang terdiri dari 2 Kelas. Sampel penelitian diambil secara acak berjumlah 2 kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe mencari pasangan (make a match) sedangkan kelas kontrol diberi perlaukan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Data yang diamati adalah hasil belajar kimia siswa, yang dikumpulkan melalui tes pilihan berganda sebanyak 20 soal yang terdiri dari 5 option jawaban, yang telah diujicobakan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t, dimana sebelumnya telah diuji normalitas dan homogenitas data. Hasil belajar kelas eksperimen rata-rata pre test (27,81 ± 7,21) dan rata-rata post test (76,88 ± 5,70) dengan peningkatan hasil belajar Gain sebesar 68% sedangkan hasil belajar kelas kontrol rata-rata pre test (22,03 ± 6,70) dan rata-rata post test (70,47 ± 6,00) dengan peningkatan hasil belajar Gain sebesar 62%. Uji hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi ? = 0,05 menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan dimana thitung > ttabel (3,05 > 1,667139), yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan melihat hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kimia siswa yang diberi perlakuan melalui penerapan model pembelajaran make a match lebih tinggi daripada menggunakan pengajaran konvensional.
Peningkatan Hasil belajar IPS melalui Model Contextual Teaching and Learning pada Siswa Kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun Manik, Yuni Mariani; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 1 No. 01 (2021): Article Research Edisi April 2021
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v1i1.1012

Abstract

Latarbelakang: Tujuan    dilaksanakan    penelitian    ini    ialah    (1)    untuk    menjelaskan implementasi model CTL dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Babulawan, dan (2) untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar IPS siswa dengan diterapkannya model CTL pada siswa kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang menerapkan model CTL dengan menggunakan desain model PTK Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggartdengan langkah PTK: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi Hasil penelitian: Hasil penelitian siklus I pengelolaan pembelajaran guru mencapai persentase ketuntasan 71,5% dengan kriteria “baik” dan mengalami peningkatan siklus II menjadi 92,5% dengan kriteria “sangat baik”. Hasil belajar IPS siswa ranah kognitif pada siklus I 72,22% dan pada siklus II meningkat menjadi 94,44%. Hasil belajar IPS ranah afektif siswa siklus I mencapai persentase 72,93% dengan kriteria “baik” dan siklus II meningkat menjadi 85,38% dengan kriteria “sangat baik”. Hasil belajar IPS ranah psikomotorik siswa siklus I 71,5% dengan kriteria “sangat baik” dan siklus II meningkat menjadi 86,1% dengan kriteria “sangatbaik”. Kesimpulan: Simpulan pada penelitian ini yakni dengan menggunakan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa baik dari ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa kelas IV SDN Babulawan Kab. Simalungun. Dalam setiap proses. Siswa hendaknya aktif dalam pembelajaran dan kerjasama diantara siswa dalam kelompok perlu. Diharapkan peneliti yang akan datang diharapkan dapat dijadikan referensi dengan menerapkan model CTL dengan topik pelestarian sumber daya alam dengan materi yang lebih luas.
Pandangan Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Terhadap Pendidikan di Kelurahan Bantan Kota Pematangsiantar Pratama, Janri Lendha; Maulina, Intan
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Edisi April 2022
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v2i01.1369

Abstract

Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia. Pertama, pendidikan dapat menghasilkan insan yg terdidik, cerdas serta terampil. Kedua, pendidikan mempunyai peranan krusial pada kehidupan perseorangan, rakyat, bangsa dan negara. Maju mundurnya negara dipengaruhi pendidikan pada negara itu sendiri. Ketiga, manusia akan berkembang maju jika dapat menunjukkan potensinya. Taraf perkembangan tadi dilakukan melalui pendidikan yg diharapkan mencapai tingkat yang setinggi-tingginya, karena insan yang terdidik menjadi kunci perkembangan warga.   Metode penelitian ini merupakan penelitian analisis deskeriptif dengan jenis penelitian studi perkara. Adapun jenis penelitian naratif yg dipergunakan pada penelitian ini artinya jenis studi masalah sebab penelitian ini bermaksud buat meneliti realitas secara mendalam wacana pandangan orangtua serta lingkungan terhadap pendidikan. Haisl dalam penelitian ini menunjukkan ada beberapa orang tua yg memiliki pemahaman yang rupawan ihwal pendidikan, dengan menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi walaupun ekonomi mereka masih pas-pasan. Terdapat pula beberapa anak yg lebih memilih untuk bekerja tamat sekolah untuk membantu perekonomian keluarganya. Pandangan orang tua terhadap pendidikan anak adalah sesuatu yang penting dan seharusnya tetap dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi jika ekonomi keluarga mendukung. Sikap kepedulian yang dimiliki orang tua pada pendidikan anak cukup baik, hal ini terbukti adanya fasilitas pendidikan anak yang selalu diupayakan orang tua dan tanggapan/respon orang tua terhadap pendidikan anak yang pada umumnya baik, karena orang tuan selalu memberikan nasehat pada anaknya terkait betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan juga dorongan secara moril
The Dynamics of Change in George Bernard Shaw’s Drama: A Study of Saint Joan, Pygmalion, and Arms and the Man Al-Mudhafar, Zayed Hussein Saleh; Maulina, Intan
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7226

Abstract

This study aims to examine how George Bernard Shaw dramatizes the idea of change as both a moral and intellectual necessity for human and social progress. It seeks to analyze how Shaw's conception of transformation functions as an ethical, social, and artistic principle across three of his major plays: (Saint Joan, 1923), (Pygmalion, 1913), and (Arms and the Man, 1894). This study explores George Bernard Shaw’s dramatic representation of change as a dynamic social, moral, and intellectual process across these influential plays. Shaw’s theatre functions as a critique of stagnation, whether political, religious, or personal and as a call for continuous re-evaluation of inherited ideas. By dramatizing moments of transition within individuals and societies, Shaw transforms the stage into a forum for intellectual evolution. This paper argues that Shaw conceives of change not as an abstract ideal but as a moral imperative, one that disrupts complacency, exposes hypocrisy, and fosters authentic progress. Using a combination of textual analysis, New Historicist and socio-critical frameworks, the research demonstrates that Shaw’s characters Joan of Arc, Eliza Doolittle, and Captain Bluntschli embody catalysts of transformation who question dogma and reveal the tension between reality and illusion. Through their struggles, Shaw redefines heroism as intellectual courage and moral adaptability rather than mere physical valour or social conformity. The study concludes that Shaw’s theatre remains profoundly relevant to modern audiences for its vision of change as both a disruptive and regenerative force, essential for the renewal of human consciousness and social order.
Digital Reading Practices and Urban Narratives: Exploring Medan’s Cityscape in Contemporary Literature Maulina, Intan; Fithriani, Rahmah; Pardi, Pardi
Journal of English Language and Education Vol 10, No 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i6.1625

Abstract

This study investigates how Medan’s urban identity is constructed and reimagined through both traditional literary works and digital reading practices. Grounded in the constructivist–interpretive paradigm, it analyzes texts by Titan Sadewo, Ika Natassa, Hasan Al Banna, and Lucya Chriz, along with digital platforms such as @beyondthepage.mdn and KleioBuku. The findings reveal that Medan’s cityscape is a dynamic cultural construct shaped by memory, modernity, and digital participation. Digital literary communities foster new modes of interaction, where readers and writers collaboratively reinterpret urban experiences beyond the printed page. By examining these intersections, the study expands Indonesian urban literary discourse and highlights the transformative role of digital media in shaping contemporary representations of place and identity.
Strategi Penerjemahan Gaya Bahasa Figuratif dalam Novel Lelaki Harimau: Kajian Stilistika Indonesia–Inggris: Translation Strategies of Figurative Language Style in the Novel "Lelaki Harimau": An Indonesian–English Stylistic Study Fardeni, Haekal; Maulina, Intan
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 02 (2025): Artikel Riset Periode November 2025
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jbsi.v5i02.7139

Abstract

This study aims to analyze translation strategies for figurative language in Indonesian literary works into English, using a stylistic approach and translation theory. The main focus of the study is how translators maintain the meaning, aesthetic effects, and cultural context of the source text without sacrificing the beauty of the language in the target text. This study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques on a number of figurative language style sentences found in selected literary works. The results show that the most frequently used translation strategies are equivalence, adaptation, and paraphrase. These three strategies have proven effective in maintaining the aesthetic and emotional value of the source text, though in some cases, shifts in meaning arise due to cultural and linguistic differences between the two languages. Numerically, the stylistic analysis reveals that metaphor is the most frequently used figurative device, accounting for 36% of all stylistic findings. This finding confirms that figurative language style not only functions as linguistic ornamentation but also represents the author's complex cultural values, imagination, and emotional expression. Therefore, translators need to be sensitive to stylistic elements and cultural contexts to produce communicative translations while remaining faithful to the original meaning and nuances of the source text. This research is expected to enrich the study of literary translation in Indonesia and to serve as a reference for researchers and translators in understanding the challenges of translating figurative language across cultures.  
Program Pengabdian Pendidikan melalui Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Fardeni, Haekal; Anggraini, Indri; Utami, Erika; Sari, Khovita; Mizkat, Eva; Maulina, Intan
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.6972

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan public speaking siswa yang berdampak pada kurangnya kepercayaan diri dalam menyampaikan ide dan pendapat di depan umum. Kondisi tersebut membuat siswa sering ragu saat berinteraksi, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam forum yang lebih luas. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi lisan siswa melalui pelatihan public speaking berbasis praktik dan kolaborasi. Peserta kegiatan berjumlah tiga puluh lima siswa SMA sederajat yang dipilih secara representatif, sehingga pelaksanaan program mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Metode kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi hasil menggunakan pendekatan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup teknik vokal, penguasaan bahasa tubuh, dan strategi membangun rasa percaya diri. Pelatihan dilaksanakan secara intensif dalam bentuk praktik pidato singkat, diskusi kelompok, serta simulasi presentasi kelas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan public speaking siswa. Dari total 35 peserta, nilai rata-rata post-test mengalami kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan hasil pre-test. Selain peningkatan nilai, mayoritas peserta juga menunjukkan perubahan sikap, yakni lebih percaya diri, berani berbicara, dan terampil menyampaikan gagasan di hadapan audiens. Temuan ini membuktikan bahwa seluruh peserta memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan. Dengan demikian, pelatihan public speaking ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi siswa sekaligus mendukung pencapaian kompetensi abad 21 yang menekankan pada kemampuan berkomunikasi secara efektif, kritis, dan kolaboratif.
Multimodal Discourses of Power and Identity in Roblox User-Generated Worlds: A Critical Discourse Analysis Maulina, Intan; Suhadi, Jumino; Pratiwy, Devi
International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Vol. 5 No. 1 (2026): International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts, Article January 2
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijmdsa.v5i1.7632

Abstract

Roblox has emerged as one of the most influential user-generated digital ecosystems, in which multimodal resources visual design, spatial organization, avatar customization, interface affordances, and linguistic interaction play a central role in the construction of identity and the negotiation of power. This study examines how power relations and identity positions are discursively produced across three highly popular Roblox user-generated worlds: Brookhaven RP, Adopt Me, and Bloxburg. Drawing on Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA), informed by social semiotics and critical discourse theory, the study analyzes screenshots, spatial configurations, and in-game chat interactions to uncover ideological meanings embedded in these environments. The findings demonstrate that hierarchical relations are reproduced through spatial zoning, access restrictions, monetized affordances, and avatar aesthetics that index wealth, status, and social legitimacy. Linguistic interactions further reinforce symbolic domination through gatekeeping, commands, and exclusionary practices. Collectively, these multimodal resources construct narratives of consumerism, meritocracy, and social stratification that shape how young users understand agency, belonging, and value in digital spaces. This article contributes to English Studies by conceptualizing Roblox worlds as multimodal texts requiring critical literacy, and to Information Technology by foregrounding how platform affordances structure discourse production and social relations.
A Feminist Stylistic and Affective Analysis of Melancholy and Memory in Lang Leav’s Revelation Maulina, Intan; Matondang, Saiful Anwar; Manugeren, M; Zayed Hussein Saleh Al-Mudhafar
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 13 No. 2 (2025): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v13i2.8731

Abstract

This study examines the linguistic construction of melancholy and memory in Lang Leav’s poem “Revelation” from Memories (2015) through an integrated framework of feminist stylistics and affect theory. While contemporary feminist scholarship has increasingly engaged with affect, limited attention has been given to how linguistic form in minimalist poetry structures emotional knowledge. Addressing this gap, the study adopts a qualitative interpretive-analytical approach, combining close stylistic analysis with affective interpretation. Drawing on feminist stylistics (Mills, 1995; Montoro, 2023) and affect theory (Ahmed, 2014; Hemmings, 2024), the analysis focuses on lexical choice, grammatical patterns, and figurative language to examine how emotion operates as a mode of knowing. The findings demonstrate that Leav’s minimalist diction and syntactic restraint construct melancholy not as emotional passivity but as an epistemic process of self-recognition. Memory functions as an affective medium through which feminine subjectivity negotiates identity and emotional continuity. The study conceptualizes this strategy as affective minimalism: a poetic mode in which linguistic economy intensifies emotional cognition rather than diminishing it. This challenges traditional binaries between emotion and reason; positioning affects as a legitimate epistemological resource. Theoretically, the study extends feminist stylistics toward affective epistemology and contributes to contemporary feminist poetics by showing how minimalist poetic language can articulate emotional agency and feminist self-representation in the digital age.
Pelatihan Musikalisasi Drama oleh Mahasiswa PLPT sebagai Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Fardeni, Haekal; Anggraini, Indri; Arrohim, Aldo; Pratiwi, Rahmadita; Maulina, Intan
Pengabdian Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): Artikel Periode Desember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ppi.v3i03.6984

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kreativitas dan kecerdasan kinestetik siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, khususnya bidang seni teater. Keterlibatan siswa dalam kegiatan seni sering kali masih terbatas karena kurangnya pembinaan yang terarah dan minimnya media pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu, pengabdian ini berfokus pada pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler teater di tingkat SMA sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa sekaligus sebagai sarana pendidikan karakter. Realisasi kegiatan dilakukan melalui serangkaian program pembinaan ekstrakurikuler teater yang mencakup pelatihan dasar seni peran, pengenalan teknik olah tubuh dan suara, serta praktik pementasan drama sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan guru pembina, mahasiswa, dan siswa secara langsung. Dokumentasi berupa foto kegiatan dan catatan proses latihan dijadikan bukti pelaksanaan yang sistematis dan berkesinambungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme siswa dalam mengikuti latihan, berkembangnya keterampilan kinestetik melalui gerak tubuh yang lebih ekspresif, serta tumbuhnya rasa percaya diri ketika tampil di depan umum. Selain itu, siswa menjadi lebih kreatif dalam mengekspresikan gagasan dan bekerja sama dalam kelompok pementasan. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media efektif dalam membangun kreativitas, kecerdasan kinestetik, serta karakter positif siswa. Program ini dapat dijadikan contoh untuk pengembangan kegiatan ekstrakurikuler seni lainnya di sekolah.