Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Edutech

URGENSI PENJAMINAN MUTU SEKOLAH Kurniawan, Deni
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3096

Abstract

Abstract, human resources have a central role in the development and advancementof an organization. Human recources development is closely related to educationalinstitutions, one of which is school. In order to optimize the process education in schools, itis important to ensure school quality assurance system. The goal of this system is to fulfillthe satisfaction of education stakeholders. To find out the expectations and satisfaction ofthe stakeholders, a school can obtain information by using various alternative ways deemedsuitable with the kind of information expected and the resources owned by the school.Keywords: quality assurance, satisfaction, stakeholdersAbstrak, sumber daya manusia memiliki peranan sentral bagi pengembangan dankemajuan organisasi. Pengembangan SDM terkait erat dengan lembaga pendidikan, salahsatunya adalah sekolah. Agar proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah bisa optimalmaka penting adanya sistem jaminan kualitas sekolah. Tujuan utama dari sistem jaminankualitas sekolah adalah agar terpenuhinya kepuasan stakeholders pendidikan. Untukmengungkap harapan dan kepuasan stakeholders sekolah bisa dilakukan melalui penggalianinformasi dengan menggunakan beragam alternatif cara yang dipandang sesuai denganjenis informasi yang diharapkan dan keberadaan sumber daya yang dimiliki sekolah.Kata Kunci: jaminan kualitas, kepuasan, stakeholders,informasi
PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP MENGENAI PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH: PERSPEKTIF PESERTA DIDIK Dewi, Laksmi; Kurniawan, Deni; Matsumoto, Toru; Rachman, Indriyani; Mulyadi, Dadi
EDUTECH Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v1i2.24624

Abstract

Public awareness of waste management and processing in Indonesia is still very low. Likewise, with students,  warnings are still needed in keeping the environment clean. Environmental education (EE) in schools has started to be widely applied in many schools. Ideally, student awareness in keeping the environment, especially in managing waste, becomes better wherever they are. This study aims to explore students’ perceptions of waste management and processing as one of the implementations of environmental management. It is hoped that Environmental Education can have an impact on students’ perception in managing their daily environment. It also explores students’ pereptions at elementary, junior high, and senior high school levels about: (1) environmental education in a school; (2) waste management and processing as part of environmental education; and (3) waste management and processing by local government. Data collection was carried out randomly to several students taking part in Car Free Day (CFD) activity involving 42 student respondents. and the data was processed using descriptive statistics. It was found that firstly, respondents agreed with the application of environmental education in schools through local content subjects, and the Adiwiyata program itself was felt necessary to add insight and knowledge about managing the environment. Secondly, students’ perceptions of waste management as part of Environmental Education was already good, as shown by their preference to keep the garbage if they couldn’t find a place to throw them. Third, waste management and processing by the local government statistically showed good responses. One example is that many dust bins are placed in public location by grouping waste according to their type.    Lingkungan alam di sekitar kita dan dunia saat ini sedang mengalami kerusakan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola lingkungan hidup ini. Di Sekolah pendidikan lingkungan hidup (PLH) dilaksanakan sebagai salah satu kurikulum muatan local dengan waktu1 jam pelajaran saja. Tentunya bukan seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk mempelajari kesadaran lingkungan hidup, namun yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya membantu menjaga lingkungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang implementasi PLH yang diterapkan oleh peserta didik saat di rumah dan di lingkungan sekitarnya. Bukti real mengetahui kesadaran diterapkannya PLH salah satunya terlihat di ruang public, sebagai contohnya saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Tidak sedikit setelah CFD selesai petugas kebersihan harus membersihkan kembali kawasan karena banyaknya sampah yang dibuang masyarakat tidak pada tempatnya. Data diambil kepada 40 orang secara acak terdiri dari anak usia sekolah SD, SMP, dan SMA, serta orang tua.  Simpulan dari penelitian ini adalah kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan cukup baik. Hanya saja belum ada spesifikasi upaya yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya mengurangi, mengolah, dan menggunakan sampah yang ada agar lebih mermanfaat.
PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM GENERIC PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK MENGEMBANGKAN KESADARAN KOLEKTIF SISWA TERHADAP PELESTARIAN LINGKUNGAN Kurniawan, Deni; Dewi, Laksmi
EDUTECH Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v20i1.30095

Abstract

The aims of implementation of Environment Education is to developing cognitive, affective, and motoric skills concern to environment health and life. Hopefully, student have self belonging to suround natural environment. Now, natural damage has been the global issue that has to looked for its solution. Student as the young generation need to be given the knowledge, attitude, and skills to manage and to concerv environment healt. The aims at research are: 1) developing of curriculum design to encrease student’s collective respect to natural environment. 2) finding the data about evaluation of curriculum design that be developed. Research methode use Design and Development (DD) with ADDIE model.Tujuan pelaksanaan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah untuk mengembangkan keterampilan kognitif, afektif, dan motorik yang peduli terhadap kesehatan dan kehidupan lingkungan. Diharapkan siswa memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan alam sekitar. Kini, kerusakan alam telah menjadi isu global yang harus dicari solusinya. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu diberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengelola dan melestarikan kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian adalah: 1) mengembangkan desain kurikulum untuk meningkatkan rasa hormat kolektif siswa terhadap lingkungan alam. 2) mencari data tentang evaluasi desain kurikulum yang dikembangkan. Metode penelitian menggunakan Design and Development (DD) dengan model ADDIE.