Claim Missing Document
Check
Articles

Islamic Educational Values in the Marriage Traditions of the Javanese, Banjar, and Bugis Ethnic Groups in Indonesia: A Systematic Literature Review Rosita, Rosita; Khojir, Khojir; Wijaya, Ida Suryani; Setiawan, Agus
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 13 No 1 (2025): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v13i1.10264

Abstract

This study aims to identify Islamic educational values within the marriage traditions of the Javanese, Banjar, and Bugis ethnic groups in Indonesia, which are rich in culture and local wisdom passed down through generations. A systematic literature review was conducted using accredited articles published between 2017 and 2023, collected from Google Scholar, Harzing's Publish or Perish, and Publish Media. The researchers initially gathered 20 articles, which were then analyzed and synthesized, resulting in 7 articles that met the criteria and were relevant to the research questions. Based on the analysis and literature review, several conclusions can be drawn. First, the marriage traditions of the Javanese (such as ngelamar, nontoni, menimbang, paningsetan, dhahar kembul, ngindek telur, wijik sekar setaman, kacar-kucur, baling bantal, tukar kembar mayang, and sungkeman), the Banjar (such as basasuluh, badatang, bapayuan, maantar patalian, bapingit, bakasai, batimung, bainai, and batamat Al-Qur’an), and the Bugis (such as mammanu-manu, massuro, mappasiarekeng, cemme passili, mappacci, mappenre botting, ijab kabul, mappasiluka, amrola, mammatoa, and marola wekke dua) are still practiced as a form of cultural and religious responsibility, though they are now often simplified to save time. Second, these marriage traditions reflect the internalization of Islamic educational values, including values of faith (iman), worship (ibadah), ethics (akhlak), and social responsibility. This study acknowledges its limitations in terms of the number of analyzed articles, especially those published in SINTA-accredited journals.
Islamic Educational Values in the Marriage Traditions of the Javanese, Banjar, and Bugis Ethnic Groups in Indonesia: A Systematic Literature Review Rosita, Rosita; Khojir, Khojir; Wijaya, Ida Suryani; Setiawan, Agus
SYAMIL: Journal of Islamic Education Vol 13 No 1 (2025): SYAMIL: Journal of Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/sy.v13i1.10264

Abstract

This study aims to identify Islamic educational values within the marriage traditions of the Javanese, Banjar, and Bugis ethnic groups in Indonesia, which are rich in culture and local wisdom passed down through generations. A systematic literature review was conducted using accredited articles published between 2017 and 2023, collected from Google Scholar, Harzing's Publish or Perish, and Publish Media. The researchers initially gathered 20 articles, which were then analyzed and synthesized, resulting in 7 articles that met the criteria and were relevant to the research questions. Based on the analysis and literature review, several conclusions can be drawn. First, the marriage traditions of the Javanese (such as ngelamar, nontoni, menimbang, paningsetan, dhahar kembul, ngindek telur, wijik sekar setaman, kacar-kucur, baling bantal, tukar kembar mayang, and sungkeman), the Banjar (such as basasuluh, badatang, bapayuan, maantar patalian, bapingit, bakasai, batimung, bainai, and batamat Al-Qur’an), and the Bugis (such as mammanu-manu, massuro, mappasiarekeng, cemme passili, mappacci, mappenre botting, ijab kabul, mappasiluka, amrola, mammatoa, and marola wekke dua) are still practiced as a form of cultural and religious responsibility, though they are now often simplified to save time. Second, these marriage traditions reflect the internalization of Islamic educational values, including values of faith (iman), worship (ibadah), ethics (akhlak), and social responsibility. This study acknowledges its limitations in terms of the number of analyzed articles, especially those published in SINTA-accredited journals.
REPRESENTASI TOKOH PEREMPUAN DALAM FILM TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH DAN AYAT-AYAT CINTA 2 Saputranur, S; Wijaya, Ida Suryani
Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 1 No 01 (2023): EDISI FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/nubuwwah.v1i01.6116

Abstract

Tokoh perempuan menjadi sorotan utama pada penerapan syariat Islam terkhusus pada film. Selain itu, terdapat perbedaan pada pengambilan gambar, sifat, karakter, dan pakaian tokoh perempuan pada film religi dan film selain religi. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui representasi tokoh perempuan dalam dialog dan adegan pada film religi di Indonesia pada era lama dan era modern. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dianalisis melalui model semiotika Roland Barthes. Analisis semiotik dimulai dengan mendefinisikan objek analisis, mengumpulkan teks, menjelaskan teks, lalu menafsirkan teks, dan menjelaskan kode-kode kultural. Teknik pengumpulan data menggunakan pengamatan terhadap audio dan visual dalam kedua film tersebut. Film Titian Serambut Dibelah Tujuh dipilih karena merupakan film religi pertama yang digarap Chaerul Umam dan sukses mendapatkan 12 penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1983. Ayat-Ayat Cinta 2 dipilih karena mendapatkan penghargaan pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2018 katagori pemeran wanita pendukung terbaik dan menduduki posisi ke 3 pada film box office Indonesia tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kedua film tersebut menampilkan representasi pada tokoh perempuan seperti kesempatan menuntut ilmu, menyampaikan aspirasi, memilih pasangan hidup, status pekerjaan, perlindungan hukum, etika berpakaian, dan etika kepada orang tua.
PESAN-PESAN DAKWAH PADA CHANNEL YOUTUBE FUAD FANSURI Saputera, Muhamad Rizky; Wijaya, Ida Suryani; Abdi, Andi Muhammad; Ramjani, Afwan; Syahrial, Syahrial
Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah dan Filantropi Islam Vol 1 No 2 (2023): Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah dan Filantropi Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/mushawwir.v1i2.7392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan-pesan dakwah pada channel YouTube Fuad Fansuri. Kebanyakan para pendakwah saat ini tidak memanfaatkan media sosial dengan baik dikarenakan kurangnya informasi dalam bidang teknologi. Oleh sebab itu para pendakwah bisa lebih inovatif ketika berdakwah dengan memanfaatkan media sosial, salah satunya dengan media sosial YouTube. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode yang menggambarkan peristiwa sesuai dengan keadaan sebenarnya (Field Research). Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa pesan dakwah yang disampaikan oleh Fuad Fansuri dalam channel YouTube mengandung tiga kategori pesan dakwah yaitu pesan dakwah akidah berisi tentang keimanan kepada Allah, bertawasul kepada Rasullulah dan ketetapan Allah. Selanjutnya pesan dakwah akhlak berisi tentang adab berdebat, menghormati perempuan, dan menahan diri. Terakhir pesan dakwah syariah yang berisi tentang aturan tidak diperbolehkan thawaf di kuburan.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN LAYANAN MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UIN SULTAN AJI MUHAMMAD IDRIS SAMARINDA Ramadhani, Rahmatul Laila; Wijaya, Ida Suryani; Sumarno, Sumarno
Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah dan Filantropi Islam Vol 3 No 2 (2025): Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah dan Filantropi Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/mushawwir.v3i2.11284

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia memainkanperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan,dimulai dari proses staffingyang terstruktur dan berfokus pada kualifikasi akademik serta pengalamandianggap esensial, terutama dalam hal penambahan staf dan evaluasi berkala.Pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan evaluasi kinerja dibutuhkanuntuk memastikan perbaikan yang berkelanjutan.Dari segi kualitas layanan,fasilitas perpustakaan yang terawat, pembaruan koleksi, dan lingkungan yangnyaman meningkatkan kenyamanan pengunjung.Empati dalam pelayanan jugatampak melalui perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa dan penciptaan lingkungan belajar yang nyaman.Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini bahwa manajemen sumber daya manusia yang efektif dan fasilitas perpustakaan yang baik sangat penting dalammeningkatkan kualitas layanan,terutamamelalui proses staffing yang terstruktur dan pengembangan kompetensi staf.Empati dalam pelayanan dan perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Komunikasi Terapeutik Praktisi Ruqyah: (Studi Fenomenologi Pengobatan Ruqyah Pada Jamiyyah Ruqyah Aswaja di Kabupaten Kutai Timur) Mawardi, Kholid; Tahir, Muhammad; Wijaya, Ida Suryani
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v4i6.305

Abstract

Perkembangan teknologi industri dan informasi, yang terus berlangsung dalam era 4.0, memengaruhi berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan. Meskipun begitu, banyak orang masih mengandalkan pengobatan alternatif fisik seperti pijat dan ramuan herbal karena dianggap lebih ekonomis, aman, dan alami. Pelayanan Kesehatan Tradisional Terpadu, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 37 Tahun 2017, menggabungkan pelayanan kesehatan konvensional dan tradisional. Selain itu, dalam konteks medis Islam, metode pengobatan Ruqyah menjadi penting, dengan penelitian menunjukkan tiga tahapan utama dan kebermaknaan tahap pra-interaksi. Proses Ruqyah di JRA Kutai Timur melibatkan konsep inabah, husnudzan, tawakkal, dan tahsinat sebagai kunci kesehatan, dengan komunikasi terapeutik menjadi landasan pada tahap orientasi, kerja, dan terminasi dalam menjaga kesehatan melalui Ruqyah.
Analisis Bentuk-Bentuk Komunikasi Islam: Tradisi, Inovasi, dan Dampaknya dalam Masyarakat Kontemporer Ismail, Ismail; Duraesa, M. Abzar; Wijaya, Ida Suryani; Inayah, Sitti Syahar
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v5i1.352

Abstract

Sejak munculnya umat Islam pada abad ke-7, Islam telah mengandalkan komunikasi untuk mnyebarkan ajaran-ajarannya kepada umat manusia. Komunikasi Islam mencakup berbagai tradisi dan inovasi yang telah berkembang dari masa rasulullah saw hingga saat ini. Di era kontemporer, komunikasi Islam sangat penting karena dihadapkan pada tantangan global dan perkembangan teknologi informasi yang pesat. Tradisi Islam dalam menyampaikan pesan diantaranya melalui tradisi lisan, seperti khotbah jum’at dan ceramah agama. Adapun dalam bentuk tulisan berupa teks-teks suci, seperti al-qur’an dan hadis. Dengan perkembangan zaman, Islam mengadopsi inovasi dalam komunikasi dengan penggunaan media dan situs web agar pesan yang disampaikan tersebar luas keseluruh dunia. Metode yang digunakan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi Islam berupa tradisi dan inovasi adalah dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan metode ini ditemukan dampak komunikasi Islam di masyrakat kontemporer. Dampak yang dihasilkan beragam. Dampaknya antara lain meningkatkan pemahaman agama, meningkatkan koneksi antarumat, menimbulkan perbedaan pandagan, serta dapat mempengaruhi identitas budaya.
The Influence of Digital Technology in the Transformation of Sociocultural Communication Hawarini, Nopriyanti; Syobah, Sy. Nurul; Wijaya, Ida Suryani; Effendi, Ruslan; Beta, A. Rivai
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18996

Abstract

Digital technology is currently growing and affecting almost all lines of modern human life, including in sociocultural communication. The shift in the use of technology from analog to digital is intended to make everything easier, more practical, faster and more effective. This paper aims to examine what the influence of digital technology is in the transformation of sociocultural communication where this sociocultural tradition includes customs, culture, religion, language, and social strata. The research method chosen is qualitative with literature review data collection to collect data and information that provides an overview of current phenomena in sociocultural communication. This research is expected to provide knowledge about current digital technology products with their positive uses. Researchers also explain the negative effects if digital technology is not utilized wisely.
Strategi Public Relations dalam Membangun Citra Sekolah Islam Melalui Media Sosial: Studi Kasus MTs Muhammadiyah 1 Samarinda di Instagram Irawan, Ade; Wijaya, Ida Suryani; Madani, Abubakar Idham
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relations yang diterapkan oleh MTS Muhammadiyah 1 Samarinda dalam meningkatkan citra lembaga pendidikan di tengah persaingan sekolah yang semakin ketat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MTS Muhammadiyah 1 Samarinda menerapkan beberapa strategi public relations, yaitu strategi publikasi, strategi acara (event), strategi berita (news), dan strategi media. Penerapan strategi-strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan citra sekolah, yang terlihat dari meningkatnya jumlah pendaftar setiap tahunnya serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi public relations yang terencana dan berkesinambungan berperan penting dalam membangun dan mempertahankan citra positif lembaga pendidikan.  
Management of Da'wah of The Great Mosque In The East Kalimantan Regio Tahir, Muhammad; Wijaya, Ida Suryani
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.3204

Abstract

The role of the mosque for the Muslim community is very important. One of them apart from being a place of worship, the mosque is used as a center for da'wah activities which will determine the development of Muslims in the area. This study aims to investigate the management of mosques in East Kalimantan and the management of da'wah carried out at the Grand Mosque in East Kalimantan Province. The research method used in this study is a deep interview research method with primary data sources obtained through interviews with mosque leaders in East Kalimantan. The results of the study indicate that the management of the grand mosque in East Kalimantan is very organized which is carried out through the establishment of an organizational structure on a regular basis. The management of da'wah in the East Kalimantan region is very regular which is carried out through various media such as television, radio, internet, and direct studies carried out in mosques. This da'wah activity is strongly influenced by the management aspect of the board, the availability of funds. The inhibiting factor in carrying out da'wah is the mechanism for determining the board of directors.